Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Pilar Dakwah Para Nabi ‘Alaihimussalam Dalam Menyelesaikan Problematika Umat (3)

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
28 Mei 2015
di Manhaj
pilar dakwah nabi
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • 4. Memulai dengan yang paling penting kemudian yang paling penting sesudahnya
  • 5. Bersabar terhadap kesulitan-kesulitan dan gangguan-gangguan yang dijumpai dalam berdakwah, mengajak manusia kepada Allah.

Bismillah wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du: Anda mengharapkan dakwah yang Anda lakukan dapat memberikan solusi problematika umat saat ini?

Jika Anda menginginkan penyelesaian problem umat, maka jawabannya adalah sesuaikan dakwah Anda dengan manhaj para Nabi ‘alaihimush shalatu was salam –paling utamanya adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam– dan bangunlah dakwah Anda di atas pilar-pilar dakwah mereka.

Akan tetapi, jika Anda menelantarkan pilar-pilar dakwah mereka, maka tidaklah dakwah Anda dikatakan sebagai dakwah yang benar dan tidak akan membuahkan buah yang diharapkan dengan sempurna, walaupun Anda kerahkan berbagai upaya keras dan Anda habiskan waktu yang lama untuk berdakwah, serta walaupun Anda berhasil mengumpulkan masa pendukung yang banyak!

Hakikatnya kesuksesan dakwah yang hakiki tidaklah ditentukan oleh banyaknya pengikut semata, namun ditentukan dari sisi keikhlasan Anda dan kesesuaian dakwah Anda dengan dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Berikut ini kelanjutan penjelasan pilar-pilar dakwah para Nabi ‘alaihimush shalatu was salam dalam artikel ketiga.

4. Memulai dengan yang paling penting kemudian yang paling penting sesudahnya

Yaitu pertama kali memulai kepada perbaikan aqidah/keyakinan dengan memerintahkan manusia agar mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah semata (Tauhid) dan melarang dari kesyirikan kemudian memerintahkan untuk menegakkan shalat, menunaikan zakat, mengerjakan kewajiban-kewajiban, dan meninggalkan hal-hal yang diharamkan.

Dan dakwah Tauhid ini merupakan jalannya semua Rasul ‘alaihimush shalatu was salam, sebagaimana firman Allah :

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu” (An-Nahl: 36).

Dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Mu’adz radhiyallahu ‘anhu, ketika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutusnya berdakwah ke Yaman, terdapat pelajaran besar tentang skala prioritas dalam menyampaikan materi dakwah, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّكَ تَأْتِي قَوْمًا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ، فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوْهُمْ إِلَيْهِ شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ ، فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوْكَ لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ، فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوْكَ لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ

“Sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum dari Ahli Kitab. Maka dari itu, jadikanlah yang pertama kali engkau sampaikan kepada mereka adalah syahadat bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah (mentauhidkan Allah), apabila mereka telah mentaatimu dalam hal ini maka ajari mereka bahwa Allah telah mewajibkan shalat lima waktu kepada mereka. Apabila mereka telah mentaatimu dalam hal ini maka ajari mereka bahwa Allah telah mewajibkan zakat kepada mereka yang diambil dari kalangan orang kaya di antara mereka serta diberikan kepada orang-orang fakir dari kalangan mereka”(HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Dalam hadits yang mulia ini, terdapat beberapa pelajaran sebagai berikut:

  1. Termasuk ilmu yang harus diketahui oleh seorang da’i adalah tentang skala prioritas dalam berdakwah, yaitu mendahulukan perkara yang terpenting kemudian yang terpenting berikutnya.
  2. Tauhid adalah perkara terpenting yang harus menjadi perhatian  terbesar dalam berdakwah. Tauhid adalah perintah Allah yang menjadi prioritas nomor satu, sedangkan kebalikan Tauhid, yaitu syirik adalah larangan Allah yang terbesar.

Renungan

Seorang da’i yang benar-benar mengetahui skala prioritas dakwah yang Allah ridhai dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam ajarkan kepada kita, maka ia akan mendahulukan apa yang didahulukan Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan keyakinan bahwa tidak ada pilihan yang lebih baik dari pilihan Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

5. Bersabar terhadap kesulitan-kesulitan dan gangguan-gangguan yang dijumpai dalam berdakwah, mengajak manusia kepada Allah.

Sebaik-baik teladan dalam kesabaran adalah para utusan Allah ‘alaihimush shalatu was salam, mereka hadapi gangguan dan celaan di jalan dakwah dengan penuh kesabaran, sebagaimana firman Allah Ta’ala :

وَلَقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِنْ قَبْلِكَ فَحَاقَ بِالَّذِينَ سَخِرُوا مِنْهُمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

“Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa Rasul sebelum kamu, maka turunlah kepada orang-orang yang mencemoohkan di antara mereka balasan (azab) olok-olokan mereka” (Al-An’aam:10).

وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوا عَلَىٰ مَا كُذِّبُوا وَأُوذُوا حَتَّىٰ أَتَاهُمْ نَصْرُنَا

“Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) Rasul-Rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Allah kepada mereka” (Al-An’aam:34).

Renungan:

Seorang da’i yang tidak bersabar ketika menyampaikan Tauhid dan Sunnah di tengah-tengah masyarakat karena dianggap itu adalah materi dakwah yang tidak pro rakyat, bahkan dakwah Tauhid dan Sunnah yang memperingatkan syirik dan bid’ah dituduh sebagai gerakan memecah belah umat, maka -dengan ketidaksabarannya tersebut- ia akan beralih kepada materi-materi dakwah mereka yang populer dan dianggap pro rakyat, hasil dari tawar menawar politik dan upaya mempertahankan aset masa pendukung kelompok, lembaga atau partainya!

(Ikuti kelanjutannya di artikel : Pilar-Pilar Dakwah  Para Nabi ‘alaihimus salam dalam Menyelesaikan Problematika Umat (4)). Wallahu a’alam.

***

Diolah dari muqoddimah Syaikh DR. Shaleh bin Fauzan Al-Fauzan terhadap kitab Manhajul Anbiyaa` fid Da’wah ilallah, dengan beberapa tambahan.

Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah

Artikel Muslim.or.id

ShareTweetPin
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 1)

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
9 Juli 2026
0

Di tengah banyaknya perpecahan, munculnya banyak kelompok yang menyimpang, dan pemikiran yang saling mengklaim berada di atas kebenaran, seorang muslim...

Benarkah Kaidah: “Semakin Banyak Ilmu, Semakin Sedikit Menyalahkan”?

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
18 Mei 2026
0

Tersebar di tengah masyarakat perkataan: “Semakin banyak ilmu, akan semakin sedikit menyalahkan.” Kaidah tersebut dalam bahasa Arab berbunyi: مَنْ كَثُرَ عِلْمُهُ...

Menjawab Syubhat: “Jika Perkataan Ulama Bukan Dalil, Perkataan Kamu Lebih Bukan Dalil”

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
17 Mei 2026
0

Terkadang ketika kita menasihati seseorang untuk tidak taklid buta kepada pendapat ulama dan kembali kepada dalil Al-Qur'an dan As-Sunah, biasanya...

Artikel Selanjutnya
rezeki

Allah Menciptakan dan Memberi Kita Rizki, serta Tidak Membiarkan Kita Begitu Saja

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 2   +   6   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah