Tanya Jawab Fiqih Muamalah Bersama Ustadz Aris Munandar (3) – Muslim.Or.Id – Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah
X
“Memurnikan Aqidah, Menebarkan Sunnah”

Tanya Jawab Fiqih Muamalah Bersama Ustadz Aris Munandar (3)

Apa hukumnya membeli barang bergaransi seumur hidup, ya ustadz? buku kuliah fotokopian bagaimanakah hukumnya?

9490 18
selamat_natal_20

Soal Jawab Mengenai Hukum Dalam Islam Pertanyaan Hutang Piutang Tafsir Muamalah Perranyaan Tentang Gharar Contoh Soal Muamalah Analisis Lc Dlm Pandangan Fiqh Kuamalah

Soal:
Apa hukumnya membeli barang bergaransi seumur hidup, ya ustadz?
Contoh: saat ini telah banyak dijual di pasaran produk cloth diapers (popok dari kain) untuk bayi yang lebih ramah lingkungan sebagai alternatif pengganti popok sekali pakai dan dikatakan bahwa cloth diapers tersebut bergaransi seumur hidup. (mumu***@yahoo.com)

Jawab:
tidak boleh garansi seumur hidup karena mengandung gharar yang tinggi.

Soal:
Ustadz, membeli buku kuliah fotokopian bagaimanakah hukumnya? Jika haram, apabila sudah terlanjur beli apakah boleh dipergunakan? (fatmanabi***@gmail.com)

Jawab:
jika sudah terlanjur, boleh dipakai namun jangan diulangi lagi karena Islam menghormati harta orang lain dan hak intelektual termasuk harta orang lain yang wajib dihormati meski kafir.

Soal:
Ana mau tanya bagaimana hukumnya membuka usaha loket pembayaran cicilan leasing (kendaraan, rumah, dll). Keuntungan yg diperoleh si pelaku usaha adalah mendapatkan fee dari setiap transaksi misalnya Rp 3000, dll. Apakah halal keuntungan yg diperoleh oleh si pelaku usaha tsb ? (asep.nugr***@ymail.com)

Jawab:
tidak boleh, termasuk tolong menolong dalam dosa riba karena hakekat leasing atau kredit segitiga adalah hutang piutang dengan system riba.

Soal:
ada seseorang mau kerja yg dari proses awal pakai sogokan, trus sekarang dah di akhir proses dan dia baru tau kalau sogokan itu gak boleh/haram, pertanyaannya: apakah dia boleh terus bekerja disana klw diterima? Klw boleh apakah dia berdosa waktu menyogok saja ?atau uang(gaji) dia nantinya akan haram semuanya? (wahyuwina***@yahoo.co.id)

Jawab:
gaji karena masuk kerja dengan sogokan adalah gaji yang haram.

Soal:
Ustadz, seseorang yang pernah menggunakan uang rakyat untuk membeli barang pribadinya kemudian orang tersebut menyadari kesalahannya dan ingin bertaubat, maka bagaimana cara bertaubatnya? bagaimana status barang yang sudah dia pakai tersebut? apakah dia harus bersedekah sebesar harga barang yang dia beli tersebut? ([email protected])

Jawab:
wajib mengembalikan uang tersebut ke kas negara. Jika tidak memungkinkan baru menyalurkan uang tersebut untuk kegiatan sosial.

Soal:
Kalau misalnya ana punya hutang kpr riba 200juta karena ingin lepas dari riba ana jual rumah tsb 200jt kepada orang/lembaga keuangan. Terus kita beli kembali rumah tsb secara kredit tanpa bunga tanpa denda. Bolehkah hal tsb. Kalau tidak boleh gimanakah solusinya agar kita bisa bebas dari hutang riba dan tetep bisa memiliki rumah tsb. (ahmadi.yu***@gmail.com)

Jawab:
itulah jual beli inah yang haram.

Soal:
Bagaimanakah hukum melakukan evaluasi kinerja karyawan. Dimana dalam evaluasi tsb, manajer melaporkan kekurangan-kekurangan karyawan kepada pemilik usaha, semisal karyawan X malas, tidak disiplin, kurang ramah melayani konsumen, suka mengeluh soal pekerjaan, dan hal negatif lain terkait pekerjaan. Pelaporan ini dilakukan secara obyektif berdasarkan pengamatan terus menerus. Apakah ini termasuk ghibah yang terlarang dalam Islam?

Jawab:
termasuk ghibah yang diperbolehkan.

Soal:
Ustadz, saya menerima uang hasil menerjemahkan dokumen (kuitansi rumah sakit) dari seseorang (sebut saja A). Setelah selesai menerjemahkan, saya mendapatkan informasi dari orang lain bahwa si A adalah seorang agen asuransi. Saya jadi ragu apakah boleh saya memanfaatkan uang tersebut untuk saya sendiri karena saya khawatir jika kuitansi rumah sakit itu digunakan untuk urusan claim asuransi.

Apa yang harus saya lakukan, ya ustadz? Mohon nasehatnya. (mumu***@yahoo.com)

Jawab:
Klaim asuransi itu tidak seluruhnya haram sehingga uang hasil terjemah tersebut insya allah tidak mengapa. Jika yang dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi hanya sebesar premi yang pernah dibayarkan maka melakukan klaim asuransi hukumnya boleh.

Sumber: Milis PM-Fatwa
Artikel Muslim.Or.Id


Dukung pendidikan Islam yang berdasarkan Al Qur'an dan As Sunnah sesuai dengan pemahaman salafus shalih dengan mendukung pembangunan SDIT YaaBunayya Yogyakarta http://bit.ly/YaaBunayya  
Print Friendly, PDF & Email

Soal Fiqih Yang Rumitt.. Yang Wajib Di Tanyakan Pertanyaan Tentang Gharar Dan Maysir Pertanyaan Hadis Jual Beli Riba Tanya Jawab Riba Dagangan Pertanyaan Tentang Sewa Dan Gadai Tafsir Muamalat

In this article

Join the Conversation

  • mega putri

    Bagaimana hukum nya pak ustad kalau menyukai atau pacaran dengan sesama wanita/jenis? Dan bagaimana solusinya? Terima kash

    • Sa’id Abu Ukkasyah

      Hukumnya haram. Solusinya mudah,jika seseorang yg terkena penyakit ini bersungguh-sungguh untuk berubah,dengan izin Allah,diantaranya :
      1. Banyak2 berdo’a dg memasrahkan urusan kpd Allah, menggantungkan harapan kpd-Nya, hati bersandar kpd-Nya saja.
      2. Banyak2 beribadah mendekatkan diri kpd-Nya.
      3. Jauhi teman dan lingkungan buruk selama ini, ganti dg berteman dg teman2 di majelis Ta’lim, rutinlah ikut pengajian2 Sunnah yg lurus.
      4. Jauhi bacaan2/tontonan yg memancing ke arah penyakit itu. Ganti dg bacaan2 ttg ajaran Islam yg benar.
      5. Konsultasi dg Ustadz 2 Sunnah di daerah Anda.
      6. Sibuklah dg kegiatan2 Islami, hindari nganggur (tdk pumya kesibukan). dll

  • Ar-Ridho Akbar

    Apa hukumnya melakukan trading pada pasar saham? Dimana trading membeli saham dalam periode yang cenderung singkat pada harga tertentu dengan harapan harga saham tersebut akan naik pada waktu yg akan datang. Berdasarkan banyak materi, kenaikan harga saham dapat di prediksi melalui berbagai metode perhitungan, dengan cara menghitung grafik pergerakan harga saham yang dimana hal ini juga sering digunakan oleh para penjual beras dalam melakukan spekulasi harga beras, walaupun perhitungan tersebut tidak 100% tepat. Lalu apakah hal tersebut disebut spekulasi? Apa hukum spekulasi dalam bisnis, terutama dalam bidang pasar uang? Sejauh mana spekulasi diperbolehkan dalam hukum bisnis Islam? Syukron.

    • Sa’id Abu Ukkasyah

      Coba Anda baca buku Ust. Dr. Erwandi Tarmizi : “Harta haram, mu’amalah kontemporer”, bab tentang riba dayn dan perdagangan saham.

      • Ar-Ridho Akbar

        Syukron ustad

  • aulia fernando

    assalamualaikum ustad,,, saya mau bertanya tentang dosa-dosa besar/kecil yang sudah terlampau atau bahkan terlupakan apakah mungkin masih bisa terhapus ya us…? andaikan dapat terhapus, lalu bagaimana caranya agar dosa yang terlupakan itu terhapus.??

    • Sa’id Abu Ukkasyah

      Wa’alaikumus salam, unt. dosa yg masih ingat ditaubati scr khusus dg memenuhi 6 syrat taubat : Ikhlas,menyesal,berhenti dari dosa itu (mngmbalikan hak org lain yg hrs dikmbalkan),tekad kuat tdk mgulanginya,sblm nyawa di tnggrkan dan sblm matahri trbit dr barat.
      Adapun unt dosayg tdk ingat, Ulama mnjelaskan ditaubati dg taubat umum atas seluruh dosa dg 6 syarat tsb, perbanyak istighfar.

  • Aufar Al Kadri

    Apa Hukumnya kalau kita memasang foto keluarga atau gambar/lukisan yang wujudnya makhluk hidup ????

  • Mas Hesa Adhi

    assalamualaikum.
    ustadz bagaimana hukum sungkeman???

  • ita

    Assalamu’alaikum pak ustad, saya mau bertanya mengenai salam. jika ada orang mengucap salam kepada kita namun ucapan salam itu tidak lengkap, misalnya kum atau salamikum apakah saya masih wajib menjawabnya? lalu jika ada orang non muslim mengucap salam pada kita, apakah saya juga wajib menjawabnya? terimakasih. mohon bantuannya.

    • Sa’id Abu Ukkasyah

      Wa’alaikumus salam, apa pernah terjadi orang mengucapkan salam dg “kum” saja? Kalau memang pernah terjadi maka tidak perlu dijawab, krn itu bukan salam, kecuali lisannya tidak normal/bisu.
      Untuk “Salamikum” itu mungkin Anda salah dengar, krn terlalu cepat pengucapan salamnya atau Anda sedang papasan di jalan berkendaraan.
      Untuk menjawab salam non muslim, silahkan baca: rumaysho.com/aqidah/membalas-salam-non-muslim-2036

  • Mekka

    Assalammu’alaikum wr.wb ustadz
    saya mau bertanya perkara uang di zaman sekarang yang jelas2 riba karna perbedaan nilai tukar, dan perbankan yang juga jelas mengandung unsur riba karna bunga, dan bank Syari’ah juga belum sepenuhnya mampu menghilangkan 100% hal2 yang dilarang Allah dan Rosul, jadi bagaimana sikap kita sebagai muslim ustadz?, sedangkan kita tidak bisa terlepas dari hal ini.
    terimakasih ustadzz

    • Sa’id Abu Ukkasyah

      Wa’alaikumus salam, apa yg dimaksud “karna perbedaan nilai tukar”?. Yg jelas sikap kita adalah bertakwa semampu kita, ambil solusi kemudahan ketika keadaan darurat/mendesak sesuai dengan penjelasan para ulama Ahlus Sunnah

  • Sri Wahyuni

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Bagaimana pendapat/penjelasan tentang seseorang yang alhamdulillah sudah masuk Islam dan dia berhaji, tetapi sikap dan perbuatannya tidak menujukkan bahwa dirinya adalah seorang hajjah. contohnya seperti suka ngomongin orang lain atau yang lainnya. mohon untuk d jawab. terima kasih.

    • Sa’id Abu Ukkasyah

      Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh, haji itu sebuah ibadah yang sebagaimana ibadah lainnya, seperti sholat, zakat, dll, maka orang yang telah melakukan salah satu ibadah trsebut, bisa saja terjatuh dalam kesalahan. Sebagaimana kitapun yang telah shalat berkali-kali juga pernah melakukan dosa, padahal shalat mencegah perbuatan keji dan mungkar. seorang muslim/muslimah yang menunaikan haji itu beraneka ragam tingkat ilmu dan amalnya, tingkat kuat lemah keimanannya, oleh karena itu , kita sebagai saudaranya yang seiman, jika melihatnya melakukan dosa , tugas kita adalah menjelaskan kepadanya bahwa itu dosa (jika ia belum tahu) atau mengingatkannya jika ia lupa atau menasehatinya jika ia sengaja. Demikian pula jika kita sendiri yg terjatuh dalam dosa yg mungkin bentuknya lain dari dosa yg ia lakukan, namun intinya sama, yaitu: sama-sama dosanya,maka kita pun juga butuh nasehat.

      • Sri Wahyuni

        Alhamdulillah. terimakasih atas taggapannya pak ustad. kalo bapak berkenan untuk menjawab pertanyaan saya ini, saya mau bertanya.

        banyak orang mengatakan bahwa lelaki yang baik hanya untuk wanita yang baik dan begitu juga sebaliknya. jika kita mencintai lelaki yang baik itu dengan mengharapkan ridho Allah, tetapi sifat, iman dan akhlak kita masih belum baik atau tidak sesuai dengan lelaki baik itu, apakah masih bisa mendapatkan lelaki itu ? dan tolong jelaskan apa sih yang dimaksud dengan lelaki yg baik hanya untuk wanita yg baik dan begitu juga sebalikya.

        Terimakasih telah membaca dan mejawab pertanyaan saya pak ustad :) Wassalamu’alaikum Wr.Wb.