Tanya Jawab Seputar Syirik Kecil (Bag. 2)

Tanya Jawab Seputar Syirik Kecil (Bag. 2)

Baca pembahasan sebelumnya Tanya Jawab Seputar Syirik Kecil (Bag. 1)

Pengertian atau definisi syirik kecil

Pertanyaan 01:

Apa definisi syirik kecil menurut bahasa dan menurut istilah syari’at?

Jawaban:

Syirik menurut bahasa bermakna “sekutu”. Dikatakan dalam bahasa Arab,

شاركت فلانا في شيئ

“Aku bersekutu dengan fulan dalam sesuatu”, jika Engkau menjadi sekutu baginya.

Adapun syirik menurut istilah syari’at dimaksudkan untuk menyamakan selain Allah Ta’ala dengan Allah Ta’ala dalam hal-hal yang menjadi kekhususan bagi Allah Ta’ala.

Baca Juga: Terkadang Adzab Kubur Diperlihatkan kepada Manusia

Di antaranya adalah firman Allah Ta’ala yang menceritakan kondisi orang-orang musyrik,

تَاللَّهِ إِنْ كُنَّا لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ ؛ إِذْ نُسَوِّيكُمْ بِرَبِّ الْعَالَمِينَ

“Demi Allah, sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata. Karena kita menyamakan kamu dengan Tuhan semesta alam.” (QS. Asy-Syu’ara [26]: 97-98)

Allah Ta’ala menjadikan hakikat kemusyrikan adalah taswiyah (penyamaan). Hal ini menunjukkan bahwa maksud syari’at dengan (istilah) syirik adalah menyamakan antara Allah Ta’ala dengan selain-Nya dalam hal-hal yang menjadi kekhususan bagi Allah Ta’ala.

Perkara yang khusus hanya untuk Allah Ta’ala tidaklah menerima sekutu secara mutlak. Menetapkan adanya sekutu di dalamnya berarti menentang hak Allah Ta’ala dan menentang perkara yang menjadi kekhususan Allah Ta’ala, Dia-lah Allah Yang Maha Tinggi.

Baca Juga: Tempat Terlarang Menyembelih Binatang

Adapun orang-orang musyrik Arab, mereka hanyalah menyamakan selain Allah Ta’ala dengan Allah Ta’ala dalam hal ibadah, sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ

“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah.” (QS. Al-Baqarah [2]: 165)

Baca Juga: Inilah Keadilan Tertinggi di Jagat Raya

Penyamaan ini berarti menyalahi hak rububiyyah Allah Ta’ala, membatalkan keagungan uluhiyyah-Nya dan bertentangan dengan hak-Nya. Oleh karena itu, kemusyrikan tidaklah Allah Ta’ala ampuni (jika tidak bertaubat sebelum meninggal dunia, pent.)

Pertanyaan 02:

Mengapa syirik kecil dideskripsikan dengan “kecil”?

Jawaban:

“Kecil” adalah lawan dari “besar”.

Syirik dibagi menjadi dua, yaitu syirik akbar (syirik besar) dan syirik ashghar (syirik kecil).

Syirik tersebut diistilahkan dengan “syirik kecil” karena melihat lawannya, yaitu syirik besar.

Pertanyaan 03:

Apa sebab syirik kecil tetap disebut sebagai syirik?

Jawaban:

Sebab syirik kecil disebut “kecil” karena dua sebab:

Pertama, karena di dalamnya terkandung semacam berpalingnya seseorang kepada selain Allah Ta’ala.

Kedua, karena berarti seseorang menjadikan adanya tandingan bagi Allah Ta’ala.

Karena syirik kecil mengandung dua perkara ini, perbuatan tersebut disebut sebagai syirik.

Baca Juga: Perintah Mensucikan Hati dan Keutamaannya

Pertanyaan 04:

Mengapa syirik kecil disebut “kecil” dan tidak masuk dalam syirik besar?

Jawaban:

Syirik tersebut disebut “kecil” dan tidak “besar” karena dua perkara yang telah disebutkan sebelumnya dalam pertanyaan ketiga belum sampai kepada derajat syirik besar. Perbuatan itu semata-mata berpaling kepada selain Allah Ta’ala karena mencari dunia, atau mencari kedudukan dan kemuliaan di sisi makhluk. Berkebalikan dengan orang yang berbuat syirik besar, dia bermaksud menjadikan selain Allah Ta’ala sebagai tandingan dalam perkara ibadah.

Baca Juga:

[Bersambung]

***

@Jogjakarta, 17 Jumadil akhir 1440/22 Februari 2019

Penerjemah: M. Saifudin Hakim

Artikel: Muslim.Or.Id

Sahabat muslim, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

Print Friendly, PDF & Email
iklan
MPD Banner

About Author

Muhammad Saifudin Hakim

Alumni Ma'had Al-'Ilmi Yogyakarta (2003-2005). Pendidikan Dokter FK UGM (2003-2009). S2 (MSc) dan S3 (PhD) Erasmus University Medical Center Rotterdam dalam bidang Virologi dan Imunologi (2011-2013 dan 2014-2018).

View all posts by Muhammad Saifudin Hakim »

8 Comments

Leave a Reply