Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Tsalatsatul Ushul (9) : Yang Mempersembahkan Ibadah Untuk Selain Allah, Ia Musyrik Dan Kafir

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
29 April 2016
di Akidah
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Kesimpulan Dalil
  • Penjelasan Dalil
  • Faedah Besar

Barangsiapa yang mempersembahkan salah satu saja dari semua macam ibadah untuk selain Allah, maka ia adalah musyrik dan kafir. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala berikut ini.

وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ

“Dan barangsiapa menyembah sesembahan yang lain di samping (menyembah) Allah, padahal tidak ada satu dalilpun baginya tentang itu, maka benar-benar balasannya ada pada Tuhannya. Sungguh tiada beruntung orang-orang kafir itu” (QS. Al-Mu`minun: 117).

Kesimpulan Dalil

Barangsiapa yang mempersembahkan ibadah untuk selain Allah, maka ia adalah musyrik dan kafir.

Penjelasan Dalil

Di awal ayat tersebut, Allah Ta’ala sebutkan tentang orang-orang yang menyembah sesembahan lain di samping (menyembah) Allah, kemudian di akhir ayat, Allah sebutkan akibat dari perbuatan mereka, yaitu:

  1. Ditiadakan Al-Falah (keberuntungan) secara totalitas, hal itu disimpulkan dari mashdar nakirah dalam konteks peniadaan yang terkandung dalam لَا يُفْلِحُ lā yufliḥu ‘tiada beruntung’ yang menunjukkan bahwa seluruh keberuntungan ditiadakan akibat dari penyembahan kepada selain Allah. Peniadaan kebruntungan tersebut diperuntukkan bagi orang kafir. Mereka di akhirat, tidak mendapatkan keberuntungan sama sekali, sehingga masuk kedalam neraka kekal selama-lamanya.
  2. Allah menamakan orang-orang yang menyembah sesembahan lain di samping (menyembah) Allah sebagai orang-orang yang kafir (al-kafirin). Ini menunjukkan bahwa perbuatan mereka tersebut adalah perbuatan kekafiran (kufur akbar) sekaligus merupakan kesyirikan (syirik akbar), karena telah mempersembahkan ibadah untuk selain Allah disamping untuk Allah. Dengan demikian, benarlah apa yang dikatakan oleh sang penulis kitab Tsalatsatul Ushul ,Syaikh Muhammad At-Tamimi rahimahullahu di atas, “Barangsiapa yang mempersembahkan ibadah tersebut untuk selain Allah, maka ia adalah musyrik dan kafir.”

Faedah Besar

Dalam ayat tersebut, Allah Ta’ala berfirman,

وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ…

“Dan barangsiapa menyembah sesembahan yang lain di samping (menyembah) Allah, padahal tidak ada satu dalilpun baginya tentang itu…”

Dalam ayat ini, Allah menjelaskan kekejian syirik dan kejamnya pelaku kesyirikan (musyrikin) dengan menyatakan bahwa kesyirikan, apapun bentuknya, pasti tidaklah memiliki pembenaran dan dalil, baik dalil syar’i maupun dalil akal sehat.

Namun, kenyataannya, masih saja ada orang-orang yang menyekutukan Allah dalam peribadatan. Hal itu dikarenakan mereka mengikuti hawa nafsu atau godaan setan. Padahal seandainya mereka mau memperhatikan dalil-dalil dalam Al-Qur`an maupun As-Sunnah yang shahihah, tanpa perlu mengkaji terlalu dalam, asalkan didasari hati yang bersih, maka akan jelas bahwa mentauhidkan Allah adalah wajib dan berbuat syirik adalah haram.

***

Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah

Artikel Muslim.or.id

[serialposts]

ShareTweetPin
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Allah Mengganti yang Hilang

oleh Fauzan Hidayat
14 Juli 2026
0

Kehilangan adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup manusia. Tidak ada yang benar-benar siap apabila diuji dengan musibah kehilangan...

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Artikel Selanjutnya

Bagaimana Sikap Kita Terhadap Hizbiyyah?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 8   +   2   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah