Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Penjelasan Hadits Istikharah (Bag. 7)

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
22 Agustus 2018
di Hadis
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Petikan Hadits
  • Penjelasan

Baca pembahasan sebelumnya Penjelasan Hadits Istikharah (Bag. 6)

Petikan Hadits

اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ

“Ya Allah, apabila (menurut pengetahuan-Mu) Engkau mengetahui bahwa urusan ini (hendaknya disebutkan urusannya)”

Penjelasan

Setelah seorang yang beristikharah pada kalimat sebelumnya menyampaikan muqoddimah berupa memuji Allah, mengakui kekurangannya, kelemahannya, dan ketidaktahuannya, serta memasrahkan urusannya kepada Allah serta mengakui kesempurnaan ilmu dan kekuasaan-Nya, barulah pada kalimat ini, ia menyampaikan urusannya : “Ya Allah, apabila (menurut pengetahuan-Mu) Engkau mengetahui bahwa urusan ini (hendaknya disebutkan apa urusannya)”, semua ini menunjukkan adab yang tinggi didalam berdoa kepada Allah dengan mendahulukan perkara-perkara yang menyebabkan dikabulkannya doanya sebelum menyebutkan permintaannya, serta menampakkan rasa butuh, dan memelas kepada Allah Ta’ala.

Adapun model gaya bahasa yang terdapat dalam

اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ

“Ya Allah, apabila (menurut pengetahuan-Mu) Engkau mengetahui bahwa urusan ini (hendaknya disebutkan urusannya)”, ini bukanlah menunjukkan keraguan terhadap ilmu Allah, karena tidak boleh meragukan kesempurnaan ilmu Allah.

Kalimat ini hakekatnya adalah sebuah gaya bahasa Arab yang mengandung makna bahwa seorang yang beristikharah ragu (tidak tahu) tentang kebaikan atau keburukan dari dampak urusannya, karena ia tidak mengetahui apa yang terdapat dalam ilmu Allah berupa apa yang akan terjadi kelak terkait dengan urusannya.

Faedah dari petikan ini:

1. Istikharah itu untuk memohon pilihan tentang satu jenis perkara terkait dengan dua pilihan : apakah perkara tersebut akan dilakukan atau ditinggalkan.

Apabila seseorang berkehendak melakukan satu perkara dan ia bingung memutuskannya, maka ia beristikharah kepada Allah; apakah akan ia lakukan atau tidak.

Sedangkan apabila seseorang telah melakukan satu perkara, lalu berkehendak meninggalkan perkara tersebut dan ia bingung memutuskannya, maka ia beristikharah kepada Allah; apakah akan ia tinggalkan atau tidak.

2. Pada petikan :

اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ

“Ya Allah, apabila (menurut pengetahuan-Mu) Engkau mengetahui bahwa urusan ini”, hendaknya orang beristikharah menyebutkan urusannya, misalnya:

اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ السفر فس هذا اليوم

“Ya Allah, apabila (menurut pengetahuan-Mu) Engkau mengetahui bahwa safar pada hari ini …”,

atau

اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ النكاح

“Ya Allah, apabila (menurut pengetahuan-Mu) Engkau mengetahui bahwa nikah….”

atau

اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ بيع بيتي

“Ya Allah, apabila (menurut pengetahuan-Mu) Engkau mengetahui bahwa menjual rumahku….” , atau urusan lainnya.

Penyebutan urusan ini berdasarkan ucapan Jabir atau perowi lainya di akhir hadits :

وَيُسَمِّي حَاجَتَهُ

“Dan orang tersebut menyebutkan urusannya.”

Dan dalam riwayat lainnya, di Shahihul Al-Bukhari, kitab: At-Tauhid , bab: قَوْلِ اللَّهِ تَعَالَى: قُلْ هُوَ الْقَادِرُ , no. 7390

اللهم فإن كنت تعلم هذا الأمر -ثم يسمّيه بعينه

“Ya Allah, apabila (menurut pengetahuan-Mu) Engkau mengetahui bahwa urusan ini -lalu ia menyebutkan urusannya secara spesifik-”

(Bersambung, in sya Allah)

 

Penulis : Ustadz Sa’id Abu Ukasyah
Artikel. Muslim.or.id

ShareTweetPin1
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Derajat Hadis Membaca Doa Melihat Kakbah

oleh Muhammad Insan Fathin
19 Maret 2026
0

Mengunjungi Baitullah al-Haram, Kakbah, merupakan impian setiap Muslim. Di antara penyempurna rukun dari agama Islam adalah ibadah haji. Sebagian ulama...

Penjelasan Hadis tentang Botak Sebagai Ciri Fisik Khawarij

oleh Muhammad Insan Fathin
6 Februari 2026
0

Pemikiran Khawarij adalah pemikiran yang sangat menyimpang dalam Islam. Bahkan, bisa dipastikan bahwa pemikiran Khawarij adalah pemikiran kelompok yang keluar...

Hadis Arbain An-Nawawiyah

Penjelasan Hadis Arba’in An-Nawawiyah (Bag. 3): Hadis 2, Iman, Islam, dan Ihsan

oleh Gazzeta Raka Putra Setyawan
17 November 2025
1

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ أَيْضًا قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُولِ اللّٰهِ -صلى الله عليه وسلم- ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ...

Artikel Selanjutnya

Fatwa Ulama: Menonton Acara Televisi yang Terdapat Sihir dan Pelecehan terhadap Islam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 4   +   8   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah