Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Bagaimana Kita Merayakan Nuzulul Quran?

Dr. Muhammad Arifin Baderi, Lc., M.A oleh Dr. Muhammad Arifin Baderi, Lc., M.A
25 Agustus 2010
di Ramadan
Share on FacebookShare on Twitter

Saudaraku! Setiap tahun, dan tepatnya di bulan suci Ramadhan ini, banyak dari umat Islam di sekitar anda merayakan dan memperingati suatu kejadian bersejarah yang telah merubah arah sejarah umat manusia. Dan mungkin juga anda termasuk yang turut serta merayakan dan memperingati kejadian itu. Tahukah anda sejarah apakah yang saya maksudkan?

Kejadian sejarah itu adalah Nuzul Qur’an; diturunkannya Al Qur’an secara utuh dari Lauhul Mahfuzh di langit ketujuh, ke Baitul Izzah di langit dunia.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ. البقرة 185

“Bulan Ramadhan, bulan yang di padanya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (Qs. Al Baqarah: 185)

Peringatan terhadap turunnya Al Qur’an diwujudkan oleh masyarakat dalam berbagai acara, ada yang dengan mengadakan pengajian umum. Dari mereka ada yang merayakannya dengan pertunjukan pentas seni, semisal qasidah, anasyid dan lainnya. Dan tidak jarang pula yang memperingatinya dengan mengadakan pesta makan-makan.

Pernahkan anda bertanya: bagaimanakah cara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sahabatnya dan juga ulama’ terdahulu setelah mereka memperingati kejadian ini?

Anda merasa ingin tahu apa yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Simaklah penuturan sahabat Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhu tentang apa yang beliau lakukan.

كَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ . رواه البخاري

“Dahulu Malaikat Jibril senantiasa menjumpai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada setiap malam Ramadhan, dan selanjutnya ia membaca Al Qur’an bersamanya.” (Riwayat Al Bukhari)

Demikianlah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bermudarasah, membaca Al Qur’an bersama Malaikat Jibril alaihissalam di luar shalat. Dan ternyata itu belum cukup bagi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau masih merasa perlu untuk membaca Al Qur’an dalam shalatnya. Anda ingin tahu, seberapa banyak dan seberapa lama beliau membaca Al Qur’an dalam shalatnya?

Simaklah penguturan sahabat Huzaifah radhiallahu ‘anhu tentang pengalaman beliau shalat tarawih bersama Rasulillah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Pada suatu malam di bulan Ramadhan, aku shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam bilik yang terbuat dari pelepah kurma. Beliau memulai shalatnya dengan membaca takbir, selanjutnya beliau membaca doa:

الله أكبر ذُو الجَبَرُوت وَالْمَلَكُوتِ ، وَذُو الكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ

Selanjutnya beliau mulai membaca surat Al Baqarah, sayapun mengira bahwa beliau akan berhenti pada ayat ke-100, ternyata beliau terus membaca. Sayapun kembali mengira: beliau akan berhenti pada ayat ke-200, ternyata beliau terus membaca hingga akhir Al Baqarah, dan terus menyambungnya dengan surat Ali Imran hingga akhir. Kemudian beliau menyambungnya lagi dengan surat An Nisa’ hingga akhir surat. Setiap kali beliau melewati ayat yang mengandung hal-hal yang menakutkan, beliau berhenti sejenak untuk berdoa memohon perlindungan. …. Sejak usai dari shalat Isya’ pada awal malam hingga akhir malam, di saat Bilal memberi tahu beliau bahwa waktu shalat subuh telah tiba beliau hanya shalat empat rakaat.” (Riwayat Ahmad, dan Al Hakim)

Demikianlah cara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingati turunnya Al Qur’an pada bulan ramadhan, membaca penuh dengan penghayatan akan maknanya. Tidak hanya berhenti pada mudarasah, beliau juga banyak membaca Al Qur’an pada shalat beliau, sampai-sampai pada satu raka’at saja, beliau membaca surat Al Baqarah, Ali Imran dan An Nisa’, atau sebanyak 5 juz lebih.

Inilah yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada bulan Ramadhan, dan demikianlah cara beliau memperingati turunnya Al Qur’an. Tidak ada pesta makan-makan, apalagi pentas seni, nyanyi-nyanyi, sandiwara atau tari menari.

