Fatwa Ulama: Setelah Taubat, Bagaimana Dengan Hartanya Yang Haram?

Fatwa Ulama: Setelah Taubat, Bagaimana Dengan Hartanya Yang Haram?

Soal:

Saya memiliki harta yang haram, namun saya sudah bertaubat kepada Allah. Lalu apa yang mesti saya lakukan terhadap harta saya yang haram tersebut?

Syaikh Abdul Karim Al Khudhair menjawab:

من تاب تاب الله عليه، والتوبة تهدم ما كان قبلها، وعليه أن يتخلص من هذا المال الحرام إذا كان له أصحاب إذا كان مسروقًا أو مغصوبًا يرده على أصحابه، وإذا كان بسبب عقود ومعاوضات وعقود محرمة فيتخلص منه ويتصرف فيه بنية التخلص، لا بنية التقرب إلى الله -جل وعلا-؛ لأن الله طيب لا يقبل إلا طيبًا.

Barangsiapa yang bertaubat kepada Allah, Allah akan menerima taubatnya. Dan taubat itu menghapus dosa-dosa yang sebelumnya ia lakukan. Dan ia wajib melepaskan diri dari semua harta haram yang ada padanya jika memang itu milik orang lain. Jika harta tersebut hasil mencuri atau merampok maka wajib dikembalikan kepada pemiliknya.

Jika harta haram tersebut berasal dari transaksi yang haram maka wajib melepaskan diri dari harta tersebut dan menyalurkannya kepada pihak lain dengan niat melepaskan diri darinya tidak boleh dengan niat taqarrub*) kepada Allah Jalla wa ‘Ala. Karena Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik.

***

*) Maksudnya jika disalurkan kepada orang miskin, maka niatnya semata-mata ingin melepaskan diri dari harta tersebut, tidak boleh dengan niat sedekah.

___

Sumber: http://ar.islamway.net/fatwa/66827

Penerjemah: Yulian Purnama

Artikel Muslim.or.id

🔍 Wanita Muslima, Yajuj Majuj Dalam Alquran, Asal Usul Jin, Tata Cara Shalat Sunnah Fajar, Kaedah

About Author

Yulian Purnama, S.Kom.

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Ilmu Komputer UGM, kontributor web Muslim.or.id dan Muslimah.or.id

View all posts by Yulian Purnama, S.Kom. »

2 Comments

  1. Bagaimana dengan harta hasil pesugihan? Hartanya, termasuk yang sudah masuk ke perut, harus diapakan?

Leave a Reply

Mau Aliran Pahala Tanpa Putus?

donasi muslim.or.id

Donasi Sekarang