Soal-40: Hukum MLM

Bagaimanakah hukum MLM?

Dijawab Oleh Ust Aris Munandar. SS

Jawabannya Klik Player:

[audio:http://www.archive.org/download/soal26-40/soal-40.mp3]

Download

Print Friendly, PDF & Email
Travel Haji dan Umrah
App Muslim.or.id

About Author

Aris Munandar, Ss., Mpi.

Pengajar Ma’had Al Ilmi Yogyakarta, pengajar Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Yogyakarta, S1 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, S2 Fiqih dan Ushul Fiqih Universitas Muhammadiyah Surakarta, pengasuh Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI)

View all posts by Aris Munandar, Ss., Mpi. »
  • aniek

    Alhamdulillaah, hukum tentang MLM sangat bermanfaat untuk kami ketahui, mengingat sering sekali kami mndapat tawaran bisnis semacam ini.
    Jazakumulloh khoiron katsiro..
    Kami ijin share ya..

  • Abdullah

    satu pertanyaan, yang diperdagangkan di MLM barang atau manusia???

  • Fitri Dhani Putranto

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Kalau saya dengarkan dari penjelasan hukum MLM, sepertinya yang diterangkan adalah MONEY GAME bukannya MLM. MLM adalah penjualan secara jaringan suatu produk dan dari pendaftarannya tidak mengeluarkan biaya besar sampai 3 jutanan.Sebagai contoh saya menjalankan MLM Tianshi yang pendaftarannya 85rb. Dengan asumsi 85rb untuk biaya STARTER PACK dan administrasi manajemen. Kemudian saya beli produk senilai 2jt dengan asumsi untuk dijual kembali untuk mendapatkan keuntungan. Saat saya menawarkan orang lain untuk menjalankan kerjasama penjualan dengan biaya pendaftaran 85rb, saya tidak mendapatkan bonus apapun. Akan tetapi ketika anggota baru saya berbelanja produk,maka saya mendapatkan persentase dari keuntungan perusahaan. Untuk lebih detailnya cari referensi bacaan tentang perbedaaan MLM dengan MONEY GAME dmana di dalam MONEY GAME biasanya bonus dibagikan dari hasil pendaftaran anggota yang begitu besar tanpa mendapatkan/adanya suatu produk untuk dipasarkan.
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

  • indra lukman hakim

    bagaimana hukum nya bila kita meminjam uang dengan ada nya pengembalian bertambah.dan tambahan itu kita pun tidak merasa keberatan?

    • @ Indra
      Jelas tdk boleh walaupun dg niat kita tdk keberatan krn itu sm sj ridho dg maksiat.

    • #indra lukman hakim
      Kalo tidak keberatan, itulah yang disebut dengan riba.
      Kalo keberatan, itulah yang disebut dengan perampokan.

  • dani

    1. Ada MLM yang membuka pendaftaran member, yang untuk itu orang yang akan menjadi member tersebut harus membayar sejumlah uang tertentu untuk menjadi member —apapun istilahnya, apakah membeli posisi ataupun yang lain— disertai membeli produk. Pada waktu yang sama, dia menjadi referee (makelar) bagi perusahaan dengan cara merekrut orang, maka praktek MLM seperti ini, jelar termasuk dalam kategori hadits: shafqatayn fi shafqah, atau bay’atayn fi bay’ah. Sebab, dalam hal ini, orang tersebut telah melakukan transaksi jual-beli dengan pemakelaran secara bersama-sama dalam satu akad. Maka, praktek seperti ini jelas diharamkan sebagaimana hadits di atas.

    2. Ada MLM yang membuka pendaftaran member, tanpa harus membeli produk, meski untuk itu orang tersebut tetap harus membayar sejumlah uang tertentu untuk menjadi member. Pada waktu yang sama membership (keanggotaan) tersebut mempunyai dampak diperolehnya bonus (point), baik dari pembelian yang dilakukannya di kemudian hari maupun dari jaringan di bawahnya, maka praktek ini juga termasuk dalam kategori shafqatayn fi shafqah, atau bay’atayn fi bay’ah. Sebab, membership tersebut merupakan bentuk akad, yang mempunyai dampak tertentu. Dampaknya, ketika pada suatu hari dia membeli produk –meski pada saat mendaftar menjadi member tidak melakukan pembelian– dia akan mendapatkan bonus langsung. Pada saat yang sama, ketentuan dalam membership tadi menetapkan bahwa orang tersebut berhak mendapatkan bonus, jika jaringan di bawahnya aktif, meski pada awalnya belum. Bahkan ia akan mendapat bonus (point) karena ia telah mensponsori orang lain untuk menjadi member. Dengan demikian pada saat itu ia menandatangani dua akad yaitu akad membership dan akad samsarah (pemakelaran).

  • rizal

    halal itu jelas.. haram pun jelas… yg jadi pertanyaan saya untuk mencari kejelasan ini yg kadang” mebingunkan apakah hukum mlm yg asli,,,? aku sangat butuh referensi yg tidak merugikan .. aku sudah terlanjur masuk mlm karna aku suka produknya dan aku membutuhkan nya karna hanya satu”nya produk organik di pasaran.. sertifikat PBB bebas pencemaran dan kimia

  • unik

    satu pertanyaan lagi..
    Bagaimana sebaiknya sikap kita/cara kita menolak ajakan terhadap orang yg menawarkan bisnis MLM kepada kita terlebih orang itu saudara sendiri (orang tua/lbh tua) agar tdk mengecewakan mereka. Dan bgmna cara mengingatkan mereka bahwa bisnis MLM hukumnya haram. Mohon pencerahan

    • #unik
      Jika anda mampu menjelaskan dengan baik, maka jelaskan. Jika tidak, katakan saja bahwa anda khawatir hukumnya haram dan anda tidak mau terlibat jual-beli yang haram.

  • kusuma

    tapi tetep, kalau mau dapat bonus atau point atau komisi jual, harus tutup point. tutup point itu berupa belanja produk yg besarnya sudah disepakati dalm bisnis tersebut. kemudian produk tersebut bisa dipakai sendiri atau dijual supaya dapat komisi. kalau jualannya banyak, melebihi target tutp point, ada MLM yg point itu tidak hilang, bisa ditabung sebagai target bulan berikutnya, dan komisinya tidak hilang. ada juga yg member tuh ngakalinya dengan memasukkan point tersebut ke belanjanya member baru yg sebelumnya didaftarkan, karena member baru tersebut mungkin kurang tutp pointnya jadi point sisa tersebut dimasukkan untuk menggenapkan point member baru tersebut supaya bonus bisa keluar, dan bagi member yg mendapatkan member baru yg kelebihan point tadi, jg ikut dapat bonus karena mendapatkan member baru yg tutp point. jadi begitu perjalanan “UANG” di MLM, yg HARUS dengan kerja, menjual produk, tanpa menjual dan cari member baru, jangan harap uang serupiahpun.

  • Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarokaatuh
    Ana mau tanya apakah sama hukumnya MLM dengan Bisnis Waralaba (Franchise)?

  • umi kurniati

    Assalamu’alaikum tadz, bagaimana dengan HERBALIFE yang disitu kita tidak dituntut harus ada downline, kita bisa jalan tanpa harus punya downline, tapi dikenalkan dengan orang yang menjual dengan harga grosir dan harga eceran.Ada downline ada upline, tapi keuntungan tidak tergantung downline melainkan dari modal kita

  • Syahroni

    Assalamu’alaykum,
    Bagaimana dengan MLM yang katanya bersertifikat syariah dari MUI, apakah benar MLM ini adalah MLM yang syariah?
    Jika menjadi membernya, bertujuan hanya untuk membeli produknya karena dengan menjadi member harganya lebih murah krn mendapatkan potongan kemudian dijual dengan harga umum dipasaran, tanpa mengharapkan adanya bonus. Disamping itu awalnya juga berniat dapat membantu keluarga atau teman mendapatkan manfaat kesehatan dengan mengkonsumsi produk tsb. Apakah hal seperti ini diperbolehkan?