Bandingkan apa yang beliau lakukan dengan yang anda lakukan. Sudahkah anda mengetahui betapa besar perbedaannya?

Anda juga ingin tahu apa yang dilakukan oleh para ulama’ terdahulu pada bulan Ramadhan?

Imam As Syafi’i pada setiap bulan ramadhan menghatamkan bacaan Al Qur’an sebanyak enam puluh (60) kali.

Anda merasa sebagai pengikut Imam As Syafi’i? Inilah teladan beliau, tidak ada pentas seni, pesta makan, akan tetapi seluruh waktu beliau diisi dengan membaca dan mentadaburi Al Qur’an.

Buktikanlah saudaraku bahwa anda adalah benar-benar penganut mazhab Syafi’i yang sebenarnya.

Al Aswab An Nakha’i setiap dua malam menghatamkan Al Qur’an.

Qatadah As Sadusi, memiliki kebiasaan setiap tujuh hari menghatamkan Al Qur’an sekali. Akan tetapi bila bulan Ramadhan telah tiba, beliau menghatamkannya setiap tiga malam sekali. Dan bila telah masuk sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, beliau senantiasa menghatamkannya setiap malam sekali.

Demikianlah teladan ulama’ terdahulu dalam memperingati sejarah turunnya Al Qur’an. Tidak ada pesta ria, makan-makan, apa lagi na’uzubillah pentas seni, tari-menari, nyanyi-menyanyi.

Orang-orang seperti merekalah yang dimaksudkan oleh firman Allah Ta’ala:

اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُّتَشَابِهًا مَّثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ ذَلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاء وَمَن يُضْلِلْ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ .  الزمر23

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) al-Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Rabbnya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya.Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorangpun pemberi petunjuk baginya.” (Qs. Az Zumar: 23)

Dan oleh firman Allah Ta’ala:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ {2} الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ {3} أُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَّهُمْ دَرَجَاتٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ. الأنفال 2-4

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka Ayat-ayat-Nya, bertambahalah iman mereka (karenanya) dan kepada Rabblah mereka bertawakkal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rejeki yang Kami berikan kepada mereka, Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Rabbnya dan ampunan serta rejeki (nikmat) yang mulia.” (Qs. Al Anfaal: 2-4)

Adapun kita, maka hanya kerahmatan Allah-lah yang kita nantikan. Betapa sering kita membaca, mendengar ayat-ayat Al Qur’an, akan tetapi semua itu seakan tidak meninggalkan bekas sedikitpun. Hati terasa kaku, dan keras, sekeras bebatuan. Iman tak kunjung bertambah, bahkan senantiasa terkikis oleh kemaksiatan. Dan kehidupan kita begitu jauh dari dzikir kepada Allah.

Saudaraku! Akankan kita terus menerus mengabadikan keadaan kita yang demikian ini? Mungkinkah kita akan senantiasa puas dengan sikap mendustai diri sendiri? Kita mengaku mencintai dan beriman kepada Al Qur’an, dan selanjutnya kecintaan dan keimanan itu diwujudkan dalam bentuk tarian, nyayian, pesta makan-makan?

Kapankah kita dapat membuktikan kecintaan dan keimanan kepada Al Qur’an dalam bentuk tadarus, mengkaji kandungan, dan mengamalkan nilai-nilainya?

Tidakkah saatnya telah tiba bagi kita untuk merubah peringatan Al Qur’an dari pentas seni menjadi bacaan dan penerapan kandungannya dalam kehidupan nyata?

***

Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri (lulusan Universitas Islam Madinah)

Artikel www.pengusahamuslim.com, dipublish ulang oleh www.muslim.or.id

ShareTweetPin
Dr. Muhammad Arifin Baderi, Lc., M.A

Dr. Muhammad Arifin Baderi, Lc., M.A

Doktor lulusan Universitas Islam Madinah, Arab Saudi. Pendidikan S1, S2, dan S3 beliau diselesaikan di jurusan yang sama, yaitu jurusan Fikih, Fakultas Syariah. Beliau adalah pembina Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI), pengasuh milis Syariah PM-Fatwa, majalah Pengusaha Muslim, dan website PengusahaMuslim.com

Artikel Terkait

Wafat Sebelum Membayar Kaffarat Jimak di Bulan Ramadan

oleh Muhammad Zia Abdurrofi
2 April 2026
0

Hukum dan kaffarat orang yang berjimak di siang hari bulan Ramadan Bukan lagi menjadi hal yang tabu terkait hukum jimak (berhubungan...

Akankah Aku Akan Bermaksiat Lagi Selepas Ramadan?

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
31 Maret 2026
0

Ketahuilah, bulan Ramadan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan dan ketaatan. Di dalamnya kaum muslimin berlomba-lomba memperbanyak ibadah, berpuasa, salat...

Fatwa Ulama: Hukum Orang yang Berpindah ke Negeri dengan Pengurangan atau Penambahan Puasa

oleh Fauzan Hidayat
17 Maret 2026
0

Fatwa Syekh Muhammad Ali Farkus   Pertanyaan: Apa hukum seseorang yang berpuasa hari pertama Ramadan di negerinya, lalu ia berada...

Artikel Selanjutnya

Zakat Fithri Menggunakan Uang?

Komentar 55

  1. tajudin says:
    17 tahun yang lalu

    ya, saya sangat setuju, dengan kata lain mari kita bumikan al-qur’an, tolong juga Ya Uztadz artikel tentang “idul Fitri” siapa saja yang pantas merayakannya berdasarkan dalil!!!!

  2. abu haidar says:
    17 tahun yang lalu

    “diturunkannya Al Qur’an secara utuh dari Lauhul Mahfud di langit ketujuh, ke Baitul Izzah di langit dunia.”

    Bukankah Alquran itu Kalamullah? yang diturunkan secara bertahap kepada Rasulullah Shalallaahu’alaihi wassalaam?

    Mohon penjelasan ustadz mengenai statement diatas.

    Jazakallah khairan katsiraa.

  3. one says:
    17 tahun yang lalu

    Luar biasa…
    tolong artikel tentang idul fitri juga

  4. Didik says:
    17 tahun yang lalu

    Subhanallah… artikel yang sangat bagus sekali. Artikel ini membangkitkan semangat saya untuk terus mengkhatamkan Al Quran. Saya juga sangat tidak setuju apabila hari nuzulul quran diperingati dengan pesta-pesta dan hura-hura. Saya lebih senang menjalaninya dengan membaca Al Qur’an Sampai Khatam. Alhamdulillah Jaza Kumullohu Katsiron.. (nb. artikel ini juga saya taruh di blog saya http://masdidikh.co.cc terima kasih banyak) Semakin jaya muslim.or.id

  5. yudi fitriawan says:
    17 tahun yang lalu

    memang yang terjadi sekarang ini lebih banyak kepada hura-huranya dibanding memperbanyak bacaan al-qur’an

  6. yang miskin ilmu says:
    17 tahun yang lalu

    Jazaakallahu khairan wa hafidzakallahu ta’ala. Ditunggu artikel lainnya ustadz..

  7. dimaz says:
    17 tahun yang lalu

    subhanallah….bagus sekali….memotivasi….

  8. alhan says:
    17 tahun yang lalu

    mantap….!!!

  9. abu muhammad says:
    17 tahun yang lalu

    jazakallohu khoiron atas penjelasannya dan mohon dibahas tentang hadist 2x seputar turunnya al Qur’an dan apakah hadist tentang turunnya al Qur’an pada malam l7 romadhon sahih???Syukron

  10. rifani says:
    17 tahun yang lalu

    Artikel yg bagus sekali dan bisa menambah ilmu saya…cuman ada satu pertanyaan bahwa diatas disebutkan “Imam As Syafi’i pada setiap bulan ramadhan menghatamkan bacaan Al Qur’an sebanyak enam puluh (60) kali”. Berarti kalo di rata2 sehari 2 kali khatam. Kalo saya tidak salah baca bukankah waktu untuk mengkhatamkan Qur’an tidak diperkenankan kurang dari 3 hari karena dikhawatirkan kita tidak bisa memahami isi Al Quran. Lalu bagaimana dengan hal tersebut diatas. Mohon penjelasannya…maaf kalau ada kata2 yg salah…

  11. Muslim.Or.Id says:
    17 tahun yang lalu

    @ RIfani
    Hal ini menunjukkan bahwa boleh Al Qur’an dikhatamkan kurang dari 3 hari jika bertemu dengan waktu yang utama untuk beramal sebagaimana bulan Ramadhan. Itulah yg dicontohkan oleh Imam Asy Syafi’i dan ulama lainnya.

  12. rifani says:
    17 tahun yang lalu

    terima kasih atas jawabannya..tp akan lebih bagus lagi kalo dilampirkan juga dalilnya…terima kasih sebelumnya

  13. ahdy says:
    16 tahun yang lalu

    bagus tuh artikelnya untuk dicontoh, apa kita sudah sprti itu ya??

  14. ahdy says:
    16 tahun yang lalu

    itulah salafy sejati

  15. Zura says:
    16 tahun yang lalu

    Alhamdulillah..
    Terima kasih atas pencerahannya… :)
    Mari kita semua mengikuti jejak Rasulullah saw tersebut…

  16. Hamba Allah says:
    16 tahun yang lalu

    bismillah….
    maaf…Rasululloh shallallahu ‘alahi wasallam dan para ‘ulama salaf rohimahumulloh tidak ada yang memperingati nuzulul quran. jadi pemakaian istilah ‘memperingati sejarah turunnya Al Qur’an’ tidak tepat karena Rasululloh shallallahu ‘alahi wasallam dan para ‘ulama salaf rohimahumulloh melakukan ibadah di bulan romadlon bukan untuk itu tapi semata-mata mengharap ridlo Alloh…
    semoga hal semacam ini diperhatikan…
    sekali lagi tidak ada perayaan2 semacam ini. yang ada adalah ibadah kepada Alloh subhanahu wata’ala dengan mengikuti petunjuk Rasululloh shallallahu ‘alahi wasallam
    wallahu a’lam

  17. Angelia Kusumadewi says:
    16 tahun yang lalu

    Alhamdulillah, terima kasih, membuka dan menambah pengetahuan saya, boleh saya mengutip tulisannya untuk disebarkan kepada kaum muslim yang lain?

  18. Abduh Tuasikal says:
    16 tahun yang lalu

    @ Angelia
    Silakan.

  19. Al-Fajr says:
    16 tahun yang lalu

    permohonan maaf,.
    beberapa waktu yg lalu sy sempat bilang bahwa website ini sebagai website nya wahabi.

    walaupun banyak sekali perbedaan aqidah antara sy dan kalian, tapi rasanya tak sepantas nya lah saya yg fakir ini men judge kalian sebagai wahabi.

    dengan tulisan ini sy minta maaf atas ke khilafan saya dan semoga Allah senantiasa memberikan hidayah bagi kita semua. Amin.

  20. abu faqih bukhary says:
    16 tahun yang lalu

    Alhamdulillah, Ustadz Muhammad Arifin Badri sudah aktif lagi di Muslim or.id, habis kangen dgn tulisan-2nya. buat Ustadz Abduh Tuasikal, tulisan beliau di Muslim.or.id ttg Dzikir berjamaah dan Islam Jamaah sudah ngga ada ya?

  21. Abduh Tuasikal says:
    16 tahun yang lalu

    @ Abu Faqih.
    Ini berpindah kepengurusan, artikel yg dulu sebagiannya dihapus oleh pengurus yg lama, gak tahu alasannya. Semoga bisa kita masukkan kembali tulisan yg lama2.

  22. hamba ALLAH says:
    16 tahun yang lalu

    “Imam As Syafi’i pada setiap bulan ramadhan menghatamkan bacaan Al Qur’an sebanyak enam puluh (60) kali.”

    mohon maaf ustad,sepertinya ini tidak masuk akal..karena ini berarti beliau khatam al quran 2kali sehari…sangat tidak rasional.. ustad yg terhormat kalo ngomong itu yg rasional sedikit jgn asal kutip apa2 …krn klo begini maka imam syafii RA tdk lagi punya waktu dalam sehari semalam kecuali baca quran…,tdk bisa shalat,berzikir,menulis kitab,melayani murid,amal sosial yg tak kalah penting dalam islam…..

  23. herianto says:
    16 tahun yang lalu

    ass ustad mohon ijin copy semua artikel untuk bekal syiar saya ke keluarga + lingkungan. kalau bisa setiap artikel baru diforward ke email saya. trims

  24. Karyanto says:
    16 tahun yang lalu

    Subhanallah semoga penjelasan tersebut dapat membuka hati org2 yg belum dapat memahami cara yg shahih aitu cara2 berdasarkan segala perbuatan yg sudah dicontohkan oleh Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam dlm menyikapi Nuzulul Qur’an, Jazakalloh Khoiron atas artikelnya

  25. Syahidin says:
    16 tahun yang lalu

    mudah-mudahan para pemuda-pemudi kita gemar membaca Alquran. Aminnnnn

  26. zahra al habsy says:
    16 tahun yang lalu

    Subhanallah, astaghfirullah,,,
    ternyata kita masih banyak berboros2 waktu, tenaga, dll…
    ternyata kita masih teramat sangat jauh dengan Rasulullah yang sedikit2 tadarrus al Qur’an sedangkan kita sedikit tadarrus al Qur’an… hmmfh
    Kurang 2 juz lagi, mending sy khatamnya nunggu nuzulul al Qur’an atau disegerakan y? :P

  27. ugi anto says:
    16 tahun yang lalu

    Alhamdulilah saya mendapatkn ilmu baru ,syukron

  28. ugi anto says:
    16 tahun yang lalu

    alhamdulilah,syukron Ustadz

  29. Abduh Tuasikal says:
    16 tahun yang lalu

    @ Hamba Allah
    Imam Asy Syafi’i itu hafal Al Qur’an, jd wajar saja beliau selesaikan secepat itu.

  30. Abu Faalih says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum
    Izin copy, Baarakallahu fiik ustadz.

  31. amida says:
    16 tahun yang lalu

    alhamdulillah saya jd tau bagaimana sebenarnya qt harus merayakan :nuzulul qur’an” ..

  32. Mutiara Hesti Radita says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamualaikum wr. wb..

    maaf, saya mau menanyakan bolehkah kita membaca doa khatam Qur’an tidak hanya pada saat kita khatam membaca Al Quran??

    syukron..

  33. Abduh Tuasikal says:
    16 tahun yang lalu

    @ Mutiara
    Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh.
    Semoga Allah senantiasa memberkahi antum. Coba perhatikan pembahasan menarik mengenai do’a khataman al quran di sini: http://ustadzaris.com/adakah-doa-khotaman-al-quran

    Semoga Allah beri taufik.

  34. Heru dediyanto says:
    16 tahun yang lalu

    Subhanallah, sungguh luar biasa ketauladanan dari Rasulullah dan diikuti oleh para sahabat dan tabiin sekalian…semoga bisa kita mengikuti jejak langkah beliau-beliau tersebut.

  35. m.saddam ali says:
    16 tahun yang lalu

    al qur’an memang tiada tandinganny
    ssuai dgn firmanny:
    kamilah(allah)yg mnurunkn al qu’an dn kmilah(allah)yg aka mmliharanya.

  36. irham says:
    16 tahun yang lalu

    al Qur’an dicintai sema makhluk

  37. Annisyah says:
    16 tahun yang lalu

    Thanks y ustad…mg ilmu nya brtmbah.
    Amin…

  38. Annisyah says:
    16 tahun yang lalu

    Sukron ya ustadz,artikel ustad menambah pengetahuan kami…

  39. Annisyah says:
    16 tahun yang lalu

    sukron..

  40. Danial Holimin says:
    15 tahun yang lalu

    Saya sangat mendukung isi artikel itu. Namun ada sedikit komentar; jamaah kita umumnya tidak mengerti ayat/surat yg dibaca oleh imamnya, bahkan mungkin imamnya pun blm paham benar makna ayat/surat itu. Akibatnya, makin panjang bacaan imam, makin banyak yg tdk dipahaminya sehingga ngantuk. Jadi, pencerahan mengenai makna ayat/surat lebih bermanfaat daripada sekedar hafal meskipun hafalannya itu banyak. Jangan salah tanggap, hafalan perlu, tapi hendaknya paham maknanya.

  41. Yulian Purnama says:
    15 tahun yang lalu

    #Danial Holimin
    Seorang imam memang semestinya memperhatikan kondisi makmum, jika makmumnya kuat-kuat maka lebih panjang bacaan lebih berpahala. Bukankah membaca dan mendengarkan Qur’an itu berpahala? Adapun jika makmumnya ada orang tua yang lemah atau orang sakit, atau wanita, maka hendaknya menyesuaikan. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
    فمن صلى بالناس فليخفف ، فإن فيهم المريض والضعيف وذا الحاجة
    “Jika seseorang menjadi imam, hendaknya ia ringankan shalatnya. Karena di barisan ma’mum terdapat orang sakit, orang lemah dan orang yang memiliki keperluan” (HR. Bukhari)

  42. Hanwi Dmayanti says:
    15 tahun yang lalu

    Bagus siraman rohaninya…saya senang web ini

  43. Hanwi Dmayanti says:
    15 tahun yang lalu

    terimakasih tausiahnya..

