Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Mujahid Yang Sedang Berperang Boleh Tidak Berpuasa

dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK oleh dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK
10 Juli 2014
di Fikih Ibadah
Mujahid Boleh Tidak Berpuasa
Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa negara Islam sedang diuji dengan gangguan dari luar maupun dalam negeri. Beberapa kejadian menyebabkan mereka berubah menjadi mujahid yang pemberani. Saat bulan Ramadan menghampiri, ada sebagian dari mereka tetap berpuasa.

Dalam syariat, para Mujahid yang berperang boleh tidak berpuasa dan meng-qadanya di hari yang lain. Akan tetapi ada kalanya mereka harus tidak berpuasa agar tubuh lebih kuat. Pada keadaan tertentu, suasana perang ketika berkecamuk bisa jadi membutuhkan energi yang sangat besar. Sehingga tidak berpuasa terkadang dianjurkan jika lebih menguatkan badan para mujahid.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata dalam kitab Zadul Ma’ad,

وَكَانَ يَأْمُرُهُمْ بِالْفِطْرِ إِذَا دَنَوْا مِنْ عَدُوِّهِمْ لِيَتَقَوَّوْا عَلَى قِتَالِهِ.

“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan para Sahabat untuk berbuka (tidak berpuasa) ketika sudah dekat dengan musuh agar lebih kuat menjalani peperangan.”

Sebagaimana kisah dalam riwayat Muslim,

عن قزعة قال : أتيت أبا سعيد الخدري رضي الله عنه وهو مكسور عليه. فلما تفرق الناس عنه، قلت: إني لا أسألك عما يسألك هؤلاء عنه. سألته عن الصوم في السفر ؟ فقال: سافرنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم إلى مكة ونحن صيام. قال: فنزلنا منزلا. فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “إنكم قد دنوتم من عدوكم والفطر أقوى لكم”. فكانت رخصة. فمنا من صام ومنا من أفطر. ثم نزلنا منزلا آخر. فقال: “إنكم مصبحوا عدوكم. والفطر أقوى لكم، فأفطروا” وكانت عزمة. فأفطرنا. ثم قال: رأيتنا نصوم، مع رسول الله صلى الله عليه وسلم بعد ذلك، في السفر.

Dari Faza’ah ia berkata, “Aku pernah datang kepada Abu Said Al-Khudri ketika ia sedang menerima tamu yang banyak. Setelah para tamu sudah bubar, aku katakan kepada Abu Said, ‘Aku tidak menanyakan kepadamu apa yang ditanyakan oleh mereka tadi. Aku menanyakan perihal puasa ketika safar’.

Maka Abu Said berkata, “Kami pernah melakukan safar menuju Makkah bersama Rasulullah shallalaahu ‘alaihi wa sallam ketika kami sedang berpuasa. Lalu kami berhenti di suatu tempat. Kemudian Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya kalian telah dekat dengan musuh kalian dan berbuka akan lebih menguatkan tubuh kalian’

Hal itu merupakan rukhshah (keringanan). Sebagian dari kami ada yang berpuasa, dan sebagian yang lain ada yang berbuka. Kemudian kami berhenti lagi di tempat lain. Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam kembali bersabda,
‘Sungguh, kalian besok pagi akan menghadapi musuh, dan berbuka akan lebih menguatkan tubuh kalian. Oleh karena itu, berbukalah kalian !’.

Lalu kami pun berbuka. Setelah peristiwa itu, aku ketahui bahwa kami berpuasa bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam ketika safar” (HR. Muslim no. 1120)

Berikut fatwa mengenai hal ini,

Soal:
Apakah mereka yang memerangi musuh (mujahid) boleh tidak berpuasa di bulan Ramadan kemudian meng-qada setelahnya?

Jawaban:
Jika mereka yang berperang melawan orang kafir adalah musafir dengan safar yang boleh mengqasar salat, maka boleh bagi mereka tidak bepuasa dan wajib bagi mereka meng-qada setelah Ramadan.

Jika mereka bukan musafir, misalnya diserang oleh orang kafir di negara mereka. Bagi yang mampu berpuasa sekaligus berjihad tetap wajib berpuasa. Bagi yang tidak mampu melakukan puasa dan kewajiban jihad sekaligus. Boleh bagi mereka tidak berpuasa dan wajib meng-qadha puasa yang mereka tinggalkan setelah bulan Ramadhan. (Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah 2/141-142, sumber: http://islamqa.info/ar/ref/106469)

Baca juga: Menghidupkan Malam Ramadan Dengan Salat Tarawih

***

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Artikel Muslim.or.id

ShareTweetPin
dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK

dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Kedokteran Umum UGM, dosen di Universitas Mataram, kontributor majalah "Kesehatan Muslim"

Artikel Terkait

Fikih Akikah (Bag. 4): Masalah-Masalah yang Berkaitan dengan Akikah

oleh Luqman Hasan Nahari
18 Juli 2026
0

Hukum akikah untuk janin yang mengalami keguguran Jika keguguran terjadi sebelum usia kehamilan 4 bulan, maka akikah tidak perlu dilakukan...

Fikih Akikah (Bag. 3): Karakteristik, Syarat-Syarat Hewan Akikah, dan Pembagian

oleh Luqman Hasan Nahari
17 Juli 2026
0

Karakteristik hewan akikah Sunahnya adalah menyembelih 2 ekor domba untuk bayi laki-laki dan 1 ekor domba untuk bayi perempuan. Hal...

Fikih Akikah (Bag. 2): Waktu, Tempat, dan Pihak yang Menanggung Akikah

oleh Luqman Hasan Nahari
29 Juni 2026
0

Waktu pelaksanaan akikah Waktu akikah disunahkan untuk dilaksanakan pada hari ketujuh setelah bayi tersebut lahir. Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, “Sunahnya...

Artikel Selanjutnya
Mohon Perlindungan

Rasulullah Berdoa Mohon Perlindungan Dari Hal-Hal Berikut

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 6   +   9   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah