Ghibah yang Dibolehkan – Muslim.Or.Id – Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

Ghibah yang Dibolehkan

Menceritakan ‘aib orang lain tanpa ada hajat sama sekali, inilah yang disebut dengan ghibah. Karena ghibah artinya membicarakan ‘aib orang lain sedangkan ia tidak ada di saat pembicaraan. …

18376 21
ghibah

Ghibah Yang Diperbolehkan Ghibah Ghibah Yang Dibolehkan Hukum Membicarakan Kebaikan Orang Lain Hukum Ghibah

Menceritakan ‘aib orang lain tanpa ada hajat sama sekali, inilah yang disebut dengan ghibah. Karena ghibah artinya membicarakan ‘aib orang lain sedangkan ia tidak ada di saat pembicaraan. ‘Aib yang dibicarakan tersebut, ia tidak suka diketahui oleh orang lain.

Adapun dosa ghibah dijelaskan dalam firman Allah Ta’ala,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hujurat: 12)

Asy Syaukani rahimahullah dalam kitab tafsirnya mengatakan, “Allah Ta’ala memisalkan ghibah (menggunjing orang lain) dengan memakan bangkai seseorang. Karena bangkai sama sekali tidak tahu siapa yang memakan dagingnya. Ini sama halnya dengan orang yang hidup juga tidak mengetahui siapa yang menggunjing dirinya. Demikianlah keterangan dari Az Zujaj.”

Asy Syaukani rahimahullah kembali menjelaskan, “Dalam ayat di atas terkandung isyarat bahwa kehormatan manusia itu sebagaimana dagingnya. Jika daging manusia saja diharamkan untuk dimakan, begitu pula dengan kehormatannya dilarang untuk dilanggar. Ayat ini menjelaskan agar seseorang menjauhi perbuatan ghibah. Ayat ini menjelaskan bahwa ghibah adalah perbuatan yang teramat jelek. Begitu tercelanya pula orang yang melakukan ghibah.”

Adapun yang dimaksud ghibah disebutkan dalam hadits berikut,

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ ». قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ « ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ ». قِيلَ أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِى أَخِى مَا أَقُولُ قَالَ « إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya, “Tahukah kamu, apa itu ghibah?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ghibah adalah kamu membicarakan saudaramu mengenai sesuatu yang tidak ia sukai.” Seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah menurut engkau apabila orang yang saya bicarakan itu memang sesuai dengan yang saya ucapkan?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Apabila benar apa yang kamu bicarakan itu tentang dirinya, maka berarti kamu telah menggibahnya (menggunjingnya). Namun apabila yang kamu bicarakan itu tidak ada padanya, maka berarti kamu telah menfitnahnya (menuduh tanpa bukti).” (HR. Muslim no. 2589, Bab Diharamkannya Ghibah)

Ghibah dan menfitnah (menuduh tanpa bukti) sama-sama keharaman. Namun untuk ghibah dibolehkan jika ada tujuan yang syar’i yaitu dibolehkan dalam enam keadaan sebagaimana dijelaskan oleh Imam Nawawi rahimahullah. Enam keadaan yang dibolehkan menyebutkan ‘aib orang lain adalah sebagai berikut:

1- Mengadu tindak kezaliman kepada penguasa atau pada pihak yang berwenang. Semisal mengatakan, “Si Ahmad telah menzalimiku.”

2- Meminta tolong agar dihilangkan dari suatu perbuatan mungkar dan untuk membuat orang yang berbuat kemungkaran tersebut kembali pada jalan yang benar. Semisal meminta pada orang yang mampu menghilangkan suatu kemungkaran, “Si Rahmat telah melakukan tindakan kemungkaran semacam ini, tolonglah kami agar lepas dari tindakannya.”

3- Meminta fatwa pada seorang mufti seperti seorang bertanya mufti, “Saudara kandungku telah menzalimiku demikian dan demikian. Bagaimana caranya aku lepas dari kezaliman yang ia lakukan.”

4- Mengingatkan kaum muslimin terhadap suatu kejelekan seperti mengungkap jeleknya hafalan seorang perowi hadits.

5- Membicarakan orang yang terang-terangan berbuat maksiat dan bid’ah terhadap maksiat atau bid’ah yang ia lakukan, bukan pada masalah lainnya.

6- Menyebut orang lain dengan sebutan yang ia sudah ma’ruf dengannya seperti menyebutnya si buta. Namun jika ada ucapan yang bagus, itu lebih baik. (Syarh Shahih Muslim, 16: 124-125)

Kalau kita perhatikan apa yang dimaksud oleh Imam Nawawi di atas, ghibah masih dibolehkan jika ada maslahat dan ada kebutuhan. Misal saja, ada seseorang yang menawarkan diri menjadi pemimpin dan ia membawa misi berbahaya yang sangat tidak menguntungkan bagi kaum muslimin, apalagi ia mendapat backingan dari non muslim dan Rafidhah (baca: Syi’ah), maka sudah barang tentu kaum muslimin diingatkan akan bahayanya. Namun yang diingatkan adalah yang benar ada pada dirinya dan bukanlah menfitnah yaitu menuduh tanpa bukti. Wallahu waliyyut taufiq.

Disusun di Jayapura, Papua, 26 Rajab 1435 H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Muslim.Or.Id


Dukung pendidikan Islam yang berdasarkan Al Qur'an dan As Sunnah sesuai dengan pemahaman salafus shalih dengan mendukung pembangunan SDIT YaaBunayya Yogyakarta http://bit.ly/YaaBunayya  

Gibah Ghibah Yg Diperbolehkan Ghibah Yg Dibolehkan Apa Itu Ghibah Membicarakan Kebaikan Orang Lain

In this article

Join the Conversation

  • Pingback: GHIBAH YANG DIBOLEHKAN | m3n4n's Blog()

  • Helly Fahreza Fathurillah

    Bolehkah membicarakan kebaikan orang lain dan menamainya dengan si Fulan/ Fulanah? dan yang dibicarakan itu adalah orang yang nyata berada di sekitar kita. Dengan maksud agar orang lain mengikuti kebaikannya, atau dalam rangka mengajak. Seperti membicarakan bahwa si Fulanah adalah gadis remaja yang tidak malu memakai hijab syar’i di sekeliling teman-temannya yang tidak berhijab, maka ikutilah Fulanah itu yang memakai hijab syar’i.

    • Membicarakan kebaikan orang lain bukan ghibah, itu diperbolehkan

      • Helly Fahreza Fathurillah

        Syuqron ustadz..

  • Danu

    Bagaimana hukumnya jika orang mengumbar kejelekan orang lain, tapi saat diperingatkan ia memberikan alasan ghibah yang diperbolehkan, padahal bukti kejelekan orang lain itu tidak jelas sumbernya dan bisa menjadi Fitnah? Terima Kasih.

  • Pingback: Terima kasih Bapak H. Prabowo Subianto… | Rencana Trading Saham Indonesia()

  • Wa’alaikumussalam. Kalau saudara tinggal di Jogja, spt itu kami bisa bantu. Spt ini infonya: https://muslim.or.id/dari-redaksi/penerimaan-santri-baru-badar-mahad-umar-bin-khattab-yogyakarta-1434h.html

  • ryan

    As salaamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Ustadz bagaimana jika kita meng-ghibah orang2 kafir? termasuk meng-ghibah mereka dalam hal selain syiar agama?
    Jazakallah

    • Sa’id Abu Ukkasyah

      Wa’alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh,
      silahkan baca : http://Islamqa.info/id/13611

      • ryan

        Jazakallahu Khairan Katsiiran.
        Sangat jelas ustadz.

  • hani

    Jazakallahu khairan

  • fian

    ijin copas,artikelnya sangat berguna.

    • Sa’id Abu Ukkasyah

      Silahkan, jangan lupa cantumkan sumbernya

  • Pingback: Ternyata Seperti Inilah Faizal Assegaf yang Asli | Catatan Jonru()

  • Weka Chan

    Lalu bagaimana dgn ghibah tp tdk menyebutkan nm yg dighibahi? Kt kebanyakan hal sprti ini diperbolehkan. Btl kah, Ustadz?

    • Jika tanpa menyebutkan secara spesifik orang yang dimaksud, boleh

  • fian

    assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Bagaimana hukumnya jika terlanjur mendengar ghibah dan menanggapinya ?
    terimakasih

    • Sa’id Abu Ukkasyah

      Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh, Islamqa.info/id/99554

  • fian

    Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
    Bagaiman hukumnya terlanjur mendengar ghibah dan menggapinya ?
    Terimakasih


Shares