Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Hukum Membatalkan Niat Mengganti Hutang Puasa

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
4 Agustus 2015
di Fikih
Bolehkah Puasa 'Asyura Satu Hari
Share on FacebookShare on Twitter

Alhamdulillah, kaum muslimin sudah menyelesaikan dua peribadatan besar yang merupakan syi’ar kaum muslimin, yaitu:

  1. Ibadah puasa di bulan Ramadhan, semoga Allah menerima ibadah puasa kaum muslimin dan muslimat semuanya, aamiin.
  2. Shalat Idul Fithri, seiring dengan masuknya bulan Syawal.

Bulan Syawal adalah bulan di mana kaum muslimin bergembira merayakan hari raya Idul Fithri. Bulan ini juga merupakan bulan awal untuk mengganti hutang puasa bagi yang memiliki hutang puasa Ramadhan. Dalam beberapa kondisi, ada beberapa orang yang berniat mengganti hutang puasa Ramadhan, namun sebelum terbit fajar, mendadak teringat bahwa hari itu ada aktifitas berat yang tidak bisa ditinggalkan, padahal ia ingin membatalkan niatnya. Apakah boleh membatalkan niat puasa pengganti tersebut? Bagaimana jika niat tersebut dibatalkan setelah fajar. Berikut ini penulis terjemahkan fatwa Islam Web tentang hal tersebut, silahkan disimak.

السؤال

نويت بعد صلاة العشاء صيام قضاء رمضان، ثم تراجعت قبل أذان الفجر بساعتين، وقررت أن أصومه في يوم آخر، فما الحكم في ذلك؟

Pertanyaan:

Setelah shalat Isya`, saya berniat mengganti hutang puasa Ramadhan, kemudian saya membatalkan niat tersebut, dua jam sebelum adzan Subuh dan saya memutuskan untuk membayar hutang puasa tersebut di hari yang lain. Bagaimanakah hukumnya?

الإجابــة

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله، وصحبه، أما بعد: فلا حرج عليك في التراجع عن نية قضاء الصوم قبل الفجر؛ لأنك لم تدخل في وقت الصوم بعد، والذي لا يجوز هو التراجع بعد طلوع الفجر، وانظر الفتوى رقم: 38442.

Jawaban:

Alhamdulillah wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ‘ala alihi wa shahbihi, amma ba’du, tidak mengapa bagi Anda membatalkan niat mengganti hutang puasa tersebut sebelum terbit fajar karena (dua sebab, pent.):

Pertama, anda belum memasuki waktu berpuasa. Adapun membatalkan niat mengganti hutang puasa Ramadhan yang tidak diperbolehkan adalah sesudah terbit fajar. Lihatlah fatwa no. 38442.

ولأنه إذا كان في الوقت متسع لقضاء ما عليك من رمضان، فإنه لا حرج في تأخيره؛ لحديث عائشة ـ رضي الله عنها ـ إن كان يكون عليّ الصوم من رمضان، فما أقضيه إلا في شعبان. متفق عليه.

Kedua, jika waktu untuk membayar hutang puasa Ramadhan Anda lapang, maka tidak mengapa diakhirkan pembayaran hutang tersebut. Hal ini berdasarkan hadits A’isyah radhiyallahu ‘anha, “Jika saya memiliki hutang puasa Ramadhan, maka tidaklah saya bayar hutang puasa tersebut kecuali di bulan Sya’ban”. (Muttafaqun ‘alaih).

ولكن المبادرة بالقضاء أولى على كل حال؛ إبراء للذمة، ومسارعة إلى الطاعة، وتجب عليك المبادرة إذا ضاق الوقت. والله أعلم

Namun bagimanapun juga, bersegera membayar hutang puasa (Ramadhan) tentu lebih baik, karena:

  1. Dalam rangka melepaskan tanggungan kewajiban.
  2. (Hal itu merupakan bentuk) bersegera dalam melakukan ketaatan.

Namun, jika telah sempit waktu membayar hutang puasa tersebut, maka Anda wajib bersegera membayarnya. Wallahu a’lam.

(Diambil dari web resmi Islam Web di : http://bit.ly/1ey93TP)

***

Penyusun: Ust. Sa’id Abu Ukasyah

Artikel Muslim.or.id

ShareTweetPin
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Fikih Akikah (Bag. 4): Masalah-Masalah yang Berkaitan dengan Akikah

oleh Luqman Hasan Nahari
18 Juli 2026
0

Hukum akikah untuk janin yang mengalami keguguran Jika keguguran terjadi sebelum usia kehamilan 4 bulan, maka akikah tidak perlu dilakukan...

Fikih Akikah (Bag. 3): Karakteristik, Syarat-Syarat Hewan Akikah, dan Pembagian

oleh Luqman Hasan Nahari
17 Juli 2026
0

Karakteristik hewan akikah Sunahnya adalah menyembelih 2 ekor domba untuk bayi laki-laki dan 1 ekor domba untuk bayi perempuan. Hal...

Fikih Riba (Bag. 15): Ketentuan-Ketentuan pada Riba Jual Beli (3)

oleh Muhammad Zia Abdurrofi
7 Juli 2026
0

Ketentuan selanjutnya adalah taqabudh (serah terima). Ketentuan ini wajib hukumnya apabila transaksi jual beli barang ribawi berbentuk: Satu jenis dan...

Artikel Selanjutnya

Ketika Berubah Pendapat Terkait Pembatal Puasa, Wajibkah Mengganti Puasa?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 2   +   5   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah