fbpx

Metode Terapi Penyakit Suka Sesama Jenis

Metode Terapi Penyakit Suka Sesama Jenis

Pendahuluan

Maha Suci Allah Yang telah setiap makhluk-Nya dengan berpasang-pasangan. Ketentuan ini berlaku pada seluruh makhluq-Nya, tidak terkecuali berbagai penyakit yang menimpa manusia. Tidaklah Allah Ta’ala menciptakan suatu penyakit, melainkan telah menurunkan pula obatnya.

Sahabat Jabir radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda,

(لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ. )

“Setiap penyakit ada obatnya, dan bila telah ditemukan dengan tepat obat suatu penyakit, niscaya akan sembuh dengan izin Allah Azza wa Jalla.” (HR. Muslim)

Dalam setiap proses pengobatan, langkah pertama yang akan ditempuh oleh dokter atau tenaga medis adalah mengadakan diagnotis. Diagnotis bertujuan mengetahui penyebab penyakit yang sedang diderita. Dalam dunia medis moderen, diagnotis dapat ditempuh dengan berbagai cara, dimulai dari wawancara dengan pasient, hingga dengan test laboratoris dengan menggunakan tekhnologi canggih.

Dan dalam ilmu pengobatan yang diajarkan dalam syari’at, Islam telah memudahkan proses pengobatan dengan cara mengajarkan kepada umatnya hasil diagnotis yang benar-benar aktual. Allah Ta’ala yang menurunkan penyakit, telah mengabarkan kepada kita bahwa di antara penyebab datangnya penyakit adalah perbuatan dosa kita sendiri.

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ

“Dan musibah apapun yang menimpamu, maka itu adalah akibat dari ulah tanganmu sendiri.” (QS. As Syura 30).

Abu Bilaad yang terlahir dalam keadaan buta bertanya kepada Al ‘Alaa’ bin Bader, bagaimana penerapan ayat ini pada dirinya, padahal ia menderita buta mata sejak dalam kandungan ibunya?

Jawaban Al ‘Ala’ bin bader sangat mengejutkan, ia berkata: “Itu adalah akibat dari dosa kedua orang tuamu.”([1])

Singkat kata, penyakit yang menimpa kita, tidak terkecuali penyakit suka sesama jenis sangat dimungkinkan adalah akibat dari perbuatan dosa, baik dosa yang kita lakukan atau yang dilakukan oleh orang-orang yang ada disekitar kita.

Diagnosa:

Berikut beberapa perbuatan dosa atau kesalahan yang mungkin pernah dialami oleh orang yang dihinggapi penyakit suka sesama jenis atau juga LGBT :

1. Nama yang tidak menunjukkan akan identitas.

Di antara kewajiban pertama yang harus dilakukan oleh kedua orang tua ialah memilihkan nama yang bagus untuk anaknya. Bukan sekedar bagus ketika didengar atau diucapkan. Akan tetapi bagus dari segala pertimbangan, dari makna, nilai sejarahnya. Di antara pertimbangan nama yang baik adalah dapat menunjukkan akan identitas, baik identitas agama ataupun jenis kelamin. Oleh karena itu banyak ulama’ yang mencela penggunaan nama-nama yang terkesan lembut bagi anak lelaki.

Ibnu Qayyim berkata, “Ada hubungan keserasian antara nama dan pemiliknya. Sangat jarang terjadi ketidak serasian antara nama dan pemiliknya. Yang demikian itu karena setiap kata adalah pertanda akan makna yang terkandung di dalamnya, dan nama adalah petunjuk akan kepribadian pemiliknya. Bila engkau merenungkan julukan seseorang, niscaya makna dari julukan tersebut ada padanya. Sehingga nama yang buruk adalah pertanda bahwa jiwa pemiliknya adalah buruk. Sebagaimana wajah yang buruk, pertanda bagi buruknya jiwa seseorang.”([2])

Oleh karena itu, bila orang yang ditimpa penyakit suka sesama jenis memiliki nama yang kurang menunjukkan akan jati dirinya, hendaknya segera merubah namanya, sehingga lebih menunjukkan akan jati dirinya sebagai seorang lelaki atau wanita.

2. Peranan pakaian dan perhiasan.

Islam melarang kaum lelaki untuk menyerupai kaum wanita, baik dalam pakaian, perhiasan, perilaku atau lainnya, dan demikian juga sebaliknya.

لَعَنَ النبي e الْمُخَنَّثِينَ من الرِّجَالِ وَالْمُتَرَجِّلَاتِ من النِّسَاءِ وقال: (أَخْرِجُوهُمْ من بُيُوتِكُمْ). متفق عليه

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknati lelaki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai lelaki, dan beliau bersabda: Usirlah mereka dari rumah-rumah kalian.” (Muttafaqun’alaih)

Berdasarkanhadits ini, kaum lelaki dilarang untuk mengenakan pakaian dan perhiasan yang merupakan ciri khas kaum wanita, dan demikian juga sebaliknya. Sebagaimana kaum lelaki juga dilarang untuk menyerupai suara, cara berjalan, dan seluruh gerak-gerik kaum wanita, demikian juga sebaliknya.([3])

Oleh karena itu diharamkan atas kaum lelaki untuk mengenakan perhiasan emas dan pakaian yang terbuat dari sutra. Ini semua karena kedua hal itu merupakan perhiasan yang dikhususkan untuk kaum wanita.

(حرم لباس الحرير والذهب على ذكور أمتي وأحل لأناثهم) رواه الترمذي والنسائي وصححه الألباني

“Diharamkan pakaian sutra dan perhiasan emas atas kaum lelaki dari umatku dan dihalalkan atas kaum wanita mereka” (HR. At Tirmizy, An Nasa’i dan dishohihkan oleh Al Albani)

Para ulama’ menjelaskan hikmah dari larangan ini, bahwa perhiasan emas dan pakaian sutra dapat mempengarui kepribadian lelaki yang mengenakannya. Bahkan Ibnul Qayyim menyatakan bahwa biasanya orang yang mengenakan perhiasan emas atau pakaian sutra memiliki perilaku yang menyerupai perilaku kaum wanita. Kedua hal ini akan terus menerus melunturkan kejantanan lelaki yang mengenakannya, hingga pada akhirnya akan menjadi sirna, dan berubah menjadi kebancian. Oleh karena itu, pendapat yang lebih benar adalah: diharamkan atas orang tua untuk mengenakan kepada anak lelakinya perhiasan emas atau pakaian sutra, agar kejantanan anak tersebut tidak terkikis.([4])

Bukan hanya sebatas dalam penampilan belaka, bahkan ketika sedang sholat pun kaum lelaki dilarang untuk menyerupai wanita.

(يا أَيُّهَا الناس ما لَكُمْ حين نَابَكُمْ شَيْءٌ في الصَّلَاةِ أَخَذْتُمْ في التَّصْفِيقِ إنما التَّصْفِيقُ لِلنِّسَاءِ من نَابَهُ شَيْءٌ في صَلاتِهِ فَلْيَقُلْ سُبْحَانَ اللَّهِ) متفق عليه

“Wahai sahabatku, mengapa ketika mendapatkan sesuatu ketika sedang sholat kalian bertepuk tangan. Sesungguhnya tepuk tangan hanya dibolehkan bagi kaum wanita. Barang siapa (dari kaum lelaki) mendapatkan sesuatu ketika sedang sholat, hendaknya ia mengucapkan : “Subhanallah”.” (Muttafaqun ‘alaih)

Syari’at untuk membedakan diri dari lawan jenis ini juga ditekankan kepada kaum wanita, sehingga mereka dilarang melakukan hal-hal yang menyerupai kaum lelaki dan dianjurkan untuk melakukan hal-hal yang selaras dengan kewanitaannya. Di antara hal yang dapat menunjukkan identitas kewanitaan seseorang ialah dengan cara merubah warna kuku jari jemarinya dengan hinna’.

عن عَائِشَةَ رضي الله عنها قالت: مَدَّتِ امْرَأَةٌ من وَرَاءِ السِّتْرِ بِيَدِهَا كِتَاباً إلى رسول اللَّهِ e، فَقَبَضَ النبي e يَدَهُ، وقال: (ما أَدْرِى أَيَدُ رَجُلٍ أو أيد امْرَأَةٍ) فقالت: بَلِ امْرَأَةٌ . فقال: (لو كُنْتِ امْرَأَةً، غَيَّرْتِ أَظْفَارَكِ بِالْحِنَّاءِ).

Sahabat ‘Aisyah radhiallahu ‘anha mengisahkan: ada seorang wanita yang dari balik tabir menyodorkan secarik surat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka Nabi pun memegang tangannya, dan beliau bersabda: “Aku tidak tahu, apakah ini tangan seorang lelaki atau wanita?” Wanita itu pun berkata: Ini adalah tangan wanita. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Andai engkau adalah benar-benar wanita, niscaya engkau telah mewarnai kukumu dengan hinna’.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, An Nasa’i dan dihasankan oleh Al Albani)

3. Peranan Makanan Haram.

Tidak dapat dipungkiri bahwa perangai dan kepribadian setiap manusia terpengaruh dengan jenis makanan yang ia konsumsi. Oleh karena itu, tidak heran bila orang yang memakan daging onta disyari’atkan untuk berwudlu, guna menghilangkan pengaruh buruk daging yang ia makan.

عن جَابِرِ بن سَمُرَةَ t أَنَّ رَجُلا سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ e، أَأَتَوَضَّأُ من لُحُومِ الْغَنَمِ؟ قال: (إن شِئْتَ فَتَوَضَّأْ، وَإِنْ شِئْتَ فلا تَوَضَّأْ) قال: أَتَوَضَّأُ من لُحُومِ الإِبِلِ؟ قال: (نعم، فَتَوَضَّأْ من لُحُومِ الإِبِلِ). رواه مسلم

“Diriwayatkan dari Jabir bin Samurah radhiyallahu ‘anhu, ia mengisahkan: Ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: Apakah kita diwajibkan berwudlu karena memakan daging kambing? Beliau menjawab: Engkau boleh berwudlu, dan juga boleh untuk tidak berwudlu”. Lelaki itu kembali bertanya: Apakah kita wajib berwudlu karena memakan daging onta? Beliau menjawab: “Ya, berwudlulah engkau karena memakan daging onta.” Riwayat Muslim.

Ibnu Taimiyyah berkata: “Orang yang berwudlu seusai memakan daging onta akan terhindar dari pengaruh sifat hasad dan berjiwa kaku yang biasa menimpa orang yang hobi memakannya, sebagaimana yang dialami oleh orang-orang pedalaman. Ia akan terhindar dari perangai hasad dan berjiwa kaku yang disebutkan oleh Nabi shallallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits riwayat Imam Bukhary dan Muslim:

(إن الغلظة وقسوة القلوب فى الفدادين أصحاب الإبل وإن السكينة فى أهل الغنم)

“Sesungguhnya perangai kasar dan berjiwa kaku biasanya ada pada orang-orang pedalaman , para pemelihara onta, dan lemah-lembut biasanya ada pada para pemelihara kambing.”([5])

Bila demikian adanya, maka tidak diragukan lagi bahwa makanan yang nyata-nyata haram memiliki pengaruh buruk pada diri dan kepribadian pemakannya.

Dan di antara makanan haram yang dapat mempengaruhi kepribadian seseorang, sehingga dijangkiti penyakit suka sesama jenis ialah daging babi dan keledai.

Ibnu Sirin berkata, “Tidaklah ada binatang yang melakukan perilaku kaum Nabi Luth selain babi dan keledai.”  ([6])

Bila seseorang membiasakan dirinya dan juga keluarganya memakan daging babi atau keledai, lambat laun, berbagai perangai buruk kedua binatang ini dapat menular kepadanya.

4. Peranan pergaulan & pendidikan.

Setiap kita pasti memiliki pengalaman tersendiri tentang peranan pergaulan dalam pembentukan jati diri dan perangainya. Sedikit banyak, cara pikir dan kesukaan kita terpengaruh oleh keluarga, teman bergaul atau masyarakat sekitar. Oleh karena itu, jauh-jauh hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kita agar memilihkan kawan yang baik untuk anak-anak kita, sehingga terpengaruh oleh kebaikan mereka dan terhindar dari pengaruh buruknya.

عن أبي هريرة رضي الله عنه أنه كان يقول: قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : (ما من مولود إلا يولد على الفطرة فأبواه يهودانه وينصرانه ويمجسانه، كما تنتج البهيمة بهيمة جمعاء، هل تحسون فيها من جدعاء) متفق عليه

“Dari sahabat Abu Hurairah rodiallahu’anhu, ia menuturkan: Rasulullah shollallahu’alaihiwasallam bersabda: Tidaklah ada seorang yang dilahirkan melainkan dilahirkan dalam keadaan fitrah (muslim) maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya yahudi, atau nasrani, atau majusi. Perumpamaannya bagaikan seekor binatang yang dilahirkan dalam keadaan utuh anggota badannya, nah apakah kalian mendapatkan padanya hidung yang dipotong?” (Muttafaqun ‘alaih)

Sebagaimana Islam juga mengajarkan kita agar mulai memisahkan tempat tidur anak laki-laki dari tempat tidur anak wanita.

(مُرُوا أَوْلادَكُمْ بِالصَّلاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عليها وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ في الْمَضَاجِعِ)

“Perintahlah anak-anakmu untuk mendirikan sholat ketika mereka telah berumur tujuk tahun, dan pukullan bila enggan mendirikan sholat ketika telah berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” (HR. Abu Dawud dan dishohihkan oleh Al Albany)

Pemisahan tempat tidur anak laki-laki dari tempat tidur anak wanita dapat menumbuhkan kesadaran pada masing-masing mereka tentang jati dirinya. Sehingga anak laki-laki mulai menyadari bahwa dirinya berlawanan jenis dengan saudarinya, demikian juga halnya dengan anak wanita. Dan sejalan dengan perjalanan waktu yang  disertai pendidikan yang baik, masing-masing dari mereka akan menjadi manusia yang berkepribadian lurus lagi luhur.

Di antara hal yang dapat memupuk subur jati diri anak-anak kita adalah dengan membedakan jenis permainan mereka. Melalui sarana permainan yang terarah dan mendidik, kita dapat menumbuhkan kesadaran pada masing-masing anak tentang jati dirinya. Di antara permainan yang dapat memupuk subur kepribadian anak wanita adalah boneka.

(كنت أَلْعَبُ بِالْبَنَاتِ في بَيْتِهِ وَهُنَّ اللُّعَبُ) متفق عليه

“Dahulu aku bermain boneka anak-anak di rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Muttafaqun ‘alaih)

Para ulama’ menyatakan bahwa izin membuatkan boneka untuk anak-anak wanita yang masih kecil ini merupakan keringanan atau pengecualian dari dalil-dalil umum yang melarang kita dari membuat patung. Melalui sarana permainan ini, diharapkan anak-anak wanita kita mulai memahami jati dirinya dan juga peranan yang harus mereka lakukan, kelak ketika telah dewasa dan berkeluarga([7]) .

Dengan demikian, pergaulan, dan pendidikan memiliki peranan besar dalam pembentukan karakter dan cara pandang anak-anak kita. Sehingga kesalahan dalam pendidikan dan pergaulan dapat mengakibatkan hal-hal yang kurang terpuji di kemudian hari.

Pengobatan:

Bila melalui diagnosa di atas, kita dapat menemukan penyebab datangnya penyakit yang kita derita, maka pengobatan pertama yang harus dilakukan ialah dengan membenahi kesalahan dan bertobat dari kekhilafan.

Langkah kedua: Berdoa kepada Allah.

Saudaraku, ketahuilah bahwa perbuatan dosa dan khilaf dapat terjadi karena kita menuruti bisikan kotor, baik bisikan yang datang dari iblis atau dari jiwa yang tidak suci. Oleh karena itu, dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa memohon agar dikaruniai hati yang suci dan dijauhkan dari perilaku yang buruk :

(اللهم آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أنت خَيْرُ من زَكَّاهَا) رواه مسلم

“Ya Allah, limpahkanlah ketaqwaan kepada jiwaku dan sucikanlah. Engkau adalah sebaik-baik Dzat Yang Mensucikan jiwaku.” (HR. Muslim). Dan pada kesempatan lain, beliau berdoa:

(اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الْأَخْلاَقِ وَالْأَعْمَالِ وَالْأَهْوَاءِ). رواه الترمذي والحاكم والطبراني

“Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari akhlaq, amalan, dan hawa nafsu yang buruk.” (HR. At Tirmizy, Al Hakim, dan At Thabrani)

Mungkin ini salah satu hikmah mengapa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memohonkan kesucian batin (hati) untuk seorang pemuda yang datang kepada beliau  guna memohon izin untuk berzina:

“Sahabat Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, ia mengisahkan: “Ada seorang pemuda yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu ia berkata: Ya Rasulullah! “Izinkanlah aku berzina.” Spontan seluruh sahabat yang hadir, menoleh dan menghardiknya, sambil berkata kepadanya: Apa-apaan ini! Mendengar ucapan sahabatnya itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Mendekatlah”. Pemuda itu pun mendekat kepada beliau, lalu ia duduk. Selanjutnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam besabda kepadanya: “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa ibumu? Pemuda itu menjawab: Tidak, sungguh demi Allah. Semoga aku menjadi tebusanmu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa ibu-ibu mereka…… Selanjutnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangannya di dada pemuda tersebut, lalu berdoa: “Ya Allah, ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, dan lindungilah kemaluannya.” Sejak hari itu, pemuda tersebut tidak pernah menoleh ke sesuatu hal (tidak pernah memiliki keinginan untuk berbuat serong). ” (HR. Ahmad, At Thabrani, Al Baihaqy dan dishahihkan oleh Al Albany)

Saudaraku, mohonlah kepada Allah agar jiwa anda disucikan, dan perangai anda diluruskan. Yakinlah bahwa bila anda bersungguh-sungguh dalam berdoa, terlebih-lebih ketika sedang sujud dan pada sepertiga akhir malam, pasti Allah akan mengabulkan.

(يُسْتَجَابُ لأَحَدِكُمْ ما لم يَعْجَل، يقول: دَعَوْتُ فلم يُسْتَجَبْ لي). متفق عليه

“Doa kalian pasti akan dikabulkan, selama ia tidak terburu-buru, yaitu dengan berkata: aku telah berdoa, akan tetapi tidak kunjung dikabulkan.” Muttafaqun ‘alaih

Langkah ketiga: Melakukan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan jenis kelamin kita.

Di antara cara yang dapat kita tempuh untuk memupuk subur jati diri kita ialah dengan melakukan kegiatan yang selaras dengan diri kita. Misalnya dengan mengasuh anak kecil (keponakan, adik, atau lainnya), memasak, berdandan, menjahit, membuat karangan bunga, bagi kaum wanita. Atau mencangkul, olah raga angkat besi, bela diri, bertukang kayu, berenang, bagi kaum lelaki.

Dan hendaknya kita menjauhi segala perbuatan dan perilaku yang biasa dilakukan oleh lawan jenis.

Langkah keempat: Terapi hormon.

Salah satu metode pengobatan yang sekarang dikenal masyarakat  adalah dengan terapi hormon. Oleh karena itu, tidak ada salahnya bila orang yang menderita penyakit suka sesama jenis mencoba pengobatan dengan cara ini.

Akan tetapi sebelum ia mencoba terapi ini, seyogyanya ia terlebih dahulu berkonsultasi kepada tenaga medis yang berkompeten dalam hal ini, guna mengetahui sejauh mana kegunaannya dan juga meyakinkan bahwa pada seluruh prosesnya  tidak terdapat hal-hal yang diharamkan atau melanggar syari’at.

Langkah Kelima:  Besarkan Harapan dan kobarkan semangat.

Sebagaimana telah diisyaratkan di atas, bahwa masing-masing kita terlahir ke dunia dalam keadaan normal dan berjiwa suci, hanya karena pengaruh dunia luarlah kita mengalami perubahan.

(وَإِنِّي خَلَقْتُ عِبَادِي حُنَفَاءَ كُلَّهُمْ وَإِنَّهُمْ أَتَتْهُمْ الشَّيَاطِينُ فَاجْتَالَتْهُمْ عن دِينِهِمْ) رواه مسلم

“Allah Ta’ala berfirman dalam hadits qudsi: Sesungguhnya Aku telah menciptakan seluruh hamba-Ku dalam keadaan lurus lagi suci, kemudian mereka didatangi oleh syetan dan kemudian syetanlah yang menyesatkan mereka dari agamanya.” (HR. Muslim).

Oleh karena itu, hendaknya kita senantiasa membesarkan harapan dan optimis bahwa segala penyakit yang kita derita dapat disembuhkan. Yakinlah bahwa penyakit yang kita derita adalah salah satu akibat dari ulah dan godaan syetan. Syetanlah yang telah menodai kesucian jiwa kita. Oleh karena itu, besarkan harapan, bulatkanlah tekad dan kobarkanlah semangat untuk merebut kembali kesucian jiwa kita dari belenggu syetan.

Saudaraku, ketahuilah, bahwa membaca Al Qur’an dengan khusyu’ dan penuh penghayatan adalah senjata yang paling ampuh untuk menghancurkan perangkap syetan.

Dan di antara metode untuk menghindari perangkap syetan ialah dengan senantiasa menghadiri majlis-majlis ilmu, dan berusaha untuk senantiasa berada bersama-sama dengan sahabat yang baik.

(إن الشيطان مع الواحد ، و هو من الاثنين أبعد) رواه أحمد وابن ماجة وصححه الألباني

“Sesungguhnya syetan itu bersama orang yang menyendiri, sedangkan ia akan menjauh dari dua orang.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan dishohihkan oleh Al Albani)

Semoga pemaparan singkat ini, dapat bermanfaat bagi kita semua, dan semoga Allah Ta’ala senantiasa melimpahkan kesucian jiwa dan keluhuran budi pekerti kepada kita. Sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Wallahu a’alam bisshowab.

Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Baderi, MA

Artikel www.muslim.or.id


[1] ) Tafsir Ibnu Abi Hatim 10/3279 & Tafsir Al Baghowi 7/355.

[2] ) Tuhfatul Maudud oleh Ibnul Qayyim 51.

[3] ) Fathul Bari oleh Ibnu Hajar 10/334, & Faidhul Qadir oleh Al Munawi 5/271.

[4] ) Zaadul Ma’aad oleh Ibnul Qayyim 4/80.

[5] ) Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyyah 21/11.

[6] ) Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Ad Dunya dalam kitab Zammul Malaahy.

[7] ) Fathul Bari oleh Ibnu Hajar Al Asqalaany 10/527.

Sahabat muslim, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

🔍 Adab Berwudhu, Riyadus Solihin, Kewajiban Istri Menurut Al Quran, Apa Itu Barokah, Kajian Kitab Tauhid

Print Friendly, PDF & Email

About Author

Dr. Muhammad Arifin Baderi, Lc., M.A

Doktor lulusan Universitas Islam Madinah, Arab Saudi. Pendidikan S1, S2, dan S3 beliau diselesaikan di jurusan yang sama, yaitu jurusan Fikih, Fakultas Syariah. Beliau adalah pembina Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI), pengasuh milis Syariah PM-Fatwa, majalah Pengusaha Muslim, dan website PengusahaMuslim.com

View all posts by Dr. Muhammad Arifin Baderi, Lc., M.A »

53 Comments

  1. ASSALAMU ‘ALAIKUM
    WAHAI SAUDARAKU YANG MASIH MEMILIKI KELAINAN ORIENTASI SEKS BERTAUBATLAH SEGERA SEBELUM ENGKAU DI AZAB ATAU MENDAPAT COBAAN DI DUNIA DAN AKHIRAT OLEH ALLAH TA ‘ALA.

  2. Abu Nabila

    Assalamu’alaykum wa rahmatullah,
    Pada hadits dari ‘Aisyah ra yang diriwayatkan Ahmad, Abu Dawud dan An Nasa’i, yang dihasankan Al Albani (hadits terakhir pada point 2 diatas), pada matannya ada disebutkan,
    “… Maka Nabi pun memegang tangannya,…”.
    Apakah Nabi saw pernah sekali saja memegang tangan wanita yang tidak halal baginya?
    Ana hanya tidak yakin saja kalau hadits itu hasan. Barangkali hadits itu hasan pada sanadnya saja, tetapi tidak hasan pada matannya.
    Karena hadits itu bertentangan dengan hadits dari ‘Aisyah ra berikut,
    “Adalah Nabi bermubaya’ah (mengambil perjanjian) kepada wanita dengan perkataan. Dan tidak pernah tangan Rasulullah menyentuh tangan seorang wanita, melainkan wanita yang halal bagi beliau”.
    (HR. Bukhari dan Muslim).
    Jazakallah khairan

  3. Muhammad Arifin Baderi

    Wa’alakumussalam
    maksud memegang tangannya itu adalah beliau enggan untuk mengambil surat itu, dan menarik kembali tangan beliau, karena beliau khawatir bila itu adalah tangan wanita dan benar, ternyata itu adalah tangan wanita. jd tdk bertentangan
    wassalamu’alaikum

  4. Kebanyakan mereka yg terhinggapi penyakit suka sesama jenis selalu berdalih bahwa apa yg mereka dapat ini adalah takdir dari Allah Ta’ala jadi mereka pun tak kuasa menolak tetapi kadang malah semakin menjadi, bagaimana cara menjawab dalih mereka ini pak ustadz?

    • Memang itu masalah tersulit buat kita….. Siapapun mereka yg tidak di hinggapi masalah seperti LGBT akan dengan mudah nya bilang semua bisa teratasi dengan tekad yg kuat, tapi ke imanan itu sperti layak nya roda di saat kita sadar kita bisa melewati itu tapi di saat down kita merasa tersiksa

  5. Abu Muhammad Naufal Zaki

    Ingatlah. . . Alloh tidak akan merubah suatu kaum kecuali kaum itu merubah dirinya sendiri. . . mk kuatkan niat untuk menjauhi kelainan ini. . . Takutlah kepada Alloh dan lawanlah keinginan tsb sebagaimana bagi orang yang normal untuk melawan bisikan syaithon untuk berzina dll. . . Jangan kalian anggap bhw hal yg kalian alami lebih berat krn bagi yg normalpun sangat berat utk menjauhi zina. . .
    Dan ingatlah bhw hidup di dunia ini sangat sebentar dan adzab di akhirat begitu beratnya. Maka ingatlah akan adzab neraka jk dorongan itu datang kecuali kalian merasa kebal thd api dunia terlebih api akhirat…

  6. ana yang terjangkiti

    fitnah terbesar bagi ana adalah fitnah laki laki. Apa ana harus menundukkan pandangan kepda setiap lelaki yang menimbulkan fitnah buat ana? Di satu sisi ana takut dibilang gak ramah atau sombong,di sisi lain jika ana menyapa dan tersenyum kepada lelaki itu ana selalu terfitnah dg nya. Ana bingung. Hatta di kajian pun ana terfitnah dg sesama thulab,hatta ustadzii

  7. abdullah

    jika bagi sebagian besar ikhwan,wanita adalah fitnah terbesar. Bagi ana justru sebaliknya,ikhwan lah fitnah terbesar. Ana bingung,ana melihat laki laki seperti halnya wanita melihat laki-laki. Ana terjangkit penyakit ini sejak kecil. YAng ana tanyakan,bagamanakah seharusnya sikap ana menghadapi setiap lelaki yang bisa menimbulkan fitnah bagi ana baik yang ana kenal maupun yang tidak ana kenal.
    Jazakalloh jawabannya

  8. Wa’alikumussalam
    Saudaraku sekalian, mensikapi musibah yang berupa amal kemaksiatan suka sesama jenis tidak ada bedanya dengan mensikapi kemaksiatan lainnya.
    1- jauhkan diri anda dari hal2 dan tempat2 yg menjadikan anda tergoda.
    2- lakukan kiat2 yg telah saya sebutkan di artikel sederhana ini.
    3- Rubahlah pola pikir anda. Perubahan haruslah dimulai dari pola pikir. Kesadaran bahawa ada yang tidak beres atau ssalah pada diri anda adalah awal dari segala perubahan.
    4. Kenali berbagai dampak buruk dari kelainan anda, perbanyaklah pengetahuan anda ttg dampak buruk ini, dan selanjutnya ingat-0ingatlah selalu.
    5. Sebaliknya, kenalilah manfaat dan keuntungan bila kembali kepada fitrah anda, baik dlm jangka pendek atau jangka panjang.
    6. Konsultasikan ke ahli medis yang berkredibilitas tingga dan dapat dipercaya.
    7- Yang tidak kalah penting ialah doa mohon kemudahan dari ALlah. Ketahuilah bahwa hidayah dan kemudahan hanyalah karunia ALlah. Karenanya cucurkanlah air mata anda di akhir malam di hadapan Allah. Mohonlah kesembuhan, pasti jalan keluar dan kesembuhan akan segera menghampiri anda.
    8. Mohon perlindungan kepada ALlah dari kelainan yang anda derita.
    Masalah menundukkan pandangan, maka bila benar anda tergoda, maka tidak diragukan bahwa anda harus menundukkan [pandangan anda, agar tidak terjerumus dalam hal2 yg tidak baik.
    Pada akhirnya, saya turut berdoa kepada ALlah agar anda dapat kembali kepada fitrah anda yang sejati, dengan demikian anda dapat menggapai ridha ilahi. Wallahu a’alam bisshawab
    Wassalamu’alaikum

  9. Assalamualaikum,

    Alhamdulillah saya tidak terjangkiti penyakit ini secara subjektif, saya berkeluarga dan mempunyai anak, namun saya senang memakai kaus kaki panjang (stocking) yang di negara kita identik dengan kewanitaan, namun akhir-akhir ini saya memakai stocking yang memang untuk pria, bagaimana hukumnya ustadz, mohon pencerahannya.

    Salaam,

  10. Wassalamu’alaikum
    Memakai stocking, walaupun yang khusus untuk pria kalo tdk ada alasan yang mendesak, lebih baik ditinggalkan, karena walaupun itu khusus untuk pria, akan tetapi tidak sepantasnya pria memproteksi/merawat badan seperti yang dilakukan oleh wanita. Pria biasanya identik dengan cara2 yang simpel, praktis, dan menguatkan kesan kejantanan yang identik dengan kegagahan. Sedangkan stocking adalah simbol dari kelembutan, mulus, dan dikhawatirkan sebenarnya itu stocking untuk para waria, dan bukan untuk pria.
    Wallahu a’alam

  11. assalamualaikum…..ustadz adik saya seorang wanita,ana heran dgn prilakunya.dia menyukai sesama wanita.bahkan dia jdikan wanita itu jd kekasihnya,pdhl dia tau klo suka sesama jenis itu d larang.tp dia tetap tdk bisa meninggalkan kbiasaanya itu.mohon solusinya ustadz.

  12. saya suka sesama lelaki
    mungkin dulu saya pernah mendapatkan pelecehan sexual di masa kecil
    saat nie saya sudah berusia 21
    dan telah mempunyai “teman leleki”
    gmn cara nya agar saya bs sembuh
    saya dah mencoba suka ke pd perempuan tp gada reaksi
    perasaan saya dingin pd perempuan
    gmn cara nya supaya saya bs menyukai perempuan

  13. abu mujahid

    Jazakallah khairan Ustadz. Ini memang penyakit yg berbahaya. Doakan kami agar bisa sembuh, terhindar dari keburukan sesama jenis. Doakan agar kami segera bisa mencintai sosok wanita dan istiqomah di atas haq.
    Ya Muqollibal quluub tsabit qolbi ‘ala diinik.

  14. Assalamu’alaikum
    Saudaraku sekalian yang mengeluhkan atau bertanya tentang metode menyembuhkan diri atau kerabat dari penyakit suka sesama jenis, maka silahkan baca terlebih dahulu artikel sederhana ini, lalu praktekkan langkah2 ya telah dijelaskan pada artikel ini.
    Kuncinya: Optimis dan percaya diri bahwa Allah pasti memudahkan setiap upaya dan perjuangan hamba-Nya yang ingin istiqamah dan mentaati syariat-Nya.
    Saya turut berdoa, semoga ALlah memudahkan setiap perjuangan anda, sehingga Allah menjadikan anda semua termasuk hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertaqwa.
    Wassalamu’alaikum

  15. mmmm, homo lesbian dan segalanya, membingungkan.apa d bumi kekurangan lawan jenis ya. sampai-sampai harus menyukai sesama jenis.

    dan binatang aj gak ada lo yang menyukai jns nyasendiri

  16. abdullah

    assalamu’alaikum…ya ustad ..ana juga memiliki kecenderungan ini…pada Awalnya ana merasa telah bertobat..menikah dan kini sudah memilki seorang zuriyat..tapi antara ana dan istri sementara berjauhan shg perasaan itu kadang muncul…ana takut dan entah smuanya bgt mudah terjadi ustad…semua telah ana coba perasaan ini bgt kuat padahal ana meras tidak mengkomsumsi makanan haram..apakh ini ujian ya ustad mohon solusinya ..jazakallah khoiron katsir

  17. Abu Hilman

    Jazzakumullahu khoir ustadz atas ilmu yang ana dapatkan… akan tetapi .. walaupun ana sudah ngaji,, perasaan ana masih condong kepada laki2. ana juga ingin segera menikah agar dapat terhindar dari perbuatan keji yang nista itu…
    Apakah mmasih ada kesempatan untuk mendapatkan istri yang sholihah ustadz? mohon nasehatnya…

    Doakan ana ustadz, agar ana secepatnya menikah dengan wanita yang sholihah…

  18. rikosaputra

    ass,pak ustadz tolong obati aq kena penyakit gay bila perlu kirimi aq no hp pk ustadz

  19. Ahlussunnah

    السلام عليكم
    قدر الله و ما شاء فعل
    Masya Allah. Ternyata penyakit ini banyak menjangkiti ikhwan ngaji. Jadi banyak yang curhat begini.
    Yang paling menyedihkan, sampai ada yang mengaku terpesona dengan Ustadznya sendiri.
    Ust, beberapa akhwat pernah melihat antum. Katanya membuat fitnah. Apa mungkin antum juga membuat fitnah untuk ikhwan yang terjangkiti? Kalau sekiranya ya, bagaimana solusinya? Apa pakai cadar?
    Masya Allah.

  20. asalamualaikum pak ustad !!!

    saya hanya minta penjelasan tentang diri saya pak ustad….

    saya orang nya selalu cemas dalam memikirkan segala hal…secara tak sengaja saya membaca situs yang demikian pak ustad… saya takut klu sex menyimpang itu terjadi pada diri saya sehingga mengakibatkan kecemasan yang berlebihan, sampai – sampai membuat saya depresi pak sutad !!!….!! jujur pak ustad saya sangat membenci dengan kaum yang demikian… tapi entah kenapa fikiran itu sesalu ada di fikiran sya,,, apa yang harus saya lakukan pak ustad… saya sangat takut menjadi homo !!! saya takut kepada azab allah.. tapi fikiran itu senantiasa mengganggu saya kemana saya pergi…

  21. assallamu’alaikum….
    masya’allah..astaughfirullahaladziim….alhamdulillah..saya bisa menemukan ini..n mudah2an saya bs kembali ke jalan yg diridhoi Allah SWT…

    pak ustadz,mohon bimbingannya n arahannya…saya takut harus bertanya kpd siapa apa yg sy rasakan ini…saya seorang pria umur 29thn,menikah 2thn yg lalu n sudah mempunyai istri n anak putri 8 bulan..sejak SMA saya sdah ada tanda2 tertarik dengan sesama jenis,tp masih dlm batas saya simpan dlm hati sampai sekarang..tp setelah saya bikin facebook 4 bulan yg lalu,saya kenal dng seorang pria,dmn asalnya kita cuma iseng2 berteman n brcanda2an,tp akhrnya kita saling suka krn kita sama2 alumni kampus trsbt,tp beda fakultas..kita berhub lewat FB n telp..awalnya saya cuma buat iseng2an aja utk mengisi aktifitas…tp lambat laun kok ketergantungan ma dia..setiap hari selalu kepikiran dia..kita belum pernah ketemuan secara langsung..n saya tdk ada niatan utk ketemu lngsung,krn takut..tapi dr hati kecil,ingin ketemu,tp takut…n saya belom pernah berhubungan intim(maaf) dengan dia atau dng pria manapun..sampai sekarang saya masih sms an ma pria trsbt,tp dalam batas kita sebagai sahabat,tp kadang2 saling mengungkapkan perasaan masing2..gmn pak ustadz itu hukumnya?apa saya sudah melakukan perselingkuhan ato gmn?apakah saya sudah melakukan dosa yg sangat besar?saya ingin melupakan dia,tp tdk bisa n saya ingin konsentrasi ma istri n anak saya krn saya sangat menyayangi mereka n saya hanya ingin mendapatkan pahala n ridho Allah SWT..krn kita didunia ini hanya hidup sementara n kehidupan yg kekal adalah di akherat..saya bingung sekaligus takut…

    NB:dulu sewaktu SD,saya pernah mendapatkan pelecehan sex oleh sepupu saya sendiri,tp saya dulu blm tahu itu benar/salah..mungkn itu yg menyebabkan sy mempunyai kecenderungan sperti ini..

    saya sdah membaca artikel pak ustadz..mohon petunjuk n saran dr pak ustadz…trmksh sblumnya..wassallamu’alaikum..

  22. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

    Jika kita mati dalam keadaan demikian namun tak pernah sekalipun berzina layaknya kaum nabi luth (hanya pada perasaan saja, bukan tindakan).. Apakah orang itu termasuk orang yg mendapatkan adzab dr Allah ustadz? Apabila fitrah ini belum juga lurus apakah boleh ana menikah langsung tanpa diobati dulu? Ana takut nanti calon istri merasa tidak bahagia bersama ana.. Wallahul musta’an.. Ini cobaan yang sangat berat buat ana..

    Oh ya satu lagi.. Ada yg bilang bahwa obat herbal Habbatussauda dapat menyembuhkan segala penyakit kecuali penyakit yg timbul beberapa hari sebelum kematian.. Apakah hadits itu shahih ustadz..? Apakah “semua penyakit” itu termasuk penyakit disorientasi seksual juga? Jika iya ana akan coba, semoga bisa membantu penyembuhan..

    Dan ana mohon dengan sangat agar para Ustadz di redaksi Muslim.or.id semuanya mendoakan ana agar terbebas dr penyakit memalukan ini.. Atas doanya ana ucapkan jazakumullahu khairan..

  23. el Harianto

    Di Jawa Timur ada PT namanya PT GAYa Indon, holding company usaha-usaha para GAYa.
    Di Surabaya seorang dosen Alif Alif Alif Nun membela kalangan gay dengan alasan perbuatan mereka tidak berbeda dengan mastubasi yang dihukum sebagian ulama boleh, kenapa diHaramkan? dan sederet pembelaan lagi dari kalangan Ahli Bela Membela.
    Bahasa khusus, alat-alat. kegiatan wanita yang bisa dilakukan laki-laki, pakaian lelaki mirip pakaian wanita dll untuk kalangan mereka juga salah satu merek dagang mereka.

    Ini hal yang tidak enak dibicarakan namun banyak kalangan khususnya Orang tua dan Pendidik harus mewaspadai.

    Aku berlindung pada Allah dari kejahatan malam dan kejahatan makhluk ciptaan Nya.

  24. Doakan ana ustadz,dan semua yang membaca atsar ini serta yang berkomen. saya terjangkit penyakit ini sejak kecil. saya sekarang ngaji dan berusaha melawan penyakit ini…………

  25. Alhamdulillah Ustadz, sedikit demi sedikit sepertinya kecenderungan menyimpang itu mulai hilang..

    Mungkin bagi yg merasa telah melakukan tahap di atas namun belum berhasil, tdk ada salahnya dilihat faktor yg satu ini..

    Afwan sedikit bagi cerita dan sepertinya hal ini belum disinggung pada artikel di atas.. Dalam ilmu psikologi telah dikenal adanya sejenis dampak psikologis akibat kehilangan sosok Ibu atau Bapak “motherless dan fatherless”.. Bukan hanya karena ditinggal mati, bisa juga karna bercerai atau orangtua kurang memiliki kesempatan berkumpul dg anak (sibuk kerja)..

    Bagi laki-laki yg “fatherless” sejak kecil maka akan timbul kerinduan terhadap seorang bapak yg dalam jangka panjang dapat memudarkan ketertarikannya pd lawan jenis, justru pria yg lebih tua itu lah yg menarik perhatiannya karna memang ada kerinduan terhadap sosok laki-laki dalam hidupnya.. Susah menjelaskan detailnya, lengkapnya bisa dibaca di sini mengenai berbagai dampak “fatherlsess” yg dirangkum dr hasil penelitian..

    http://www.photius.com/feminocracy/facts_on_fatherless_kids.html

    Begitu banyak dampak dr buruknya pola didik orangtua dan jg faktor “fatherless” – salah satunya itu tadi, disorientasi seksual..

    Sedikit bagi cerita,, dahulu ana sangat benci sama Bapak ana karna ia menikah lagi dan menelantarkan kebutuhan batin Ibu dan anaknya.. Sejak itu ana sama sekali tdk pernah bicara dg Bapak ana dan hubungan batin antara kita terasa sangatjauh, akhirnya “penyakit” ini mulai muncul, yaitu ana jd suka terhadap sesama jenis terutama yg lebih tua.. Namun Alhamdulillah, berkat ramhat dan hidayah dr Allah Subhanahu Wa Ta’ala Bapak ana mulai dekat lagi dg keluarga, sikapnya yg dulunya dingin sekarang jd ramah dan baik.. Jika dulu ana jarang ngobrol sekarang hampir setiap hari..

    Hasilnya, penyakit yg dulu sempat hinggap di hati ana Alhamdulillah sedikit-demi sedikit mulai hilang, terutama dalam dua bulan terakhir ini.. Walaupun belum hilang secara penuh, namun ana merasakan perubahan yg cukup signifikan..

    Memang harus ada kemauan keras utk kembali pada fitroh, jauhkan segala pemicu yg bisa membuat kita terjerumus lagi, selalu mendekatkan diri kepada Allah dan sering2 baca Al-Qur’an dan berdzikir, juga beristigfar yg banyak… Sekali lagi, ana mohon doanya agar penyakit ini benar2 sembuh secara total, Insya Allah…

    Bagi yg sudah menerapkan cara yg disebut dlm artikel ini namun belum berhasil.. Mungkin antum ada masalah dg Bapak antum yg sampai sekarang belum terselesaikan yg memicu timbulnya penyakit ini.. Coba diselesaikan dulu, semoga dugaan ana benar.. Karena ana ngalamin sendiri bagaimana perbedaan antara sebelum dan sesudahnya..

    Semoga Allah berkenan membantu kita dlm permasalahan ini, wallahu waliyyut taufiq..

  26. Ustadz, bagaimana sebaiknya muamalah kita dengan seorang yang jelas2 mengakui dirinya lesbian dan ada kemungkinan dia tertarik pada orang tersebut? Orang itu berkeinginan untuk membantunya sembuh, karena itu memang tugas orang itu. Sementara di sisi lain, orang itu dulunya pernah terfitnah dengan sesama jenis namun sudah bertaubat. Ditakutkan jika tetap mengurusi perempuan lesbian tadi, akan kembali ke jurang yang sama, apakah ia (yang diberi amanah sebuah instansi tertentu untuk membantu wanita lesbian tersebut sembuh) tetap berkewajiban menuruti perintah atasannya (ia tidak berani bercerita pada atasannya akan masa lalunya), atau ia boleh berlepas diri dari wanita tadi?

    • #ane
      Kaidah syari dalam hal ini:
      العدل واجب و الفضل مسنون
      “Berusaha menjadi benar dan tidak salah itu wajib, sedangkan berusaha mendapatkan pahala itu dianjurkan”

      Menyelamatkan dan menjaga diri anda dari maksiat itu wajib, sedangkan menyelamatkan orang lain itu hanya anjuran. Dahulukan yang wajib.

  27. Terima kasih atas penjelasannya semoga penyakit yang saya derita dapat berangsur pulih seperti sedia kala, dan insya Allah sarannya akan saya laksanakan dengan izin Allah S.W.T

  28. Pak Ustadz,
    Santri juga banyak skali yang terjangkit….
    Bahkan ustadz juga ada….
    Gimana pak…..
    Sedih skali menderita seperti ini.

  29. Assalamualaikum
    pak ustadz saya mau tanya … bagaimana kalau mencintai sesama jenis tetapi tidak sampai berzinah …. hanya menjalin hubungan saja …. apa itu dosa ?????????terus kalu itu dosa harus bagaimana yang harus di lakukan ?????????

    • #puspa
      Wa’alaikumussallam, jika yang dimaksud mencintai disini adalah adanya syahwat terhadap sesama jenis, ini adalah kelainan yang segera harus disembuhkan. Jika dibiarkan akan menjerumuskan ke dalam maksiat. Solusinya sebagaimana ada di artikel.

  30. hamba alloh

    assalaamu’alaikum ya ustzad….qod kuntu mistla dzalik mundzul qodiim,kuntu mahiron,lakinnal an ana fittakhoyyuri,tajahhaltu bisababi zdalika,hasoltu kastiron minal mas alah,la astati’u an urokkiza addirosata mistlal qodiim.saa’idni ya ustadz…..syukron

  31. rijalmohamad@ymail.com

    ass pak ustad saya laki2 tp nama saya asma itu harus di ganti ya pak ustad

  32. bismillah
    ustadz ana lelaki tapi nama ana kaya perempuan dari kecil ana udah ngerasa aneh dengan diri ana. ana senang ngelihat paras lelaki dan membanding-bandingkannya. bahkan na’udzubillah saya pernah “…” denga lelaki ketika saya masih sd. itu karena pengaruh lingkungan dan syetan. hingga saat ini penyakit ini masih menjangkit saya, sampai2 kalu ngelihat teman laki2 ngaji yang beda mata ana kadang suka agak nglirik. bahkan sebelum ana sadar untuk mencari tahu obat yang sudah ustadz tulis ana sempat mencari gambara2 yang…. ‘astaghfirulloh’. selain itu ustadz saya juga senang memasak, apakah ana harus menjauhi hal ini? ataukah ana harus membatasi cara memasak ana? apakah pada jaman nabi par sahabat laki2tidak ada yang memasak?…
    meskipun begitu ana juga pernah ngerasa jatuh cinta ketika kelas 1 smp tapi demi agama saya mencoba menjauh sedikit demi sedikit.
    untuk itu, ustadz ana mohon nasehat, bimbingan & do’anya,agar agar ana merasakn suka kepada lawan jenis ana sebagaimana waktu sd dulu.

  33. ustdz,apakah org yg pnah melakukan hmo it stlah tobat tdk boleh menikah krn tobat blum jg menyembuhkan pnykitnya..apa musti smbuh dlu sdgkn usiapun sdh pantas?

  34. ustad,,,apakh salah jika seorang lesbi ingin sembuh normal kembalii,,,tapiii tidak ada yang membantu satupun,,dan sepertinya susah untuk mencintai pria,,ingiin sekali normal seperti orang lainnya,,tapii bagaimanaaa,,saya sudah terlalu dalam terjerumus,,

  35. assalamualaikum abang, bang. saya gay memang dari kecil dan sampai sekarang. banyak yang bilang gay tidak dapat disembuhkan tapi saya tidak mau berbicara seperti itu karena saya yakin asmaul husna Allah bahwa Allah maha berkehendak dan membolak-balikan hati hambanya. saya memandang gay adalah ujian darinya, dia maha tahu ini diberikan kepada saya karena dia tahu saya dapat melaluinya. dia menguji saya dengan caranya. alhamdulillah saya ngga pernah kissing atau ML sama laki2 karena saya ngga mau Allah murka sama saya. saya yakin apabila saya dapat melalui cobaan ini Allah akan mengirimkan saya wanita yang baik dan shaleh. saya yakin Allah maha pengasih dan penyayang, Dia tidak Zalim ke hambanya. bang, ujian ini sangat berat karena apabila saya melihat laki2 ganteng saya seketika horny tapi saya langsung ingat Allah. hati saya menjadi tenang. saya selalu berdo’a agar Allah tetap memberi saya berkah dan rahmatnya serta dijauhi dari perbuatan kaum nabi luth. bang saya yakin Allah sayang sama saya dia ingin melihat kegigihan dan usaha saya apakah saya dapat melaluinya. saya akn tetep berusaha menghindari perbuatan kaun nabi luth. saya juga yakin kasih sayang Allah melebihi murkanya. dan amatlah mudah juga bagi Allah buat membolak-balikan hati hamba, tapi dia adalah Ynag maha Mengetahui.

  36. ustadz, saya dulunya koleb/belok. saya sukanya pada sesama jenis cewe tapi tampilannya tomboy. saya sering berpacaran sesama jenis sy. saya merasa nyaman aja di dktnya, malahan kalo sama cwo sy nda senyaman itu. tapi skrg saya sudah punya pacar cowok, kira2 penyakit koleb/belok saya itu tidak kembali lagi yah? saya takutnya kembali lagi ustadz:( mohon bimbingannya, makasih :’)

  37. Assalamualaikum Ust,
    Alhamdulillah, beberapa tahun lalu aku ketemu artikel ini. Dulu aku suka sama cewek, tapi cuma aku pendam aja tapi malah jadi galau sendiri. Karena yang aku suka itu teman kerja yang hampir tiap hari ketemu, kalau sehari aja dia nggak ada aku jadi nggak semangat. Sampai aku sadar i-ni kelainan dan aku cari tau penyebabnya. Aku dari kecil selalu bersama2 kakak cowok, main sama temen2nya, tidur satu kamar, suka pakai jaket, sepatu, sarung, sampai parfum dia. Ini dari umur 0-17 thn, jadi aku nyaris nggak sadar kalau aku cewek. Mungkin aku ‘mblenger’ sama cowok kali ya..
    Dari situ aku praktekin tips Ustadz sedikit2. Mulai rajin ke surau apartemen, belajar dandan, main sama anak tetangga sepulang kerja, belajar menjahit, merajut, dan masak. Alhamdulillah sekarang mulai ada hasilnya, juga teman yang dulu aku suka itu sangat membantu proses normalisasi karena dia normal dan sangat sholehah. Perasaanku sama dia juga udah jadi kaya kakak-adik.
    Dulu memang aku pikir udah ‘born this way’ tapi Alhamdulillah berangsur sembuh.
    Terimakasih Ust,
    Wassalamualaikum wrwb.

  38. saya merasa diri saya sudah terjangkit penyakit ini sejak kecil. tapi baru sekarang ini lah yg menurut saya terparah, saya mencintai teman yg sesama jenis, saya ajak dia menginap di rumah saya ketika ortu pergi, saya memperlakukannya diatas batas pertanaman wajar jika di rumah, saya memeluknya, mencium aroma tubuhnya, membelai rambutnya layaknya dia pacar saya, bahkan saat kami tidur saya memeluknya dan mencuri kesempatan untuk menciumnya tentunya dia tdk menyadarinya, tapi dia welcome aja sama lakukan saya itu, dan ketika org tua saya pulang dan dia tdk menginap di rumah lagi plak merasa kehilangan yg sangat, bahkan ketika dia menjauhi saya di sekolah saya mengalami depresi berat, saya ingin sembuh tapi saya ingin rasa sayang dan cinta sama dia ini menjadi penghambat saya, saya ingin menghilangkan rasa ini karena terlau menyiksa bagi saya, bagaimana menurut ustad? apakah ada cara untuk menghilangkan rasa ini….

  39. Alhamdulillah, saya akan berusaha.. terimakasih banyak artikel ini bermanfaat dan mengobarkan semangatku lagi untuk berubah

Leave a Reply