Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Sumber Ilmu Aqidah (2)

Muhammad Singgih Pamungkas oleh Muhammad Singgih Pamungkas
30 Maret 2015
di Akidah
Sumber Ilmu Aqidah
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Akal sehat
  • Fitrah yang bersih
    • Catatan kaki

Akal sehat

Akal sehat manusia mampu mengenali akidah yang benar. Bahkan Al Qur’an penuh dengan dalil dalil akal untuk menetapkan aqidah yang benar. Sebagai contoh, bagaimana Allah ta’ala meyakinkan manusia akan penciptaannya dengan dalil akal yang tidak mungkin terbantahkan.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?” (Qs. At Thur : 35). Ibnu Abbas berkata, “maksudnya, apakah manusia itu ada, diciptakan tanpa ada yang menciptakan?” tentu saja tidak mungkin. Ataukah mereka menciptakan diri mereka sendiri? Hal ini lebih tidak mungkin. Sehingga tidak ada pilihan lain kecuali adanya Dzat yang menciptakan diri mereka, yaitu Allah Ta’ala.1

Sehingga karenanya kita dapatkan seringkali para ulama berdalil dengan akal dalam membantah ahlu bid’ah. Seperti yang terjadi dalam kisah Abu Hanifah, bahwa beberapa orang ateis bertanya kepadanya tentang keberadaan Allah ta’ala sebagai pencipta, maka beliau berkata, “aku berpikir tentang suatu hal, ada orang yang mengabarkan kepadaku tentang adanya kapal di lautan membawa barang barang tanpa ada nahqoda maupun orang yang menjaganya, namun begitu kapal itu bisa pergi pulang dan berlayar dengan sendirinya melewati gelombang ombak yang sangat besar dengan selamat”. Maka merekapun mengatakan, “tidak mungkin ada orang berakal mengatakan hal seperti ini”.

Beliaupun berkata, “celaka kalian, semua yang ada baik dilangit maupun dibumi dengan segala macam yang ada didalamnya, semuanya berada dalam keadaan sempurna dan teratur tanpa ada yang menciptakannya?!” maka merekapun kaget, dan kembali kepada kebenaran serta masuk islam.2

Namun kemampuan akal sehat dalam memahami perkara akidah hanya terbatas pada hal hal yang bersifat global (mujmal)3. Adapun rincian ilmu akidah (tafshil) hanya dapat diketahui melalui nash wahyu ilahi. Sebagai contoh keagungan Allah dapat diketahui secara akal dengan melihat keagungan ciptaan Nya. Akan tetapi rincian nama dan sifat-sifat Allah ta’ala hanya diketahui melalui wahyu. Begitu juga dengan keberadaan hari kiamat. Akal sehat mengetahui akan adanya hari kiamat, tapi rincian kejadian di hari kiamat hanya diketahui melalui wahyu, dan seterusnya. Karena akal manusia tidak sampai untuk mencapai hakikat hal-hal gaib (yuhaarul uquul). Tapi bukan berarti juga hal-hal gaib yang disebutkan mustahil secara akal (yuhaalul uquul). Ketika nash dari Al Qur’an maupun Sunnah yang sohih terlihat bertentangan dengan akal maka akal harus tunduk kepada Al Qur’an dan Sunnah. karena Al Qur’an dan Sunnah bersifat qath’i (pasti) tidak ada ihtimaal (kemungkinan) salah, sementara akal manusia sangat mungkin untuk salah.4

Fitrah yang bersih

Manusia diciptakan dalam keadaan fitrah5. Dengan fitrah manusia mengetahui adanya Allah sebagai Dzat yang menciptakan. Dengan fitrah juga manusia mengetahui bahwa dirinya adalah makhluk lemah yang butuh kepada Allah. Bahkan dengan fitrahnya manusia membutuhkan peribadahan, karena memang manusia diciptakan sebagai hamba. Dan menjadi sunnatullah barang siapa yang tidak menghambakan dirinya kepada Allah, dia akan menjadi hamba selain Allah. Dan begitu juga dengan fitrah tumbuh dalam jiwa seseorang dorongan untuk berbuat kebaikan. Oleh karena itulah fitrah menjadi salah satu hujjah (argumen) ahlussunnah untuk menetapkan akidah. Tentunya fitrah yang masih bersih dan belum terkontaminasi oleh fitnah syubhat maupun syahwat.

Sebagai contoh bagaimana ahlussunnah menetapkan akidah dengan fitrah adalah bahwasanya fitrah manusia yang menunjukan bahwa Allah berada di atas. Hal ini terbukti dengan naluri manusia ketika berdoa selalu menghadapkan hatinya ke atas. Sehingga karenanya –sebagai diceritakan oleh Syaikh Muhammad bin Thohir Al Maqdisi6– ketika syaikh Abu Ja’far Al Hamdzani hadir di majlis Abul Ma’aali Al Juwaini, seorang ulama Asy’ariyah yang mengingkari sifat Uluw (bahwa Allah berada di atas). Ketika itu beliau sedang berkhutbah, beliau berkata “Allah ada sebelum arsy ada, dan sekarang pun Allah berada di tempatnya dahulu (bermaksud mengingkari bahwa Allah ada di langit) Maka Abu Ja’far Al Hamdzani pun berkata, “wahai ustadz tolong beritahukan kepada kami tentang fithrah dalam hati kami? Bahwa tidak ada seorang yang berakal pun yang berkata, “Ya Allah” kecuali mendapatkan hatinya menghadap ke atas, tidak menghadap ke kanan ataupun ke kiri, bagaimana kita menghilangkan hal ini dari hati kita? Mendengar hal ini Imam Juwaini pun menampar pipinya sendiri dan turun dari mimbar seraya mengatakan, “Hamdzani telah membingungkanku Hamdzani telah membingungkanku”.

Namun sebagaimana akal, fitrah manusiapun tidak cukup untuk bisa mengenal rincian akidah ahlussunnah wal jama’ah. Sahingga karenanya perlu untuk diutusnya para Rasul dengan wahyu berupa Al Qur’an maupun As Sunnah untuk menegaskan akidah yang ditetapkan oleh Fitrah manusia, dan memperinci akidah akidah yang ada. Seperti akidah Ahlu Sunnah bahwa Allah beristiwa di atas Arsy. Fitrah maupun akal manusia menyatakan bahwa Allah berada di atas, namun keberadaan Allah beristiwa di atas Arsy hanya diketahui melalui wahyu dari Allah ta’ala.

Wallahu ‘Alam bis Shawab

***

Catatan kaki

1 Disebutkan oleh imam Al Baghowi dalam Ma’alimut Tanzil (7/392), dinukil dari Ma’arijul Qobul, Hafidz Al Hakimi, (Dar Ibnul Jauzi, Cet. 8; 1432 H) (1/123)

2 Dinukil dari Ma’arijul Qobul (1/135)

3 Syarah Akidah At Tohawiyah, hal.123

4 Muqoddimah Wa Qowaid Fie Manhajis Salaf, hal. 102

5 Lihat penjelasan lebih lengkap tentang makna fithrah dan khilaf para ulama di dalamnya dalam Ma’arijul Qobul, (1/101-115)

6 Dinukil oleh Ibn Abil Izz dalam Syarah Akidah Tohawiyah, Hal. 46

—

Penulis: Abdullah Hazim

Artikel Muslim.Or.Id

[serialposts]

ShareTweetPin1
Muhammad Singgih Pamungkas

Muhammad Singgih Pamungkas

Mahasiswa Fakultas Dakwah wa Ushuluddin, Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia

Artikel Terkait

Allah Mengganti yang Hilang

oleh Fauzan Hidayat
14 Juli 2026
0

Kehilangan adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup manusia. Tidak ada yang benar-benar siap apabila diuji dengan musibah kehilangan...

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Artikel Selanjutnya

Bagi Yang Demam Akik, Apa Tujuan Anda Memakainya?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 2   +   5   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah