Fatwa Ramadhan: Hukum Menentukan Ramadhan Dengan Metode Hisab – Muslim.Or.Id – Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

Fatwa Ramadhan: Hukum Menentukan Ramadhan Dengan Metode Hisab

Soal: Di sebagian negara kaum muslimin, banyak orang dengan sengaja berpuasa dengan tidak bersandar pada ru’yah (melihat bulan) namun justru hanya mencukupkan diri bergantung pada penanggalan/kalender. Apa hukum …

4303 15

Soal:

Di sebagian negara kaum muslimin, banyak orang dengan sengaja berpuasa dengan tidak bersandar pada ru’yah (melihat bulan) namun justru hanya mencukupkan diri bergantung pada penanggalan/kalender. Apa hukum hal ini?

Jawab:

Tidak boleh memulai puasa bulan Ramadhan kecuali dengan melihat bulan, hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

صوموا لرؤيته وأفطروا لرؤيته، فإن غم عليكم؛ فاقدروا له‏

“Berpuasalah kalian karena melihatnya (bulan) dan berbukalah (laksanakanlah idul fitri) karena melihatnya.” (HR. Bukhari pada kitab shahihnya, 2/229)

Dan juga tidak boleh bersandar pada hisab karena hisab bertentangan dengan hukum syariat dan hisab sering keliru. Akan tetapi orang yang tinggal di negara bukan islam dan di sana tidak ada sekelompok kaum muslimin yang perhatian terhadap ru’yah hilal maka ia mengikuti negara islam yang terdekat dengannya dan yang lebih tepercaya dalam penyelidikan bulan. Namun jika ia tidak mendapatkan berita yang dapat ia gunakan sebagai sandaran tentang hal itu maka tidak mengapa jika ia bersandar pada kalender, hal ini berdasarkan firman Allah ta’ala:

‏فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ‏

“Makabertakwalah kalian kepada Allah sekuat kemampuan kalian.” (QS. At-Taghabun: 16)

Alhamdulillah sekarang ini sarana komunikasi sangat lengkap dan kedutaan negara-negara islam telah tersebar di seluruh dunia, demikian juga pusat-pusat kegiatan keislaman dapat dijumpai di sebagian besar negara-negara di dunia. Sehingga wajib atas setiap muslim untuk mengenali hal ini serta perkara-perkara agama yang lain. [Fatwa Syaikh Shalih Al-Fauzan dari kitab Al Muntaqa Min Fatawa Asy Syaikh al Fauzan]

***

Penerjemah: Sigit Hariyanto
Muroja’ah: Ustadz Aris Munandar
Artikel www.muslim.or.id


Dukung pendidikan Islam yang berdasarkan Al Qur'an dan As Sunnah sesuai dengan pemahaman salafus shalih dengan mendukung pembangunan SDIT YaaBunayya Yogyakarta http://bit.ly/YaaBunayya  
Print Friendly, PDF & Email

In this article

Join the Conversation

  • Sudah seharusnya di Indonesia harus disatukan sistem penanggalan hijriyah, jadi tidak ada yang puasa dan lebaran berbeda. Jika sama prinsip penanggalan (dgn rukyah) maka semua akan sama, karena hadis nabi tidak pernah mengatakan tinggi derajat bulan, tapi jika sudah terlihat maka wajib puasa/lebaran. Kita manusia banyak lemahnya, menghitung masih sering salah. marilah kita jalankan sabda nabi dengan rukyah. Tapi jika ada sebagian yang tetap memaksakan kehendaknya, biarlah itu untuk kelompoknya saja. Jangan diumumkan ke publik, biarlah pemerintah yang mengaturnya.

  • yanto

    kalau caranya begini terus, dadakan terus kapan adanya perencanaan yg bagus.
    apa fungsi nifsu syaban? apa saat itu tdk melihat bulan?

  • Tersebut Dalam Al Qur’an Surat Al Anbiyaa’yang artinya :
    33. Dan dialah yang Telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.

    Dari Ayat tsb diatas jelas matahari dan bulan beredar pada garis edarnya, sehingga waktu bisa dihitung dng tepat sampai berapa puluh tahunpun bisa diketahui, kapan bulan/matahari beredar, sehingga gerhana bulan/matahari bisa diketahui dng tepat kapan akan terjadi dan ini bukan ahli nujum yg bersifat kira2 tetapi ilmu pasti yg tepat terjadinya. Jadi sy kira hisab bisa dipakai karena sumber berdasar Al Qur’an.

    • #H.M. Soeharto
      Memang benar hisab bisa dipakai namun tidak pada semua hal, terutama dalam penentuan 1 Ramadhan. Karena Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam sudah memberikan solusi lengkap, jika hilal terhalang maka menggenapkan sya’ban, sehingga tidak ada tempat untuk hisab.

  • kalau ada orang islam yang berselisih maka kembalilah ke Quran dan Hadith

  • Pingback: Mari Sambut Ramadhan 1432 H | CIPTO()

  • Pingback: Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah » Kumpulan Artikel Ramadhan Di Muslim.Or.Id()

  • Pingback: Mari Sambut Ramadhan 2011 | CIPTO()

  • nawir

    Maaf ya ustadz, Menggenapkan sya’ban ketika tidak melihat bulan, apakah tidak termasuk ilmu hisab, wallahu a’lam

  • el Qudsi Zamroni

    Mbok kalau komentar itu jangan pada pake hawa nafsu sih. Pahami dulu yang disampaikan/diulas

  • gion

    maunya orang sholat itu jangan liat waktu sholat, liat aj bayang bayang, garis putih waktu subuh serta liat matahari tenggelam…yang biasa dikerjakan tdk dibantah giliran puasa liat bulan….. karena pada massa itu pengetahuan belum berkembang sehingga harus liat anak bulan, liat benang putih, liat bayang-bayang orang

  • Pingback: [RAMADHAN] Fatwa: Hukum Menentukan Ramadhan dengan Metode Hisab | Jual Beli Barang Bekas()

  • Fakhrurozi

    semestinya tidak perlu ada perbedaan dalam penentuan awal ramadhan.yang harus diwaspadai adalah ada sekelompok manusia yang senang melihat umat islam terbelah.mari kita sama2 berjuang demi tegaknya islam dan bukan berjuang/membela sekelompok orang/organisasi.

  • Pingback: Artikel terlengkap 2014 seputar romadhon | nugiemuslim()


Shares