Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Metode Al-Qur’an Dalam Memerintah dan Melarang Hamba Allah Yang Beriman (8)

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
9 Agustus 2016
di Al-Qur'an
al_quran_langgam_jawa

al_quran_langgam_jawa

Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Syukur itu direalisasikan dengan keyakinan, ucapan dan perbuatan
  • Metode Qur’ani ini adalah metode dakwah yang sangat menyentuh hati

Syukur itu direalisasikan dengan keyakinan, ucapan dan perbuatan

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam kitabnya Majmu’ Al-Fatawa menjelaskan bahwa syukur itu direalisasikan dengan keyakinan, ucapan dan perbuatan. Oleh karena itu Allah Ta’ala berfirman,

اعْمَلُوا آلَ دَاوُودَ شُكْرًا ۚ وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ

(13) Beramallah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur (QS. Saba’: 13).

Ayat di atas menunjukkan bahwa diantara wujud syukur adalah beramal sholeh, maka tepatlah apa yang dikatakan oleh Abu Abdur Rahman rahimahullah,

الصلاة شكر، والصيام شكر، وكل خير تعمله لله شكر

“Salat itu syukur, puasa itu syukur, dan seluruh kebaikan (amal saleh) yang dikerjakan dengan ikhlas untuk Allah semata itu adalah syukur” (Riwayat Ibnu Jarir).

Jadi, syukur itu adalah menggunakan nikmat Allah untuk mengenal-Nya dan beribadah kepada-Nya semata.

Metode Qur’ani ini adalah metode dakwah yang sangat menyentuh hati

Metode dalam mengajak kepada kebaikan serta melarang dari maksiat dengan cara menyebutkan kenikmatan ini termasuk metode Qur`ani yang sangat bermanfa’at dan sangat menyentuh hati orang yang didakwahi, maka selayaknya seorang da’i menggunakan metode ini dalam dakwahnya. Syaikh Abdur Razzaq hafizhahullah menyampaikan sebuah kisah, suatu saat, ada seseorang yang mendatangi seorang ulama dan menyampaikan bahwa dirinya ingin melakukan zina. Lalu sang ulama pun menasehatinya dengan menyampaikan kepadanya bahwa ia dipersilakan melakukan zina, tapi dengan syarat ia tidak boleh menggunakan nikmat Allah untuk berzina.

Mungkinkah orang tersebut melakukan zina tanpa menggunakan kenikmatan dari Allah Ta’ala? Bukankah tangannya, kakinya, dan seluruh anggota badannya adalah nikmat dari-Nya?

Nasehat ini adalah sebuah nasehat brilian. Meskipun secara eksplisit sang ulama seolah memerintahkan untuk berzina, namun sebenarnya ulama tersebut melarang pemuda tadi dari zina dengan cara mengingatkan kenikmatan yang ada pada diri orang tersebut.

Cara tersebut adalah suatu nasehat yang tepat, karena sudah menjadi kewajiban orang yang memperoleh nikmat untuk bersyukur kepada Sang Pemberi nikmat dengan menggunakan nikmat tersebut untuk ta’at kepada-Nya, bukan justru menggunakannya untuk membuat murka Sang Pemberi nikmat!

Sesungguhnya kasus di atas ada sisi kesamaan dengan firman Allah Ta’ala,

قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِهِ فَلَا يَمْلِكُونَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنْكُمْ وَلَا تَحْوِيلًا

(56) Katakanlah: “Berdo’alah kepada mereka yang kamu anggap sebagai (tuhan-tuhan) selain Allah, maka (pastilah) mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya darimu dan tidak pula mampu memindahkannya” (QS. Al-Israa`: 56).

Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di rahimahullah menjelaskan bahwa Allah Ta’ala memerintahkan kepada Nabi-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengatakan kepada kaum musyrikin agar mereka berdo’a kepada tuhan-tuhan selain Allah dan memikirkan apakah tuhan-tuhan selain Allah tersebut mampu menghilangkan bahaya, penyakit, musibah dan selainnya dari diri mereka atau mampu memindahkannya dari mereka?

Tentulah tuhan-tuhan selain Allah itu tidak mampu sama sekali melakukan hal itu. Lalu apa alasan yang mendorong mereka untuk berdo’a kepada sesembahan selain Allah?

Secara eksplisit, ayat ini adalah perintah, namun sebenarnya adalah larangan dan pengingkaran terhadap perbuatan syirik dalam do’a yang mengandung penetapan bahwa satu-satunya sesembahan yang berhak disembah adalah Allah Ta’ala semata.

[Bersambung]

***

Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah

Artikel Muslim.or.id

[serialposts]

ShareTweetPin
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Tafsir Surah An-Nazi’at (Bag. 5): Keadaan Akhir Manusia di Hari Kiamat

oleh Dany Indra Permana, S.Si., M.H.
20 Juni 2026
0

Allah Subhanahu wa Ta'ala sebelumnya telah menjelaskan penciptaan langit dan bumi, serta berbagai keajaiban ciptaan dan pengaturan. Penyebutan berbagai hal...

Tafsir Surah An-Nazi’at (Bag. 4): Kokohnya Langit dan Bumi Sebagai Tanda Adanya Kiamat

oleh Dany Indra Permana, S.Si., M.H.
8 Juni 2026
0

Pada perenungan ayat-ayat dalam surah An-Naziat sebelumnya, Allah menceritakan kisah Nabi Musa dan Fir'aun serta bagaimana hasil akhir dari perbuatan...

Sepuluh Wasiat Agung dari Surah Al-An’am (Bag. 2)

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
27 Mei 2026
0

Wasiat keenam, menjaga harta anak yatim Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan wasiat yang keenam, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,...

Artikel Selanjutnya
melamar_kerja_bank

Fatwa Ulama: Bolehkah Menunda Shalat Karena Pekerjaan?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 7   +   9   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah