Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Penjelasan Kasyfus Syubuhat (1) : Urgensi Kitab

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
15 Januari 2016
di Akidah
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Pentingnya Tauhid yang merupakan isi dari kitab Kasyfu Syubuhat
  • Menghilangkan Kerancuan Pemikiran termasuk dasar dari agama Islam
  • Apakah kitab Kasyfu Syubuhat itu?
  • Tak kenal maka tak sayang

Pentingnya Tauhid yang merupakan isi dari kitab Kasyfu Syubuhat

Tauhidullah, yaitu mengesakan Allah dalam nama, sifat, dan perbuatan-Nya serta mengesakan-Nya dalam peribadatan seorang hamba, ini adalah inti ajaran agama Islam. Allah tidaklah menerima agama apapun kecuali agama Islam, Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” (QS. Ali ‘Imraan: 85).

Islam adalah agama tauhid. Allah Ta’ala telah mengutus para Rasul-Nya dengan membawa agama tauhid ini. Hal ini sesuai dengan apa yang diberitakan oleh Allah dalam ayat berikut.

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ ۚ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ

“Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut (sesembahan selain Allah) itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kalian dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)”(QS. An-Nahl: 36).

Oleh karena itu, dahulu setiap Rasul ‘alaihish shalatu was salam menyerukan kepada umatnya untuk mentauhidkan Allah Ta’ala, dari mulai utusan Allah yang pertama, Nuh ‘alaihis salam –sebagaimana yang disebutkan dalam QS. Al-A’raaf: 59– sampai utusan Allah yang terakhir, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana yang disebutkan dalam QS. Al-A’raaf: 158.

Apalagi jika kita perhatikan dalam Kitabullah, Allah Ta’ala memerintahkan kita dalam banyak ayat untuk mentauhidkan-Nya, seperti dalam QS. Al-An’aam:162-163, Az-Zumar:11-14, 65-66 Al-Kautsar:1-2 , Al-Ikhlash:1, Ibraahiim: 35-36 dan dalam ayat yang lainnya.

Bahkan, utusan Allah yang paling mulia, Muhammad  shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan sosok paling sempurna tauhidnya itu, masih saja Allah memerintahkan beliau untuk mempelajari Tauhid, bagaimana lagi dengan kita?

Allah Ta’ala berfirman :

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ      

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan) yang berhak disembah selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan wanita” (QS. Muhammad: 19).

Oleh karena itu, setiap muslim wajib mempelajari Tauhid dan wajib mengetahui lawan Tauhid, yaitu syirik. Selain itu seorang muslim wajib mengamalkan Tauhid dan menghindari syirik.

Nah, kitab Kasyfu Syubuhat adalah kitab dalam masalah penetapan tauhid dan pengingkaran terhadap syirik dan penjelasan hakikat keduanya.

Menghilangkan Kerancuan Pemikiran termasuk dasar dari agama Islam

Sebuah prinsip besar dalam agama Allah, bahwa menghilangkan kerancuan pemikiran merupakan salah satu dari dasar agama Islam, karena Allah ‘Azza wa Jalla membantah kaum musyrikin dan menjelaskan kebatilan kerancuan pemikiran mereka di dalam Kitab-Nya, Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ يُحَاجُّونَ فِي اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مَا اسْتُجِيبَ لَهُ حُجَّتُهُمْ دَاحِضَةٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ

“Dan orang-orang yang membantah (agama) Allah (dengan batil) sesudah manusia menyambut (seruan) Allah, maka bantahan mereka itu tertolak, di sisi Tuhan mereka. Mereka mendapat kemurkaan (Allah) dan bagi mereka azab yang sangat keras”(QS. Asy-Syuuraa: 16).

Ayat yang mulia ini menunjukkan bahwa setiap orang yang membantah agama Allah dengan batil, dengan menebarkan kerancuan pemikiran kepada kaum muslimin, memang ia dikatakan memiliki alasan bagi kerancuan pemikiran yang ditebarkan tersebut, namun alasan itu batil dan tertolak.  Hal ini menunjukkan bahwa ada tuntutan untuk menghilangkan dan menolak kerancuan pemikiran yang ditebarkan musuh-musuh Islam tersebut. Dan menghilangkan kerancuan pemikiran musuh Islam merupakan kewajiban yang diemban oleh para ulama kita rahimahumullah. Kitab Kasyfu Syubuhat adalah kitab yang berisikan bantahan telak terhadap kesyirikan.

Apakah kitab Kasyfu Syubuhat itu?

Kasyfu Syubuhat, begitulah penulisnya memberi nama kitab yang legendaris dan monumental itu. Kitab yang tidak lebih dari 60 halaman itu, benar-benar menjadi suatu kitab yang mengikis habis akar-akar kesyirikan secara mendasar. Kitab tersebut sangat bermanfaat bagi terjaganya aqidah umat Islam dari kerusakan dan serangan pemikiran rancu.

Betapa tidak, menilik dari nama kitab ini saja, pembaca insyaallah akan segera paham bahwa materi kitab ini berkutat seputar “Kasyfu” (menyingkap) suatu “Syubuhat”(kesamaran dan kerancuan antara perkara yang benar dan salah), sehingga dalam kitab ini, sang penulis berusaha menjelaskan dengan gamblang mana keyakinan yang benar dan mana yang salah. Kitab tersebut juga memisahkan dengan jelas antara Tauhid dengan kesyirikan.

Dengan demikian, maksud sang penulis memberi nama kitab ini dengan nama Kasyfu Syubuhat adalah untuk menjelaskan bahwa alasan yang dipakai sebagai dalil oleh kaum musyrikin di zaman beliau guna melegitimasi kesyirikan mereka tidaklah layak disebut sebagai dalil yang sah, dikarenakan hal tersebut tidaklah benar.

Syaikh Bin Baz rahimahullah mengatakan, “Sang penulis menulis kitab Kasyfu Syubuhat untuk menyebutkan dan menjelaskan berbagai macam pemikiran rancu beserta koreksinya dan menjelaskan bahwa pemikiran rancu, bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan kesalahan pemikiran rancu-pemikiran rancu tersebut. Demikian pula Al-Qur’an telah  menjelaskan kebatilannya juga.”  

Oleh karena itu, dengan taufik dari Allah, diharapkan kaum muslimin ketika mempelajari kitab ini dengan baik, tidaklah tertipu dengan penampilan kebatilan yang nampak seolah-olah sebagai sebuah kebenaran, akibat telah dicampuri dengan racun-racun pemikiran rancu. Sehingga selanjutnya, kaum muslimin diharapkan mampu membedakan antara Tauhid dengan syirik dengan jelas dan mampu melihat suatu kesyirikan sebagai sebuah kebatilan dan Tauhid sebagai sebuah kebenaran. Serta tidak terkecoh dan terjerumus kedalam sikap memutarbalikkan hakikat, yaitu dengan meyakini kesyirikan sebagai Tauhid.

Bahkan lebih menarik lagi, ternyata pemikiran rancu yang dibantah dalam kitab ini adalah pemikiran rancu-pemikiran rancu tentang kesyirikan yang banyak tersebar di tengah masyarakat, dari dulu sampai sekarang. Sehingga pantaslah jika setiap Ahli Tauhid, dari masa ke masa, yang mendambakan keselamatan tauhidnya dari kesyirikan, merasa sangat membutuhkan kitab yang satu ini. Maka tidak heran, jika kitab ini banyak dikaji di markas-markas penuntut ilmu Syar’i dan di majelis-majelis para ulama yang tersebar di berbagai belahan dunia.

Tak kenal maka tak sayang

Untuk lebih mengenal dengan dekat tentang kitab Kasyfu Syubuhat ini, maka penyusun berusaha mengulas beberapa karakteristik ilmiah dalam kitab ini, dengan susunan sebagai berikut:

  1. Penulis kitab ini
  2. Karya Ilmiah Sang Penulis
  3. Keistimewaan kitab ini
  4. Tata cara mempelajari disiplin ilmu tauhid dan kaitannya dengan isi kitab ini
  5. Kandungan kitab ini

***

(bersambung)

Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah

Artikel Muslim.or.id

[serialposts]

ShareTweetPin
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Allah Mengganti yang Hilang

oleh Fauzan Hidayat
14 Juli 2026
0

Kehilangan adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup manusia. Tidak ada yang benar-benar siap apabila diuji dengan musibah kehilangan...

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Artikel Selanjutnya

Penjelasan Kasyfus Syubuhat (2) : Pengenalan Dan Keistimewaan Kitab

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 1   +   5   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah