Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Hikmah Mengapa Allah Tidak Menampakkan Adzab Kubur

M. Saifudin Hakim oleh M. Saifudin Hakim
18 Februari 2015
di Akidah
adzab kubur
Share on FacebookShare on Twitter

Di antara aqidah yang disepakati oleh ahlus sunnah adalah menetapkan adanya adzab dan nikmat kubur. Adanya adzab kubur bagi orang-orang yang berhak mendapatkannya adalah di antara pokok keimanan yang harus kita yakini. Termasuk di antara rahmat dan kasih sayang Allah Ta’ala kepada hamba-Nya adalah Allah Ta’ala tidak menampakkan adzab kubur tersebut sehingga dapat didengar atau dilihat manusia yang masih hidup di dunia ini. Para ulama rahimahumullah telah membahas hikmah tidak dinampakkannya adzab kubur ini di dalam kitab-kitab mereka, khususnya yang membahas tentang aqidah.

Di antara hikmah hal ini adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh para ulama berikut ini:

Pertama, hal ini untuk menutupi aib si mayit dan juga keluarga si mayit. Jika semasa hidupnya si mayit tersebut memiliki kedudukan atau secara lahiriyah (yang tampak) adalah orang shalih, namun ternyata manusia mengetahui bahwa dia diadzab dalam kuburnya, tentu ini akan membuka aib si mayit tersebut di dunia. Demikian juga keluarga si mayit akan dipermalukan dan dihinakan di hadapan masyarakat karena ternyata salah satu anggota keluarganya diadzab di dalam kuburnya [1].

Ke dua, jika adzab kubur tersebut dinampakkan, maka tidak ada yang berani untuk memakamkan saudaranya yang meninggal dunia. Hal ini sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لَوْلَا أَنْ لَا تَدَافَنُوا لَدَعَوْتُ اللهَ أَنْ يُسْمِعَكُمْ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

“Seandainya kalau bukan karena kalian saling memakamkan, maka aku ingin berdoa kepada Allah untuk memperdengarkan kepada kalian adzab kubur yang aku dengar.” [2]

Abu Abdillah Al-Qurthubi rahimahullah mengatakan,”Para ulama kita menjelaskan bahwa sesungguhnya jin dan manusia tidak mendengar adzab kubur adalah (karena) sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,’Seandainya kalau bukan karena kalian saling memakamkan’ (al-hadits). Allah Ta’ala menyembunyikan (adzab kubur) dari kita -sehingga kita bisa saling memakamkan- adalah karena hikmah dan kelembutan-Nya. Hal ini disebabkan rasa takut yang meliputi manusia jika mendengarnya, sehingga mereka tidak akan berani untuk mendekat ke pemakaman untuk menguburkan (orang yang meninggal dunia). Manusia bisa jadi binasa jika mendengarnya, karena mereka tidak memiliki kekuatan untuk mendengar adzab Allah di alam dunia ini, karena lemahnya kekuatan mereka.” [3]

Ke tiga, sebagai ujian keimanan bagi manusia untuk beriman terhadap hal yang ghaib. [4] Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,

فاذا شَاءَ الله سُبْحَانَهُ أَن يطلع على ذَلِك بعض عبيده اطلعه وغيبه عَن غَيره إِذْ لَو طلع الْعباد كلهم لزالت كلمة التَّكْلِيف وَالْإِيمَان بِالْغَيْبِ وَلما تدافن النَّاس كَمَا فِي الصَّحِيحَيْنِ عَنهُ لَوْلَا أَن لَا تدافنوا لَدَعَوْت الله أَن يسمعكم من عَذَاب الْقَبْر مَا أسمع. وَلما كَانَت هَذِه الْحِكْمَة منفية فِي حق الْبَهَائِم سَمِعت ذَلِك وادركته كَمَا حادت برَسُول الله بغلته وكادت تلقيه لما مر بِمن يعذب فِي قَبره

“Jika Allah menghendaki untuk menampakkan adzab kubur kepada sebagian manusia (seperti kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen.) tentu Allah nampakkan dan Allah sembunyikan dari hamba-hambaNya yang lain. Akan tetapi, jika Allah tampakkan kepada seluruh manusia, maka hilanglah beban syariat (taklif) dan (hilang pula kewajiban untuk) beriman kepada perkara yang ghaib. Demikian pula, manusia tidak akan berani memakamkan sebagaimana yang terdapat dalam Shahihain [5] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (bersabda), ‘Seandainya kalau bukan karena kalian saling memakamkan, maka aku ingin berdoa kepada Allah untuk memperdengarkan kepada kalian adzab kubur yang aku dengar.’ Oleh karena itu, ketika hikmah seperti ini tidak terdapat dalam diri binatang ternak, maka binatang ternak pun mendengar adzab kubur dan mengetahuinya. Sebagaimana bagal (peranakan kuda dengan keledai, pen.) milik Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berjalan miring dan hampir-hampir melemparkan barang-barang bawaannya ketika melewati orang yang sedang diadzab di kuburnya.” [6]

Demikianlah sedikit penjelasan tentang hikmah Allah Ta’ala yang tidak menampakkan adzab kubur bagi orang yang masih hidup. Semoga Allah Ta’ala melindungi kita dari adzab kubur.

***

Selesai disusun ba’da isya’, Masjid Nasuha Rotterdam NL, 30 Rabiul Awwal 1436

Yang selalu mengharap ampunan Rabb-nya,

Penulis: M. Saifudin Hakim

Artikel Muslim.or.id

 

Catatan kaki:

[1] Lihat Al-Imaan bimaa Ba’dal Maut, hal. 87.

[2] HR. Muslim no. 2868.

[3] At-Tadzkirah bi Ahwalil Mauta wa Umuuril Akhiroh, 1: 408. Dikutip dari Al-Imaan bimaa Ba’dal Maut, hal. 87.

[4] Al-Irsyad ila Shahihil I’tiqod, hal. 230.

[5] Yang lebih tepat, hadits ini hanya diriwayatkan oleh Muslim saja.

[6] Ar-Ruuh, 1: 66 (Maktabah Syamilah).

ShareTweetPin
M. Saifudin Hakim

M. Saifudin Hakim

- Alumnus Ma'had Al-'Ilmi, Yogyakarta. - Alumnus Pendidikan Dokter FK UGM, Yogyakarta. - Alumnus Erasmus University Medical Center, Rotterdam, Belanda. - Saat ini sedang belajar di Unayzah, Saudi Arabia.

Artikel Terkait

Allah Mengganti yang Hilang

oleh Fauzan Hidayat
14 Juli 2026
0

Kehilangan adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup manusia. Tidak ada yang benar-benar siap apabila diuji dengan musibah kehilangan...

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Artikel Selanjutnya

Haruskah Menjadi Sempurna Untuk Bisa Menasehati?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 7   +   7   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah