Misteri Pohon Angker – Muslim.Or.Id – Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

Misteri Pohon Angker

Di masyarakat kita seringkali ada yang dikenal sebagai pohon angker. Memang pohon yang demikian biasanya terlihat besar dan menakutkan. Konon katanya ada penunggunya

3417

Pohonangker Misteri Gangguan Jin Penunggu Jin Penunggu Pohon Jin Bisa Memberi Mudharat Adakah Tempat Angker Menurut Salaf

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, ashalatu was salamu ‘ala asyrafil anbiya-i wal mursalin, Nabiyyina Muhammadin wa aalihi wa shahbihi wa man tabi’ahum bi ihsanin ilaa yaumiddin, wa ba’du,

Fenomena pohon angker

Di masyarakat kita seringkali ada yang dikenal sebagai pohon angker. Memang pohon yang demikian biasanya terlihat besar dan menakutkan. Angker terasa. Konon katanya ada penunggunya.

Tapi pembaca sekalian, kita mesti memandang segala sesuatunya dari pandangan syariat dan akal sehat. Coba kita lihat pohon. Dia benda mati, dia benda yang tidak bisa memberikan manfaat dan mudharat bukan? Ia ditumbuhkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ia juga tumbuh dengan izin dari Allah. Ketika ada yang menebang pohon tersebut apakah pohon tadi bisa membela dirinya? Tidak. Dan apakah pohon tersebut bisa menyelamatkan orang dari marabahaya? Jawabnya juga tidak. Kalau begitu buat apa dikatakan pohon tersebut angker?

Ada yang berkata, konon ada yang orang yang pernah lewat pohon tersebut lalu kemudian sakit. Subhaanallah! Bukankah yang kuasa memberikan penyakit, manfaat dan juga mudharat adalah hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala? Nabi Ibrahim berkata: “jika aku sakit maka Allah lah yang menyembuhkan” (QS. Asy Syu’ara: 80). Allah Ta’ala juga berfirman (yang artinya): “Katakanlah, aku tidak memiliki atas diriku manfaat atau mudharat kecuali yang telah Allah kehendaki” (QS. Al A’raf: 188). Allah Ta’ala juga berfirman (yang artinya): “Apabila engkau ditimpa dhurr (mudharat) maka tidak ada yang bisa menghilangkannya kecuali Allah” (QS. Al An’am: 17). Maka pohon tidak bisa memberikan manfaat dan mudharat. Demikian pula jin pun tidak bisa memberikan mudharat kecuali dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Pohon angker, keyakinan kaum Jahiliyah

Ketahuilah saudaraku, bahwasanya disebutkan dalam sebuah hadits Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, bahwa Nabi pernah melewati suatu kaum yang menggantungkan pedang dan senjata mereka di sebuah pohon yang disebut dengan Dzatu Anwath. Dan pada waktu itu Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersama pasukannya menuju Hunain, dan di antara mereka ada yang masih baru masuk Islam. Ketika mereka melihat orang-orang yang sedang beri’tikaf di pohon tersebut, ngalap berkah, mereka berkata, “wahai Rasulullah, jadikan untuk kami pohon Dzatu Anwath sebagaimana mereka punya pohon Dzatu Anwath”. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Allahu Akbar! Ini adalah sunnah orang-orang sebelum kalian. Kalian telah mengucapkan perkataan yang diucapkan Bani Israil kepada Nabi Musa ‘alaihissalam” (HR. At Tirmidzi no.2108, ia berkata: “hasan shahih”). Yaitu ketika Nabi Musa melewati suatu kaum yang menyembang patung sapi, kaum Nabi Musa mengatakan, “jadikanlah sesembahan bagi kami sebagaimana mereka memiliki sesembahan” (QS. Al A’raf: 138). Di sini Rasulullah memberikan suatu analogi, yaitu orang yang ngalap berkah kepada suatu pohon padahal pohon tidak bisa memberikan keberkahan, memberikan manfaat dan menolak mudharat, berarti ia telah menjadikan pohon tersebut sebagai ilaah (sesembahan) selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Setan menjerumuskan manusia dalam kesyirikan

Saudaraku, setan ingin sekali agar manusia jatuh dalam kesyirikan. Dengan berbagai macam cara setan berusaha agar manusia memiliki keyakinan-keyakinan yang berbau kesyirikan. Terkadang mereka mengatakan, “jika lewat pohon ini, kalau tidak meminta izin dan semacamnya biasanya nanti kesambet”. Tahukah anda bahwa para jin itu memang terkadang sengaja menyakiti manusia, tentunya dengan izin Allah, agar manusia menghormatinya. Manusia akhirnya mengikuti keinginannya. Lalu kemudian dibuatlah sesajen-sesajen untuk mereka para jin. Atau kemudian dipersembahkanlah sembelihan-sembelihan untuk para jin. Sehingga akhirnya manusia pun jatuh pada kesyirikan. Padahal Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Semoga Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala” (HR. Muslim no. 1978).

Saudaraku, kelak di hari kiamat, Allah akan mengumpulkan manusia dan jin. Lalu Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “di hari ketika mereka semua (jin dan manusia) dikumpulkan, (dikatakan kepada para jin) : ‘wahai para jin! Kalian telah banyak menyesatkan manusia’. Lalu berkatalah wali-wali mereka dari kalangan manusia: ‘Wahai Rabb kami, sebagian kami telah mendapat kesenangan dari sebagian lainnya‘” (QS. Al An’am: 128).

Subhaanallah! Para jin itu kelak akan ditanya oleh Allah dan akan dikatakan kepada mereka bahwa mereka telah banyak menyesatkan manusia. Ya, mereka para jin senantiasa berusaha agar manusia mendekatkan dirinya kepada para jin, dengan berbagai macam kesyirikan. Atau dengan menanamkan kepada manusia bahwa pohon itu dapat memberikan manfaat dan mudharat. Sehingga manusia takut akan keangkerannya, lalu apa yang terjadi? Akhirnya manusia diseret kepada kesyirikan. Dengan melakukan bentuk taqarrub seperti menyembelih kepada selain Allah Ta’ala.

Cara mencegah gangguan jin

Pembaca yang budiman, jika kita berpikir dengan akal yang waras, tentu kita akan meyakini pohon tidak memiliki daya upaya apapun, tidak bisa memberikan manfaat dan mudharat apapun. Apakah hanya karena Allah menciptakan ia begitu besar lantas kita lupa dan akal sehat kita pun hilang? Lalu menganggap pohon tersebut bisa memberikan manfaat dan mudharat? Tentu tidak saudaraku. Oleh karena itu Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mengajarkan kepada kita, apabila kita singgah di suatu tempat hendaknya kita berdoa. Kata beliau, “barangsiapa yang singgah di suatu tempat, lalu ia berdoa:

a’uudzu bikalimaatillaahit taammati min syarri maa kholaq’
(aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari keburukan apa yang Allah ciptakan)

maka ia tidak akan dibahayakan oleh apapun juga” (HR. Muslim no. 2708). Jadi inilah yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam! Bukan perkataan “permisi” atau meminta izin kepada penunggu pohon. Bukan demikian saudaraku!

Setan akan mengkhianati orang yang mempercayainya

Kelak di hari kiamat, para jin itu akan berlepas diri. Ketika Allah mengisahkan tentang perang Badar, ketika setan terus menggoda kaum Musyrikin untuk terus memerangi Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan pasukannya. Maka Allah mengabarkan, “Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), syaitan itu balik ke belakang seraya berkata: “Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu, sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah”” (QS. Al Anfal: 48). Itulah langkah setan, yaa ikhwatal Islam.

Maka dari itu saudaraku, tidak ada yang dapat memberikan manfaat dan mudharat kecuali Allah. Pohon tidak bisa memberikan manfaat dan mudharat. Jin tidak bisa memberikan manfaat dan mudharat. Kecuali dengan izin Allah. Maka tauhidkanlah Allah. Janganlah kita memiliki keyakinan yang tidak benar. Dengan meyakini bahwa suatu pohon itu angker sehingga bisa memberikan marabahaya kepada manusia. Dan itu adalah agamanya kaum musyrikin, bukan agama Islam sama sekali. Semoga kita diselamatkan dari kesyirikan. Semoga kita senantiasa diberikan hidayah oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk selalu mentauhidkannya. Dan agar hati kita dijauhkan dari was-was setan. Dan agar senantiasa kita meyakini bahwa yang dapat memberikan manfaat dan mudharat hanyalah Allah.

***
Penulis: Ust. Badrusalam Lc.

Diketik ulang dari Buletin Al Hikmah edisi 3-41


Dukung pendidikan Islam yang berdasarkan Al Qur'an dan As Sunnah sesuai dengan pemahaman salafus shalih dengan mendukung pembangunan SDIT YaaBunayya Yogyakarta http://bit.ly/YaaBunayya  
Print Friendly, PDF & Email

Benarkah Ada Jin Penunggu Pohon Brnarkah Ada Jin Penunggu Pohon Cara Menebang Pohon Angker Cara Menebang Pohon Yang Ada Penunggunya Dalam Islam Adakah Yang Namanya Tempat Angker Dan Penuggunya

In this article

Shares