Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Bagimu Pemuda Malas, Nan Enggan Bekerja

Yulian Purnama, S.Kom. oleh Yulian Purnama, S.Kom.
26 Maret 2010
di Akhlak dan Nasihat
Pemuda enggan bekerja
Share on FacebookShare on Twitter

Pada sebuah kesempatan, Syekh Masyhur Hasan Salman hafizhahullah ditanya, “Ada seorang pemuda, ia mampu bekerja tapi enggan bekerja. Apa pendapat anda?”

Beliau menjawab:

Pendapatku sama dengan pendapat Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu,

أرى الشاب فيعجبني فأسأل عن عمله فيقولون لا يعمل فيسقط من عيني

“Aku melihat seorang pemuda, ia membuatku kagum. Lalu aku bertanya kepada orang-orang mengenai pekerjaannya. Mereka mengatakan bahwa ia tidak bekerja. Seketika itu pemuda tersebut jatuh martabatnya di mataku”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

إن أطيب كسب الرجل من يده

“Pendapatan yang terbaik dari seseorang adalah hasil jerih payah tangannya” (HR. Ibnu Majah no.2138, disahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib no. 1685).

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat seorang lelaki yang kulit tangannya kasar, beliau bersabda,

هذه يد يحبها الله ورسوله

“Tangan ini dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya” (HR. Al Khathib Al Baghdadi dala, Tarikh Baghdad [8/ 317-318], didhaifkan Al Albani dalam Silsilah Adh Dha’ifah [568]).

Beliau juga bersabda,

إذا قامت القيامة وفي يد أحدكم فسيلة فليغرسها

“Jika kiamat telah datang, dan ketika itu kalian memiliki cangkokan tanaman, tanamlah!” (HR. Ahmad no.12902, disahihkan Syu’aib Al Arnauth).

Beliau juga bersabda,

كفى بالمرء إثماً أن يضيع من يعول

“Seseorang itu sudah cukup dikatakan sebagai pendosa jika ia menelantarkan orang-orang yang menjadi tanggungannya” (HR. Ahmad no.6842, disahihkan Syu’aib Al Arnauth).

Jika seseorang duduk di masjid menyibukkan diri dalam urusan agama, menuntut ilmu agama atau beribadah namun menelantarkan orang yang menjadi tanggungannya, ia adalah seorang pendosa. Ia tidak paham bahwa bekerja untuk menjaga iffah dirinya, istrinya dan anak-anaknya adalah ibadah. Terdapat hadis sahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

الساعي على الأرملة والمسكين كالمجاهد في سبيل الله

“Petugas pengantar shadaqah untuk janda dan orang miskin bagaikan mujahid di jalan Allah”

Al Baihaqi dalam kitabnya, Syu’abul Iman, membawakan sebuah riwayat dari Umar radhiyallahu ‘anhu:

يا معشر القراء (أي العباد) ارفعوا رؤوسكم، ما أوضح الطريق، فاستبقوا الخيرات، ولا تكونوا كلاً على المسلمين

“Wahai para pembaca Qur’an (yaitu ahli ibadah), angkatlah kepada kalian, sehingga teranglah jalan. Lalu berlombalah dalam kebaikan. Dan janganlah menjadi beban bagi kaum muslimin”

Dan janganlah menjadi beban bagi orang lain. Muhammad bin Tsaur menceritakan, suatu ketika Sufyan Ats Tsauri melewati kami yang sedang berbincang di masjidil haram. Ia bertanya: ‘Kalian sedang membicarakan apa?’. Kami berkata: ‘Kami sedang berbincang tentang mengapa kita perlu bekerja?’. Beliau berkata:

اطلبوا من فضل الله ولا تكونوا عيالاً على المسلمين

“Carilah rezeki dari Allah dan janganlah menjadi beban bagi kaum muslimin”.

Pada kesempatan lain, Sufyan Ats Tsauri sedang sibuk mengurus hartanya. Lalu datanglah seorang penuntut ilmu menanyakan sebuah permasalahan kepadanya, padahal beliau sedang sibuk berjual-beli. Orang tadi pun lalu memaparkan pertanyaannya. Sufyan Ats Tsauri lalu berkata: ‘Wahai anda, tolong diam, karena konsentrasiku sedang tertuju pada dirhamku, dan ia bisa saja hilang (rugi)’. Beliau pun biasa mengatakan,

لو هذه الضيعة لتمندل لي الملوك

“Jika dirham-dirham ini hilang, sungguh para raja akan memanjakan diriku”

Ayyub As Sikhtiani berkata:

الزم سوقك فإنك لا تزال كريماً مالم تحتج إلى أحد

“Konsistenlah pada usaha dagangmu, karena engkau akan tetap mulia selama tidak bergantung pada orang lain”

Agama kita tidak mengajak untuk miskin. Ali radhiallahu ‘anhu berkata:

لو كان الفقر رجلاً لقتلته

“Andaikan kefakiran itu berwujud seorang manusia, sungguh akan aku bunuh ia”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga berdoa,

اللهم إني أعوذ بك من الكفر والفقر

“Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari kekafiran dan kefakiran”

Maka wajib bagi setiap muslim untuk bekerja, berusaha, bersungguh-sungguh dan tidak menelantarkan orang yang menjadi tanggungannya. Orang yang hanya duduk diam, ia bukanlah mutawakkil (orang yang tawakal), melainkan ia adalah mutawaakil (orang yang pura-pura tawakal). Ini adalah kemalasan.

Manusia diciptakan di dunia agar mereka dapat bekerja, berusaha dan bersungguh-sungguh. Para nabi pun bekerja, Abu Bakar radhiallahu ‘anhu pun berdagang. Orang yang berpendirian bahwa duduk diam tanpa bekerja adalah tawakal, kemungkinan pertama ia memiliki pemahaman agama yang salah, atau kemungkinan kedua ia adalah orang malas yang gemar mempercayakan urusannya pada orang lain.

Kepada orang yang demikian kami nasihatkan, perbaikilah niat anda dan carilah penghasilan yang halal, bertakwalah kepada Allah dan tetap berada dalam ketaatan. Bersemangatlah untuk menghadiri perkumpulan penuntut ilmu dan menghadiri majelis ilmu dengan tanpa menelantarkan orang yang menjadi tanggungan anda. Orang yang inginnya meminta-meminta dari orang lain, Allah akan membukakan baginya pintu kefakiran. Orang yang bekerja, dialah orang yang kaya. Karena kekayaan hakiki bukanlah harta, melainkan kekayaan jiwa. Orang yang kaya jiwanya tidak gemar meminta-minta kepada orang lain.

Semoga Allah Ta’ala memberi kita taufik agar menjalankan apa yang Allah cintai dan ridai.

Baca juga: Doa Memohon Perlindungan dari Kemalasan dan Keburukan di Usia Tua

—

[Diterjemahkan dari Fatawa Syaikh Masyhur Hasan Salman, fatwa no.94]

*) Beliau adalah seorang ulama di masa ini yang berasal dari negeri Palestina, dan merupakan salah seorang murid dari Asy Syaikh Al Allamah Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah. Beliau dikenal sebagai seorang muhaqqiq (peneliti), pakar hadis dan pakar fikih.

Penerjemah: Yulian Purnama

Artikel muslim.or.id

ShareTweetPin100
Yulian Purnama, S.Kom.

Yulian Purnama, S.Kom.

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Ilmu Komputer UGM, kontributor web Muslim.or.id dan Muslimah.or.id

Artikel Terkait

Ketika Rupiah Melemah dan Krisis Ekonomi Melanda

oleh Gazzeta Raka Putra Setyawan
9 Juni 2026
0

Belakangan ini, masyarakat kembali dihadapkan dengan berbagai kesulitan ekonomi. Nilai rupiah melemah, harga kebutuhan pokok meningkat, biaya hidup terasa semakin...

Nafsu, Kekayaan, dan Kehancuran Moral Manusia

oleh Fauzan Hidayat
6 Juni 2026
0

Akhir-akhir ini, kita dikejutkan oleh terbongkarnya sebuah dokumen yang dikenal sebagai “Epstein files”. Dokumen itu memperlihatkan sisi gelap manusia ketika...

Wahai Jiwa, Jangan Kembali Kepada Kehinaan Maksiat!

oleh Glenshah Fauzi
5 Juni 2026
0

Jiwa kita ibarat tunggangan berupa hewan ternak yang mudah tunduk pada tuannya. Namun, kehidupan dunia ibarat alam liar yang membuat...

Artikel Selanjutnya
Obat Penenang Jiwa

Obat Penenang Jiwa

Komentar 26

  1. Fahrul says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamu ‘alaikum
    Sungguh indah dan bagus artikel ini. Semoga Allah selalu memberi kebaikan berlimpah kpd kita semua.

    Balas
  2. aris munandar says:
    16 tahun yang lalu

    Terjemah yang tepat untuk ‘mutawaakil’ adalah orang yang pura-pura tawakkal. Tolong dicermati ulang.

    Balas
    • LAZIS Ar_Rohmah says:
      7 tahun yang lalu

      trus orang yg bertawakkal bhs arabnya apa dong ??

      Balas
  3. hardanto says:
    16 tahun yang lalu

    bagi manusia diwajibkan untuk berusaha , maka jadilah manusia yang tangguh

    Balas
  4. fahmi mubarak says:
    16 tahun yang lalu

    terimaksih saudara…..

    Balas
  5. dodi hendarin says:
    16 tahun yang lalu

    mohon ijin untuk menyebarkannya di fb ya.terimakasih tuk artikelnya,menjadikan saya tambah bersemangat didalam bekerja.

    Balas
  6. hanif Ibrahim says:
    16 tahun yang lalu

    Sesungguhnya manusia di ciptakan dalam keadaan bersusah payah, karena seperti itu maka kita harus berusaha dengan bekerja.

    Balas
  7. ummu dhiya says:
    16 tahun yang lalu

    ijin share jazakillah…

    Balas
  8. Agoez says:
    16 tahun yang lalu

    Alhamdulillah…anna mendapat ilmu yg lebih bermanfaat lg

    Balas
  9. trisna setiawan says:
    16 tahun yang lalu

    ayo para pemuda kita bekerja dengan baik dan cerdik

    Balas
  10. achsan says:
    16 tahun yang lalu

    sukron jazakallahukhoir

    Balas
  11. hariansyah says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Mohon izin untuk di sebarkan.

    Wassalam.

    Balas
  12. Dian says:
    16 tahun yang lalu

    Bagaimana yach mengingatkn kepd kakak ipar yg tidak mau bkrja? slma ini yg menafkahi sang istri kdng saya kasihan sm ka2k saya…sdng phk ortu sdh srng mengingatkn sang suami utk mencari krj

    Balas
    • Abduh Tuasikal says:
      16 tahun yang lalu

      @ Dian
      Itu harus dinasehati terus. Coba di antara pihak keluarga memberi ia solusi kerja yang mudah baginya, atau mungkin lapangan kerja yang dikelola salah satu keluarga. Semoga Allah mudahkan.

      Balas
  13. ika mudrikah says:
    16 tahun yang lalu

    ijin share ya maturnuwun

    Balas
  14. abdulloh abu usamah says:
    16 tahun yang lalu

    semoga islam yang sesuai dengan pemahaman para salaf sholih ini tetap kuat meski diterpa kejahilan kaum muslimin sendiri, amin, semoga alloh selalu mengampuni dosa kita dan juga keluarga kita, serta seluruh kaum muslimin

    Balas
  15. nissa says:
    16 tahun yang lalu

    kalo dapat uang dari ikut acara reality show atau ikut kuis iklan2itu termasuk kerja ga?

    Balas
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #nissa
      Tidak.

      Balas
  16. happy febriyanto says:
    16 tahun yang lalu

    Alhamdulillah saya…sangat2 senang mengetahui berita ini….
    dengan ini semoga saya menjadi lebih baik lg…
    terimakasih ya ustadz…
    smoga ustadz selalu sehat wal afiat dan bisa selalu memberi berita yg baik bagi semua hamba2 yg berusaha mnjadi mukmin….AMIN

    Balas
  17. abu hamzah (akh joni) says:
    16 tahun yang lalu

    ana jadi semngat… untuk kerja..untuk bisa mengumpulkan uang untuk modal nikah

    Balas
  18. khairani chambas says:
    15 tahun yang lalu

    mohon ijin mau share ke fb sy,,,,,,,jazakallahu khaira

    Balas
  19. ibnu says:
    15 tahun yang lalu

    apa nasehat ust, bagi orang yang malas menuntut ilmu? karena saya sering mengalaminya dan sering menyia-nyiakan waktu.
    semoga kita ditolong oleh Allah dari hal yang demikian ini…. Jazakumullahu khoiron.

    Balas
  20. Maulana says:
    15 tahun yang lalu

    Assalamu’alaykum .. terkait urusan ma’isah ini, saya ingin menanyakan perihal PNS termasuk juga pensiunan, bagaimana pandangan Islam tentang hal tersebut? Jazakumullahu khairan.

    Balas
    • Yulian Purnama says:
      15 tahun yang lalu

      #Maulana
      Wa’alaikumussalam, silakan simak:
      http://abiubaidah.com/menyoal-gaji-pegawai-negeri-pns.html/

      Balas
  21. Abdul Fatah says:
    5 tahun yang lalu

    Subhanallah…
    Setelah membaca artikel ini, saya sebagai pemuda termotivasi untuk selalu bersungguh sungguh…

    Terimakasih..

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 5   +   3   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah