Soal-127: Bapak Mertua Itu Mahrom? – Muslim.Or.Id – Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

Soal-127: Bapak Mertua Itu Mahrom?

Bolehkah seorang wanita berjabat tangan dengan bapak mertua? Dijawab Oleh Ust Aris Munandar. SS Jawabannya Klik Player: Audio clip: view full post to listen Download Ingin pahala jariyah yang …

1023 7

Bolehkah seorang wanita berjabat tangan dengan bapak mertua?

Dijawab Oleh Ust Aris Munandar. SS

Jawabannya Klik Player:

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.


Download


Ingin pahala jariyah yang terus mengalir? Dukung pelunasan markaz dakwah YPIA di Yogyakarta. Kirim donasi anda ke salah satu rekening di bawah ini:
  1. Bank BNI Syariah Yogyakarta atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari. Nomor rekening: 024 1913 801.
  2. Bank Muamalat atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari Yogyakarta. Nomor rekening: 5350002594
  3. Bank Syariah Mandiri atas nama YPIA Yogyakarta. Nomor rekening: 703 157 1329.
  4. CIMB Niaga Syariah atasn ama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari. Nomor rekening: 508.01.00028.00.0.
  5. Rekening paypal: [email protected]
  6. Western union an Muhammad Akmalul Khuluk d/a Kauman GM 1/241 RT/RW 049/013 kel. Ngupasan kec. Gondomanan Yogyakarta Indonesia 55122
Sebarkan!
0 0 0 0 0 0
In this article

Join the Conversation

  • Ummu Maryam

    Ustadz, ada dua hal yang ingin ana tanyakan:
    1. Jika seorang suami merupakan anak hasil perbuatan zina, apakah bapak biologis suami menjadi mahrom bagi istri sang suami? (Bapak biologis tersebut menikah dengan ibunya dalam keadaan si ibu hamil dirinya)
    2. Apakah berarti jika terjadi perceraian mantan mertua masih menjadi mahrom?
    jazakumulloh khoir.

    • http://ustadzaris.com Aris Munandar

      #Ummu Maryam
      Bukan mahrom.

  • ibnu

    Afwan, mohon ust Aris berkenan menjawab secara jelas dan ilmiyah, agar yang membaca tidak taklid buta, namun ittiba’ dengan ilmu. Tidak cukup menjawab permasalahan seperti yang ditanyakan itu dengan hanya “iya” atau “bukan”. Menurut saya, lebih baik tidak menjawab dulu, daripada setengah2, karena bisa menjadikan orang taqlid tanpa ilmu, atau hanya “katanya, katanya” tanpa dalil. Al-‘afwu minkum.

  • Jero

    #ibnu
    Maaf, ada baiknya Anda bersopan-sopan dikit, agar tidak terkesan keminter…
    Wahai anak muda, bahasa Anda terkesan ….ya gitu

  • Burhan

    Saya seorang dokter, bagaimana ketika saya memeriksa seorang wanita dan tersentuh tangannya. apakah dilarang? terima kasih

Shares