Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Sepuluh Bahasa Cinta Dalam Mendidik Anak (5)

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
19 Desember 2016
di Fikih Keluarga
Share on FacebookShare on Twitter

Definisi Kasih Sayang (rahmah)

Dalam kitab Mufrodaatul Quraan yang ditulis oleh Ar-Ragib Al-Ashfahani rahimahullah dikisahkan sebagai berikut.

الرَّحْمَة رقَّة تقتضي الإحسان إلى الْمَرْحُومِ، وقد تستعمل تارةً في الرِّقَّة المجرَّدة، وتارة في الإحسان المجرَّد عن الرِّقَّة

“Rahmah adalah rasa belas kasih (didalam hati) yang mengharuskan (seseorang) berbuat baik kepada makhluk yang disayangi, terkadang kata ‘rahmah’ dipakai untuk rasa belas kasih (didalam hati) saja, namun terkadang kata ‘rahmah’ dipakai untuk mengungkapkan perbuatan baik saja tanpa rasa belas kasih (di dalam hati).”

Ibnul Qoyyim rahimahullah menjelaskan kata ‘rahmah’ dalam Ighaatsatul Lahfan,

فالرحمة صفة تقتضي إيصال المنافع والمصالح إلى العبد ، وإن كرهتها نفسه ، وشقت عليها ، فهذه هي الرحمة الحقيقية

“Rahmah adalah suatu sifat yang mengharuskan adanya penyampaian manfaat dan maslahat kepada seorang hamba meskipun hal itu dibenci dan dirasakan berat olehnya, inilah rahmah yang sebenarnya”.

Ibnul Qoyyim pun melanjutkan penjelasannya bahwa orang yang paling sayang kepada Anda adalah orang yang paling bermanfaat dan bermaslahat bagi Anda dan paling menjaga anda dari segala hal yang membahayakan Anda, walaupun sikap itu berat Anda rasakan.

Misalnya, seorang ayah yang sayang kepada anaknya, maka ia akan ‘memaksakan’ atau mengarahkan untuk mau belajar adab Islami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, dan sang ayah pun akan menghalang-halangi anaknya menuruti hawa nafsunya yang membahayakannya.

Dan apabila sang ayah mendapatkan dirinya teledor dalam hal itu, maka itu disebabkan sedikitnya rasa kasih sayangnya kepada sang anak, meskipun ia berdalih bahwa dirinya amat menyayangi putranya dan ingin menyenangkannya, karena ini berarti kasih sayang yang diiringi ketidaktahuan akan hakikat kasih sayang yang sebenarnya, sebagaimana sikap ini terjadi pada sebagian ibu-ibu. Oleh karena itu, termasuk kesempurnaan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang adalah Dia menimpakan berbagai macam musibah kepada seorang hamba, mengujinya dengan berbagai macam ujian, dan mencegahnya mendapatkan banyak hal yang disukai oleh hawa nafsunya, karena Dia menyayanginya.

Namun, karena kebodohan seorang hamba dan kezalimannya, ia menyangka yang tidak-tidak terhadap Rabbnya sampai iapun tidak memahami bahwa hal itu adalah bentuk ihsan Allah kepada dirinya dengan mengujinya dan menimpakan musibah kepadanya. Allah Ta’ala Maha Mengetahui apa yang paling bermanfaat bagi diri seorang hamba (Diringkas dari Ighaatsatul Lahfan, hal. 491).

Definisi Cinta

Ar-Rogib Al-Ashfahani rahimahullah mengatakan:

المحبَّة: ميل النفس إلى ما تراه وتظنه خيرًا

“Cinta adalah condongnya jiwa kepada sesuatu yang dipandangnya dan disangkanya sebagai sebuah kebaikan”.

Adapun Ibnul Qoyyim rahimahullah memiliki pandangan lain dalam mendefinisikan cinta, beliau menjelaskan bahwa tidaklah ada suatu ungkapan yang lebih jelas dalam membatasi makna cinta daripada kata ‘cinta’ itu sendiri. Justru dengan membatasi makna cinta dalam sebuah definisi akan menambah tidak jelasnya makna cinta.

Adapun apa yang banyak dikatakan oleh manusia tentang cinta, hanyalah sebatas penjelasan tentang sebab-sebab cinta, perkara-perkara yang mengharuskannya, tanda-tandanya, dan bukti-bukti cinta (Diringkas dari Madarijus Salikin : 3/11). Jadi, cinta menurut Ibnul Qoyyim adalah cinta itu ya cinta, suatu hal yang sulit jika harus menjelaskan perkara yang sudah jelas dirasakan dalam hati manusia.

[Bersambung]

***

Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah

Artikel Muslim.or.id

[serialposts]

ShareTweetPin1
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Sikap Anak Ketika Orang Tua Bercerai

oleh Gazzeta Raka Putra Setyawan
27 Juni 2026
0

Perceraian adalah salah satu peristiwa yang paling mengguncang dalam kehidupan keluarga. Ia bukan hanya tentang suami istri yang berpisah, tetapi...

Hukum PDKT Online via Sosmed dalam Islam

oleh Muhammad Insan Fathin
17 Juni 2026
0

Media sosial memang memudahkan banyak hal. Termasuk dalam urusan berkenalan. Yang awalnya hanya saling follow, lama-lama jadi sering lihat story,...

Dosa dan Bahaya Perselingkuhan

oleh Muhammad Insan Fathin
16 Juni 2026
0

Perselingkuhan belakangan ini sering menjadi bahan pembicaraan nasional. Bukan tanpa alasan. Hal ini terjadi karena kasus perselingkuhan juga marak ditemukan...

Artikel Selanjutnya

Larangan Keras Membunuh Duta Dan Delegasi Negara Lain

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 10   +   9   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah