Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Antara Umar Bin Khathab Radhiallahu’anhu Dan Harta (1)

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
25 Maret 2015
di Jejak Islam
umar bin khattab
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Keteladanan Umar dalam Menyikapi Harta
  • Iman kepada Allah adalah Pondasi Sikap Beliau Terhadap Harta
  • Wahai Para Pemimpin, Inilah Ketakwaaan Umar bin Khattab

[lwptoc]

Jika Anda ingin tahu siapakah sosok figur yang memiliki ciri khas berikut ini:

  1. Orang terbaik kedua di kalangan Umat para Nabi dan para Rasul ‘alaihimush shalatu was salam
  2. Termasuk orang yang mendapatkan pujian di dalam Al-Quran dan As-Sunnah
  3. Termasuk salah satu dari Khulafa’ur Rasyidin radhiyallahu ‘anhum
  4. Termasuk salah satu dari sepuluh orang yang dikabarkan masuk Surga
  5. Termasuk orang yang mendapatkan keistimewaan berupa perintah Allah pada umat Islam untuk mengikutinya

Tahukah Anda siapakah sosok figur yang memiliki ciri khas di atas? Tidak lain dan tidak bukan beliau adalah Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, sosok panutan yang memiliki sekian banyak keistimewaan yang lainnya, selain yang sudah disebutkan di atas.

Ya, memang benar bahwa membicarakan pribadi beliau dan sisi kehidupannya adalah suatu hal yang tidak bisa dituangkan dalam satu buku saja, apalagi hanya dalam artikel yang singkat ini. Namun, Ma laa yudraku kulluh, laa yutraku kulluh (sesuatu yang tidak bisa didapatkan semuanya janganlah ditinggalkan semuanya). Tidak ada rotan akar pun jadi. Semoga yang sedikit ini bisa bermanfa’at besar bagi kita semua. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اقتدوا باللذين من بعدي من أصحابي أبي بكر وعمر

“Ikutilah orang-orang sesudahku dari para sahabatku, yaitu Abu Bakar dan Umar” (Disahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’). [1]

Keteladanan Umar dalam Menyikapi Harta

Banyak mutiara teladan dari figur kita yang satu ini. Pada kesempatan ini penulis mengangkat tema sikap beliau terhadap harta agar dapat menjadi contoh dan teladan. Apapun kedudukan kita, sama saja apakah kita adalah anggota keluarga, masyarakat, atau pejabat dan pihak berwenang yang mengelola harta negara, semuanya membutuhkan sosok teladan dari penduduk Surga yang satu ini. Beliau berpengalaman memimpin negara besar dan bersejarah, bahkan termasuk salah satu dari Khulafa’ur Rasyidin radhiyallahu ‘anhum, yaitu penerus Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dalam memimpin negara Islam terbesar sepanjang sejarah Islam. Lebih dari itu, beliau adalah orang terbaik kedua di muka bumi ini setelah para Nabi dan para Rasul ‘alaihimush shalatu was salam.

Iman kepada Allah adalah Pondasi Sikap Beliau Terhadap Harta

Beliau adalah orang yang paling bertakwa kedua setelah Abu Bakar Ash-Shiddiiq radhiyallahu ‘anhuma di tengah-tengah umat ini. Karenanya, pantas jika seluruh sikap beliau dibangun di atas pondasi takwa dan iman. Keimanan beliau kepada Allah yang tinggi membuahkan khasyatullah (takut kepada Allah), zuhud (meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfa’at bagi akhirat) dan wara’ (meninggalkan sesuatu yang membahayakan nasib seseorang di Akhirat) yang tinggi pula, dengan pertolongan dari Allah.

Hal ini nampak, sampaipun saat beliau menjabat sebagai amirul mukminin (pemimpin negara kaum muslimin) di negara Islam paling besar. Saat itu beliau menduduki jabatan paling tinggi.Dengan jabatan setinggi itu, sangat memungkinkan bagi beliau untuk melakukan berbagai kemaksiatan terkait dengan harta negara, seperti memperkaya diri dan keluarganya dengan cara yang batil dan mengeruk kas negara sebanyak-banyaknya untuk kepentingan pribadi. Namun yang terjadi justru sebaliknya, beliau mengingatkan diri sendiri untuk takut kepada Allah, berusaha mengawasi diri sendiri, mengaudit (menghisab) setiap amal perbuatan, dan bertakwa kepada Allah.

Wahai Para Pemimpin, Inilah Ketakwaaan Umar bin Khattab

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu mengisahkan tentang betapa takutnya Umar kepada azab Allah,

خرجت مع عمر بن الخطاب حتى دخل حائطاً، فسمعته يقول وبيني وبينه الجدار، وهو في جوف الحائط: أعمر أمير المؤمنين بخٍ بخٍ،والله يا بُنَيَّ الخطاب لتتقين الله أو ليعذبنك

“Saya keluar bersama Umar bin Khattab hingga beliau masuk ke dalam suatu tempat yang berdinding. Saat itu saya mendengar beliau mengatakan sesuatu dan saat itu antara saya dan beliau terhalang dinding. Beliau di tengah-tengah tempat yang berdinding tersebut mengatakan pada dirinya sendiri, ‘Apakah Umar layak menjadi Amirul Mukminin? Wah, wah! Demi Allah, wahai putra Al-Khattab, sungguh-sungguhlah bertakwa kepada Allah atau Allah benar-benar akan mengazabmu‘” (Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al-Muwaththo` dan yang lainnya, Shahih dari jalan Imam Malik). [2]

Di antara perkara yang menunjukkan rasa takutnya Umar kepada Allah, walaupun keberhasilan pemerintahan telah beliau raih, adalah riwayat berikut ini.

ولما حضرت الوفاة عمر رضي الله عنه أثنى عليه الناس في إمارته وخلافته، فقال بالإمارة تغبطوني؟! فوالله لوددت أني أنجو كفافاً لا علي ولا لي

“Menjelang wafatnya Umar radhiyallahu ‘anhu, orang-orang memuji kepemimpinan dan pemerintahan beliau. Seketika itu beliau menimpali, ‘Apakah kalian menginginkan kepemimpinan tersebut? Demi Allah, sungguh aku menginginkan diriku asal selamat saja, tidak rugi dan tidak pula untung’” (Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’din dalam Ath-Thabaqat dan yang lainnya, shahih dari jalan Ibnu Sa’din).

Itulah sekelumit sikap Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu terhadap kekuasaan, yang bagi banyak orang, kekuasaan adalah salah satu pintu terbesar untuk bisa mengeruk harta sebanyak-banyaknya dengan cara yang haram, namun beliau menyikapinya sebagai sebuah ujian hidup yang berat. Padahal beliau adalah orang pakling baik dan bertakwa kedua di muka bumi ini, setelah para Nabi dan para Rasul ‘alaihimush shalatu was salam.

Bersambung ke : Antara Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu dan harta (2)

***

Diolah dari Dirasah Naqdiyyah fil Marwiyyaatil Waaridah fi syakhshiyyati ‘Umar Ibnil Khaththab, DR. Abdus Salam bin Muhsin Ali ‘Isa , penerbit: Al-Jaami’ah Al-Islamiyyah (PDF).

Catatan kaki

[1] Baca: Keutamaan Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu (1-2)

[2] Dirasah Naqdiyyah fil Marwiyyaatil Waaridah fi syakhshiyyati ‘Umar Ibnil Khaththab, DR. Abdus Salam bin Muhsin Ali ‘Isa , penerbit: Al-Jaami’ah Al-Islamiyyah (PDF), hal. 319

[3] Ibid, hal. 321

—

Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah

Artikel Muslim.Or.Id

ShareTweetPin3
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Keteguhan Para Sahabat Pada Masa Awal Dakwah Secara Sembunyi-Sembunyi (Bag. 1)

oleh Fajar Rianto
2 Juli 2026
0

Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas permulaan dakwah secara sembunyi-sembunyi atau dakwah sirriyyah. Pada artikel ini, kita akan melihat sebagian...

Pertemuan Heraklius dengan Abu Sufyan

oleh Firdian Ikhwansyah
1 Juli 2026
0

Ketika Rasulullah mengirim surat kepada Heraklius, saat itu bertepatan juga ketika Abu Sufyan dan para pedagang dari Quraisy sedang berdagang...

Surat Rasulullah Kepada Heraklius

oleh Firdian Ikhwansyah
25 Juni 2026
0

Salah satu keistimewaan yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam dari Nabi yang lainnya adalah beliau Allah...

Artikel Selanjutnya
sumber ilmu aqidah

Sumber Ilmu Aqidah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 4   +   5   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah