Wasiat Luqman (Bag. 2) : Laa Tusyrik Billah !

Wasiat Luqman (Bag. 2) : Laa Tusyrik Billah !

Baca pembahasan sebelumnya Wasiat Luqman (Bag.1) : Bersyukurlah kepada Allah

Wasiat Pertama Luqman pada Anaknya

Wasiat pertama Luqman kepada anaknya adalah tentang larangan berbuat syirik. Allah Ta’ala berfirman :

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu berbuat syirik dengan mempersekutukan Allah. Sesungguhnya perbuatan syirik adalah benar-benar kezaliman yang besar. ” (Luqman : 13)

Laa Tusyrik Billah ! : Larangan Berbuat Syirik dalam Bentuk Apapun

Makna firman Allah :

لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ 

Janganlah kamu berbuat syirik dengan mempersekutukan Allah “ 

Maksudnya adalah janganlah menjadikan sesuatu selain Allah sebagai sekutu dalam beribadah, dalam penciptaan dan takdir, serta dalam masalah nama dan sifat Allah. 

Seperti yang kita ketahui bahwasanya tauhid dibagi menjadi tiga, yaitu tauhid rububiyyah, tauhid uluhiyyah, dan tauhid asma’ wa shifat. Maka kesyirikan pun mencakup syirik dalam tiga tauhid di atas. Barangsiapa meyakini ada pencipta selain Allah maka dia telah melakukan kesyirikan dalam rububiyyah. Barangsiapa meyakini bahwa ada yang berhak untuk disembah selain Allah maka dia telah syirik dalam uluhiyyah. Dan barangsiapa yang menyelisihi dan menolak nama dan sifat Allah maka dia telah syirik dalam asma’ wa shifat. Larangan berbuat syirik mencakup larangan berbuat syirik dalam tiga bantuk tauhid ini.

Baca Juga: Hati Siapakah yang Marah ketika Melihat Kesyirikan?

Mengapa Syirik Disebut Kezaliman yang Besar ?

Diriwayatkan dari sahabat ‘Abdulah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya ketika turun ayat :

الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman ” ( Al An’am: 82). Para sahabat mearasa berat dan khawatir dengan turunnya ayat ini. Mereka berkata, “ Siapakah di antara kami yang tidak menzalimi dirinya sendiri ?” Maka Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Itu bukanlah kezaliman seperti yang kalian sangkakan. Ini adalah kezaliman sebagaimana yang telah diwasiatkan Luqman kepada anaknya :

يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Hai anakku, janganlah kamu berbuat syirik dengan mempersekutukan Allah. Sesungguhnya perbuatan syirik adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (Luqman : 13) (HR. Bukhari dan Muslim)

Kezaliman berarti mengurangi hak kepada yang seharusnya mendapatkannya. Seseorang yang berbuat syirik berarti telah mengurangi hak Allah Ta’ala. Tidak ada kezaliman yang lebih besar daripada perbuatan syirik, karena kezaliman syirik lebih besar dari segala macam kezaliman yang lainnya. 

Allah yang menciptakan dirimu, menjadikanmu dari ketiadaaan. Dialah yang telah memberikan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk kehidupanamu. Dialah yang menyediakan berbagai hal yang bermanfaat untukmu. Dialah Allah yang telah mengadakan, menyediakan, dan mempersiapkan itu semua untukmu. Jika demikian, maka tidak ada seorangpun yang lebih besar haknya bagimu dibandingkan hak Allah. 

Jika engkau mengurangi hak-Nya, maka itu meruapakan kezaliman yang paling besar. Barangsiapa yang paling banyak perbuatan baiknya kepadamu, maka melakukan perbuatan jelek kepadanya adalah perbuatan yang paling jelek dibandingkan perbuatan jelek kepada yang lainnya. Karena sesungguhnya Allah lah Zat yang telah banyak berjasa dengan berbuat baik kepadamu, memberimu segala sesuatu, dan juga mendidikmu. Jika dirimu berbuat kejelekan kepada-Nya maka itu lebih besar dosanya daripada seandainya engkau berbuat kejelekan kepada yang tidak berjasa kepadamu.

Hak Allah yang terbesar yang harus kita tunaikan adalah mentauhidkan-Nya dan tidak sedikitpun berbuat syirik kepada-Nya. Maka barangsiapa yang tidak menunaikan hak ini maka dia telah melakukan perbuatan kezaliman yang paling besar. Maka benarlah ketika Allah berfirman : 

إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Sesungguhnya perbuatan syirik adalah benar-benar kezaliman yang besar. ” ( Luqman : 13)

Baca Juga: Penggunaan Jimat atau Rajah Tetap Syirik, Walau Berkeyakinan Sekedar Sebab

Besarnya Bahaya Syirik

Di antara bahaya dan kejelekan perbuatan syirik adalah : 

  1. . Syirik adalah kezaliman yang paling besar sebagaimana penjelasan di atas.
  2. . Syirik adalah dosa yang tidak akan diampuni, jika seseorang mati dengan membawa dosa syirik. Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya.“ (An Nisaa’ : 48)

3. Syirik merupakan kedustaan dan dosa kepada Allah

 وَمَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْماً عَظِيماً

Barangsiapa yang berbuat syirik dengan mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. “  (An Nisaa’ : 48)

4. Syirik merupakan kesesaatan yang sangat jauh

وَمَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً بَعِيداً

Barangsiapa yang berbuat syirik dengan mempersekutukan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” (An Nisaa’:116)

5. Syirik menghapus amal dan menghilangkan pahala kebaikan. 

وَلَوْ أَشْرَكُواْ لَحَبِطَ عَنْهُم مَّا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

Seandainya mereka berbuat syirik dengan mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. “ (Al An’am : 88)

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu berbuat syirik dengan mempersekutukan Allah, niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. “ (Az Zumar : 65)

7. Syirik merupakan dosa besar yang paling besar.

Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 

أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ؟ -ثَلَاثًا- قُلْنَا: بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ، قَالَ: اَلْإِشْرَاكُ بِاللهِ

Maukah aku beritahukan kepadamu dosa besar yang paling besar?” –Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya tiga kali–. Kami (para Shahabat) menjawab, “Tentu, wahai Rasûlullâh.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berbuat syirik dengan menyekutukan Allâh … “ (H.R Bukhari dan Muslim)

8. Syirik menyebabkan pelakunya haram masuk surga.

مَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّهُ عَلَيهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

Sesungguhnya orang yang berbuat syirik dengan mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. “ (Al Maidah :72)

Baca Juga: Membaca Al Quran Namun Berbuat Syirik

Faidah-Faidah Ayat

  1. . Bersikap lembut kepada orang yang diajak bicara agar nasihatnya bisa diterima. Luqman memanggil kepada anaknya ( يَا بُنَيَّ ) (Wahai anakku) yang merupakan panggilan lembut dan kasih sayang seorang bapak kepada anakknya.   
  2. . Sangat pentingnya nasihat ini, karena berasal dari seroang bapak yang amat menyayangi anaknya. Ini menunjukkan nasihat dan wasiat yang disampaikan merupakan perkara yang sangat penting.
  3. . Haramnya perbautan syirik, karena Allah telah melarang  (لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ )
  4. . Wajibnya untuk bertauhid, karena larangan dari berbuat syirik menuntut seseorang untuk mentauhidkan Allah.
  5. . Syirik merupakan kezaliman yang paling besar, karena Allah berfirman

 (إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ)

  1. . Hendaknya ketika menjelaskan suatu hukum berikut disertai dengan alasannya, sebagaimana Allah menjelaskan larangan syirik disertai penyebutan alasannya yaitu karena syirik merupakan perbuatan kezaliman.
  2. . Mengajak kepada tauhid dan memperingatkan dari syirik merupakan perkara yang merupakan poros dan pondasi dalam dakwah, karena Luqman memulai nasihat kepada anaknya dengan nasihat pertama berupa larangan dari berbuat syirik sebelum menyampaikan nasihat yang lainnya.
  3. . Arahan dan anjuran bagi para bapak untuk senantiasa menasihati anak-anaknya dengan kebaikan.

Semoga Allah senantiasa memberikan taufik kepada kita di atas jalan tauhid dan menjauhkan diri kita dari berbagai bentuk perbuatan syirik.

Baca Juga:

Penulis : Adika Mianoki

Artikel: Muslim.or.id

Referensi :

(1). Tafsiir Al Qur’an Al Kariim Surat Luqman, Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin rahimahullah 

(2). At Tashiil li Ta’wiil at Tanziil Tafsir Surat Luqman karya Syaikh Musthofa al ‘Adawiy hafidzahullah

Sahabat muslim, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

Print Friendly, PDF & Email
batik travel
MPD Banner

About Author

dr. Adika Mianoki, Sp.S.

Alumni dan pengajar Ma'had Al Ilmi, S1 Kedokteran Umum UGM, penulis buku "Jawaban 3 Pertanyaan Kubur"

View all posts by dr. Adika Mianoki, Sp.S. »

Leave a Reply