Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Mengucapkan “Subhanallah” Ketika Melihat Kemungkaran

Fachri Abu Syazwiena oleh Fachri Abu Syazwiena
9 Juni 2014
di Doa dan Zikir
Ucapan Subhanallah

Ucapan Subhanallah

Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Lisan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha yang Bertasbih
  • Sebagian Sahabat juga Bertasbih

Ada hal yang barangkali terlupakan ketika melihat kemungkaran, baik kemungkaran tersebut berupa ungkapan maupun perbuatan, yaitu mengucapkan tasbih. Sebuah kemungkaran, baik perkataan maupun perbuatan, dimaknai sebagai hal-hal yang bertentangan dengan syariat atau hal-hal lain yang mengganggu orang-orang beriman.

Ada banyak dalil yang diungkapkan para ulama tentang ucapan tasbih ketika terjadinya kemungkaran. Salah satunya adalah dalam surat An-Nur: 16 yang mengisahkan kisah al-Ifku yaitu berita dusta tentang perzinahan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhaa.

Allah berfirman:

وَلَوْلا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ قُلْتُمْ مَا يَكُونُ لَنَا أَنْ نَتَكَلَّمَ بِهَذَا سُبْحَانَكَ هَذَا بُهْتَانٌ عَظِيمٌ

“Dan mengapa kamu tidak berkata, di waktu mendengar berita bohong itu: “Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini. Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar.“[1]

Al-Baghawiy dalam tafsirnya menyebutkan: “Bahwa lafadz ‘subhaanaka’ (سبحانك) dalam ayat bermakna ‘ta’ajjub’/heran.”[2]

Imam Al-hafizh Ibnu Katsir menuturkan: “Yaitu Maha Suci Allah ketika ungkapan (dusta) ditujukan kepada Istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sekaligus istri dari kekasih Allah.”[3]

Apa yang diungkapkan oleh Ahlu al-Ifki, sebutan bagi mereka yang menyebarkan berita bohong terhadap ‘Aisyah, merupakan kemungkaran yang besar oleh karena itu disyariatkan mengucapkan tasbih ketika mendengarnya. Ini sebagai penyucian kepada Allah karena kedustaan yang menimpa keluarga nabi.[4]

Lisan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha yang Bertasbih

Jauh sebelum ayat itu turun, ketika mendengar gosip dan kedustaan yang dipublikasikan oleh ahlul ifki saat itu, Aisyah pun bertasbih sambil menuturkan:

سبجان الله وقد تحدث الناس بهذا؟

“Subhaanallah, orang-orang telah membicarakan ini?”[5]

Sebagian Sahabat juga Bertasbih

Ketika mendengar kedustaan ini, para sahabat juga bertasbih kepada Allah. Mereka bertutur:

سبحانك ما يكون لنا أن نتكلم بهذا, سبحانك هذا بستان عظيم

“Subhaanallah, tidak pantas bagi kami membicarakan ini. Ini adalah kedustaan yang besar.”[6]

Ungkapan para sahabat ini menegaskan bahwa ungkapan “subhaanallah” adalah sebagai pelajaran bagi kaum muslimin untuk memuliakan, memuji dan mengagungkan Allah ketika mendengar ungkapan mungkar lagi dusta tentang kaum muslimin lainnya.

Para ulama, dari hadits ‘Aisyah tentang kisah al-Ifk, menyebutkan salah satu faidah bahwa disyari’atkan mengucapkan tasbih ketika ta’ajjub/heran terhadap terjadinya kemungkaran atau mendengar hal-hal yang dusta.[7]

Sebenarnya banyak lagi dalil-dalil beserta penjelasan para ulama yang mensyari’atkan ungkapan tasbih ketika adanya kemungkaran namun kami cukupkan sampai disini.

______
Referensi utama:

Kitab at-Tasbih fiy al-Kitab was Sunnah karangan Dr. Muhammad Ibn Ishaq, Jilid 2, Maktabah Dar al-Manhaj (Riyadh) beserta al-Maktabah asy-Syamilah.

____
Footnotes:

[1] QS an-Nur: 16
[2] Lihat Tafsir al-Baghawiy hal 26 jilid 6, al-Maktabah asy-Syamilah
[3] Lihat Tafsir Ibn Katsir hal 29 jilid 6, al-Maktabah asy-Syamilah
[4] Lihat kitab at-Tasbih fiy al-Kitab was Sunnah, hal 24 Jilid 2.
[5] Potongan hadits panjang tentang kisah tuduhan dusta terhadap ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha diriwayatkan Bukhari dan Muslim.
[6] Fath al-Baari hal 470 jilid 4. Dikutip dari kitab at-Tasbih fiy al-Kitab was Sunnah, hal 25 Jilid 2.

_____
Penyusun: Fachriy Aboe Syazwiena
Artikel Muslim.Or.Id

ShareTweetPin
Fachri Abu Syazwiena

Fachri Abu Syazwiena

Mahasiswa LIPIA

Artikel Terkait

Doa Ketika Terlilit Utang

oleh Prasetyo Abu Ka'ab
25 Januari 2026
0

Seorang muslim tidak sepantasnya meremehkan perkara utang, menganggapnya sepele, atau bersikap longgar dalam melunasinya. Sebab, dalam As-Sunah, terdapat banyak hadis...

Ketenangan Hati

Zikir dan Ketenangan Hati

oleh Fauzan Hidayat
14 Oktober 2025
0

Setiap manusia mendambakan ketenangan hati. Ada yang mencarinya dalam harta, jabatan, popularitas, bahkan hiburan. Namun semakin dicari pada selain Allah,...

Bacaan Tasbih Tahmid dan Takbir

Bacaan Tasbih, Tahmid, dan Takbir pada Zikir Setelah Salat

oleh Firdian Ikhwansyah
30 September 2025
0

Zikir merupakan salah satu ibadah harian yang sering kita lakukan. Salah satu jenis zikir yang pasti kita rutinkan setiap harinya...

Artikel Selanjutnya
Agama adalah Akal

Hadits Lemah: "Agama Adalah Akal"

Komentar 1

  1. hanif says:
    12 tahun yang lalu

    Mang Fari, sepertinya kita sebagai umat islam kekurangannya adalah cuma satu…..mudah membantah dan menyalahkan pendapat orang……..( salah satu penyebab islam dibelakang kebodohan selamanya )
    seandainya kita belum tau sumber sahihnya, mari kita lebih jumawa untuk terus menggali kekurangan kita yang pada akhirnya kita akan selalu belajar….
    yukkkk……saudara seiman, tinggalkan kebodohan dengan kedok lebih pintar dari orang lain..

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 6   +   1   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah