Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Penjelasan Kitab Tauhid: Tentang Jimat Gelang (7)

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
11 September 2015
di Akidah
al_quran_langgam_jawa

al_quran_langgam_jawa

Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Dalil Kelima (Dalil Terakhir)
    • Surat Yusuf : 106

Dalil Kelima (Dalil Terakhir)

Surat Yusuf : 106

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Hudzaifah bahwa ia melihat seorang laki-laki. Di tangannya ada benang untuk mengobati dan menangkal sakit panas, maka dia putuskan benang itu seraya membaca firman Allah Ta’ala:

وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلَّا وَهُمْ مُشْرِكُونَ

“Dan sebahagian besar dari mereka tidaklah beriman kepada Allah melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan selain-Nya)” (QS. Yusuf: 106).

Penjelasan:

Makna ayat ini adalah sebahagian besar dari orang-orang musyrik tidak beriman kepada Allah dalam hal Rububiyyah-Nya melainkan dalam keadaan menyekutukan Allah dengan sembahan-sembahan selain-Nya dalam hal Uluhiyyah.

Dengan demikian, ciri khas orang-orang musyrik yang disebutkan dalam ayat ini adalah

  1. Mereka beriman kepada Allah dalam hal Rububiyyah.
  2. Sayangnya, mereka menyekutukan Allah dengan sembahan-sembahan selain-Nya dalam hal Uluhiyyah.

Itulah yang dimaksud dalam ayat ini, bahwa tidaklah mereka beriman kecuali mereka berbuat syirik. Mereka beriman dalam satu hal, namun mereka berbuat syirik dalam hal yang lain, beriman tentang Rububiyyah Allah, namun syirik dalam Uluhiyyah-Nya dengan beribadah kepada selain-Nya.

Faedah ilmiyyah

Dalam ayat ini, Allah Ta’ala memberi penjelasan dalam rangka membantah kesyirikan kaum musyrikin dengan menyebutkan keimanan mereka dalam Rububiyyah-Nya. Seharusnya mereka mengesakan Allah Ta’ala dalam Uluhiyyah-Nya, dalam seluruh peribadatan yang mereka lakukan, karena mereka telah beriman kepada Allah Ta’ala dalam hal Rububiyyah-Nya.

Ini mengingatkan kita kepada sebuah kaedah besar dalam Tauhid, yaitu:

توحيدالربوبية مستلزم لتوحيد الألوهية

“Mengesakan Allah dalam Rububiyyah-Nya mengharuskan mengesakan-Nya dalam Uluhiyyah-Nya”

Siapa yang meyakini keesaan Allah dalam Rububiyyah-Nya, yaitu meyakini bahwa Allah itu Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam menciptakan makhluk, mengaturnya, memberi rezeki, memberi manfaat, menimpakan keburukan, menghidupkan, mematikannya, dan lainnya yang menjadi kekhususan Allah, maka keyakinan tersebut mengharuskannya mempertuhankan-Nya dalam beribadah, mengesakan, dan mentauhidkan-Nya dalam segala bentuk peribadatan. Karena hanya Dzat yang mampu menciptakan makhluk, mengatur, memberi rezeki, dan melakukan kekhususan lainya dari makna-makna Rububiyyah itu sajalah yang pantas dan wajib disembah. Selain-Nya tidak boleh dan tidak pantas disembah.

Alasan pendalilan:

Ayat ini sesungguhnya adalah ayat yang terkait dengan syirik akbar yang dilakukan oleh orang-orang musyrik, namun penulis bawakan dalam bab tentang terlarangnya syirik kecil berupa memakai jimat. Hal ini menunjukkan bahwa ayat ini memang bisa menjadi dalil untuk mengingkari perbuatan memakai jimat. Demikian karena perbuatan memakai jimat mengandung unsur kesyirikan.

(Bersambung, in sya Allah).

***

Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah

Artikel Muslim.or.id

[serialposts]

ShareTweetPin
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Allah Mengganti yang Hilang

oleh Fauzan Hidayat
14 Juli 2026
0

Kehilangan adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup manusia. Tidak ada yang benar-benar siap apabila diuji dengan musibah kehilangan...

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Artikel Selanjutnya

Penjelasan Kitab Tauhid: Tentang Jimat Gelang (8)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 1   +   8   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah