Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Hadis, Atsar Dha’if Serta Palsu Seputar Tawasul dan Tabaruk (3)

Yulian Purnama, S.Kom. oleh Yulian Purnama, S.Kom.
11 Mei 2010
di Akidah
Atsar seputar tawasul
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Jalan Periwayatan
  • Komentar Para Ulama
  • Tambahan

Atsar berikut ini sering dijadikan alasan untuk ber-ziarah ke makam wali serta mengusap dan mencium kuburan wali.

عن أبي الدرداء رضي الله تعالى عنه، قال: إن بلالا رأى في منامه النبي صلى الله تعالى عليه و سلم و هو يقول: ما هذه الجفوة يا بلال؟ أما آن لك أن تزورني يا بلال؟ فانتبه حزينا وجلا خائفا، فركب راحلته و قصد المدينة فأتى قبر النبي صلى الله تعالى عليه و سلم، فجعل يبكي عنده و يمرغ وجهه عليه، فأقبل الحسن و الحسين رضي الله تعالى عنهما، فجعل يضمهما و يقبلهما، فقالا له: يا بلال، نشتهي أن نسمع أذانك الذي كنت تؤذن به لرسول الله صلى الله تعالى عليه و سلم في المسجد، ففعل،

“Dari Abu Darda’ radhiallahu’anhu, ia berkata: ‘Bilal bermimpi bertemu dengan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Beliau bersabda kepada Bilal: “Wahai Bilal, engkau tidak sopan. Apakah belum datang saatnya engkau mengunjungiku?”. Maka ia bangun dengan rasa sedih dan cemas dalam dirinya. Bilal pun lalu menunggangi kendaraannya menuju Madinah, ia mendatangi kubur Nabi Shallallahu’alahi Wasallam. Ia menangis lalu meletakkan wajahnya di atas pusara Rasulullah. Kemudian ia bertemu Hasan dan Husain Radhiallahu Ta’ala ‘Anhuma. Lalu Bilal memeluk dan mencium keduanya. Keduanya berkata kepada Bilal: ‘Wahai Bilal, kami berdua mendesakmu untuk memperdengarkan azan yang pernah kau perdengarkan kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam di masjid, Bilal-pun melakukannya..‘”

Kisah ini dibawakan oleh:

  1. Ibnu ‘Asakir dalam Tarikh Dimasyqi (137/7), dengan sanad
  2. Ibnu Hajar Al Asqalani Ibnul Atsir dalam Usud Al Ghabbah (131/1), tanpa sanad
  3. Al Mizzi dalam Tahdzibul Kamal mengisyaratkan kisah ini, namun tidak menyebut perihal menangis dan mencium kubur.

    يقال: إنه لم يؤذن لاحد بعد النبي صلى الله عليه وسلم، إلا مرة واحدة، في قدمة قدمها المدينة لزيارة قبر النبي صلى الله عليه وسلم، وطلب إليه الصحابة ذلك فأذن، ولم يتم الاذان

    “Ada yang mengatakan bahwa Bilal tidak pernah azan setelah wafatnya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam kecuali hanya sekali. Yaitu ketika ia datang ke Madinah untuk berziarah ke kubur Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Para sahabat memintanya ber-azan, ia pun mengiyakan. Namun ia berazan tidak sampai selesai” (Tahdzibul Kamal, 289/4)

  4. Adz Dzahabi dalam Tarikh Islami (273/4), dengan sanad
  5. Ali Bin Ahmad As Samhudi, dalam Al Wafa’ bi Akhbar Al Musthafa (44/1), tanpa sanad

Perhatikanlah, semua kitab yang membawakan kisah ini adalah kutubut taarikh (kitab-kitab sejarah), bukan kitab hadis.

Jalan Periwayatan

Adz Dzahabi dalam Tarikh Islami membawakan kisah ini dengan sanad sebagai berikut:

قال أبو أحمد الحاكم: نا ابن الفيض، نا أبو إسحاق إبراهيم بن محمد بن سليمان بن بلاد بن أبي الدرداء: حدثني أبي، عن أبيه سليمان، عن أم الدرداء، عن أبي الدرداء

“Dari Abu Ahmad Al Hakim: Ibnu Fayd mengabarkan kepada kami: Abu Ishaq Ibrahim bin Muhammad bin Sulaiman bin Bilad bin Abi Darda mengabarkan kepada kami: Ayahku (Muhammad) mengabarkan kepadaku: Dari Sulaiman: Dari Ummu Darda’: Dari Abu Darda’ ”

Sebagaimana juga sanad yang dibawakan oleh Ibnu Asakir, dan tidak terdapat sanad yang lain.

Komentar Para Ulama

Pertama: Adz Dzahabi dalam Tarikh Islami mengatakan:

إبراهيم بن محمد بن سليمان الشامي مجهول، لم يروِ عنه غير محمد بن الفيض الغسّاني

“Ibrahim bin Muhammad bin Sulaiman Asy Syami itu majhul, orang yang mengambil riwayat darinya hanya Muhammad bin Fayd Al Ghassani”

Adz Dzahabi juga men-dhaif-kan kisah ini dalam Siyar A’lamin Nubala (357-358/1) [1]

Kedua: Ibnu Abdil Hadi berkata:

هذا الأثر المذكور عن بلال ليس بصحيح

“Atsar yang dikatakan dari Bilal ini tidak sahih” (Ash Sharimul Munkiy, 314) [2]

Nampaknya kisah ini dikatakan sahih oleh As Subki, maka Ibnu Abdil Hadi dalam Ash Sharimul Munkiy pun menyanggahnya:

جميع الأحاديث التي ذكرها المعترض في هذا الباب وزعم أنها بضعة عشر حديثاً ليس فيها حديث صحيح، بل كلها ضعيفة واهية

“Seluruh hadis yang dibawakan As Subki dalam masalah ini, yang diklaim berjumlah belasan hadis, bukan hadis-hadis sahih. Bahkan semuanya hadis yang sangat lemah” (Ash Sharimul Munkiy, 14) [3]

Ketiga: Ibnu Hajar Al Asqalani berkata:

هي قصة بينة الوضع

“Kisah ini adalah kedustaan yang nyata” (Lisanul Mizan, 107-108/1) [4]

Keempat: Syekhul Islam Ibnu Taimiyah berkata:

ليس في الإحاديث التي رويت بلفظ زيارة قبره -صلى الله عليه وسلم- حديث صحيح عند أهل المعرفة، ولم يخرج أرباب الصحيح شيئاً من ذلك، ولا أرباب السنن المعتمدة، كسنن أبي داود والنسائي والترمذي ونحوهم، ولا أهل المساند التي من هذا الجنس؛ كمسند أحمد وغيره، ولا في موطأ مالك، ولا مسند الشافعي ونحو ذلك شيء من ذلك، ولا احتج إمام من أئمة المسلمين -كأبي حنيفة ومالك والشافعي وأحمد وغيرهم- بحديث فيه ذكر زيارة قبره

“Hadis-hadis yang diriwayatkan dengan mengandung lafadz ‘ziarah kubur Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam‘ tidak ada yang sahih menurut para ulama hadis. Hadis-hadis seperti ini tidak pernah dibawakan oleh pemilik kitab Sahih, tidak juga pemilik kitab Sunan yang menjadi pegangan, seperti Sunan An Nasa-i atau semacamnya, tidak juga kitab Musnad yang menjadi pegangan, seperti Musnad Ahmad atau semacamnya, tidak juga kitab Muwatha Malik, tidak juga kitab Musnad Asy Syafi’i atau semacamnya. Hadis-hadis seperti ini tidak pernah dipakai para Imam Mazhab dalam berhujjah. Yaitu hadis yang didalamnya disebut lafadz ziarah kubur Nabi” (Majmu’ Fatawa, 216/27) [5]

Kelima: Al Mizzi dalam Tahdzibul Kamal (289/4) mengisyaratkan lemahnya riwayat ini karena beliau menggunakan lafadz يقال

Keenam: Syekh Muhammad Nashiruddin Al Albani berkata:

: فهذه الرواية باطلة موضوعة ولوائح الوضع عليها ظاهرة من وجوه عديدة أهمها قوله : ( فأتى قبر النبي صلى الله عليه و سلم فجهل يبكي عنده ) فإنه يصور لنا أن قبره صلى الله عليه و سلم كان ظاهرا كسائر القبور التي في المقابر يمكن لكل أحد أن يأتيه وهذا باطل بداهة عند كل من يعرف تاريخ دفن النبي صلى الله عليه و سلم في حجرة عائشة رضي الله عنها وبيتها الذي لا يجوز لأحد أن يدخله إلا بإذن منها كذلك كان الأمر في عهد عمر رضي الله عنه

“Riwayat ini batil, palsu, kedustaan yang nyata. Terlihat jelas dari beberapa sisi, yang paling jelas adalah perkataan ‘Bilal mendatangi kubur Nabi sambil menangis di sisinya’, perkataan ini seolah-olah menggambarkan kepada kita bahwa kubur Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam nampak jelas seperti kuburan orang lain yang dapat didatangi siapa saja. Ini sebuah kebatilan yang nyata bagi orang yang mengetahui sejarah. Bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dimakamkan di kamar Aisyah Radhi’allahu’anha di dalam rumahnya, yang tidak diperbolehkan masuk kecuali atas izin Aisyah. Hal ini masih berlaku hingga masa pemerintahan Umar Radhiallahu’anhu‘ (Ad Difa’ An Al Hadits An Nabawi Wa As Sirah, 95)

Tambahan

Kisah ini sama sekali tidak menyebutkan tentang tabaruk atau beribadah di kuburan. Namun anehnya sering dibawakan oleh para Quburiyyun sebagai alasan untuk ziarah makam wali plus bertabaruk dan bertawasul di sana.

Hanya Allah yang beri taufik.

Kembali ke bagian 2 Lanjut ke bagian 4

***

Penulis: Yulian Purnama

Artikel muslim.or.id

 

Catatan kaki:

[1] Dinukil dari Ahadits Laa Tashih, Sulaiman bin Shalih Al Khurasyi, hal.6

[2] Ahadits Laa Tashih, hal.6

[3] Ahadits Laa Tashih, hal.6

[4] Ahadits Laa Tashih, hal.6

[5] Ahadits Laa Tashih, hal.6

ShareTweetPin
Yulian Purnama, S.Kom.

Yulian Purnama, S.Kom.

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Ilmu Komputer UGM, kontributor web Muslim.or.id dan Muslimah.or.id

Artikel Terkait

Allah Memasukkan Manusia ke Surga dan Neraka dengan Keadilan-Nya (Bag. 2)

oleh Glenshah Fauzi
12 Agustus 2026
0

Dalam tulisan sebelumnya, telah terjawab bahwa Allah ﷻ tidak akan menghukum orang yang taat luar biasa kepada-Nya di neraka dan...

Allah Memasukkan Manusia ke Surga dan Neraka dengan Keadilan-Nya (Bag. 1)

oleh Glenshah Fauzi
29 Juli 2026
0

Terdapat sebuah pertanyaan: mungkinkah Allah ﷻ menghukum orang yang taat luar biasa kepada-Nya di neraka dan orang yang mendurhakai-Nya diberi...

Mengenal Nama Allah “Al-Khaafidh” dan “Ar-Raafi'”

oleh Muhammad Insan Fathin
24 Juli 2026
0

Di antara nama-nama Allah yang menanamkan rasa tunduk, tawadhu', takut, dan berharap kepada-Nya adalah Al-Khaafidh dan Ar-Raafi'. Keduanya sering dibahas...

Artikel Selanjutnya

Yang Seharusnya Jadi Idola Keluarga Muslim ...

Komentar 11

  1. fahrul says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamu ‘alaikum
    Sesungguhnya kaum quburiyun sangat menentang keras dakwah salafiyah atau ahlus sunnah wal jamaah,apabila telah datang kebenaran kepada mereka sebagian dari mereka ada yang menerima kemudian bertaubat dan ada pula yang mendustakannya. Semoga Allah tak menjadikan kita bagian dari kaum quburiyun. Ya Allah Jauhkanlah hamba dan kaum muslimin dari dosa syirik yang tampak maupun tersembunyi serta yang diketahui maupun yang tak diketahui. Aamiin.

    Reply
  2. Hisbah says:
    16 tahun yang lalu

    Lanjutkan dakwah bil Hikmah !

    Reply
  3. Ansori Bin Mai says:
    16 tahun yang lalu

    Klo tawasuul dan kririm pahala itu nyampek berarti ke baanyakan penghuni surga nanti adalah orang2 kaya saja, karena keluarga yang hidup bisa bayar orang setiap jum’at untuk kirim pahala dn setelah nyampek pahalanya dia di bebaskan & di ringankan siksa kuburnya.

    Reply
  4. abu muhammad naufal zaki says:
    16 tahun yang lalu

    Dakwah… dakwah… memang menapaki dakwah para Nabi dan Rosul bukanlah seperti melalui jalan yg mulus dan lurus yg di kiri kanannya berupa pemandangan yang indah dan menyejukkan mata. . . jika ini yg kita harapkan maka tidak lama para Ustadz dna Ulama Salaf akan berhenti berdakwah… namun mereka semua mengerti bhw dakwah ini penuh dg onak dan duri dg kiri kanan berupa hinaan dan cercaan serta fitnah, namun semua itu tidak membuat mereka sedih krn Alloh adalah penolong mereka. Kesedihan mereka hanyalah menyaksikan saudara sesama muslim yg tertipu oleh syaithon jin dan manusia yg mengajak kepada syirik, bid’ah khurofat dan takhayul. Namun hal ini menjadi lahan dakwah yang subur dan membangkitkan semangat untuk mengakkan dakwah tauhid yg mulia ini. . .
    Semoga Alloh selalu melindungi dan memberikan kekuatan kepada para pengemban dakwah yang mulia ini. . Alloh adalah sebai-baik penolong dan pelindung

    Reply
  5. abu umair albaganiy says:
    16 tahun yang lalu

    ana izin copas ya.jazakumullah khairan

    Reply
  6. kacong says:
    16 tahun yang lalu

    emang berdakwah kpd quburiyun susah diterima.kita hanya bisa berdoa semoga mereka cepat kembali jalan yg benar,amen

    Reply
  7. Vidya f. says:
    16 tahun yang lalu

    Alhmdulillah bini’matihi tatimmussholihat.. Sm0ga trus snantiasa d bahas ttg sufiyah yg identik dg tawassul pd Rasulullah,minta tlg pd ahli kubur,ttg wali,,mimpi2 dusta brtmu Rasulullah hingga mencipta sh0lawat bid’ah n syirik,,mimpi2 yg d jadikn hujjah,,memakai hadits2 palsu,,brkyakinan smw makhluk tdk wujud,Allah sj yg wujud..Wal’iyadzubillah.. Betapa urgentx tauhid.
    Hanya Allah yg memberi ptunjuk kpd siapa yg Dia kehendaki..
    Allahumma ihdinas shirotol mustaqiim..
    Jazaakumullahu khayran..

    Reply
  8. hotel di jogja says:
    16 tahun yang lalu

    alhamdulillah nambah ilmu

    Reply
  9. khfidl khafidi says:
    16 tahun yang lalu

    assalamu’alaikum. pak, afwan, sy ijin nge share di fb ya. syukron. assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokaatuh.

    Reply
  10. halim says:
    14 tahun yang lalu

    ALHAMDULILLAH . . . . saya jadi tambah ilmu, meskipun saya hidup di tengah lingkungan quburryuun, Subhanallah saya tidak mengikuti quburriyun itu.

    Reply
  11. ikhwan says:
    13 tahun yang lalu

    Saya sungguh heran dengan kuburiyun dalam mengambil dalil. Sebagai contoh, Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam melakukan puasa di hari Senin karena itu adalah hari kelahirannya, tapi kaum penyembah kubur menjadikannyan sebagai dalil utk merayakan maulid Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam….Ada anjuran dari Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam untuk membaca Surat al-Kahfi di malam/hari Jum’at, tapi mereka malah melanggengkan yasinan di setiap malam Jum’at…Entah siapa yang mereka contoh dan ikuti…sudah itu, mereka mengaku sebagai orang yang paling mencintai Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 6   +   8   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah