Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Tanya Jawab Seputar Syirik Kecil (Bag. 2)

M. Saifudin Hakim oleh M. Saifudin Hakim
20 Maret 2019
di Akidah
Share on FacebookShare on Twitter

Baca pembahasan sebelumnya Tanya Jawab Seputar Syirik Kecil (Bag. 1)

Pengertian atau definisi syirik kecil

Pertanyaan 01:

Apa definisi syirik kecil menurut bahasa dan menurut istilah syari’at?

Jawaban:

Syirik menurut bahasa bermakna “sekutu”. Dikatakan dalam bahasa Arab,

شاركت فلانا في شيئ

“Aku bersekutu dengan fulan dalam sesuatu”, jika Engkau menjadi sekutu baginya.

Adapun syirik menurut istilah syari’at dimaksudkan untuk menyamakan selain Allah Ta’ala dengan Allah Ta’ala dalam hal-hal yang menjadi kekhususan bagi Allah Ta’ala.

Baca Juga: Terkadang Adzab Kubur Diperlihatkan kepada Manusia

Di antaranya adalah firman Allah Ta’ala yang menceritakan kondisi orang-orang musyrik,

تَاللَّهِ إِنْ كُنَّا لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ ؛ إِذْ نُسَوِّيكُمْ بِرَبِّ الْعَالَمِينَ

“Demi Allah, sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata. Karena kita menyamakan kamu dengan Tuhan semesta alam.” (QS. Asy-Syu’ara [26]: 97-98)

Allah Ta’ala menjadikan hakikat kemusyrikan adalah taswiyah (penyamaan). Hal ini menunjukkan bahwa maksud syari’at dengan (istilah) syirik adalah menyamakan antara Allah Ta’ala dengan selain-Nya dalam hal-hal yang menjadi kekhususan bagi Allah Ta’ala.

Perkara yang khusus hanya untuk Allah Ta’ala tidaklah menerima sekutu secara mutlak. Menetapkan adanya sekutu di dalamnya berarti menentang hak Allah Ta’ala dan menentang perkara yang menjadi kekhususan Allah Ta’ala, Dia-lah Allah Yang Maha Tinggi.

Baca Juga: Tempat Terlarang Menyembelih Binatang

Adapun orang-orang musyrik Arab, mereka hanyalah menyamakan selain Allah Ta’ala dengan Allah Ta’ala dalam hal ibadah, sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ

“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah.” (QS. Al-Baqarah [2]: 165)

Baca Juga: Inilah Keadilan Tertinggi di Jagat Raya

Penyamaan ini berarti menyalahi hak rububiyyah Allah Ta’ala, membatalkan keagungan uluhiyyah-Nya dan bertentangan dengan hak-Nya. Oleh karena itu, kemusyrikan tidaklah Allah Ta’ala ampuni (jika tidak bertaubat sebelum meninggal dunia, pent.)

Pertanyaan 02:

Mengapa syirik kecil dideskripsikan dengan “kecil”?

Jawaban:

“Kecil” adalah lawan dari “besar”.

Syirik dibagi menjadi dua, yaitu syirik akbar (syirik besar) dan syirik ashghar (syirik kecil).

Syirik tersebut diistilahkan dengan “syirik kecil” karena melihat lawannya, yaitu syirik besar.

Pertanyaan 03:

Apa sebab syirik kecil tetap disebut sebagai syirik?

Jawaban:

Sebab syirik kecil disebut “kecil” karena dua sebab:

Pertama, karena di dalamnya terkandung semacam berpalingnya seseorang kepada selain Allah Ta’ala.

Kedua, karena berarti seseorang menjadikan adanya tandingan bagi Allah Ta’ala.

Karena syirik kecil mengandung dua perkara ini, perbuatan tersebut disebut sebagai syirik.

Baca Juga: Perintah Mensucikan Hati dan Keutamaannya

Pertanyaan 04:

Mengapa syirik kecil disebut “kecil” dan tidak masuk dalam syirik besar?

Jawaban:

Syirik tersebut disebut “kecil” dan tidak “besar” karena dua perkara yang telah disebutkan sebelumnya dalam pertanyaan ketiga belum sampai kepada derajat syirik besar. Perbuatan itu semata-mata berpaling kepada selain Allah Ta’ala karena mencari dunia, atau mencari kedudukan dan kemuliaan di sisi makhluk. Berkebalikan dengan orang yang berbuat syirik besar, dia bermaksud menjadikan selain Allah Ta’ala sebagai tandingan dalam perkara ibadah.

Baca Juga:

  • Mengenal Nama dan Sifat Allah
  • Mendatangi Pelayan Setan

[Bersambung]

***

@Jogjakarta, 17 Jumadil akhir 1440/22 Februari 2019

Penerjemah: M. Saifudin Hakim

Artikel: Muslim.Or.Id

ShareTweetPin
M. Saifudin Hakim

M. Saifudin Hakim

- Alumnus Ma'had Al-'Ilmi, Yogyakarta. - Alumnus Pendidikan Dokter FK UGM, Yogyakarta. - Alumnus Erasmus University Medical Center, Rotterdam, Belanda. - Saat ini sedang belajar di Unayzah, Saudi Arabia.

Artikel Terkait

Allah Mengganti yang Hilang

oleh Fauzan Hidayat
14 Juli 2026
0

Kehilangan adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup manusia. Tidak ada yang benar-benar siap apabila diuji dengan musibah kehilangan...

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Artikel Selanjutnya

Meninggal Ketika Menuju Ke Masjid Mendapat Jaminan Surga

Komentar 1

  1. Zah says:
    4 tahun yang lalu

    Ass pak ustad, sya mau tnyak tentng syirik
    Sya dan suami menikah udh 3 thn, sblum sya menikah yg sya tau suami sya dalah seorang mantan muazim mesjid yg akhirnya pnya pkrjaan ttp selang 3 thn pernikahan sya, suami sudah tdk menafkahi sya dgn alasn mmbntu ibu kandungnya di kmpung, mngkn awalnya sya tdk curiga, di krenakan sya jg pnya pkrjaan ttp, tpi lma2 sya bru tau uang yg diktakn ingin mmbntu ibunya dikmpung di gunakan untuk brrobat dgn dukun, awalnya suami mengaku bhwa klurga dan suami di guna2in orng sehingga skit yg tak smbuh2,hinga akhirnya suami dn kluarga berobt kedukun tnpa menafkahi sya n anak sepesernpun, smnjak kjadian tuh, rumah tnga kmi pnuh dgn debat, krna setahu sya ke dukun dalah prbuatn sirik, dikarena prinsip sya yg tak mndukung pngobatan suami ke dukun, mertua sya mnyuruh suami sya untuk mnceraikn sya
    Yg sya mau tnyakan pa yg hrus sya lkukan untuk suami sya bertobat dgn kembali ke jaln allah sdngkn mertua sya sngat mnyakini dukun dn brharap sya di ceraikn? Sdngkn yg sya hdpin mertua yg tdk meridho rumah tngga anknya ke jln allah? Doa pa yg hrus sya pnjatkn agar suami dn mertua tobat? Dan jln pa yg hrus sya lakukan sebagai istri?

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 5   +   7   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah