Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Taat dan Maksiat Akan Mengajak Saudaranya

dr. Adika Mianoki, Sp.S. oleh dr. Adika Mianoki, Sp.S.
25 Januari 2020
di Akhlak dan Nasihat
Share on FacebookShare on Twitter

Ternyata, perbuatan kebaikan (ketaatan) dan kejelekan (kemaksiatan) akan mengundang dan mengajak saudara-saudaranya yang semisal dengannya. Barangsiapa melakukan kebaikan maka akan berbuah kebaikan berikutnya. Sebaliknya, barangsiapa melakukan kemaksiatan akan berlanjut diikuti dengan kemaksiatan yang lainnya pula. Mari kita simak penjelasan dari Syaikh ‘Abdul Aziiz bin Baaz rahimahulah dalam fatwa beliau berikut ini.

Pertanyaan :

Telah banyak dihafal sebuah ungkapan dari sebagian orang-orang shalih  :

 أن المعصية تقول: أختي.. أختي، والحسنة تقول: أختي.. أختي

Sesungguhnya kemaksiatan berkata, “ Ke sini wahai saudarakau, ke sini … “. Kebaikan juga berkata, “ Ke sini wahai saudaraku, ke sini…”

Wahai Syaikh yang mulia, mohon penjelasan dari ungkapan tersebut.

Baca Juga: Sudah Taubat Lalu Bermaksiat Lagi, Apakah Diterima Taubatnya?

Jawaban:

Memang benar, ungkapan makna seperti ini memang berasal dari sebagian ulama salaf. Lafadz lain yang semakna adalah ungkapan :

إن من ثواب الحسنةِ الحسنة بعدها، ومن عقاب السيئةِ السيئة بعدها

“ Sesungguhnya di antara balasan perbuatan kebaikan adalah perbuatan kebaikan yang lain sesudahnya, dan di antara hukuman dari perbuatan kejelekan adalah perbuatan jelek yang lain sesudahnya. “

Maksud dari ungkapan di atas bahwa hendaknya seorang mukmin bersungguh -sungguh dalam konsisten melakukan kebaikan dan amal shalih dan terus berjuang sekuat tenaga melakukannya sehingga akhirnya melakukan perbuatan kebaikan bisa menjadi kebiasaan dan tabiatnya. Apabila dia terjatuh dalam perbuatan kejelekan maka hendaknya dia menghindari agar jangan sampai berlanjut kepada perbuatan kejelekan yang lainnya. Dia wajib segera bertaubat sehingga tidak terjerumus dalam perbuatan kejeleken yang kedua dan yang ketiga. Karena sesungguhnya setan akan menyeret ke dalam berbagai perbuatan kejelekan. Jika seseorang telah melakukan satu perbuatan kejelekan, maka setan akan kembali menyeret untuk melakukan perbuatan kejelekan yang lainnya.

Adapun malaikat akan senantiasa mengajak untuk melakukan perbuatan baik. Jika seseorang melakukan perbuatan baik, malaikat akan kembali menyuruhnya untuk melakukan perbuatan baik yang lainnya. 

Maka dalam kondisi seperti ini hendaknya seseorang bersungguh-sungguh dalam mengikuti kebaikan dan memperbanyak mengingat Allah serta menghindari terhadap hal-hal yang menyibukkan diri dari mengingat-Nya. Dirinya wajib untuk menghindarkan diri dari berbagai macam perbuatan kejelekan. Kapanpun dia melakukan perbuatan kejelekan maka hendaknya dia memperhatikannya dan segera bartaubat kemudian berhati-hati dan waspada untuk tidak mengikutinya dengan perbuatan kejelekan yang lain.

Baca Juga:

  • Larangan Mencela Seorang Muslim yang Sudah Bertaubat Dari Dosa Maksiatnya
  • Meninggalkan Maksiat Bukan Karena Allah, Apakah Berpahala?

Penerjemah : Adika Mianoki

Artikel: Muslim.or.id

Sumber : www.binbaz.org.sa 

Link :Klik Disini

ShareTweetPin
dr. Adika Mianoki, Sp.S.

dr. Adika Mianoki, Sp.S.

Alumni dan pengajar Ma'had Al Ilmi, S1 Kedokteran Umum UGM, penulis buku "Jawaban 3 Pertanyaan Kubur"

Artikel Terkait

Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag. 8): Teladani Pemimpin Hebat Terdahulu

oleh Glenshah Fauzi
24 Oktober 2026
1

Pemimpin itu harus mudah diakses Seorang pemimpin seringkali hidup berjarak dari rakyatnya. Padahal, pemimpin hebat seperti Nabi ﷺ tidak memiliki...

Ketika Ulama Berkata, “Aku Tidak Tahu” (Bag. 1)

oleh Dimas Setiaji
21 Oktober 2026
0

Suatu hari di Mina, orang-orang datang membawa pertanyaan kepada salah seorang ulama, namun jawaban yang keluar dari lisan beliau adalah,...

Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag. 7): Fokus Bekerja dengan Baik

oleh Glenshah Fauzi
16 Oktober 2026
1

Resep kepemimpinan hebat adalah fokus bekerja dengan baik Jangan sampai ada sesuatu yang menyibukkanmu di luar urusan kepemimpinan. Karena seorang...

Artikel Selanjutnya

Mengapa Keburukan tidak Disandarkan Kepada Allah?

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah