Tahnik Dengan Selain Kurma – Muslim.Or.Id – Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah
X
“Memurnikan Aqidah, Menebarkan Sunnah”

Tahnik Dengan Selain Kurma

Jika tahnik itu disyariatkan, apakah disyaratkan harus dengan kurma saja? Jazaakumullah khayran

74 0
Tahnik Dengan Selain Kurma

Fatwa Syaikh Muhammad Ali Farkus

Soal:

Jika tahnik itu disyariatkan, apakah disyaratkan harus dengan kurma saja? Jazaakumullah khayran

Jawab:

الحمدُ لله ربِّ العالمين، والصلاة والسلام على مَنْ أرسله اللهُ رحمةً للعالمين، وعلى آله وصحبه وإخوانه إلى يوم الدِّين، أمَّا بعد

Bagi ulama yang berpendapat bolehnya melakukan tahnik, yang paling uatma adalah dengan kurma. Jika tidak ada kurma maka mentahnik dengan makanan yang manis. Ini adalah pendapat Syafi’iyyah dan Hanabilah. Imam An Nawawi mengatakan: “Dalam hadits ini (yaitu hadits Anas bin Malik radhiallahu’anhu) terdapat beberapa faidah”. Beliau menyebutkan diantaranya: “Tahnik itu dengan menggunakan kurma, dan ini dianjurkan. Andaikan mentahniknya dengan makanan yang lain, maka tetap dianggap sebagai tahnik. Namun kurma itu lebih utama”

Namun yang lebih rajih menurut saya adalah tahnik itu tidak disyariatkan1 sebagaimana telah saya jelaskan dalam fatwa sebelumnya.

والعلمُ عند الله تعالى، وآخِرُ دعوانا أنِ الحمدُ لله ربِّ العالمين، وصلَّى الله على محمَّدٍ وعلى آله وصحبه وإخوانه إلى يوم الدِّين، وسلَّم تسليمًا.

Baca juga:

  1. Benarkah Tahnik Termasuk Imunisasi Islami?
  2. Kehadiran Sang Buah Hati

***

Sumber: http://ferkous.com/home/?q=fatwa-1139

Penerjemah: Yulian Purnama
Artikel: Muslim.or.id

 

___

  1. Ulama khilaf mengenai apakah tahnik bayi yang baru lahir disyariatkan atau tidak. Syaikh Muhammad Ali Farkus nampaknya condong pada pendapat yang mengatakan tidak disyariatkan. Namun pendapat yang lebih rajih dalam pandangan kami adalah bahwa tahnik disyariatkan. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

    كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُؤْتَى بِالصِّبْيَانِ فَيَدْعُو لَهُمْ بِالبَرَكَةِ وَيُحَنِّكُهُمْ

    Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam didatangkan anak kecil yang baru lahir. Maka beliaupun mendoakannya dengan keberkahan dan men-tahnik-nya” (HR. Muslim no.286).

    Demikian juga hadits dari Abu Musa radhiallahu’anhu:

    وُلِدَ لِي غُلَامٌ فَأَتَيْتُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؛ فَسَمَّاهُ إِبْرَاهِيمَ فَحَنَّكَهُ بِتَمْرَةٍ وَدَعَا لَهُ بِالبَرَكَةِ وَدَفَعَهُ إِلَيَّ

    Anakku lahir. Maka aku datang kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, lalu beliau menamainya Ibrahim dan men-tahnik-nya dengan kurma, serta mendoakan ia dengan keberkahan. Kemudian setelah itu beliau memberikannya kepadaku” (HR. Bukhari no. 5467, Muslim no. 2145).

    Hadits-hadits mengenai tahnik sangat banyak. Menunjukkan ini adalah hal yang Nabi selalu lalukan dan ajarkan kepada umatnya. Ini adalah pendapat yang kuatkan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, Syaikh Al Albani dan Syaikh Abdul Aziz bin Baz dan kebanyakan para ulama. Wallahu a’lam.


Dukung pendidikan Islam yang berdasarkan Al Qur'an dan As Sunnah sesuai dengan pemahaman salafus shalih dengan mendukung pembangunan SDIT YaaBunayya Yogyakarta http://bit.ly/YaaBunayya  
Print Friendly, PDF & Email

In this article

Join the Conversation