Fatwa Ulama: Pekerjaan Sopir Di Bulan Ramadhan – Muslim.Or.Id – Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

Fatwa Ulama: Pekerjaan Sopir Di Bulan Ramadhan

Para sopir luar kota mungkin lebih bekerja giat di bulan Ramadhan, terlebih di musim mudik. Apakah mereka boleh tidak berpuasa?

3675 0
mobil_dinas

Pekerja Supir Menjama Sholat Pekerjaan Sopir Menurut Islam Sopir Musafir

Para sopir luar kota mungkin lebih bekerja giat di bulan Ramadhan, terlebih di musim mudik. Apakah mereka boleh tidak berpuasa? Ulama menjelaskan bawa sopir jika ke luar kota dan termasuk safar, maka mereka boleh tidak berpuasa dan mengqadhanya di hari yang lain.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah ditanya,

هل ينطبق حكم المسافر على سائقي السيارات والحافلات لعملهم المتواصل في نهار رمضان؟

Apakah berlaku hukum musafir pada sopir bus dan mobil, mereka terus-menerus bekerja (safar) selama siang bulan Ramadhan?

فأجاب فضيلته بقوله: نعم ينطبق حكم السفر عليهم، فلهم القصر والجمع والفطر. فإذا قال قائل: متى يصومون وعملهم متواصل؟ قلنا: يصومون في أيام الشتاء لأنها أيام قصيرة وباردة. أما السائقون داخل المدن فليس لهم حكم المسافر ويجب عليهم الصوم.

Jawaban:

Iya, berlaku hukum safar pada mereka (sopir). Mereka boleh mengqhadar dan menjamak shlata serta tidak puasa. Jika ada yang bertanya, ‘kapan mereka berpuasa?’Kita katakan, mereka berpuasa ketika musim semi, harinya pendek dan dingin. Adapun sopir dalam kota maka tidak berlaku hukum musafir pada mereka dan wajib berpuasa1.

Di kesempatan lain beliau ditanya,

كيف يصوم من سفره مستمر مثل أصحاب الشاحنات؟

Bagaimana puasa orang yang safar terus menerus seperti sopir bus/truk?

فأجاب فضيلته بقوله: إن الله تعالى قد بين حكم هذه المسألة في قوله: {فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ وَأَن تَصُومُواْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ} فسائق الشاحنة مادام مسافراً فله أن يترخص بجميع رخص السفر من القصر والجمع، والفطر في رمضان، والمسح على الخفين ثلاثة أيام وغيرها مما هو معروف في أحكام السفر.وعلى هذا فنقول: يجوز له أن يفطر في هذه الحال ولو كان دائماً يسافر في هذه السيارة

Jawaban:

Allah Ta’ala telah menjelaskan hukumnya,

dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”

Maka sopir bus/truk selama menjadi musafir, mereka mendapat semua rukshah (keringanan) safar seperti menqhasar dan menjamak shalat, tidak berpuasa selama Ramadhan serta mengusap khuff selama tiga hari. Ini sudah ma’ruf dalam hukum safar. Oleh karena itu kita katakan, boleh baginya tidak berpuasa pada keadaan ini selama ia menjalani safar dengan menjadi sopir2.

***

Penerjemah: Raehanul Bahraen

Artikel www.Muslim.or.id

  1. Majmu’ Fatawa wa Rasa’il 19/142, syamilah
  2. Majmu’ Fatawa wa Rasa’il 19/141, syamilah

Dukung pendidikan Islam yang berdasarkan Al Qur'an dan As Sunnah sesuai dengan pemahaman salafus shalih dengan mendukung pembangunan SDIT YaaBunayya Yogyakarta http://bit.ly/YaaBunayya  

In this article

Join the Conversation

Shares