Di Depan Gerbang Kematian – Muslim.Or.Id – Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

Di Depan Gerbang Kematian

Kematian, salah satu rahasia ilmu ghaib yang hanya diketahui oleh Allah ta’ala. Allah telah menetapkan setiap jiwa pasti akan merasakannya. Kematian tidak pandang bulu. Apabila sudah tiba saatnya, …

11780 39

Suul Khatimah Manhaj Salaf Tanda Kematian Menurut Islam Tanda Kematian Sudah Dekat Tanda2 Maut Menurut Al Quran Sunah Tanda Tandamati Nu Or Id

Kematian, salah satu rahasia ilmu ghaib yang hanya diketahui oleh Allah ta’ala. Allah telah menetapkan setiap jiwa pasti akan merasakannya. Kematian tidak pandang bulu. Apabila sudah tiba saatnya, malaikat pencabut nyawa akan segera menunaikan tugasnya. Dia tidak mau menerima pengunduran jadwal, barang sedetik sekalipun. Karena bukanlah sifat malaikat seperti manusia, yang zalim dan jahil.

Manusia tenggelam dalam seribu satu kesenangan dunia, sementara ia lalai mempersiapkan diri menyambut akhiratnya. Berbeda dengan para malaikat yang senantiasa patuh dan mengerjakan perintah Tuhannya. Duhai, tidakkah manusia sadar. Seandainya dia tahu apa isi neraka saat ini juga pasti dia akan menangis, menangis dan menangis. SubhanAllah, adakah orang yang tidak merasa takut dari neraka. Sebuah tempat penuh siksa. Sebuah negeri kengerian dan jeritan manusia-manusia durhaka. Neraka ada di hadapan kita, dengan apakah kita akan membentengi diri darinya ? Apakah dengan menumpuk kesalahan dan dosa, hari demi hari, malam demi malam, sehingga membuat hati semakin menjadi hitam legam ? Apakah kita tidak ingat ketika itu kita berbuat dosa, lalu sesudahnya kita melakukannya, kemudian sesudahnya kita melakukannya ? Sampai kapan engkau jera ?

Sebab-sebab su’ul khatimah

Saudaraku seiman mudah -mudahan Allah memberikan taufik kepada Anda- ketahuilah bahwa su’ul khatimah tidak akan terjadi pada diri orang yang shalih secara lahir dan batin di hadapan Allah. Terhadap orang-orang yang jujur dalam ucapan dan perbuatannya, tidak pernah terdengar cerita bahwa mereka su’ul khotimah. Su’ul khotimah hanya terjadi pada orang yang rusak batinnya, rusak keyakinannya, serta rusak amalan lahiriahnya; yakni terhadap orang-orang yang nekat melakukan dosa-dosa besar dan berani melakukan perbuatan-perbuatan maksiat. Kemungkinan semua dosa itu demikian mendominasi dirinya sehingga ia meninggal saat melakukannya, sebelum sempat bertaubat dengan sungguh-sungguh.

Perlu diketahui bahwa su’ul khotimah memiliki berbagai sebab yang banyak jumlahnya. Di antaranya yang terpokok adalah sebagai berikut :

  • Berbuat syirik kepada Allah ‘azza wa jalla. Pada hakikatnya syirik adalah ketergantungan hati kepada selain Allah dalam bentuk rasa cinta, rasa takut, pengharapan, do’a, tawakal, inabah (taubat) dan lain-lain.
  • Berbuat bid’ah dalam melaksanakan agama. Bid’ah adalah menciptakan hal baru yang tidak ada tuntunannya dari Allah dan Rasul-Nya. Penganut bid’ah tidak akan mendapat taufik untuk memperoleh husnul khatimah, terutama penganut bid’ah yang sudah mendapatkan peringatan dan nasehat atas kebid’ahannya. Semoga Allah memelihara diri kita dari kehinaan itu.
  • Terus menerus berbuat maksiat dengan menganggap remeh dan sepele perbuatan-perbuatan maksiat tersebut, terutama dosa-dosa besar. Pelakunya akan mendapatkan kehinaan di saat mati, disamping setan pun semakin memperhina dirinya. Dua kehinaan akan ia dapatkan sekaligus dan ditambah lemahnya iman, akhirnya ia mengalami su’ul khotimah.
  • Melecehkan agama dan ahli agama dari kalangan ulama, da’i, dan orang-orang shalih serta ringan tangan dan lidah dalam mencaci dan menyakiti mereka.
  • Lalai terhadap Allah dan selalu merasa aman dari siksa Allah. Allah berfirman yang artinya, “Apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga). Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi” (QS. Al A’raaf [7] : 99)
  • Berbuat zalim. Kezaliman memang ladang kenikmatan namun berakibat menakutkan. Orang-orang yang zalim adalah orang-orang yang paling layak meninggal dalam keadaan su’ul khotimah. Allah berfirman yang artinya, “Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim” (QS. Al An’aam [6] : 44)
  • Berteman dengan orang-orang jahat. Allah berfirman yang artinya, “(Ingatlah) hari ketika orang yang zalim itu menggigit dua tangannya, seraya berkata, “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan yang lurus bersama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku dulu tidak menjadikan si fulan sebagai teman akrabku” (QS. Al Furqaan [25] : 27-28)
  • Bersikap ujub. Sikap ujub pada hakikatnya adalah sikap seseorang yang merasa bangga dengan amal perbuatannya sendiri serta menganggap rendah perbuatan orang lain, bahkan bersikap sombong di hadapan mereka. Ini adalah penyakit yang dikhawatirkan menimpa orang-orang shalih sehingga menggugurkan amal shalih mereka dan menjerumuskan mereka ke dalam su’ul khotimah.

Demikianlah beberapa hal yang bisa menyebabkan su’ul khotimah. Kesemuanya adalah biang dari segala keburukan, bahkan akar dari semua kejahatan. Setiap orang yang berakal hendaknya mewaspadai dan menghindarinya, demi menghindari su’ul khotimah.

Tanda-tanda husnul khotimah

Tanda-tanda husnul khotimah cukup banyak. Di sini kami menyebutkan sebagian di antaranya saja :

  • Mengucapkan kalimat tauhid laa ilaaha illallaah saat meninggal. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang akhir ucapan dari hidupnya adalah laa ilaaha illallaah, pasti masuk surga” (HR. Abu Dawud dll, dihasankan Al Albani dalam Irwa’ul Ghalil)
  • Meninggal pada malam Jum’at atau pada hari Jum’at. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap muslim yang meninggal pada hari atau malam Jum’at pasti akan Allah lindungi dari siksa kubur” (HR.Ahmad)
  • Meninggal dengan dahi berkeringat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang mukmin itu meninggal dengan berkeringat di dahinya” (HR. Ahmad, Tirmidzi dll. dishahihkan Al Albani)
  • Meninggal karena wabah penyakit menular dengan penuh kesabaran dan mengharapkan pahala dari Allah, seperti penyakit kolera, TBC dan lain sebagainya
  • Wanita yang meninggal saat nifas karena melahirkan anak. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang wanita yang meninggal karena melahirkan anaknya berarti mati syahid. Sang anak akan menarik-nariknya dengan riang gembira menuju surga” (HR. Ahmad)
  • Munculnya bau harum semerbak, yakni yang keluar dari tubuh jenazah setelah meninggal dan dapat tercium oleh orang-orang di sekitarnya. Seringkali itu didapatkan pada jasad orang-orang yang mati syahid, terutama syahid fi sabilillah.
  • Mendapatkan pujian yang baik dari masyarakat sekitar setelah meninggalnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati jenazah. Beliau mendengar orang-orang memujinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Pasti (masuk) surga” Beliau kemudian bersabda, “kalian -para sahabat- adalah para saksi Allah di muka bumi ini” (HR. At Tirmidzi)
  • Melihat sesuatu yang menggembirakan saat ruh diangkat. Misalnya, melihat burung-burung putih yang indah atau taman-taman indah dan pemandangan yang menakjubkan, namun tidak seorangpun di sekitarnya yang melihatnya. Kejadian itu dialami sebagian orang-orang shalih. Mereka menggambarkan sendiri apa yang mereka lihat pada saat sakaratul maut tersebut dalam keadaan sangat berbahagia, sedangkan orang-orang di sekitar mereka tampak terkejut dan tercengang saja.

Bagaimana kita menyambut kematian?

Saudara tercinta, sambutlah sang kematian dengan hal-hal berikut :

  • Dengan iman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, Hari Akhir, dan takdir baik maupun buruk.
  • Dengan menjaga shalat lima waktu tepat pada waktunya di masjid secara berjama’ah bersama kaum muslim dengan menjaga kekhusyu’an dan merenungi maknanya. Namun, shalat wanita di rumahnya lebih baik daripada di masjid.
  • Dengan mengeluarkan zakat yang diwajibkan sesuai dengan takaran dan cara-cara yang disyari’atkan.
  • Dengan melakukan puasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala.
  • Dengan melakukan haji mabrur, karena pahala haji mabrur pasti surga. Demikian juga umrah di bulan Ramadhan, karena pahalanya sama dengan haji bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  • Dengan melaksanakan ibadah-ibadah sunnah, yakni setelah melaksanakan yang wajib. Baik itu shalat, zakat, puasa maupun haji. Allah menandaskan dalam sebuah hadits qudsi, “Seorang hamba akan terus mendekatkan diri kepada-Ku melalui ibadah-ibadah sunnah, hingga Aku mencintai-Nya”
  • Dengan segera bertobat secara ikhlas dari segala perbuatan maksiat dan kemungkaran, kemudian menanamkan tekad untuk mengisi waktu dengan banyak memohon ampunan, berdzikir, dan melakukan ketaatan.
  • Dengan ikhlas kepada Allah dan meninggalkan riya dalam segala ibadah, sebagaimana firman Allah yang artinya, “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama yang lurus” (QS. Al Bayyinah [98] : 5)
  • Dengan mencintai Allah dan Rasul-Nya.
  • Hal itu hanya sempurna dengan mengikuti ajaran Nabi, sebagaimana yang Allah firmankan yang artinya, “Katakanlah, ‘Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu’. Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang” (QS. Ali Imran [3] : 31)
  • Dengan mencintai seseorang karena Allah dan membenci seseorang karena Allah, berloyalitas karena Allah dan bermusuhan karena Allah. Konsekuensinya adalah mencintai kaum mukmin meskipun saling berjauhan dan membenci orang kafir meskipun dekat dengan mereka.
  • Dengan rasa takut kepada Allah, dengan mengamalkan ajaran kitab-Nya, dengan ridha terhadap rezeki-Nya meski sedikit, namun bersiap diri menghadapi Hari Kemudian. Itulah hakikat dari takwa.
  • Dengan bersabar menghadapi cobaan, bersyukur kala mendapatkan kenikmatan, selalu mengingat Allah dalam suasana ramai atau dalam kesendirian, serta selalu mengharapkan keutamaan dan karunia dari Allah. Dan lain-lain

(dicuplik dari Misteri Menjelang Ajal, Kisah-Kisah Su’ul Khatimah dan Husnul Khatimah, penerjemah Al Ustadz Abu ‘Umar Basyir hafizhahullah). Semoga sholawat dan salam terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada sanak keluarga beliau dan para sahabat beliau

Penyusun ulang: Abu Mushlih Ari Wahyudi

Artikel www.muslim.or.id


Dukung pendidikan Islam yang berdasarkan Al Qur'an dan As Sunnah sesuai dengan pemahaman salafus shalih dengan mendukung pembangunan SDIT YaaBunayya Yogyakarta http://bit.ly/YaaBunayya  
Print Friendly, PDF & Email

Tanda Tanda Sakaratul Maut Tanda Tanda Kematian Rumaysho Tanda Tanda Kematian Muslim.or.id Tanda Tanda Kematian Menurut Al Quran Dan Hadist Tanda Tanda Kematian Akan Datang

In this article

Join the Conversation

  • mhanfs

    semoga Allah ta’ala memberikan keteguhan kepada kita pada saat sakaratul maut menjemput…..

  • ernawatyidris

    ijin share di fb…..

  • ihsan yusuf

    Aslmkm.. Alhamdulillah kita terlahir sbg muslim, semoga kita wafat pun sbg muslim..

  • Semoga kita masuk surga tanpa hisab. Aamiin

  • ani suryani

    semoga kapnpun dan dimanapun allah memanggil kita,kita berada dalam keadaan husnul khatimah. amiin

  • Pingback: Di Depan Gerbang Kematian - Baca Berita()

  • Pingback: Di Depan Gerbang Kematian - Baca Berita()

  • abdullah

    Bagaimanakah dengan orang yang berakhlak buruk yang meninggal pada hari Jum’at, apakah juga akan terbebas dari azab kubur? Jazakumullah khoir…

    • #abdullah
      Demikianlah yang ditunjukkan oleh hadits. Adapun akhlak buruk dan dosa-dosa lainnya akan tetap di hisab di yaumil qiyamah. Wallahu’alam.

  • Pingback: Di Depan Gerbang Kematian | Siapkan Dirimu Untuk Memasukinya! « Blog Abu Umamah™()

  • feri

    Semoga Allah ‘azza wa jalla selalu memberikan kekuatan dan keteguhan imam di dalam hati dan jiwa kita, agar kelak saat kita kembali pada Allah dalam keadaan husnul khatimah…Amin…

  • Mar Dieng

    Smoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, ibu-bapak kita, mukminiin mukninaat, muslimien muslimaat al ahya’ wal amwaat. amin

  • happy

    saya pun berdoa Semoga ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA memanggil saya / kita dengan yg cara dalam keadaan husnul khatimah…Amin
    ya ALLAH MAAF KAN LAH SAYA …AMIN….

  • happy

    izin share yah ,smoga mnjadi tambah bermanfaat bagi yg lainnya..AMIN

  • Mhd Soepriono

    Insyallah sebagai muslim kita jd kelompok yg menghadapi kematian dgn husnul khatimah.amin
    sekalian izin share ya

  • awang perdana

    alhamdulillah izin share ya ustadz,buat dakwah di fb

  • yulia

    ijin share di fb.. Semoga bermanfaat untuk teman2 yg lain..

  • dami

    Izin share…

  • chairi

    izin share ya ustadz buat temen2 ana di fb..

  • izin mangkopi pak ustadz buat dakwah

  • Alif andika

    Semga Allah mnjadikan kta sbagai orang yg mnjauhi riya,maksiat,bid’ah,menganggap rmeh orang dlm hal ibadah,berlbih2an dlm mngerjakan ibadah
    dan smoga Allah mmberi ptunjuk sbgai mna Allah mmberikan ptunjuk kpda salafusalih dan para sahabat untuk mnjalani printah Allah dngan syariat rasul-Nya dan mnjauhi lrangan Allah

    Amin

  • dewi

    asslamu`alikum kak klo mo shareng gimana caranya??

  • sity andryanti

    ijin share

  • ica

    izin share nggih…

  • Agustina kurnianingsih

    Afwan mau tnya,ana takuut skali jika membyangkan ana mati. Rasany ana blm siap mati dan mghadap Allah.Membygkan apa yg akn ana hdapi dikmudian hari.boleh kah itu?

    • #Agustina
      Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
      أكثروا ذكر هاذم اللذات يعني الموت
      Perbanyaklah mengingat-ingat sang penghancur semua kelezatan, yaitu maut” (HR. Admad, dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir dalam ta’liq-nya)

  • Pingback: » Di Depan Gerbang Kematian Nuansa Islami()

  • Pingback: Di Depan Gerbang Kematian » MI Muhammadiyah Kota Madiun()

  • Pingback: Di Depan Gerbang Kematian()

  • Pingback: Gunung TidaRRI » Blog Archive » Di Depan Gerbang Kematian()

  • nadia

    izin copas hadits di atas, en nge-link artikelny. jzk khairan

  • andhy

    Ustadz tanya, apakah ada siksa bagi jenazah yang ketetesan air mata setelah Ia diwudhukan? Sedangkan meninggalnya masih dapat kesempatan baca Laa Ilaa ha Ilaallah…

    • #andhy
      Tidak ada dalil bahwa tetesan mata menyebabkan siksa. Yang terlarang adalah meratapi.

  • ami

    Ya Allah, ampunilah dosa2 hambamu ini, hamba takut dgn siksamu

  • subhanallah, semoga menjadi amal ibadah buat semua yang memberikan pencerahan.
    Mohon izin untuk disebarluaskan

  • Pingback: Di Depan Gerbang Kematian » KlikUK.com()

  • Thinking

    Hanya muslim yang dibebaskan dari siksa kubur jk meninggal hari jumat atau malam jumat..
    MUSLIM itu kan berarti yg shalat, Zakat (sdh haul), Puasa dan tidak menyekutukan Allah dg sesuatu apapun.. !
    Diluar itu bukan muslim

  • Pingback: DZIKRUL MAUT (MENANTIKAN KEMATIAN KHUSNUL KHOTIMAH) | snor.janah()

  • Pingback: Di Depan Gerbang Kematian | Musciner()