  44. as silm says:
    15 tahun yang lalu

    semoga Allah memabalas dg balasan yang lebih baik

  45. abidin achmad says:
    15 tahun yang lalu

    cukup memuaskan

  46. tatang m. amirin says:
    15 tahun yang lalu

    Komentar Yulian Purnama sederhana tapi masuk akal.Tak mungkin kita meniru Nabi saw solat dalam satu raka’at sampai dua tiga surat sekaligus, yang hapal surat-surat pendek saja tidak terlampau banyak, apalagi hapal satu surat Al-Baqarah. Kita berbahasa ibu berbeda dari bahasa Al-Qur’an, sehingga untuk hapal Al-Qur’an tidak mudah. Makmum Nabi semuanya paham bahasa Arab (Qur’an), jadi tanpa diperantarai pun sudah bisa memahami isi kandungan Al-Qur’an. Kita dibacakan surat pendek Juz ‘amma saja tak paham. Jadi, ya perlulah Al-Qur’an itu “dijelaskan” oleh yang paham, seperti Anda menjelaskan ayat-ayat dan hadis-hadis berbahasa Arab yang saya dan banyak teman saya tak paham. Kan jadi bagus jika memperingati nuzulul-qur’an itu diisi dengan penjelasan kandungan Al-Qur’an, bukan hanya membacanya saja tanpa mengerti isinya. Supaya tak bosan para pendengarnya, ditambahilah dengan sesuatu yang bisa menarik dan menyenangkan. Jadi jika ada qasidah, tarian, makan-makan dsb itu bukan yang utama, tapi penting untuk menarik orang-orang awam alias Islam KTP. Karena itulah para wali dengan bijak mengisi wayang menjadi bernuansa islami, karena orang awam ketika itu suka pertunjukan. Itulah hakekat “al-mauw-izhat al-hasanat”, saya kira. Allahu a’lam.

  47. dani says:
    15 tahun yang lalu

    web nya sngat menyentuuh hati nurani

  48. tetti thiar says:
    15 tahun yang lalu

    subhahanalloh, thanks for your information

  49. ruhyat says:
    14 tahun yang lalu

    Assalamu’alaykum,
    Baarokallahufikum
    Terima kasih atas ilmunya,
    Web ini banyak memberikan wawasan, syukron
    Ijinkan saya mengcopy artikelnya…
    Jazaakallah khoiron katsiro

  50. indrasitomcat says:
    14 tahun yang lalu

    artikel yang sangat bagus dan membangun..
    ijin rewrite buat blog saya mas.
    Sukses terus blog nya, trims

  51. muhammad zailani str says:
    14 tahun yang lalu

    ‘afwan ya ustadz,,,
    ana mau bertanya: dari mana dapat keterangan 60 kali imam syafi’i khatam quran dlm sebulan ramadhan,,,????
    mohon penjelasannya.

  52. Yulian Purnama says:
    14 tahun yang lalu

    #muhammad zailani str
    Silakan lihat biografi beliau di Siyar A’lamin Nubala

  53. sri windawati says:
    13 tahun yang lalu

    mohon ijin share di buletin ana ustadz..u informasi pada masyarakat dg d
    sedikit edit. syukran

  54. adp says:
    13 tahun yang lalu

    Assalammualaikum Warohmatuwoh Hiwabarokatuh,artikelnya istimewa.

  55. Haider Ali Hatim says:
    6 tahun yang lalu

    Yang diturunkan secara bertahap adalah firman Allah, namun tidak semua Firman Allah terkandung di dalam Al-Qur’an.

    Dan yang dimaksud dengan “diturunkannya Al-Qur’an secara utuh” adalah penyampaian isi Al-Qur’an itu sendiri secara keseluruhan dari surah Al-Fatihah sampai An-Naas, yang isinya merupakan firman-firman Allah ﷻ yang sudah disampaikan sebelumnya.

    Kurang lebih demikian, wallahu a’lam

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah