Tanya Jawab: Pernah Berzina Di Mushala, Bagaimana Taubatnya?

Tanya Jawab: Pernah Berzina Di Mushala, Bagaimana Taubatnya?

Pertanyaan:

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

Saya mau bertanya pak ustadz. Saya sudah pernah berzina, saya berkali kali melakukannya. Dan sebagian besar saya lakukan di musholla rumah saya. Saya sangat menyesal melakukan itu. Saya ingin bertaubat. Saya sangat ingin bertaubat. Tetapi, apakah saya masih bisa diampuni? Saya rela dihukum asalkan diampuni. Bagaimana cara bertaubat bagi saya agar bisa diampuni? Dan bagaimana cara mensucikan kembali musholla yang sudah saya kotori?

Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

Indxxx di bumi Allah

 

Jawaban:

Bismillah. Alhamdulillah washshalatu wassalam ‘ala Rasulillah.

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.

Dosa Zina

Saudara Indxxx di mana pun Saudara berada yang mudah-mudahan Allah merahmati dan mengampuni dosa-dosa kita.

Perbuatan zina adalah perbuatan dosa besar yang sangat dibenci. Allah dan Rasul-Nya sangat mengecamnya.

Allah ta’ala berfirman:

{ وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا (68) يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا (69) إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا (70) }

Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina. Barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya) (68), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina (69), kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh, maka Allah akan menggantikan keburukan-keburukan mereka dengan kebaikan-kebaikan. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS Al-Furqan: 68-70)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menceritakan mimpinya kepada para sahabat -dan mimpi beliau layaknya wahyu-. Beliau menceritakan bahwa beliau dibawa oleh dua malaikat, yaitu Jibril dan Mikail untuk menyaksikan berbagai jenis manusia. Kemudian tibalah beliau di sebuah lubang seperti tempat pemanggangan roti, bagian atasnya sempit dan bagian bawahnya luas, di bawahnya dinyalakan api. Ketika api tersebut mendekat atau menyambar maka orang-orang di dalamnya pun terangkat hingga hampir keluar darinya. Kemudian apabila apinya mulai memadam, maka mereka pun kembali masuk di dalamnya. Di dalam lubang itu ada laki-laki dan wanita-wanita telanjang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Siapakah orang-orang itu?” Tetapi tidak dijawab oleh mereka berdua. Kemudian beliau pun beralih ke tempat lain. Hingga akhirnya, Malaikat Jibril pun memberitahukan, “Adapun orang-orang yang engkau lihat di lubang tadi, mereka adalah para pezina.”1

Subhanallah! Sungguh buruk bukan hukuman yang akan diterima oleh orang yang suka berzina?

Alhamdulillah Allah telah mengingatkan Saudara untuk mau bertaubat. Dan ini kabar yang sangat bagus sekali. Allah subhanallahu wa ta’aa berfirman:

( قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ. )

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS Az-Zumar: 53)

Kita tidak boleh berputus asa dengan kasih sayang (rahmat) Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengampuni dosa sebesar apapun dosa yang pernah dilakukan oleh seorang hamba.

Rasulullah dalam hadits qudsi pernah berkata:

( قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى : يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلاَ أُبَالِي ، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ ، وَلاَ أُبَالِي ، يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِي لاَ تُشْرِكُ بِي شَيْئًا لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً.)

Allah tabaraka wa ta’ala berkata, ‘Wahai anak adam! Sesungguhnya jika engkau berdoa kepada-Ku dan mengharapkan-Ku maka Aku akan mengampuni semua apa yang ada pada dirimu dan Aku tidak perduli (seberapa besar dosamu). Wahai anak Adam! Seandainya dosamu sampai setinggi langit kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (seberapa besar dosamu). Seandainya engkau datang kepada-Ku dengan sepenuh bumi kesalahan-kesalahan (dosa-dosa), kemudian engkau tidak berbuat syirik terhadapku sedikit pun, maka Aku akan datang sepenuh bumi itu pula dengan pengampunan2

Dosa zina yang telah saudara lakukan meskipun dosa tersebut terjadi di mushalla rumah, tidaklah lebih besar daripada dosa orang yang telah membunuh 99 orang, kemudian dia bertanya kepada ahli ibadah tetapi tidak berilmu dan ternyata ahli ibadah tersebut mengatakan bahwa Allah tidak akan mengampuni dosanya. Sehingga orang tersebut membunuh ahli ibadah tersebut. Kemudian dia mendatangi seorang yang berilmu dan bertanya kepadanya apakah masih ada kesempatan baginya untuk bertaubat setelah membunuh 100 orang dan ternyata jawaban dari orang yang berilmu tersebut adalah:

( نَعَمْ وَمَنْ يَحُولُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ التَّوْبَةِ انْطَلِقْ إِلَى أَرْضِ كَذَا وَكَذَا فَإِنَّ بِهَا أُنَاسًا يَعْبُدُونَ اللَّهَ فَاعْبُدْ اللَّهَ مَعَهُمْ وَلَا تَرْجِعْ إِلَى أَرْضِكَ فَإِنَّهَا أَرْضُ سَوْءٍ.)

Ya, Siapa yang bisa menghalangi antara dirinya dengan taubat? Pergilah ke negeri ini dan negeri itu. Sesungguhnya di sana ada orang-orang yang menyembah Allah, maka sembahlah Allah bersama mereka. Dan janganlah engkau kembali ke negerimu, sesungguhnya negerimu itu adalah negeri yang buruk

Akhirnya orang tersebut pun pergi menuju negeri yang ditunjukkan oleh orang alim tersebut dan ternyata Allah mewafatkannya di pertengahan jalan dan menerima taubatnya. Sampai akhir kisahnya.3

Cara Taubat

Adapun cara bertaubat yang harus saudara lakukan adalah dengan cara berikut:

  1. Benar-benar menyesali perbuatan tersebut
  2. Berhenti dari perbuatan tersebut
  3. Berjanji untuk tidak mengulanginya. Apabila ternyata masih mengulanginya, maka hal tersebut belum dikatakan taubat nasuha (taubat yang sebenarnya)

Meninggalkan dosa besar yang sudah menjadi kebiasaan memanglah sangat berat. Oleh karena itu, saya akan menyebutkan beberapa hal yang mudah-mudahan bisa merubah kebiasan tersebut. Berikut ini beberapa langkah yang mungkin bisa saudara lakukan:

  1. Mensucikan niat agar benar-benar ikhlas hanya untuk Allah
    Jika seseorang benar-benar ikhlas dalam bertaubat kepada Allah, insya Allah, Allah akan menghidupkan hatinya untuk selalu taat kepada-Nya dan menjauhi segala yang bertentangan dengan ketaatan tersebut.
  1. Melakukan semua hal yang dicintai oleh Allah
    Orang yang benar-benar ikhlas dalam bertaubat maka akan terbimbing untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang dicintai oleh Allah dan mencintai orang-orang yang dicintai oleh Allah serta menjahi perbuatan-perbuatan yang dibenci oleh Allah dan membenci orang-orang yang dibenci oleh Allah.
  1. Menuntut dan memperdalam ilmu agama 
    Hal-hal yang dicintai oleh Allah sangatlah banyak, begitu pula dengan hal-hal yang dibenci oleh Allah, jumlahnya juga sangat banyak. Oleh karena itu, seseorang yang ingin benar-benar bertaubat harus mau mempelajari ilmu agama. Dengan ilmu yang dia dapatkan, maka dia bisa membedakan antara yang haq dengan yang batil, sehingga ilmu akan menuntun dia untuk selalu mengamalkan apa-apa yang dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
  1. Berusaha dengan keras dengan membuat jadwal rutin ibadah 
    Setelah mengetahui beberapa amalan yang dicintai oleh Allah, maka seorang yang ingin bertaubat harus mempraktikkan dengan sungguh-sungguh apa yang telah didapatkan. Untuk mengerjakan banyak amalan yang dicintai oleh Allah, dia harus membuat jadwal rutin ibadah wajib dan sunnah, kemudian memaksa dirinya untuk mengerjakannya sesuai kemampuan yang dia miliki, meskipun sedikit tetapi terus-menerus.
  1. Berusahalah meninggalkan pengaruh buruk lingkungan tempat saudara tinggal 
    Pada kisah tentang pembunuh seratus orang di atas, orang yang berilmu manasihati dia agar pindah ke negeri yang baik dan meninggalkan negerinya yang buruk. Begitu pula dengan saudara, jika saudara merasa bahwa di lingkungan saudara ada banyak orang yang shalih, maka dekatilah mereka. Tetapi jika ternyata di lingkungan saudara tidak ada atau hampir tidak ada orang yang shalih, maka saudara harus pindah dari tempat itu. Karena jika kita tidak bisa mempengaruhi orang lain untuk berbuat kebaikan, maka kitalah yang akan mendapatkan pengaruh buruk darinya.
  1. Berteman dengan orang-orang yang shalih dan mencari teman yang bisa membantunya untuk selalu taat 
    Teman memiliki pengaruh besar dalam pembentukan karakter atau sikap. Oleh karena itu, memilih teman yang baik adalah sesuatu yang tak bisa dianggap remeh.
    Islam mengajarkan agar kita tak salah dalam memilihnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

    (الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ)

    Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman4
    Syaikh ‘Abdul-Muhsin Al-Qaasim5 berkata, “Sifat manusia adalah cepat terpengaruh dengan siapa dia bergaul (berinteraksi). Manusia bisa terpengaruh bahkan dengan seekor binatang ternak.
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

    (الْفَخْرُ وَالْخُيَلَاءُ فِي الْفَدَّادِينَ أَهْلِ الْوَبَرِ وَالسَّكِينَةُ فِي أَهْلِ الْغَنَمِ)

    “Kesombongan dan keangkuhan terdapat pada orang-orang yang meninggikan suara di kalangan pengembala unta. Dan ketenangan terdapat pada pengembala kambing”6
    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa, di dalam pengembalaan unta terdapat kesombongan dan keangkuhan serta di dalam pengembalaan kambing terdapat ketenangan. Jika dengan hewan saja, yang dia itu tidak punya akal dan Anda tidak tahu apa maksud dari suaranya, manusia bisa terpengaruh…maka bagaimana pendapat Anda dengan orang yang bisa bicara dengan Anda, paham perkataan Anda, bahkan terkadang membohongi dan mengajak Anda kepada hawa nafsunya serta menghiasi Anda dengan syahwat? Bukankan dia itu lebih berpengaruh?”7

  1. Memperpendek angan-angan dan mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian 
    Banyak orang Islam yang melakukan perbuatan dosa sengaja mengundurkan taubatnya, dengan mengatakan, “Mumpung masih muda, tidak mengapa bermaksiat. Nanti kalau sudah tua, barulah kita taat dan bertaubat.” Perkataan ini sangat batil, karena seseorang tidak pernah tahu, kapan dia akan diwafatkan oleh Allah. Oleh karena itu, orang yang beriman menganggap bahwa hidup di dunia ini hanya sementara dan hanya sebagai tempat persinggahan. Angan-angannya tidak panjang, seolah-olah setiap saat dia sedang dibuntuti dengan kematian.
  1. Menjauhi sebab-sebab yang dapat memancing syahwat 
    Banyak hal yang dapat memancing syahwat seseorang, baik televisi, internet, majalah dll. Oleh karena itu Allah mengharamkan seluruh hal yang bisa memancing syahwat seseorang untuk melakukan perbuatan zina, contohnya: Allah menyuruh wanita untuk berjilbab, terlarangnya berdua-duaan yang bukan mahramnya, terlarangnya melihat aurat dan menyentuh lawan jenis dll.
  1. Membayangkan akibat buruk dosa yang akan dilakukan, lebih baik menolak untukmengerjakannya daripada berusaha melepaskan apa yang telah dilakukan. 
    Seseorang yang berada di jalan sempit yang di kiri dan kanan jalan tersebut terdapat jurang yang sangat dalam, maka orang tersebut akan berusaha berjalan dengan perlahan dan berhati-hati agar tidak terjatuh. Jika terjatuh ke jurang tersebut, maka akan sangat susah untuk naik dan kembali ke jalan tersebut. Begitulah dosa besar, lebih baik kita tidak mengerjakannya daripada terjerumus ke dalamnya. Jika sudah terjerumus ke dalamnya maka akan sangat susah berlepas darinya.
  1. Memperbanyak doa dan istigfar
  2. Sabar ketika taat, sabar ketika menjauhi kemaksiatan dan sabar ketika menghadapi cobaan
  3. Segeralah menikah jika masih membujang 
    Untuk orang yang belum menikah, maka “jurus ampuh” untuk berhenti dari perbuatan zina adalah dengan menikah. Dengan menikah, maka pandangan akan lebih mudah terjaga dan kemaluan seorang lelaki tidak ditempatkan kecuali di tempat yang halal baginya.
    Mengenai hukuman di dunia akibat perbuatan zina, maka di negara kita belum bisa diterapkan. Oleh karena perbanyaklah bertaubat dan perbanyaklah mengerjakan amalan-amalan soleh mudah-mudahan dapat menghapuskan dosa-dosa yang pernah dilakukan.

Adapun cara membersihkan mushalla yang telah saudara nodai, cukup dengan mengerjakan amal-amal soleh di dalamnya dan tidak mengulanginya lagi.

Allahu a’lam bishshawab. Wa billahittaufiq. Mudahan bermanfaat juga untuk yang lain.

 

Daftar Pustaka

  1. Mukhtashar Ad-Daa’ wad-Dawaa’ li Ibnil-Qayyim. Ahmad ‘Utsman Al-Mazid. Madar Al-Wathn lin-nasyr.
  2. Al-Kabaa-ir. Imam Muhammad bin Ahmad Adz-Dzahabi. Darul-Ma’arif.
  3. Ath-Thariiq ila At-Taubah. Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd. (situs resmi beliau www.toislam.net). (Download buku pdf-nya di http://www.islamhouse.com)
  4. Dan kitab-kitab lain, sebagian besarnya dicantumkan di footnotes.

 Catatan Kaki

1Lihat HR Al-Bukhari no. 1386.

2 HR At-Tirmidzi no. 3540. Hadits ini di-shahih-kan oleh Syaikh Al-Albâni di Shahih At-Tirmidzi.

3Lihat HR Muslim no. 2766/7008.

4 HR Abu Dawud no. 4833 dan At-Tirmidzi no. 2378, di-shahih-kan oleh Syaikh Al-Albani di Ash-Shahihah no. 927

5 Beliau adalah imam di Masjid Nabawi dan hakim di Mahkamah Syariah di Madinah.

6 HR Al-Bukhari no. 3499 dan Muslim no. 187

7Khuthuwaat ila As-Sa’aadah, hal. 141.

Penulis: Ustadz Said Yai Ardiansyah, Lc.
Artikel Muslim.Or.Id

Print Friendly, PDF & Email
Travel Haji dan Umrah
App Muslim.or.id

About Author

Sa'id Yai Ardiansyah, Lc.,M.A.

Alumni Kuliah Hadits, Islamic University of Madinah, KSA. 1430 H/2009 (S1)
Alumni Kuliah Fiqhussunnah, Mediu, 1433 H/2012 (S2)

View all posts by Sa'id Yai Ardiansyah, Lc.,M.A. »
  • Pingback: Tanya Jawab: Pernah Berzina Di Mushala, Bagaimana Taubatnya? | Istiqomah di Atas Manhaj Salaf()

  • abdullah

    Ya ustadz, jazzakallah atas jawabanya, semoga Allah mengampuna setiap dosa kita,

    bagaimana solusi untuk pasangan yg diajak berzina tersebut? apakah kita harus menikah dengan nya , atau bagaimana?

    • #abdullah
      Jika sudah bertaubat dari perbuatan zina, maka hendaknya nikahi. Jika belum bertaubat, tidak boleh dinikahi.

      • andri

        Bagaimana solusi dng psangan yg d ajk berzina itu udh dluaan mlakukan ny dg orng lain

        • Sa’id Abu Ukkasyah

          perempuan tsb tetap harus taubat, jika sdh benar2 bersih rahimnya, silahkan menikah

  • Subhanallah , Allah memang maha pengampun lagi maha penyayang..

  • dani

    Maaf, bknnya seorang pezinah itu harus di hukum rajam/cambuk dulu baru di terima taubatnya?
    klw gk salah sy prnh baca hadist ttg Rasulullah Saw, yg merajam pezina dan kmudian menyolatkn jenazahnya dan mengatakan klw taubatnya bisa di bagi2 ke seluruh pnduduk madinah,,
    (Mohon di koreksi jika saya salah)

    • #dani
      Yang berhak melakukan rajam adalah penguasa. Adapun jika penguasa tidak memberlakukan rajam maka hanya taubat nasuha lah yang bisa membuat dosanya diampuni.

  • dani

    lho kenapa penguasa tidak memberlakukan rajam??
    bukannya itu wajib? di wajibkan oleh Allah di Al quran, pernah di contohkan oleh Nabi Saw, di ikuti oleh para sahabat ra, dan mencegah terulang kembali perzinahan,,
    Apakah penguasa tidak berdosa?

    • #dani
      Pertama, anda perlu mengetahui bahwa dalam syariat Islam tidak semua kasus zina itu wajib dirajam. Banyak perinciannya yang disebutkan dalam kitab-kitab fiqih. Dan jika tidak wajib dirajam, maka taubat lah yang bisa menghapuskan dosanya.

      Kedua, pertanyaan anda itu sebagaimana jika ada teman anda bernama Fulan yang minum khamr, lalu anda bertanya kepada kami “mengapa Fulan minum khamr, bukankah itu haram?”. Tentu jawaban pastinya Fulan yang bisa menjawab.

      Namun sikap yang dituntut dari kita ketika melihat kemungkaran si Fulan adalah mengingkari kesalahan semampu kita dan terus mendakwahinya.

  • Pingback: TOBAT.Online.cm » Tobat Archive » Pernah Berbuat Zina di Musholla()

  • makasi atas informasinya…selalu menjadi pengamat setia.

  • hamba yg tak kuasa

    Pak Ustad. mohon bantuannya untuk dibimbing. Saya pernah melakukan Zina dg pacar saya. itu kemungkinan sudah saya lakukan beberapa kali. saya menyesal ketika saya sering mendapatkan ceramah tentang dosa zina, dan ketika saya sudah memulai untuk mengakhiri perbuatan saya untuk taubat. saya melakukan sholat malam. dan saya mendapat mimpi bahwa saya berjalan pergi meninggalkan pacar saya. bagaimana arti mimpi itu?? apakah saya harus mengakhiri dg pernikahan atau saya harus meninggalkan pacar saya? sedangkan saya ingin taubat dan memulai dengan baik. saya sungguh takut Pak Ustad. mohon jika berkenan bimbing saya. bls di email saya Pak Ustad.

  • amar

    kamsia..kamsia…infonya

  • Pingback: Tanya Jawab: Pernah Berzina Di Mushala, Bagaimana Taubatnya? | Salsabila()

  • memang idealnya hukuman hadd ditegakkan namun yang menegakkan adalah ulil amri, bukan perseorangan. sementara pemerintah kita belum menerapkannya maka tidak bisa dijalankan.

  • Dalam kasus di atas, yang sampai berzina, tidak ada kata-kata “wajib dinikahkan”, lebih lagi jika tidak sampai zina.

    Mereka tidak wajib menikah, bahkan yang semestinya adalah mencari pasangan yang shalih/shalihah bukan sesama penggemar zina.

  • ekomaruli

    Gimana cara kirim pertanyaan di Soal Jawab?

  • Abdullah Fie Sabilillah

    Alloh

  • fiki Ahmad

    Assalamu’alaikum,,,, minta izin untk co-pas artikelnya,,,jazaa kallohu khoiron,,

    • Sa’id Abu Ukkasyah

      Wa’alaikumus salam, silahkan, dg mencantumkan sumber

  • hamba allah yang penuh dosa

    Ustadz saya juga mau tanya …….(pertanyaan pribadi Anda, kami jawab via email Anda)

  • hamba allah yang penuh dosa

    Ustadz mohon pencerahannya ustadz saya benar” tenggelam …..

    • Sa’id Abu Ukkasyah

      Pertanyaan pribadi Anda, sudah kami jawab di email Anda, silahkan lihat di email Anda.

    • seandy

      Aslm,,pak ustad,,,mohon bimbinggan nya,,,
      pak ustad saya mau bertanya,apakah hukum nya bagi seorng istri,apabila dirinya mau diranggkul,dipeluk,menggandeng tanggan pria lain selain suami nya,,,n juga apa hukuman ya apabila saya tidak ihklas me maaf kan nya,walau alsan diri nya unyuk berfoto,,,tetapi jarak muka sang istri sanggat dekat denggan muka pria itu…tolong ustad beri jawaban n bimbinggan untuk saya,,,,
      terimakasih dan aslm…pak ustad

      • Sa’id Abu Ukkasyah

        1. Haram bagi seorang istri menggandeng tangan pria yang bukan mahram selain suaminya. Haram pula berdua-duaan dengannya, berdekat-dekatan sehingga membangkitkan syahwat salahsatu diantara keduanya, karena itu jalan menuju zina.
        2. Anda pantas merasa marah dan bahkan harus benci dg perbuatan istri yg seperti itu.