fbpx

Ilmu Menumbuhkan Sifat Tawadhu’

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,

“Salah satu tanda kebahagiaan dan kesuksesan adalah tatkala seorang hamba semakin bertambah ilmunya maka semakin bertambah pula sikap tawadhu’ dan kasih sayangnya. Dan semakin bertambah amalnya maka semakin meningkat pula rasa takut dan waspadanya. Setiap kali bertambah usianya maka semakin berkuranglah ketamakan nafsunya. Setiap kali bertambah hartanya maka bertambahlah kedermawanan dan kemauannya untuk membantu sesama. Dan setiap kali bertambah tinggi kedudukan dan posisinya maka semakin dekat pula dia dengan manusia dan berusaha untuk menunaikan berbagai kebutuhan mereka serta bersikap rendah hati kepada mereka.”

Beliau melanjutkan,

“Dan tanda kebinasaan yaitu tatkala semakin bertambah ilmunya maka bertambahlah kesombongan dan kecongkakannya. Dan setiap kali bertambah amalnya maka bertambahlah keangkuhannya, dia semakin meremehkan manusia dan terlalu bersangka baik kepada dirinya sendiri. Semakin bertambah umurnya maka bertambahlah ketamakannya. Setiap kali bertambah banyak hartanya maka dia semakin pelit dan tidak mau membantu sesama. Dan setiap kali meningkat kedudukan dan derajatnya maka bertambahlah kesombongan dan kecongkakan dirinya. Ini semua adalah ujian dan cobaan dari Allah untuk menguji hamba-hamba-Nya. Sehingga akan berbahagialah sebagian kelompok, dan sebagian kelompok yang lain akan binasa. Begitu pula halnya dengan kemuliaan-kemuliaan yang ada seperti kekuasaan, pemerintahan, dan harta benda. Allah ta’ala menceritakan ucapan Sulaiman tatkala melihat singgasana Ratu Balqis sudah berada di sisinya (yang artinya), “Ini adalah karunia dari Rabb-ku untuk menguji diriku. Apakah aku bisa bersyukur ataukah justru kufur.” (QS. An Naml : 40).”

Kembali beliau memaparkan,

“Maka pada hakekatnya berbagai kenikmatan itu adalah cobaan dan ujian dari Allah yang dengan hal itu akan tampak bukti syukur orang yang pandai berterima kasih dengan bukti kekufuran dari orang yang suka mengingkari nikmat. Sebagaimana halnya berbagai bentuk musibah juga menjadi cobaan yang ditimpakan dari-Nya Yang Maha Suci. Itu artinya Allah menguji dengan berbagai bentuk kenikmatan, sebagaimana Allah juga menguji manusia dengan berbagai musibah yang menimpanya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Adapun manusia, apabila Rabbnya mengujinya dengan memuliakan kedudukannya dan mencurahkan nikmat (dunia) kepadanya maka dia pun mengatakan, ‘Rabbku telah memuliakan diriku.’ Dan apabila Rabbnya mengujinya dengan menyempitkan rezkinya ia pun berkata, ‘Rabbku telah menghinakan aku.’ Sekali-kali bukanlah demikian…” (QS. Al Fajr : 15-17). Artinya tidaklah setiap orang yang Aku lapangkan (rezkinya) dan Aku muliakan kedudukan (dunia)-nya serta Kucurahkan nikmat (duniawi) kepadanya adalah pasti orang yang Aku muliakan di sisi-Ku. Dan tidaklah setiap orang yang Aku sempitkan rezkinya dan Aku timpakan musibah kepadanya itu berarti Aku menghinakan dirinya.” (Al Fawa’id, hal. 149).

Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi

Artikel www.muslim.or.id

Sahabat muslim, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

Print Friendly, PDF & Email
MPD Banner

About Author

Ari Wahyudi, S.Si.

Alumni dan pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, pengajar Ma'had Umar bin Khathab Yogyakarta, alumni S1 Biologi UGM, penulis kitab "At Tashil Fi Ma'rifati Qawa'id Lughatit Tanzil", pembina Ma'had Al Mubarok Yogyakarta

View all posts by Ari Wahyudi, S.Si. »

17 Comments

  1. Assalamu`alaikum
    Ingat sesungguhnya di atas langit masih ada langit,janganlah kau bersikap sombong dan angkuh serta meremehkan orang lain. Maka kaum muslimin harus seperti padi berisi sehingga menyebabkan padi tersebut membungkuk di mana dapat diartikan bahwa kita berilmu harus tawadhu`.

  2. Assalamu `alaikum
    Ana minta izin mengcopynya dan/atau menyebarluaskannya

  3. ana izin copy buat posting d blog akh.

  4. Assalamu’alaikum , mohon izin share

  5. bagaimana menurut anda bila terpaksa salat di tempat orang hindu

    • #moh habibi
      Boleh jika memang terpaksa, namun dengan syarat tidak ada patung dan gambar makhluk hidup. Sebagaimana yang difatwakan oleh Lajnah Ad Daimah Lil Buhuts Wal Ifta’.

  6. ass.. mohon ijin untuk mengcopy paste / me link,

  7. Assalamualaikum,,Mohon ijin share.

  8. Assalamu’alaikum..
    Mohon maaf, ana banyak mengcopy paste artikel dr sini ke blog ana, tanpa izin, tapi sdh sesuai prosedur,mnyebutkan sumbernya. ini sangat bermanfaat. syukron katsiir. matur nuwun

  9. Assalamu’alaikum….izin shere

  10. Abu Nawfal

    Assalamu’alaykum…ana banyak terinspirasi dan lebih memahami islam apa adanya dari situs ini..subhanallah…anai izin share jg ya sebanyak-banyaknya…jazakallahu khoiron

  11. Abdul Haris

    SubhaanALLAH Ilmu yg Manfaat Mohon Ijin,Berbagi Ilmu Ustadz..Syukron..

  12. mohon izin copy-paste,syukron…

  13. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.. Niat yang baik akan mendapatkan satu pahala. Namun sekedar berniat saja tidaklah cukup, maka harus dibarengi dengan keinginan yang kuat untuk mewujudkan niat tersebut…Insya Allah..Aamiin aamin yarabalallamin

Leave a Reply