Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Keistimewaan dan Keutamaan Tauhid (Bag. 3)

M. Saifudin Hakim oleh M. Saifudin Hakim
9 Januari 2019
di Akidah
keutamaan tauhid
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Buah dan faedah dari terwujudkannya tauhid dalam kehidupan
      • Pertama, semua kebaikan yang diraih oleh seorang hamba baik di dunia maupun di akhirat, begitu juga dengan semua keburukan yang terjauhkan dari seorang hamba baik di dunia maupun di akhirat, adalah karena buah dan pengaruh dari tauhid.
      • Kedua, tauhid adalah sebab kemenangan dan ketinggian derajat di dunia dan di akhirat.
      • Ketiga, tauhid adalah sebab keselamatan dari azab dan murka Allah Ta’ala. Tauhid juga sebab masuk surga Allah Ta’ala.
      • Keempat, tauhid adalah sebab terbesar lapangnya hati.
      • Kelima, di antara buah dari terwujudnya tauhid adalah Allah Ta’ala menjamin ahli tauhid akan memperoleh kemuliaan dan mendapatkan pertolongan dari Allah Ta’ala di dunia dan juga sebab kokohnya kedudukan mereka di dunia, dan baiknya urusan-urusan mereka.
      • Keenam, tauhid akan membuka pintu kebaikan, kebahagiaan, kelezatan, kegembiraan, dan ketenangan.

Baca pembahasan sebelumnya: Keistimewaan dan Keutamaan Tauhid (Bag. 2)

Di seri terakhir tulisan ini, kami akan membahas sedikit dari buah dan faedah dari terwujudkannya tauhid dalam kehidupan seorang hamba.

Buah dan faedah dari terwujudkannya tauhid dalam kehidupan

Tauhid memiliki buah dan faedah yang sangat banyak dan tidak bisa dihitung jumlahnya. Hal ini telah diisyaratkan oleh Allah Ta’ala dalam firmannya,

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ ؛ تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik (yaitu kalimat tauhid, pent.) seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.” (QS. Ibrahim [14]: 24-25)

Baca Juga: Bagaimana Membuktikan Kita Bertauhid Dengan Benar?

Berikut ini hanyalah sebagian kecil dari buah dan faedah dari merealisasikan tauhid dalam kehidupan seorang hamba.

Pertama, semua kebaikan yang diraih oleh seorang hamba baik di dunia maupun di akhirat, begitu juga dengan semua keburukan yang terjauhkan dari seorang hamba baik di dunia maupun di akhirat, adalah karena buah dan pengaruh dari tauhid.

Kalau kita melihat secara lebih detail dan rinci tentang buah dari realisasi tauhid, di antara buah terbesar dari tauhid adalah bahwa tauhid itu membuat amal ibadah menjadi benar dan bernilai di sisi Allah Ta’ala. Tauhid-lah yang menyucikan amal seorang hamba dari noda-noda kemusyrikan. Amal ibadah, sebanyak dan sebesar apapun itu, tidaklah menjadi sah dan bernilai, juga tidak akan diterima dari seorang hamba kecuali dengan tauhid. Kedudukan tauhid bagi amal ibadah seseorang itu bagaikan kedudukan pondasi bagi sebuah bangunan atau bagaikan kedudukan akar bagi sebuah pohon.

Oleh karena itu, Allah Ta’ala berfirman,

وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًا

“Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik.” (QS. Al-Isra’ [17]: 19)

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl [16]: 97)

Baca Juga: Pembagian Tauhid Menjadi Tiga, Ide Siapa?

Jadi, tauhid adalah faktor utama yang menyebabkan amal seseorang menjadi sah, benar dan bernilai. Jika seseorang memiliki amal yang banyak dan besar, amal itu tidak akan Allah Ta’ala terima kecuali jika orang tersebut membangun amalnya di atas pondasi tauhid.

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا مَنَعَهُمْ أَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلَّا أَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ

“Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya, melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya.” (QS. At-Taubah [9]: 54)

وَمَنْ يَكْفُرْ بِالْإِيمَانِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Barangsiapa yang kafir sesudah beriman, maka hapuslah amalannya dan dia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi.” (QS. Al-Maidah [5]: 5)

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelum kamu, “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Az-Zumar [39]: 65)

Baca Juga: Membela Kalimat Tauhid dengan Mempelajari, Mengamalkan dan Mendakwahkannya

Kedua, tauhid adalah sebab kemenangan dan ketinggian derajat di dunia dan di akhirat.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Baqarah [2]: 5)

Hanya ahli tauhid saja orang-orang yang mendapatkan petunjuk dan orang-orang yang beruntung. Keberuntungan adalah kata yang digunakan untuk menggambarkan terkumpulnya kebaikan. Artinya, orang yang beruntung adalah orang yang mengumpulkan kebaikan dunia dan akhirat. Kebaikan itu tidaklah bisa terkumpul dan diraih kecuali dengan tauhid dan mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah Ta’ala.

Ketiga, tauhid adalah sebab keselamatan dari azab dan murka Allah Ta’ala. Tauhid juga sebab masuk surga Allah Ta’ala.

Siapa saja yang bertemu menghadap Allah Ta’ala dalam kondisi bertauhid, niscaya akan masuk surga. Dan siapa saja yang menghadap Allah Ta’ala dalam kondisi berbuat syirik dan belum bertaubat, niscaya dia akan masuk neraka dan kekal di dalamnya. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An-Nisa’ [4]: 48)

Baca Juga: Macam-Macam “Rasa Takut” Dalam Pelajaran Tauhid

Jika seseorang merealisasikan tauhid, namun dia terjerumus dalam dosa dan maksiat selain syirik, maka dia akan selamat dari kekal di neraka. Karena tidaklah menjadi kekal di neraka, kecuali orang-orang musyrik saja. Hal ini sebagaimana terdapat dalam hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أَمَرَ المَلاَئِكَةَ أَنْ يُخْرِجُوا مِنَ النَّارِ، مَنْ كَانَ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا، مِمَّنْ أَرَادَ اللَّهُ أَنْ يَرْحَمَهُ، مِمَّنْ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

“Allah Ta’ala memerintahkan malaikat untuk mengeluarkan dari neraka orang-orang yang tidak berbuat syirik kepada Allah sedikit pun dan orang-orang yang Allah Ta’ala kehendaki untuk mendapatkan rahmat-Nya yaitu orang-orang yang mengucapkan “laa ilaaha illallah”.” (HR. Bukhari no. 7437 dan Muslim no. 182)

Keempat, tauhid adalah sebab terbesar lapangnya hati.

Sesuai dengan level kesempurnaan dan kuatnya tauhid dalam diri seseorang, maka sebesar itulah kelapangan hati yang akan didapatkan oleh seorang mukmin.

Allah Ta’ala berfirman,

أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ فَهُوَ عَلَى نُورٍ مِنْ رَبِّهِ

“Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)?” (QS. Az-Zumar [39]: 22)

فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ كَذَلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

“Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.” (QS. Al-An’am [6]: 125)

Baca Juga: Cara Istiqamah di atas Tauhid

Hidayah dan tauhid adalah sebab terbesar lapangnya hati. Sebaliknya, syirik adalah sebab terbesar sempitnya hati seseorang.

Kelima, di antara buah dari terwujudnya tauhid adalah Allah Ta’ala menjamin ahli tauhid akan memperoleh kemuliaan dan mendapatkan pertolongan dari Allah Ta’ala di dunia dan juga sebab kokohnya kedudukan mereka di dunia, dan baiknya urusan-urusan mereka.

Allah Ta’ala berfirman,

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang Telah diridai-Nya untuk mereka, dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-Nuur [22]: 55)

Baca Juga: Inilah Konsekuensi Kalimat Tauhid Laa Ilaaha Illallah

Keenam, tauhid akan membuka pintu kebaikan, kebahagiaan, kelezatan, kegembiraan, dan ketenangan.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’du [13]: 28)

فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَى ؛ وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

“Maka jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.“ (QS. Thaaha [20]: 123-124)

Inilah akhir dari pembahasan singkat dari materi yang sangat agung ini, yaitu tentang tauhid. Semoga Allah Ta’ala memberikan hidayah dan petunjuk-Nya kepada kita semua sehingga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang merealisasikan tauhid dalam setiap sisi kehidupan kita di dunia ini.

Baca Juga:

  • Meraih Kejayaan Islam Dengan Tauhid
  • Hati Tenteram Dengan Tauhid

[Selesai]

KEMBALI KE BAGIAN 1

***

@Rumah Lendah, 23 Rabi’ul awwal 1440/ 1 Desember 2018

Penulis: M. Saifudin Hakim

Artikel Muslim.or.id

 

Referensi:

Disarikan dari kitab Min ma’aalim at-tauhiid, karya Syaikh ‘Abdurrazaq bin ‘Abdul Muhsin Al-Badr hafidzahullahu Ta’ala.

ShareTweetPin
M. Saifudin Hakim

M. Saifudin Hakim

- Alumnus Ma'had Al-'Ilmi, Yogyakarta. - Alumnus Pendidikan Dokter FK UGM, Yogyakarta. - Alumnus Erasmus University Medical Center, Rotterdam, Belanda. - Saat ini sedang belajar di Unayzah, Saudi Arabia.

Artikel Terkait

Allah Mengganti yang Hilang

oleh Fauzan Hidayat
14 Juli 2026
0

Kehilangan adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup manusia. Tidak ada yang benar-benar siap apabila diuji dengan musibah kehilangan...

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Artikel Selanjutnya
kebiasaan berhutang, jeleknya berhutang

Kebiasaan Berutang Membuat Tidak Tenang dan Terhina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 1   +   8   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah