Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Bulan Ramadhan Anugerah Allah Yang Agung (Bag. 5)

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
5 Juli 2016
di Ramadan
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Bulan Ramadhan adalah Bulan Ampunan Allah
  • Sebagian Setan dibelenggu, Pintu Neraka Ditutup, dan Pintu Surga Dibuka Saat Masuk Bulan Ramadhan
  • Bulan Ramadhan adalah bulan Qiyam
  • Kesimpulan

Baca pembahasan sebelumnya: Bulan Ramadhan Anugerah Allah Yang Agung (Bag. 4)

Bulan Ramadhan adalah Bulan Ampunan Allah

Menunaikan puasa wajib pada bulan ini merupakan sebab diraihnya ampunan Allah Ta’ala. Dalam sebuah hadits yang dikeluarkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim rahimahumallah, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang puasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap (pahala), maka akan diampuni dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari dan Muslim).

Maksud sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam إِيمَانًا, yaitu atas dasar keimanannya kepada Allah dan ridha terhadap kewajiban berpuasa Ramadhan, tidak membenci kewajiban tersebut.

Sedangkan maksud sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallamاحْتِسَابًا ,yaitu mengharap kepada Allah Ta’ala agar mendapatkan pahala puasa Ramadhan dan tidak ragu-ragu sedikitpun terhadap adanya pahala tersebut.

Dalam riwayat Imam Muslim, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

“Antara shalat lima waktu, (sholat) jum’at ke (sholat) jum’at (berikutnya), (puasa) Ramadhan ke (puasa) Ramadhan (berikutnya) melebur dosa-dosa yang terdapat diantaranya , selama pelakunya menjauhi dosa-dosa besar.”

Sebagian Setan dibelenggu, Pintu Neraka Ditutup, dan Pintu Surga Dibuka Saat Masuk Bulan Ramadhan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

“Apabila masuk bulan Ramadhan, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan (sebagian) setan pun dibelenggu” (HR. Bukhari dan Muslim).

Al-Qodhi ‘Iyadh rahimahullah menjelaskan,

يحتمل أنه على ظاهره وحقيقته ، وأن تفتيح أبواب الجنة وتغليق أبواب جهنم وتصفيد الشياطين علامة لدخول الشهر ، وتعظيم لحرمته ، ويكون التصفيد ليمتنعوا من إيذاء المؤمنين والتهويش عليهم

“Kemungkinan maksud hadits ini sesuai dengan makna tekstual dan hakekat sesungguhnya, (yaitu)  pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan (sebagian) setan pun dibelenggu sebagai tanda masuknya bulan Ramadhan, dan sebagai pengagungan atas kehormatan bulan tersebut. Sedangkan pembelengguan (sebagian) setan-setan dimaksudkan agar mereka tercegah dari menggoda kaum mukminin dan menyulut fitnah diantara kaum mukminin”.

Selanjutnya beliau rahimahullah berkata,

ويحتمل أن يكون المراد المجاز، ويكون إشارة إلى كثرة الثواب والعفو، وأن الشياطين يقل إغواؤهم وإيذاؤهم فيصيرون كالمصفدين

“Dan ada kemungkinan pula maksud hadits ini sebatas kiasan, (sehingga) mengandung isyarat kepada banyaknya pahala dan maaf Allah, dan bahwa tipu daya dan gangguan setan-setan tersebut menjadi sedikit hingga mereka seperti makhluk yang terbelenggu” (Syarh Shahih Muslim).

Namun, pemahaman yang benar adalah bahwa dibukanya pintu surga, ditutupnya pintu neraka, dan dibelenggunya (sebagian) setan pun ini dibawakan kepada hakekat yang sesungguhnya, yaitu makna tekstual hadits ini. Dan berpegang dengan makna tekstual dari hadits inilah sikap yang ditunjukkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah.

Bulan Ramadhan adalah bulan Qiyam

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang melakukan qiyam pada bulan Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni” (HR. Bukhari dan Muslim).

An-Nawawi rahimahullah menjelaskan maksud sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam قَامَ رَمَضَانَ

والمراد بقيام رمضان صلاة التراويح

“Maksud qiyam Ramadhan disini adalah shalat Tarawih” (Syarh Shahih Muslim).

Dan masih banyak keutamaan-keutamaan lainnya dari bulan Ramadhan yang mubarak ini, namun semoga penjelasan yang sedikit ini, dapat menggugah semangat ibadah penyusun dan kita semua. Amiin.

Kesimpulan

Bulan Ramadhan adalah bulan yang diberkahi, bulan perjuangan, bulan bersungguh-sungguh, dan bersemangat! Bulan Ramadhan adalah bulan memperbanyak ibadah kepada Allah. Oleh karena itu, bagi hamba Allah yang mendapatkan anugerah Allah yang agung ini, bisa berjumpa dengan bulan Ramadhan ini selayaknya memuliakan bulan ini dan menjadikannya sebagai sarana untuk bertaubat, meningkatkan keimanannya serta menambah bekal untuk berjumpa dengan-Nya.

اللهم اجعلنا ممن يعرِف لهذا الشهر مكانته وحُرْمَتَه ، ووفِّقنا للقيام فيه بما يرضيك إنك سميع الدعاء .اللهم وفِّقنا لطاعتك، وأعِنَّا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك ، ويسِّرنا لليسرى ، وأتِمَّ علينا النعمة بالقيام بحق هذا الضيف الكريم ، وأعنّا على صيامه وقيامه وحُسن الأدب فيه يا رب العالمين.

Referensi: Diolah dari http://al-badr.net/muqolat/2506

***

Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah

Artikel Muslim.or.id

ShareTweetPin1
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Wafat Sebelum Membayar Kaffarat Jimak di Bulan Ramadan

oleh Muhammad Zia Abdurrofi
2 April 2026
0

Hukum dan kaffarat orang yang berjimak di siang hari bulan Ramadan Bukan lagi menjadi hal yang tabu terkait hukum jimak (berhubungan...

Akankah Aku Akan Bermaksiat Lagi Selepas Ramadan?

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
31 Maret 2026
0

Ketahuilah, bulan Ramadan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan dan ketaatan. Di dalamnya kaum muslimin berlomba-lomba memperbanyak ibadah, berpuasa, salat...

Fatwa Ulama: Hukum Orang yang Berpindah ke Negeri dengan Pengurangan atau Penambahan Puasa

oleh Fauzan Hidayat
17 Maret 2026
0

Fatwa Syekh Muhammad Ali Farkus   Pertanyaan: Apa hukum seseorang yang berpuasa hari pertama Ramadan di negerinya, lalu ia berada...

Artikel Selanjutnya
keutamaan puasa syawal

Puasa Syawal, Tanda Kesempurnaan Puasa Ramadan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 1   +   2   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah