Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Memakmurkan Masjid (2)

Amrullah Akadhinta, ST. oleh Amrullah Akadhinta, ST.
13 Mei 2013
di Fikih Ibadah
Masjid Seoul Center
Share on FacebookShare on Twitter

Allah subhaanahu wa ta’ala berfirman

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari akhir, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS. At Taubah: 18)

Di dalam ayat ini ada penjelasan yang gamblang mengenai hakikat memakmurkan masjid. Ada 2 perkara yang amat mulia yang diperlukan untuk memakmurkan masjid:

  1. Memperbaiki akidah
  2. Beramal dengan baik

Adapun mengenai memperbaiki akidah, pada firman Allah,

مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ

“orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari akhir”

Maka orang yang memiliki akidah yang rusak, madzhab yang batil, pemikiran yang menyimpang, sejatinya dia tidaklah memakmurkan masjid walaupun dia hadir dan ikut dalam shaf-shaf shalat bersama orang-orang. Pondasi yang menjadi dasar memakmurkan masjid yang sejati adalah akidah dan keimanan yang benar.

“orang-orang yang beriman kepada Allah”, yaitu beriman bahwa Allah sebagai Rabb, Pencipta, Pemberi rezeki, Pemberi nikmat dan Pemberi karunia. Dia beriman kepada nama-namaNya yang baik dan sifat-sifatNya yang mulia, beriman pada kesempurnaanNya, kebesaranNya, keagunganNya dan ketinggianNya. Dia beriman bahwa Allah lah satu-satunya sesembahan yang berhak disembah, tak ada sesembahan lain yang berhak disembah selain dia. Dia tunduk dan bersandar kepadaNya, sujud dan ruku’ kepadaNya, berdoa hanya kepadaNya, dia meminta wasilah kepadaNya. Dia pun meminta segala kebutuhan dan keinginan kepadaNya, yakin bahwa tidak ada jalan keluar kecuali kepadaNya, tidak berdoa kecuali kepadaNya, tidak meminta kecuali kepadaNya, tidak beristighatsah kecuali kepadaNya, tidak berkurban kecuali untukNya, tidak meminta pertolongan dan perlindungan kecuali dari Allah.

Maka akidah orang ini tentang Allah adalah akidah yang benar, keimanan orang ini kepadaNya adalah keimanan yang benar. Maka apabila pondasi dasar ini tidaklah benar, maka amalan-amalan di atasnya bisa batal –na’udzubillah- dan lenyap walaupun banyak. Karena pondasi dasar untuk memakmurkan masjid adalah akidah dan keimanan kepada Allah yang benar.

Di antara perkara yang sangat disayangkan, bahkan perkara ini adalah dosa besar yang sangat besar, bahkan dosa besar yang paling besar dan paling berbahaya, yaitu dijumpainya pada sebagian masjid, orang-orang yang meminta pertolongan dan berdoa pada selain Allah. Bahkan, sebagian mereka mengeraskan suaranya, seraya berkata dalam sujud (padahal dia sedang berada di masjid) , “Tolong kami wahai Fulan…!”, na’udzubillahi min dzaalik. Kadang juga, dia mengangkat kedua tangannya, kemudian menyeru Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam atau menyeru para wali. Maka di mana keimanan yang sejati kepada Allah?! Ke mana akidah yang benar yang menjadi pondasi dasar agama Allah?! Sungguh Allah ‘azza wa jalla telah berfirman,

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ بَلِ اللَّهَ فَاعْبُدْ وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِينَ

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur” (QS. Az Zumar: 65, 66)

Allah juga berfirman

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ

“dan sesungguhnya masjid itu hanyalah milik Allah” (QS. Al Jin: 18)

Yaitu bahwa masjid yang merupakan tempat ibadah yang paling agung dibangun dengan pondasi ikhlas karena Allah, tunduk pada keagunganNya dan merendah di hadapan kemuliaanNya.

فَلا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا

“maka janganlah kalian menyembah siapapun selain Allah di dalamnya” (QS. Al Jin: 18)

Maka bagaimana orang yang menyimpang dan tersesat?! Dia pergi menuju rumah Allah kemudian dia sujud, tapi kemudian dia berdoa pada selain Allah. Dia angkat kedua tangannya kemudian berdoa beristighatsah kepada selain Allah. Orang yang semisal ini, seandainya mereka berdiri sholat di masjid, maka hal tersebut tak bermanfaat untuk mereka. Karena mereka sudah kehilangan pondasi amal dan agama mereka (yaitu tauhid –pent). Siapa yang berdoa dan bersitighatsahpada selain Allah, baik kepada mayit ataupun makhluk gaib, maka dia telah berbuat kesyirikan walaupun maksudnya adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah dan hanya meminta syafa’at sesembahan tersebut.

 

[di terjemahkan dari kitab Ta’zhimus Shalah karya Syaikh Abdurrazaq bin Abdil Muhsin Al Abbad]

—

Penerjemah: Amrullah Akadinta, ST.
Artikel Muslim.Or.Id

ShareTweetPin
Amrullah Akadhinta, ST.

Amrullah Akadhinta, ST.

alumni dan pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Teknil Sipil UGM, ketua Yayasan Pendidikan Islam Al Atsary Yogyakarta 2007-2013, koordinator Al Madinah International University Yogyakarta 2008-2012, pimpinan Radio Muslim Yogyakarta 2010-2013

Artikel Terkait

Fikih Akikah (Bag. 4): Masalah-Masalah yang Berkaitan dengan Akikah

oleh Luqman Hasan Nahari
18 Juli 2026
0

Hukum akikah untuk janin yang mengalami keguguran Jika keguguran terjadi sebelum usia kehamilan 4 bulan, maka akikah tidak perlu dilakukan...

Fikih Akikah (Bag. 3): Karakteristik, Syarat-Syarat Hewan Akikah, dan Pembagian

oleh Luqman Hasan Nahari
17 Juli 2026
0

Karakteristik hewan akikah Sunahnya adalah menyembelih 2 ekor domba untuk bayi laki-laki dan 1 ekor domba untuk bayi perempuan. Hal...

Fikih Akikah (Bag. 2): Waktu, Tempat, dan Pihak yang Menanggung Akikah

oleh Luqman Hasan Nahari
29 Juni 2026
0

Waktu pelaksanaan akikah Waktu akikah disunahkan untuk dilaksanakan pada hari ketujuh setelah bayi tersebut lahir. Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, “Sunahnya...

Artikel Selanjutnya
kumpulan artikel haji

Fatwa Ulama: Umrah di Bulan Rajab

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 7   +   3   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah