Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Kesembuhan Melalui Metode Syirik (Bag. 2)

M. Saifudin Hakim oleh M. Saifudin Hakim
26 November 2017
di Akidah
Share on FacebookShare on Twitter

Tercapainya tujuan, belum tentu menunjukkan benarnya cara yang ditempuh

Kalau memang itulah ukuran kebenaran, maka salah satu konsekuensinya, ilmu sihir itu boleh dan tidak syirik. Karena telah terbukti bahwa tukang sihir Yahudi pun berhasil menyihir Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan,

سَحَرَ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَهُودِىٌّ مِنْ يَهُودِ بَنِى زُرَيْقٍ يُقَالُ لَهُ لَبِيدُ بْنُ الأَعْصَمِ – قَالَتْ – حَتَّى كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهُ يَفْعَلُ الشَّىْءَ وَمَا يَفْعَلُهُ …

“Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam pernah disihir oleh seorang Yahudi dari Bani Zuraiq, yang bernama Labid bin Al-A’sham. Sehingga karena pengaruh sihir, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam merasa melakukan sesuatu padahal beliau tidak melakukannya … “ (HR. Bukhari no. 5763 dan Muslim no. 5832)

Oleh karena itu, bisa jadi ketika suatu ketika kita sampaikan bahwa ilmu sihir adalah haram dan termasuk perbuatan kekafiran, serta merta “orang-orang cerdas” di antara mereka mungkin saja membantahnya dengan mengatakan, ”Buktinya, Nabi saja pernah terkena sihir? Kalau memang kufur, mengapa Nabi bisa tersihir? Saya baru percaya bahwa ilmu sihir itu syirik kalau Allah tidak membuat sihir itu benar-benar berpengaruh. Kalau sihir itu terbukti menimbulkan pengaruh, berarti boleh dan tidak syirik!”

Atau bisa jadi kalau suatu ketika kita menyampaikan, ”Jangan berdoa ke kubur wali, karena itu syirik.” Bisa jadi mereka membantahnya dengan mengatakan, ”Buktinya, keinginan kami terkabul. Kami berhasil mendapatkan harta pesugihan. Justru kalau kami berdoa kepada Allah, kami ini tidak segera menjadi orang kaya!”

Inilah ukuran-ukuran yang dipakai oleh orang-orang yang telah buta hatinya untuk menilai benar tidaknya suatu perbuatan. Yang menjadi ukuran bukanlah dalil syariat, kitabullah, atau hadits Rasulullah, tetapi yang menjadi ukuran adalah realita dan bukti keberhasilan duniawi yang mereka peroleh.

Maka kita sampaikan kepada mereka, kalaulah memang benar itulah ukuran dalam menentukan kebenaran, maka janganlah kalian berontak kalau ada yang merampok harta dan kekayaan yang kalian miliki. Karena telah terbukti bahwa merampok adalah cara paling cepat dalam memperoleh harta, berarti merampok itu halal dan tidak haram. Kalau begitu, jangan marah juga kalau ada koruptor yang mengkorupsi uang negara. Karena telah terbukti bahwa dengan korupsi, seseorang cepat memperoleh kekayaan yang melimpah.

Kalau begitu, jangan marah juga kalau ada yang berzina dengan anak-anak kalian. Karena terbukti bahwa dengan berzina kita pun dapat memperoleh keturunan, maka berarti berzina itu boleh. Konsekuensi lainnya, menyontek saat ujian itu juga boleh. Karena terbukti bahwa dengan menyontek, kita bisa lulus dengan nilai memuaskan. Apakah kalian menerima konsekuensi-konsekuensi ini? Tentu tidak.

Oleh karena itu, berhasilnya tujuan bukanlah ukuran benarnya cara yang ditempuh. Sihir tetaplah perbuatan syirik  meskipun berhasil menimbulkan pengaruh terhadap Rasulullah. Merampok dan korupsi tetap haram, meskipun terbukti bahwa merampok merupakan cara yang mudah memperoleh harta. Berzina tetap saja dosa besar, meskipun telah terbukti bahwa dengan berzina kita juga bisa mendapatkan keturunan. Demikian pula, berobat ke dukun (paranormal) tetap syirik meskipun “terbukti” ada yang sembuh.

[Bersambung]

LANJUT KE BAGIAN 3

KEMBALI KE BAGIAN 1

***

Selesai disempurnakan di pagi hari, Rotterdam NL, 1 Muharram 1439/21 September 2017

Yang senantiasa membutuhkan ampunan Rabb-nya,

Penulis: M. Saifudin Hakim

Artikel Muslim.or.id

ShareTweetPin
M. Saifudin Hakim

M. Saifudin Hakim

- Alumnus Ma'had Al-'Ilmi, Yogyakarta. - Alumnus Pendidikan Dokter FK UGM, Yogyakarta. - Alumnus Erasmus University Medical Center, Rotterdam, Belanda. - Saat ini sedang belajar di Unayzah, Saudi Arabia.

Artikel Terkait

Allah Mengganti yang Hilang

oleh Fauzan Hidayat
14 Juli 2026
0

Kehilangan adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup manusia. Tidak ada yang benar-benar siap apabila diuji dengan musibah kehilangan...

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Artikel Selanjutnya

Hukum Olahraga Memanah dan Berkuda bagi Wanita

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 7   +   10   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah