Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Puasa Syawal: Puasa Seperti Setahun Penuh

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc. oleh Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.
3 Oktober 2008
di Fikih Ibadah
hadits puasa syawal
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Dianjurkan untuk Puasa Enam Hari di Bulan Syawal
  • Puasa Syawal, Puasa Seperti Setahun Penuh
  • Apakah Puasa Syawal Harus Berurutan dan Dilakukan di Awal Syawal?
  • Tunaikanlah Qodho' (Tanggungan) Puasa Terlebih Dahulu
  • Boleh Berniat di Siang Hari dan Boleh Membatalkan Puasa Ketika Melakukan Puasa Sunnah

Alhamdulillah, pada kesempatan kali ini kami akan coba membahas terkait hadits puasa syawal. Semoga pembahasan hadits puasa syawal yang singkat ini bisa bermanfaat untuk kita semua.

Salah satu dari pintu-pintu kebaikan adalah melakukan puasa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ؟ الصَّوْمُ جُنَّةٌ …

“Maukah aku tunjukkan padamu pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai, …” (HR. Tirmidzi, hadits ini hasan shohih)

Puasa dalam hadits ini merupakan perisai bagi seorang muslim baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia, puasa adalah perisai dari perbuatan-perbuatan maksiat, sedangkan di akhirat nanti adalah perisai dari api neraka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda dalam hadits Qudsi:

وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ

“Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya.” (HR. Bukhari)

Oleh karena itu, untuk mendapatkan kecintaan Allah ta’ala, maka lakukanlah puasa sunnah setelah melakukan yang wajib. Di antara puasa sunnah yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam anjurkan setelah melakukan puasa wajib (puasa Ramadhan) adalah puasa enam hari di bulan Syawal.

Dianjurkan untuk Puasa Enam Hari di Bulan Syawal

Puasa ini mempunyai keutamaan yang sangat istimewa. Hal ini dapat dilihat dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari sahabat Abu Ayyub Al Anshoriy, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim)

Pada hadits ini terdapat dalil tegas tentang dianjurkannya puasa enam hari di bulan Syawal dan pendapat inilah yang dipilih oleh madzhab Syafi’i, Ahmad dan Abu Daud serta yang sependapat dengan mereka. Sedangkan Imam Malik dan Abu Hanifah menyatakan makruh. Namun pendapat mereka ini lemah karena bertentangan dengan hadits yang tegas ini. (Lihat Syarh An Nawawi ‘ala Muslim, 8/56)

Puasa Syawal, Puasa Seperti Setahun Penuh

Dari Tsauban, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا)

“Barang siapa berpuasa enam hari setelah hari raya Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. [Barang siapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal].” (HR. Ibnu Majah dan dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil)

Orang yang melakukan satu kebaikan akan mendapatkan sepuluh kebaikan yang semisal. Puasa ramadhan adalah selama sebulan berarti akan semisal dengan puasa 10 bulan. Puasa syawal adalah enam hari berarti akan semisal dengan 60 hari yang sama dengan 2 bulan. Oleh karena itu, seseorang yang berpuasa ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan syawal akan mendapatkan puasa seperti setahun penuh. (Lihat Syarh An Nawawi ‘ala Muslim, 8/56 dan Syarh Riyadhus Sholihin, 3/465). Segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmat ini bagi umat Islam.

Baca juga: Fikih Puasa Syawal

Apakah Puasa Syawal Harus Berurutan dan Dilakukan di Awal Syawal?

Imam Nawawi dalam Syarh Muslim, 8/56 mengatakan, “Para ulama madzhab Syafi’i mengatakan bahwa paling afdhol (utama) melakukan puasa syawal secara berturut-turut (sehari) setelah shalat ‘Idul Fithri. Namun jika tidak berurutan atau diakhirkan hingga akhir Syawal maka seseorang tetap mendapatkan keutamaan puasa syawal setelah sebelumnya melakukan puasa Ramadhan.”

Oleh karena itu, boleh saja seseorang berpuasa syawal tiga hari setelah Idul Fithri misalnya, baik secara berturut-turut ataupun tidak, karena dalam hal ini ada kelonggaran. Namun, apabila seseorang berpuasa syawal hingga keluar waktu (bulan Syawal) karena bermalas-malasan maka dia tidak akan mendapatkan ganjaran puasa syawal.

Catatan: Apabila seseorang memiliki udzur (halangan) seperti sakit, dalam keadaan nifas, sebagai musafir, sehingga tidak berpuasa enam hari di bulan syawal, maka boleh orang seperti ini meng-qodho’ (mengganti) puasa syawal tersebut di bulan Dzulqo’dah. Hal ini tidaklah mengapa. (Lihat Syarh Riyadhus Sholihin, 3/466)

Tunaikanlah Qodho’ (Tanggungan) Puasa Terlebih Dahulu

Lebih baik bagi seseorang yang masih memiliki qodho’ puasa Ramadhan untuk menunaikannya daripada melakukan puasa Syawal. Karena tentu saja perkara yang wajib haruslah lebih diutamakan daripada perkara yang sunnah. Alasan lainnya adalah karena dalam hadits di atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Barang siapa berpuasa Ramadhan.” Jadi apabila puasa Ramadhannya belum sempurna karena masih ada tanggungan puasa, maka tanggungan tersebut harus ditunaikan terlebih dahulu agar mendapatkan pahala semisal puasa setahun penuh.

Apabila seseorang menunaikan puasa Syawal terlebih dahulu dan masih ada tanggungan puasa, maka puasanya dianggap puasa sunnah muthlaq (puasa sunnah biasa) dan tidak mendapatkan ganjaran puasa Syawal karena kita kembali ke perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tadi, “Barang siapa berpuasa Ramadhan.” (Lihat Syarhul Mumthi’, 3/89, 100)

Catatan: Adapun puasa sunnah selain puasa Syawal, maka boleh seseorang mendahulukannya dari mengqodho’ puasa yang wajib selama masih ada waktu lapang untuk menunaikan puasa sunnah tersebut. Dan puasa sunnahnya tetap sah dan tidak berdosa. Tetapi perlu diingat bahwa menunaikan qodho’ puasa tetap lebih utama daripada melakukan puasa sunnah. Hal inilah yang ditekankan oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin -semoga Allah merahmati beliau- dalam kitab beliau Syarhul Mumthi’, 3/89 karena seringnya sebagian orang keliru dalam permasalahan ini.

Kita ambil permisalan dengan shalat dzuhur. Waktu shalat tersebut adalah mulai dari matahari bergeser ke barat hingga panjang bayangan seseorang sama dengan tingginya. Kemudian dia shalat di akhir waktu misalnya jam 2 siang karena udzur (halangan). Dalam waktu ini bolehkah dia melakukan shalat sunnah kemudian melakukan shalat wajib? Jawabnya boleh, karena waktu shalatnya masih lapang dan shalat sunnahnya tetap sah dan tidak berdosa. Namun hal ini berbeda dengan puasa syawal karena puasa ini disyaratkan berpuasa ramadhan untuk mendapatkan ganjaran seperti berpuasa setahun penuh. Maka perhatikanlah perbedaan dalam masalah ini!

Baca juga: Puasa Syawal Ketika Masih Memiliki Hutang Puasa Ramadan

Boleh Berniat di Siang Hari dan Boleh Membatalkan Puasa Ketika Melakukan Puasa Sunnah

Permasalahan pertama ini dapat dilihat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah masuk menemui keluarganya lalu menanyakan, “Apakah kalian memiliki sesuatu (yang bisa dimakan, pen)?” Mereka berkata, “tidak” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Kalau begitu sekarang, saya puasa.” Dari hadits ini berarti seseorang boleh berniat di siang hari ketika melakukan puasa sunnah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga terkadang berpuasa sunnah kemudian beliau membatalkannya sebagaimana dikatakan oleh Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha dan terdapat dalam kitab An Nasa’i. (Lihat Zadul Ma’ad, 2/79)

Semoga dengan sedikit penjelasan hadits puasa syawal ini dapat mendorong kita melakukan puasa enam hari di bulan Syawal, semoga amalan kita diterima dan bermanfaat pada hari yang tidak bermanfaat harta dan anak kecuali yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa shallallaahu ‘alaa nabiyyina Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wa sallam.

Baca Juga: Syarat dan Rukun Puasa

***

5 Syawal 1428 H (Bertepatan dengan 17 September 2007)

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel muslim.or.id

ShareTweetPin
Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

- Pengasuh Rumaysho.Com dan RemajaIslam.Com. - Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta (2003-2005). - S1 Teknik Kimia UGM (2002-2007). - S2 Chemical Engineering (Spesialis Polymer Engineering), King Saud University, Riyadh, KSA (2010-2013). - Murid Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan, Syaikh Dr. Sa’ad bin Nashir Asy Syatsriy, Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir Al Barrak, Syaikh Sholih bin 'Abdullah bin Hamad Al 'Ushoimi dan ulama lainnya. - Sekarang memiliki pesantren di desa yang membina masyarakat, Pesantren Darush Sholihin di Panggang, Gunungkidul.

Artikel Terkait

Apakah Nebulizer Membatalkan Puasa?

oleh Muhammad Insan Fathin
13 Februari 2026
0

Setelah banyak disebutkan bahwa puasa adalah menahan diri dari pembatal-pembatal puasa, Allah berfirman, فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ...

Apakah Inhaler Membatalkan Puasa?

oleh Muhammad Insan Fathin
9 Januari 2026
0

Kedudukan puasa Puasa merupakan salah satu rukun Islam yang harus dikerjakan setiap Muslim. Bahkan, seseorang yang tidak melakukan berpuasa dituntut...

Perbedaan Wara‘ dan Waswas dalam Fikih

oleh Junaidi, S.H., M.H.
4 Januari 2026
0

Dalam praktik keberagamaan, tidak sedikit orang yang mengira bahwa semakin banyak meninggalkan perkara yang meragukan —bahkan yang asalnya mubah—, maka...

Artikel Selanjutnya
syafa'at milik siapa

Syafa'at Hanya Milik Allah

Komentar 102

  1. fathinah says:
    18 tahun yang lalu

    ass.wrb
    afwan, mau nanya nih,sy kan pernah puasa syawal ful 6 hari.tapi, boleha puasa-nya gak 6 hari misalnya 5/4 hari.
    sukron

    Balas
  2. Yuli says:
    18 tahun yang lalu

    Kalo kita puasa mengganti atau puasa syawal, boleh ga kena di hari Jumat ? Jadi kalo mulai puasa hari Senin, kan 6 harinya jatuh hari Sabtu, jadi Jumat juga puasa.
    Pernah baca kalo hari Jumat tu haram kalo puasa ( sunnah ).
    Mohon infonya.

    Balas
  3. Muh Abduh T says:
    18 tahun yang lalu

    Untuk Ukhti Marlina Musni :
    Sebagai jawabannya adalah penjelasan Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin:
    “Apabila seseorang memiliki udzur (halangan) seperti sakit, dalam keadaan nifas, sebagai musafir, sehingga tidak berpuasa enam hari di bulan syawal, maka boleh orang seperti ini meng-qodho’ (mengganti) puasa syawal tersebut di bulan Dzulqo’dah. Hal ini tidaklah mengapa.” (Lihat Syarh Riyadhus Sholihin, 3/466)
    Untuk Ukhti Yuli :
    Ga’ mengapa kalo kita berpuasa syawal pada hari Jum’at asalkan tidak sendirian, sebaiknya diikuti dengan hari sebelumnya atau hari sesudahnya. Hal ini berdasarkan hadits dalam Bukhari-Muslim :
    Dari Abu Hurairah, beliau berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang berpuasa pada hari Jum’at kecuali kalau kita berpuasa pada hari sebelum atau sesudahnya.”

    Semoga kita selalu mendapat ilmu yang bermanfaat, rizki yang thoyib dan amalan yang diterima.

    Muh Abduh Tuasikal

    Balas
  4. Zainul says:
    18 tahun yang lalu

    Tanya : Ustad, di desa ana hanya ada satu mejid tapi ada kuburannya, apakah wajib bagi ana utk solat berjamaah ?sedang masjid lain sangat jauh & manyulitkan ana utk kesana

    Balas
  5. Zainul says:
    18 tahun yang lalu

    Jazakalloh Khoir ust atas jawabannya, ana baru kali ini membuka scr intens muslim.id, jadi afwan kalo salah, barokallohu fikum jami’an

    Balas
  6. vocthen carure says:
    18 tahun yang lalu

    ustadz -semoga Alloh melindungi –
    apa hukumnya berpoligamy,dan bagai mana caranya?
    trimaksih atas jawabanya.

    Balas
  7. Rain says:
    18 tahun yang lalu

    Asswrwb,….sebagai orang awam, mohon penjelasan akan Dalil berdasarkan Hadits (shahih ) serta Ayat dalam Al-Qur’an yang menunjukkan akan Puasa Syawal….apakah hal puasa syawal ini juga dicontohkan oleh Rasullullah beserta para sahabat ?…..mohon keterangannya……..wasswrwb

    Balas
  8. Muh Abduh T says:
    18 tahun yang lalu

    Untuk Ukhti Yuli, mengenai perkataan kami sebelumnya :

    Ga’ mengapa kalo kita berpuasa syawal pada hari Jum’at asalkan tidak sendirian, sebaiknya diikuti dengan hari sebelumnya atau hari sesudahnya. Hal ini berdasarkan hadits dalam Bukhari-Muslim :
    Dari Abu Hurairah, beliau berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang berpuasa pada hari Jum’at kecuali kalau kita berpuasa pada hari sebelum atau sesudahnya.”

    Sebagai koreksi dari kami setelah mendapat masukkan dari Ust Aris Munandar hafizhohullah bahwa yang keluar dari larangan puasa pada hari Jum’at atau Sabtu adalah :
    [1] Jika melakukan puasa yang memiliki sebab
    Semacam membayar qodho’ puasa, puasa syawal, puasa arofah, dsb.
    [Alasannya : karena yang dimaksud dengan larangan puasa pada hari Jumat atau Sabtu adalah jika dilakukan dalam rangka mengagungkan/mengkhususkan hari tersebut sebagaimana yang dilakukan oleh ahlu kitab yang mengkhususkan berpuasa pada hari Sabtu. Namun kalau dilakukan karena sebab seperti yang dicontohkan tadi, maka tidak mengapa. Nabi sendiri menganjurkan puasa Daud, satu hari puasa satu hari berbuka. Dan pasti puasa Daud itu ketemu dengan hari Sabtu, dan ini tetap dibolehkan. Dan Nabi juga membolehkan berpuasa pada hari Arofah, 9 Dzulhijah, padahal mungkin saja bertemu dengan hari Jumat atau Sabtu. Dan masih banyak dalil lainnya yang menunjukkan bolehnya berpuasa pada hari Jumat atau Sabtu jika memiliki sebab]
    [2] Jika melakukannya dengan mengikutkan dengan puasa satu hari sebelum atau sesudahnya. Misalnya jika ingin berpuasa hari Sabtu, maka kita tambahkan dengan berpuasa pada hari Jumat atau Ahad.

    Kesimpulannya bahwa berpuasa Syawal pada hari Sabtu atau Jumat itu diperbolehkan meskipun tidak diiringi dengan puasa pada hari sebelum atau sesudahnya karena puasa syawal seperti ini memiliki sebab.

    Semoga kita selalu mendapatkan petunjuk dan termasuk orang-orang yang teguh di atasnya.

    Muh Abduh Tuasikal

    Balas
  9. Ahmad Muzakki Syam says:
    17 tahun yang lalu

    maaf, apa betul ini pak abduh BRI Surabaya?
    ayahnya dek meta?

    Balas
  10. hesti says:
    17 tahun yang lalu

    Mau tanya, berarti kalau wanita itu tidak pernah bisa berpuasa syawal terlebih dahulu setelah sehari sholat ya, karena pasti dia punya tanggungan puasa yang harus dilunasi terlebih dahulu ya…

    Balas
  11. naph says:
    17 tahun yang lalu

    Sepertinya begitu, kecuali wanita yang sudah menopause?

    Balas
  12. jho says:
    17 tahun yang lalu

    assalamu’alaikum,
    saya ingin bertanya, misal saya lupa berapa kali saya batal puasa dibulan ramadhan bagaimana cara saya untuk men-Qodho’-nya.
    mohon penjelasannya terimakasih….
    wassalamu’alaikum,

    Balas
  13. yuyun says:
    17 tahun yang lalu

    assalamu’alaikum wr. wb
    afwan. mau tanya. jika saya mempunyai tanggungan puasa ramadhan dan nadzar utk berpuasa karena sesuatu hal, ketika meng-qodho’ manakah yg harus saya utamakan?
    sukron. wassalamu’alaikum wr. wb

    Balas
  14. bintan says:
    17 tahun yang lalu

    makasi atas artikelnya,semoga yang membaca akan mendapat motifasi untuk melakukan puasa sunnah syawal, karana kebanyakan kita todal mau melakukan karna tidak tau manfaatnya.tp menurut saya boleh saja kita syawal dulu( d bulan syawal) sebelum qodho dan pahalanya adalah pahala puasa syawal .qodho’ puasa kapan saja bisa d bayar asalkan kita berniat untuk membayarnya. sangat tidak memungkinkan bagi seorang perempuan yg punya hutang puasa( karna haid) katakanlah 15 hari kalo dia qodho’ dulu maka tidak ada peluang baginya untuk mendapatkan syawal karna jelas di bulan syawal dia akan haid lagi.ini perlu kita renungkan puasa syawal bisa di kerjakan sebelum bayar qodho’ asalkan masih di bulan syawal. afwan gak papa ya kita beda pendapat . wassalam

    Balas
  15. Muhammad Abduh Tuasikal says:
    17 tahun yang lalu

    Ingatlah, bahwa puasa wajib tentu saja harus lebih didahulukan daripada puasa sunnah dan tentu saja puasa wajib memiliki pahala yang lebih sebagaimana faedah yang disebutkan dalam hadits qudsi “Hamba-Ku akan senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan wajib yang Aku cintai.” Dari sini menunjukkan bahwa amalan wajib tentu saja lebih Allah cintai. Sehingga qodho’ puasa yang wajib lebih Allah cintai dari melakukan puasa yang sunnah.

    Semoga Allah memberi taufik.

    Balas
  16. Habib Ulinnuha says:
    17 tahun yang lalu

    Terima kasih atas penjelasannya smg semua ini dpt bermanfaat bg kt sma Amin!

    Balas
  17. Faisal says:
    17 tahun yang lalu

    Syukron atas penjelasannya,yang saya pernah dengar emang ada beberapa hikmah mengapa puasa syawal disegerakan, Salah1nya adalah, kondisi perut yang masih terkesan dengan puasa selama sebulan, sehingga bila dilanjutin secepatnya dengan puasa syawal seolah-olah masih dalam keadaan puasa ramadhan. Dalam artian perut masih terbiasa dengan puasa yang dikerjakan berentetan. Klaw ditunda agak lama (istilahnya balas dendam dulu, pen)lalu puasa syawal, ntar malah nggak kuat lagi, karena nuansa puasa ramadhannya udah agak jauh. Wallahu a’lam……

    Balas
  18. Abu Ayuub says:
    17 tahun yang lalu

    ijin Share…
    Jazakumullahu Khoirn

    Balas
  19. ahmad fajar sholahuddin says:
    17 tahun yang lalu

    assalamu’alaikum
    kepada ikhwan admin…mohon diijinkan men-share beberapa materi di web ini..

    jazakallah khoir.

    Balas
  20. Ummu Azzahra Fadhlulhakim (Rara) says:
    17 tahun yang lalu

    Alhamdulillah artikelnya bagus sekali, afwan ana minta izin untuk mengutip artikel ini dan disebarkan ke teman-teman, jazakumulloh khoiron

    Balas
  21. alkhawarizmi says:
    17 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum,
    Mohon izin share untuk di situs kami

    Jazakumullah khoyr

    Balas
  22. icha says:
    17 tahun yang lalu

    Ass.Wr. Wb, saya ingin sekali puasa syawal sudah satu hari saya lakukan dan alhamdulillah bulan ramadahan ini, saya mendapat 29 hari puasa full,tapi waktu saya remaja dulu semenjak mendapatkan haid dahulu,saya malas membayar hutang puasa,waktu kuliah saya sadari sya salah,saya cicil hutang puasa dahulu dengan puasa senin kamis niat membayar hutang puasa,tapi saya sudah lupa berapa hari persis saya sudah berhutang mengingat sudah lama (dari kelas 4 sd),yang ingin saya tanyakan apakah saya lanjutkan dulu hutang puasa atau lanjut puasa syawal,makasih atas jawabannya. Wass

    Balas
  23. melinda says:
    17 tahun yang lalu

    @ icha : coba liat http://www.muslimah.or.id ,, di situ ada pnjelasan mngenai pertanyaan yg dtanyakan ..

    Balas
  24. Didik says:
    17 tahun yang lalu

    seperti biasanya aku selalu senang membaca artikel di muslim.or.id dan tidak lupa aku juga menaruh artikel ini di blogku. Terima kasih banyak ya,,,

    Balas
  25. achmad nopransyah says:
    17 tahun yang lalu

    tolong jelaskan mengenai
    bulan Dzulqo’dah

    Balas
  26. lian says:
    17 tahun yang lalu

    saya mau tanya jika kita belum bayar puasa ramadhan sedangkan kita sudah menjalankan puasa syawal (karena tidak tahu mana yang harus di dulukan??)bagaimana donk….

    Balas
  27. siti aminah says:
    17 tahun yang lalu

    saya mau tanya puasa sunnah syawal 6 hari boleh dilakukan putus putus ? atau harus terus 6 hari . mohon penjelasan nya .
    dan bagaimana Rosulullah mengerjakannya . terimaksih

    Balas
  28. Hade says:
    17 tahun yang lalu

    terimakasih, penjelasannya menyangkut puasa sunnah di bulan syawal semoga setiap ibadah diterima Allah SWT, karena mengamalkannya dengan ilmu yang benar. Hade

    Balas
  29. ziracause says:
    17 tahun yang lalu

    trima kasih banyak infonya,, artikel yang sangat membantu karena sebelumnya saya ragu apakah puasa syawal harus dilakukan pada awal bulan syawal atau boleh dilakukan selama bulan syawal. skali lagi trima kasih :)

    Balas
  30. abu abdillah says:
    17 tahun yang lalu

    barokallaohufiikum. ana mohon izin men-share artikel ini.

    Balas
  31. Sri tjahjo kuntjoro says:
    17 tahun yang lalu

    Apakah rosululah & ahli bait .Melaksanakan sitamin syawal? Adakah hadis yg menyebutkan praktek nya?

    Balas
  32. Yurika Kandrianti says:
    17 tahun yang lalu

    1)Apakah dapat kita lakukan kalau kita berniat puasa syawal disertai membayar halangan untuk puasa ramadhan ??
    contohnya: hutang puasa ramadhan 7 hari, setelah niat puasa syawal disertai niat bayar hutang , maka puasa cukup hari ?

    2) bagaimana yang terbaik, apakah puasa bayar hutang yang wajib dahulu atau puasa syawal yang sunah dahulu?

    Balas
  33. Yurika Kandrianti says:
    17 tahun yang lalu

    Apakah Puasa di bulan syawal dalam membayar hutang puasa ramadan sudah mendapatkan pahala syawal,walaupun tidak sempat puasa syawal?

    Balas
  34. Erwin says:
    17 tahun yang lalu

    Makasih Niace Inpoh…!!!

    Balas
  35. SETYO says:
    17 tahun yang lalu

    ass… saya butuh informasi tentang puasa daud tolong terima kasih

    Balas
  36. budi says:
    16 tahun yang lalu

    Alahamdulillah

    Balas
  37. ahmad kamsari abdullah says:
    16 tahun yang lalu

    alhamdullilah dngn artikel ini dapat pngtahuan syukro kasir ustad.kalau bleh nanya ni ustatd ,boleh kah mbtalkan puasa wajib sedang kita dlm kaadan krja brat kepanasan dngn niat menggntinya ?dngn dalilnya sblm dn ssudahnya aku ucap trma kasih.

    Balas
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #ahmad kamsari
      Jika pada saat itu bisa membahayakan kesehatan atau jiwa anda, boleh membatalkan karena darurat. Namun anda tidak mendapat keringanan untuk tidak berpuasa karena alasan pekerjaan. Hendaknya anda melobi perusahaan anda atau mencari pekerjaan lain jika memang tidak mendukung anda menjalankan ibadah.

      Balas
  38. amal says:
    16 tahun yang lalu

    Terima kasih untuk ilmu yang bermanfaat ini.saya mau bertanya bagaimana jika pemahaman islam seseorang didapat setelah berumur 30 tahunan misalnya.Apakah dan bagaimana dia harus membayar puasa ramadhan yang telah lalu sebelum dia mendapatkan hidayah?

    Balas
  39. aleed says:
    16 tahun yang lalu

    ass.
    jikalau tahun ramadan sebelumnya batal/tidak puasa beberapa hari, lalu di tahun ini full tidak ada yang batal…lalu ingin mengerjakan puasa syawal.
    di terimakah puasa sunnah syawalnya itu???

    Balas
    • Abduh Tuasikal says:
      16 tahun yang lalu

      @ Aleed
      Puasa syawalnya boleh sj dilakukan. Namun semestinya mendahulukan qodho’.

      Balas
  40. Embar TH says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum
    Jika puasa syawal itu dilaksanakan tidak berurutan selama 6 hari tapi selama bln syawal puasa 6 hari bagaimana? Terima kasih

    Balas
    • Abduh Tuasikal says:
      16 tahun yang lalu

      @ Embar
      Wa’alaikumus salam.
      Spt itu dibolehkan.

      Balas
  41. terry says:
    16 tahun yang lalu

    assalamualaikum,
    bolehkah puasa sunah syawal digabung dengan puasa wajib,

    puasa saya bolong selama 1 minggu, boleh tidak niat puasa syawal digabung dengan niat membayar puasa bulan ramadan yang bolong?

    Terimakasih,
    Wasalam.

    Balas
    • Abduh Tuasikal says:
      16 tahun yang lalu

      @ Terry
      Silakan lihat bahasan berikut: http://rumaysho.com/hukum-islam/puasa/2714-hukum-menggabungkan-niat-puasa-syawal-dengan-qodho-puasa.html

      Balas
  42. Uthie says:
    16 tahun yang lalu

    Dear all,,,,,
    aQ maw tanya nie,,,,
    Klo semisal puasa ramadhan kita hutang 10 hari,,,,
    trus byar`y d`kodho ma puasa syawal hukumnya gmn ya?????
    Trus boleh ga??????

    Balas
    • Abduh Tuasikal says:
      16 tahun yang lalu

      @ Uthie
      Tdk boleh dua2nya digabungkan niatnya. Puasa syawal harus niatnya sendiri, qodho’ puasa sendiri. Silakan lihat di sini: http://rumaysho.com/hukum-islam/puasa/2714-hukum-menggabungkan-niat-puasa-syawal-dengan-qodho-puasa.html

      Balas
  43. Zandra SD says:
    16 tahun yang lalu

    Tentang diperbolehkannya membayar puasa Ramadhan yang digabung dengan puasa Syawal. Bisa diumpamakan sbb. : sambil membayar hutang uang kepada yang meminjamkan, saya katakan kepadanya bahwa uang ini adalah pembayaran hutang saya dan juga sebagai sedekah saya untuk Anda. Jadi menurut saya : dua macam puasa tidak bisa disatukan.

    Balas
    • Abduh Tuasikal says:
      16 tahun yang lalu

      @ Zandra
      Itu analogi yg tdk berdasar. Ajaran Islam bukan hanya sekedar logika, namun harus dengan dalil. Coba perhatikan bahasan berikut: http://rumaysho.com/hukum-islam/puasa/2714-hukum-menggabungkan-niat-puasa-syawal-dengan-qodho-puasa.html

      Balas
  44. Hanifah says:
    16 tahun yang lalu

    Bagaimana dengan puasa kita, jika setelah bersetubuh tetapi tdk mandi?

    Balas
    • Abduh Tuasikal says:
      16 tahun yang lalu

      @ Hanifah
      Silakan baca artikel berikut: http://rumaysho.com/hukum-islam/puasa/3170-masuk-shubuh-dalam-keadaan-junub-sahkah-puasanya.html

      Balas
  45. jumantoro says:
    16 tahun yang lalu

    Allhamdulillah….sebagian kecil artikel yg sangat bermanfaat sbg sarana menuju ke kehidupan yg sebenar benarnya kelak….

    Balas
  46. jumantoro says:
    16 tahun yang lalu

    Ass…mhn penjelasannya, apa yg dimaksud dgn rukun agama?, samakah dng rukun islam?,wass…

    Balas
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #jumantoro
      Sama.

      Balas
  47. eno says:
    16 tahun yang lalu

    Ijin Share ya…
    semoga bermanfaat bagi umat,,,

    Balas
  48. Adien says:
    16 tahun yang lalu

    Ass.Wr.Wb…
    jadi kesimpulannya, apabila kita masih punya tanggungan di puasa ramadhan harus menyelesaikan dulu tanggungan di puasa ramadhan, baru setelah itu melaksanakan puasa syawal sebanyak 6 hari.

    apakah betul pemahaman saya ini. mohon pencerahannya.

    Wassalam,

    Balas
    • Abduh Tuasikal says:
      16 tahun yang lalu

      @ Adien
      Wa’alaikumus salam.
      Betul skali apa yg saudara simpulkan.

      Balas
  49. nur farahin says:
    16 tahun yang lalu

    saya masih keliru dengan penerangan di atas..saya telah berpuasa selama 4hari untuk puasa 6..saya ada 5 hari “hutang” pada bulan ramadan..soalan saya bolehkah saya berniat untuk menggantikan puasa pada bulan ramadan dan niat puasa 6?

    Balas
  50. Dayu Saputra says:
    16 tahun yang lalu

    apa hukumnya bila qta berpuasa syawal lebih dr 6 hr ato puasa syawal harus 6 hr….???? syukron

    Balas
    • Firanda Andirja says:
      16 tahun yang lalu

      #Dayu Saputra
      Lebih dari 6 hari silahkan, akan tetapi jangan puasa sebulan penuh atau 20 hari berturut-turut, akan tetapi paling banter seperti puasa Daud

      Balas
  51. wahidin says:
    15 tahun yang lalu

    bila kita bertamu sedang dalam keadaan puasa sunah, lalu tuan rumah memberikan makanan sebagai penghormatan kepada tamu. “Lebih utama mana, berbuka atau tidak? Mohon disertakan haditsnya. terimakasih

    Balas
  52. Mas Kim says:
    15 tahun yang lalu

    bagaimana orang yang dikategorikan menghitung-hitung harta dalam surat Alhumazah (pengumpat).
    Apakah perhitungan gaji tiap bulan sebagai PNS. semisal
    50% utk kebutuhan rumah tangga, 15% utk pendidikan
    10% utk kesehatan dan 25% ditabung, termasuk dalam kategori orang yang menghitung-hitung harta?
    Mohon penjelasan,

    Balas
    • Yulian Purnama says:
      15 tahun yang lalu

      #Mas Kim
      Menghitung harta tentu bukan perbuatan tercela, para ahli tafsir menjelaskan bahwa maksud ayat adalah, karena gemarnya seseorang menghitung-hitung harta sampai membuat ia meng-ghibah dan mengumpat orang lain, juga menyebabkan ia pelit, seakan-akan hartanya itu kekal dibawa mati.

      Balas
  53. Ibnu Qosim says:
    15 tahun yang lalu

    Boleh nggak tulisan-tulisan di muslim.or.id, ana ambil untuk jadi buletin yang dibagikan ke masjid-masjid. jazakumullah khoeron.

    Balas
    • Yulian Purnama says:
      15 tahun yang lalu

      #Ibnu Qosim
      Sangat boleh, namun mohon mencantumkan sumber

      Balas
  54. penegek kebenaran says:
    15 tahun yang lalu

    dalam artikela tertulis…
    Apakah Puasa Syawal Harus Berurutan dan Dilakukan di Awal Ramadhan ?
    maksudnya di Awal Ramadhan ? or awal syawal.. tolong diluruskan

    Balas
  55. devia says:
    15 tahun yang lalu

    izin share di note facebook ya….
    hatur nuhun. Assalamu’alaykum :)

    Balas
  56. wiejhe_ajah says:
    15 tahun yang lalu

    sukron atas penjelasannya.

    Balas
  57. Busana Muslim says:
    15 tahun yang lalu

    Alhamdulillah… terima kasih atas informasinya

    Balas
  58. diah says:
    15 tahun yang lalu

    Sy seringnya menunaikan puasa syawal terlebih dahulu krn takut bln syawalnya selesai apabila saya mengqodlo puasa ramadhan. aplg saya perempuan pasti ada halangan tiap bulan. jadi setelah puasa syawal selesai 6 hari saya sambung dengan mengqodo puasa ramadhan.hal yang seperti ini bagaiman? Mohon diberi penjelasan

    Balas
    • Yulian Purnama says:
      15 tahun yang lalu

      #diah
      Boleh

      Balas
  59. Wedhya says:
    15 tahun yang lalu

    Mengenai puasa dibulan syawal, apakah puasa syawal niat puasanya bisa digabung dengan puasa u/ mengganti puasa ramadhan (qodho puasa)?
    makasih atas bimbingannya

    Balas
    • Yulian Purnama says:
      15 tahun yang lalu

      #Wedhya
      Silakan simak:
      http://rumaysho.com/hukum-islam/puasa/3192-bolehkah-menggabungkan-puasa-sunnah-dan-qodho-puasa.html

      Balas
  60. sri says:
    15 tahun yang lalu

    Ass.wr.wb.
    Saya mau tanya bagaimana kalau 1 Bln Penuh tdk puasa (massa nipas melahirkan), skrg mau puasa syawal??

    Wassalam,

    Balas
  61. oxxy says:
    15 tahun yang lalu

    bolehkah mengawali puasa syawal di hari jumat?

    Balas
    • Yulian Purnama says:
      15 tahun yang lalu

      #oxxy
      Boleh selama tidak mengkhususkan hari jum’at untuk puasa dan tidak berkeyakinan puasa di hari jum’at itu lebih afdhal

      Balas
  62. arum says:
    15 tahun yang lalu

    kemarin q dger ceramah dTV,katanya puasa syawal,boleh digabng dengan puasa menggantihutang dan puasa sunnah,,gmn???
    jdi puasa 1 hr 3makna gtu,,

    Balas
  63. reni septiani says:
    15 tahun yang lalu

    alhamdulillah..terimakasih atas penjelasan nya..

    Balas
  64. Igo says:
    15 tahun yang lalu

    Bagaimana hukumnya kalo menunaikan puasa sunah “syawal” dulu baru kemudian meng”qodho” puasa ramadhan…karena pandangan saya yg awam..”Puasa sunnah syawal waktunya tidak panjang (1 bulan) karena hrs dikerjakan pada bulan syawal, sedangkan untuk meng-qodho utang puasa ramadhan waktunya panjang, karena bisa dikerjakan di bulan2 yang lain.. Mohon jawabannya.
    Terima kasih

    Balas
  65. Rahmatun Nisa'i says:
    14 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum…
    kemaren ini saya melaksanakan puasa sunnah dibulan syawal selama 5 hari berturut-turut,tapi dihari ke enamnya saya membatalkannya,karena baan saya kurang enak..
    jadi,yang mau saya tanyakan adalah,apakah saya masih mendapat keutamaan puasa sunnah bulan syawal?
    atau apakah boleh saya menambah 1 hari berpuasa di bulan lainnya dg niat puasa 6 syawal?

    Balas
    • Yulian Purnama says:
      14 tahun yang lalu

      #Rahmatun Nisa’i
      Wa’alaikumussalam, sebagian ulama membolehkan puasa syawal di bulan Zulqa’dah jika memang tidak sempat.

      Balas
  66. Baharuddin Aziz says:
    12 tahun yang lalu

    “Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim)

    hadits tersebut, ada di shahih Muslim nomor berapa ya? saya coba cari, tetapi belum bisa menemukan yang serupa :)

    Balas
    • Muhammad Abduh Tuasikal says:
      12 tahun yang lalu

      HR. Muslim no. 1164, dari Abu Ayyub Al Anshori.

      Balas
  67. Yulian Purnama says:
    12 tahun yang lalu

    Memang penomoran hadits itu berbeda-beda dan itu tidak masalah. Untuk shahih Muslim standar penomorannya menggunakan metode muhammad fuad abdul baqi.
    kalau anda cek di lidwa atau software hadits 9 imam maka pasti berbeda karena mereka menggunakan metode al alamiyah

    Balas
  68. Hamba allah says:
    7 tahun yang lalu

    Assalamu alaikum, akhi.

    Afwan, saya ijin share ya. Karna menurut saya ini sangat bermanfaat, dan tidak ingin hanya saya saja yang tau sendiri

    Syukron.

    Balas
  69. Yusuf Qardhawi Silawanelatua says:
    6 tahun yang lalu

    Assalamualaikum admin, nama saya Yusuf Qardhawi Silawanelatua dari Cilegon. Saya izin menggunakan/menyadur beberapa bagian dalam artikel ini untuk konten instagram yayasan kami (Rumah Pintar Yatim & Dhuafa Al-Ikhlas) sebagai wawasan. Insya Allah, akan ditulis penulis dan sumber artikelnya.

    Terima Kasih, Jazakumullah.
    Semoga menjadi amal jariyah bagi penulis dan media ini.

    Balas
  70. Sahal Ramdhani says:
    1 tahun yang lalu

    assalamualaikum ust
    afwan ana izin mengambil isi artikel untuk mengisi kultum ramadhan karena lagi belajar juga

    wassalamu’alaikum

    Balas
    • M. Saifudin Hakim says:
      1 tahun yang lalu

      Silakan. Baarakallahu fiik.

      Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Prove your humanity: 5   +   6   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah