Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Orang Cerdas: Memprioritaskan yang Paling Baik dari yang Baik

dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK oleh dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK
10 April 2019
di Akhlak dan Nasihat
Share on FacebookShare on Twitter

Ketika kami belajar ilmu kedokteran, materinya sangat luas dan banyak, berbagai dasar dari cabang ilmunya cukup penting untuk dipelajari semuanya. Hal ini menjadi perhatian bagi kami karena waktu untuk belajar kedokteran tidak banyak dan belum tentu juga rajin belajar semuanya. Teknik menghadapinya adalah kita memilih dari semua pelajaran penting tersebut, mana yang paling penting untuk dipelajari, lalu kita lebih fokus belajar ke materi yang paling penting tersebut yang merupakan kompetensi dasar seorang dokter.

Baca Juga: Inilah Pertanyaan Cerdas Sang Arab Badui

Hal ini mengingatkan pada perkataan ulama bahwa orang cerdas itu bukan hanya bisa membedakan baik dan buruk saja, tetapi mampu memilih dan memprioritaskan mana yang paling baik di antara yang baik serta mampu membedakan mana yang paling buruk di antara yang buruk. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata,

ﺑﺄﻧﻪ ﻟﻴﺲ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻘﻞ ﺃﻥ ﻳﻌﻠﻢ ﺍﻟﺨﻴﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﺮ ﻓﻘﻂ ، ﺑﻞ ﻳﺠﺐ ﺃﻥ ﻳﻌﻠﻢ ﺧﻴﺮ ﺍﻟﺨﻴﺮﻳﻦ , ﻭﺷﺮ ﺍﻟﺸﺮﻳﻦ

“Bukanlah orang yang cerdas (berakal) yang hanya tahu (membedakan) baik dan buruk saja, tetapi wajib mengetahui yang terbaik dari dua kebaikan dan mengetahui yang terburuk dari dua keburukan.” [Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyyah]

Apabila membedakan baik dan buruk, maka secara umum jiwa hanif manusia bisa membedakannya. Anak pada usia 7 tahun disebut “mumayyiz” karena dianggap sudah mulai bisa membedakan baik dan buruk secara umum.

Baca Juga: Makan Berlebihan Sumber Utama Penyakit

Demikianlah tipe orang yang sukses dan berhasil, mereka memiliki banyak sekali target-target kebaikan yang harus dilakukan, tapi dia memilih yang paling baik dam paling bermanfaat untuk dilakukan.

Demikian juga memilih yang paling buruk untuk dihindari yang pilihan yang buruk-buruk. Terkadang hidup tidak selamanya mulus dan lancar, ada pilihan pahit yang harus dipilih dari beberapa pilihan buruk lainnya, maka orang cerdas akan memilih menghindari yang paling buruk.

Seorang sahabat ‘Amr bin ‘Ash berkata,

لَيْسَ الْعَاقِلُ الَّذِي يَعْرِفُ الْخَيْرَ مِنَ الشَّرِّ ، وَلَكِنَّهُ الَّذِي يَعْرِفُ خَيْرَ الشَّرَّيْنِ

“Orang yang cerdas bukanlah yang hanya bisa membedakan antara kebaikan dan kejelekan, namun orang yang cerdas adalah yang bisa mengetahui mana yang terbaik antara dua pilihan yang buruk (untuk dihindari)”. [Al Isyraf fi Manazill Asyraf, hal 264]

Baca Juga: Seorang Mukmin Bagaikan Lebah

Hal ini juga yang dilakukan oleh suri teladan kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidaklah beliau diberi pilihan, kecuali beliau memilih yang paling mudah perkaranya di antara perkara tersebut.

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,

كان النبي صلى الله هليه و سلم أجود الناس، و أشجع الناس، ما سئل شيئا قط فقال : لا. و كان دائما البشر، سهل الخلق، لين الجانب، ما خير بين أمرين إلا اختار أيسر هما؛ إلا أن يكون إثما؛ فيكون أبعد الناس عنه

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu orang yang paling dermawan, manusia yang paling pemberani, jika diminta sesuatu tidak pernah mengatakan tidak, dan wajahnya selalu ceria, ahlaknya enak dan orangnya mudah. Jika diberi pilihan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau akan memilih yang paling mudah, kecuali kalau itu mengandung dosa, maka Beliau adalah orang yang paling menjauhi hal tersebut.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Baca Juga:

  • Seorang Mukmin Bagaikan Lebah
  • Bimbingan Islam Untuk Si Kaya Dan Si Miskin

Demikian semoga bermanfaat

@ Bandara Internasional Lombok

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslim.or.id

ShareTweetPin1
dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK

dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Kedokteran Umum UGM, dosen di Universitas Mataram, kontributor majalah "Kesehatan Muslim"

Artikel Terkait

Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag. 8): Teladani Pemimpin Hebat Terdahulu

oleh Glenshah Fauzi
24 Oktober 2026
0

Pemimpin itu harus mudah diakses Seorang pemimpin seringkali hidup berjarak dari rakyatnya. Padahal, pemimpin hebat seperti Nabi ﷺ tidak memiliki...

Ketika Ulama Berkata, “Aku Tidak Tahu” (Bag. 1)

oleh Dimas Setiaji
21 Oktober 2026
0

Suatu hari di Mina, orang-orang datang membawa pertanyaan kepada salah seorang ulama, namun jawaban yang keluar dari lisan beliau adalah,...

Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag. 7): Fokus Bekerja dengan Baik

oleh Glenshah Fauzi
16 Oktober 2026
0

Resep kepemimpinan hebat adalah fokus bekerja dengan baik Jangan sampai ada sesuatu yang menyibukkanmu di luar urusan kepemimpinan. Karena seorang...

Artikel Selanjutnya

Berlapang Dada dalam Ikhtilaf Mu’tabar

Komentar 1

  1. Ar Syamsuddin says:
    6 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum..ijinkan saya menyalin artikelnya diarsipkan di blog saya, syukran

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan bahwa Anda manusia: 5   +   9   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah