Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Kaum Gay, Inilah Wahyu Allah Ta’ala Tentang Anda

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
8 Februari 2016
di Al-Qur'an
dalil tentang gay
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Inilah dalil dari Wahyu Allah tentang status pelaku sodomi yang dilakukan oleh kaum gay!
    • 1. Perbuatan yang sangat hina dan menjijikkan!
    • 2. Perbuatan yang melampui batas!
    • 3. Pelaku kriminal!
    • 4. Kaum perusak dan orang yang zhalim
    • 5. Pelaku sodomi itu dilaknat
    • 6. Pelaku sodomi dan pasangannya itu dihukum mati
    • 7. Bertaubatlah! Janganlah Anda tenggelam dalam kemabukan cinta yang menjijikkan
    • 8. Allah pernah menyiksa pelaku sodomi dengan siksaan yang sangat mengerikan
  • Kesimpulan

Bismillah, wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du:

Gay adalah istilah untuk aktifitas seksual yang dilakukan antara laki-laki dengan laki-laki [1. Fatwa MUI no. 57 thn. 2014 tentang lesbian, gay, sodomi dan pencabulan].

Salah satu aktifitas utama kaum gay dalam menyalurkan hasrat seksual mereka adalah sodomi (liwath), yang secara istilah Syar’i definisinya adalah memasukkan kepala dzakar /penis kedalam dubur pria lainnya [2. fatwa.islamweb.net]. Nah, perbuatan kaum gay jenis inilah yang menjadi pembahasan utama artikel kali ini.

Perbuatan sodomi (liwath) tersebut adalah perbuatan yang diharamkan berdasarkan Al Qur’an, As Sunnah dan Al-Ijma’.

Allah Ta’ala telah mengharamkan perbuatan sodomi ini di dalam Al Qur’an dan As-Sunnah, oleh karena itulah, para ulama bersepakat (Al-Ijma’) atas keharaman sodomi ini, sebagaimana hal ini disebutkan oleh Ibnu Qudamah rahimahullah :

أجمع أهل العلم على تحريم اللواط ، وقد ذمه الله تعالى في كتابه ، وعاب من فعله ، وذمه رسول الله صلى الله عليه وسلم

“Ulama bersepakat atas keharaman sodomi (liwath). Allah Ta’ala telah mencelanya dalam Kitab-Nya dan mencela pelakunya, demikian pula Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau mencelanya”[3. Al-Mughni 9/59].

Adapun dalil dari wahyu Allah, baik dalam Al Qur’an maupun As-Sunnah tentang perbuatan sodomi yang dilakukan oleh kaum gay tersebut, maka penyusun sebutkan di tengah-tengah penjelasan di bawah ini.

[lwptoc]

Inilah dalil dari Wahyu Allah tentang status pelaku sodomi yang dilakukan oleh kaum gay!

1. Perbuatan yang sangat hina dan menjijikkan!

Dalil tentang gay yang pertama adalah Firman Allah dibawah ini.

Allah Ta’ala berfirman :

{وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ}

Dan (Kami juga telah mengutus Nabi) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kalian mengerjakan perbuatan yang sangat hina itu, yang belum pernah dilakukan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelum kalian?” [Al-A’raaf: 80].

Dalam ayat yang agung ini, Allah Ta’ala menyebutkan bahwa perbuatan sodomi antar sesama pria, yang dilakukan oleh kaum Nabi Luth ‘alaihis salam, merupakan perbuatan fahisyah.

Sedangkan fahisyah adalah suatu perbuatan yang sangat hina dan mencakup berbagai macam kehinaan serta kerendahan.

Hal ini sebagaimana penafsiran ahli tafsir, Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di rahimahullah, ketika beliau menjelaskan fahisyah dalam ayat ini,

الخصلة التي بلغت – في العظم والشناعة – إلى أن استغرقت أنواع الفحش

“Perbuatan yang sampai pada tingkatan mencakup berbagai macam kehinaan, jika ditinjau dari sisi besarnya dosa dan kehinaannya!”. [Tafsir As-Sa’di]

Dan firman Allah Ta’ala :

{مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ}

“…yang belum pernah dilakukan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelum kalian?” [Al-A’raaf: 80].

Maksudnya : bahwa perbuatan sodomi yang telah dilakukan kaum Nabi Luth ‘alaihis salam tersebut, belumlah pernah dilakukan oleh seorangpun sebelum mereka.

Hal ini disebabkan sodomi itu adalah perbuatan menyelisihi fitroh yang sangat menjijikkan, karena seorang laki-laki mensetubuhi dubur laki-laki lain, sedangkan di dalam dubur itu adalah tempat kotoran besar yang bau, kotor, jorok lagi menjijikkan! Sehingga pantaslah fitrah yang lurus pastilah menolaknya!

Baca Juga: Metode Terapi Penyakit Suka Sesama Jenis

2. Perbuatan yang melampui batas!

Dalil tentang gay yang kedua adalah sebagai berikut.

Allah Ta’ala berfirman :

{إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ}

Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kalian ini adalah kaum yang melampaui batas. [Al-A’raaf: 81].

Pakar ilmu tafsir, Al-Baghawi rahimahullah, menjelaskan makna “musyrifiin (melampui batas)” dalam ayat ini,

مجاوزون الحلال إلى الحرام

“Melampui batasan yang halal (beralih) kepada perkara yang haram”. [Tafsir Al-Baghawi].

Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di rahimahullah berkata :

متجاوزون لما حده اللّه متجرئون على محارمه

“Melampui batasan yang telah Allah tetapkan lagi berani melanggar larangan-Nya yang haram dikerjakan”. [Tafsir As-Sa’di].

3. Pelaku kriminal!

Allah Ta’ala berfirman :

{وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا ۖ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ}

Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kriminal itu. [Al-A’raaf: 80].

Dalam ayat di atas, Allah Ta’ala sebut kaum Nabi Luth ‘alaihis salam yang melakukan perbuatan sodomi tersebut dengan sebutan “para pelaku kriminal”!

Dengan demikian, mereka ini sesungguhnya layak untuk disebut “penjahat seksual”, karena telah melakukan kejahatan (kriminal) dalam menyalurkan hasrat seksual mereka ditempat yang terlarang.

4. Kaum perusak dan orang yang zhalim

Allah Ta’ala berfirman dalam QS. Al-‘Ankabuut:

{قَالَ رَبِّ انْصُرْنِي عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِينَ}

(30) (Nabi) Luth berdoa: “Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan adzab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu”.

{وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا إِبْرَاهِيمَ بِالْبُشْرَىٰ قَالُوا إِنَّا مُهْلِكُو أَهْلِ هَٰذِهِ الْقَرْيَةِ ۖ إِنَّ أَهْلَهَا كَانُوا ظَالِمِينَ}

(31) Dan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk negeri (Sodom) ini; sesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zhalim“.

Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di rahimahullah berkata :

فأيس منهم نبيهم، وعلم استحقاقهم العذاب، وجزع من شدة تكذيبهم له، فدعا عليهم و { قَالَ رَبِّ انْصُرْنِي عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِينَ } فاستجاب اللّه دعاءه.

“Maka Nabi mereka (Luth) putus asa terhadap (taubatnya) mereka, sedangkan beliaupun mengetahui bahwa kaumnya memang layak mendapatkan adzab dan beliau mengeluh (kepada Rabbnya) akan sikap mereka yang mendustakan diri beliau. Lalu beliaupun “Berdoa: “Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan adzab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu”, maka Allahpun mengabulkan do’a beliau”

5. Pelaku sodomi itu dilaknat

Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad (2915) dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

( لَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ ، لَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ ، ثَلاثًا )

“Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Nabi Luth. Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Nabi Luth, beliau sampaikan sampai tiga kali ”. [Dihasankan Syaikh Syu’aib Al-Arna`uth].

Seseorang yang dilaknat oleh Allah, berarti dimurkai oleh-Nya, dan dijauhkan dari rahmat-Nya.

Baca Juga: Membenarkan LGBT Karena Alasan Takdir?

6. Pelaku sodomi dan pasangannya itu dihukum mati

Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

( مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ )

“ Barangsiapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Nabi Luth, maka bunuhlah pelaku dan pasangannya” [HR Tirmidzi dan yang lainnya, dishahihkan Syaikh Al-Albani]

7. Bertaubatlah! Janganlah Anda tenggelam dalam kemabukan cinta yang menjijikkan

Allah Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Hijr: 72, tentang demikian mabuknya kaum Nabi Luth ‘alaihis salam dalam kecintaan terhadap sodomi,

{لَعَمْرُكَ إِنَّهُمْ لَفِي سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُونَ}

(72) (Allah berfirman): “Demi hidupmu (Nabi Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (dalam kecintaan terhadap sodomi)”.

Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di rahimahullah berkata :

وهذه السكرة هي سكرة محبة الفاحشة التي لا يبالون معها بعذل ولا لوم

“Kemabukan ini adalah kemabukan cinta terhadap perbuatan yang sangat hina itu, yang seiiring dengan tidak menggubris (tidak malu) terhadap cercaan dan celaan”.

Sangat pantas kaum gay di zaman Nabi Luth ‘alaihis salam tidak mempan peringatan, karena mereka sudah ‘tebal muka’ dan sirna rasa malu dari melakukan perbuatan yang menjijikkan tersebut, sehingga tidak tersisa bagi mereka kecuali datangnya siksa yang keras! Apakah siksa untuk mereka itu?

8. Allah pernah menyiksa pelaku sodomi dengan siksaan yang sangat mengerikan

Dalam QS. Al-Hijr: 73-76, Allah Ta’ala mengkabarkan tentang adzab yang ditimpakan kepada kaum Nabi Luth ‘alaihis salam , yaitu berupa siksaan yang sangat mengerikan,

{فَأَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ مُشْرِقِينَ}

(73) Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit.

{فَجَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ}

(74) Maka Kami jadikan bagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras.

{إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِلْمُتَوَسِّمِينَ }

(75) Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda.

Kaum gay ! Itulah akibat yang dirasakan oleh kaum yang tidak menaati Nabi mereka, telah sampai kepada mereka peringatan darinya, namun mereka enggan bertaubat dari kemaksiatan mereka tersebut.

Janganlah Anda -wahai kaum gay- mengikuti jejak kaum Nabi Luth ‘alaihis salam tersebut!

Kesimpulan

Sodomi (liwath) adalah salah satu bentuk kriminal yang paling berat dan termasuk dosa yang paling menjijikkan serta salah satu dosa besar, sehingga Allah pun menyiksa pelakunya dengan siksaan yang tidak ditimpakan kepada umat manapun!

Sodomi (liwath) merupakan penyakit yang menyimpang dari fitroh yang lurus, menunjukkan ketidakberesan akal pelakunya, lemahnya keimanannya dan dimurkai oleh Rabbul ‘alamin!

Semoga dalil tentang gay ini bisa menjadi peringatan untuk kita semua.

Nas`alullahas salamah wal ‘afiyah… Amiin.

Baca Juga: Solusi Bagi Yang Tertimpa Penyakit LGBT

—

Penulis: Ustadz Sa’id Abu Ukasyah

Artikel Muslim.or.id

Tags: tafsir
ShareTweetPin2
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Tafsir Surah An-Nazi’at (Bag. 4): Kokohnya Langit dan Bumi Sebagai Tanda Adanya Kiamat

oleh Dany Indra Permana, S.Si., M.H.
8 Juni 2026
0

Pada perenungan ayat-ayat dalam surah An-Naziat sebelumnya, Allah menceritakan kisah Nabi Musa dan Fir'aun serta bagaimana hasil akhir dari perbuatan...

Sepuluh Wasiat Agung dari Surah Al-An’am (Bag. 2)

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
27 Mei 2026
0

Wasiat keenam, menjaga harta anak yatim Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan wasiat yang keenam, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,...

Sepuluh Wasiat Agung dari Surah Al-An’am (Bag. 1)

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
22 Mei 2026
0

Di antara ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang sangat agung yang terdapat di dalam Al-Qur’an adalah sepuluh wasiat Allah di...

Artikel Selanjutnya

Derajat Hadits Shalat Tasbih

Komentar 17

  1. Rama says:
    7 tahun yang lalu

    {وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا ۖ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ}
    Itu ayat ke84 coba cek lg artikelnya

    Balas
  2. Tuti Astuti says:
    7 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum.
    Ijin share, ya, artikel tentang sodomi.
    Terima kasih

    Balas
  3. Amelia Risqiana says:
    7 tahun yang lalu

    Assalamualaikum… ustadz mohon dijelaskan yang tentang lesbianya. Saya baca artikel ustad hanya gay nya saja. Terimakasih

    Balas
    • Tabarri says:
      7 tahun yang lalu

      Ok lalu bgmana dengan lesbian? Mereka secara definitif tergolong gay tapi dalam aktifitas seksual mereka tidak ada sodomi. Lalu bgmana pula jika pasangan gay pria saling mencintai, menjalani hubungan, tapi tidak melakukan aktivitas sodomi? Apakah hubungan mereka tidak dilarang?

      Balas
      • Umar Farhad says:
        4 tahun yang lalu

        Bismillah.
        Lesbian juga dilarang dan haram hukumnya

        Balas
    • Rama says:
      3 tahun yang lalu

      untuk gender disforia skrang kan ada terapi hormon, klo masalah orientasi seksual hubnya sama hasrat nafsu, dll. Sepertinya bnyak cara untuk sembuh dan toubat sama sprti pelaku dgn orientasi seksual normal yg melakukan zinah dll bnyak cara dan waktu unt bertaubat yg jdi pertanyaan mau atau tidak? pilihan ditangan sndiri. Jadi klo malah balik melempar pertanyaan sprti” apa salah terlahir sprtini?” ya jelas salah silahkan berubah jika msih diberi kesempatan. Cuma konteksnta disini fokus ke lgbt yg adzab dunia maupun akhiratnya lbih parah dibanding kaum lain kalau menurut pembahasan diatas

      Balas
  4. Ahmad says:
    7 tahun yang lalu

    Lalu bgmn jika perasaan atau hasrat nya tertarik pada sesama jenis nya, sementara gay/lesbi merupkn kelainan sejak lahir??

    Balas
    • Yulian Purnama, S.Kom. says:
      6 tahun yang lalu

      Tidak ada gay bawaan lahir, itu karena faktor didikan dan lingkungan

      Balas
      • Hamba Allah says:
        6 tahun yang lalu

        Selama saya hidup, tidak ada orang tua yg saya lihat mendidik anaknya menjadi gay/lesbian? Lalu didikan dan lingkungan yg dimaksud seperti apa?

        Jika ada seseorang merasa gay dari lahir dan sudah memiliki ketertarikan pada sesama jenis sejak masih kecil. Lalu yang salah siapa?

        Bagaimana anda bisa bicara kalau tidak ada orang yg terlahir gay/lesbian sementara anda sendiri tidak merasakan bagaimana rasanya terlahir menjadi gay/lesbian?

        Balas
    • Ruben says:
      6 tahun yang lalu

      Emang ada gen “Gay” atau “Lesbi” ? Emang waktu lahirin, “Dokter : Selamat Pak, Bu, kalian memiliki bayi gay/bayi lesbian dengan berat 3kg.” ???

      Balas
      • iqa says:
        6 tahun yang lalu

        oh, emang ada gen “normal” atau “heterosexual” ya? emang waktu ngelahirin dokter bilang “selamat ya pak, bu. anak kalian positif hetero sexual” lol

        Balas
        • 小养 says:
          6 tahun yang lalu

          Semua manusia dari lahir itu kan memang normal, suci. Kemudian jika dia udah mulai ganti haluan itu wah, bahaya. Allah menciptakan makhluk-Nya dengan berpasang-pasangan, yaitu laki-laki dengan perempuan. Tapi? Mereka malah ingkar dan tidak berpegang teguh dengan firman Allah, na’udzubillah. Life is a choice, kamu mau pilih taat atau membangkang itu memang pilihanmu. Tapi mengingatkan sesama itu sudah kewajiban kita umat muslim. Tolong koreksi kalo ada kekeliruan

          Balas
      • Irfan says:
        6 tahun yang lalu

        Gay/Lesbi itu adalah orientasi seksual. Sedangkan yang kita dapati saat lahr jenis kelamin, keduanya adalah hal yang berbeda.

        Balas
    • Cindey says:
      4 tahun yang lalu

      Allah menguji manusia berbeda2 Allah perintahkan untuk tidak mengikuti hasrat itu..Allah menyuruh bersabar say .bersabar untuk tidak mengikuti hasrat menyimpang itu..bersabar…diam…dan menunggu hadiah dr Allah yaitu kesembuhan dr allah

      Balas
  5. Rafidah says:
    6 tahun yang lalu

    Izin copast ya di salah satu dalil

    Balas
  6. Karunia says:
    4 tahun yang lalu

    Lalu bgmn baik’y sikap ortu yg mengetahui ttg prilaku anak yg menyimpang itu…nasehat demi nasehat sdh..doa mau pidoa jg sdh,tpi tetap aj TDK merubah prilaku anak trsebut..mohon pencerahan’y..

    Balas
  7. Risman says:
    4 tahun yang lalu

    Apakah lgbt dan sejenisnya harus di sholatkan. Dan klu di sholatkan apakah di golongkan laki laki atau wanita

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 3   +   9   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah