Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Hadits Lemah: “Berdzikirlah Sampai Dikatakan Gila”

Yulian Purnama, S.Kom. oleh Yulian Purnama, S.Kom.
16 Mei 2014
di Hadis
Hadits Lemah Berdzikirlah Sampai Gila

Hadits Lemah Berdzikirlah Sampai Gila

Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Derajat hadits
    • 1. Pada perawi Ibnu Lahi’ah
    • 2. Pada perawi Darraj

Dikeluarkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya (11674),

حَدَّثَنَا حَسَنٌ ، حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ ، حَدَّثَنَا دَرَّاجٌ ، عَنْ أَبِي الْهَيْثَمِ ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، أَنَّهُ قَالَ :  أَكْثِرُوا ذِكْرَ اللَّهِ ، حَتَّى يَقُولُوا مَجْنُونٌ

Hasan menuturkan kepada kami, Ibnu Lahi’ah menuturkan kepada kami, Darraj menuturkan kepada kami, dari Abul Haitsam, dari Abu Sa’id, dari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bahwa beliau bersabda:

“perbanyaklah dzikrullah sampai orang-orang mengatakan anda gila”

Derajat hadits

Sanad hadits ini lemah karena memiliki dua masalah:

1. Pada perawi Ibnu Lahi’ah

Ibnu Lahi’ah diperselisihkan statusnya. Mayoritas ulama mendhaifkannya, At Tirmidzi berkata: “ia dhaif dikalangan ahli hadits, Yahya bin Sa’id Al Qathan mendhaifkannya dari sisi hafalannya”. Adz Dzahabi berkata: “yang dipraktekkan adalah melemahkan haditsnya”. Imam Ahmad berkata: “ia bukan hujjah”. An Nasa’i berkata: “dha’if, ia tidak tsiqah”.

Namun sebagian ulama juga men-tautsiq Ibnu Lahi’ah, Ahmad bin Shalih Al Mishri berkata: “ia tsiqah kecuali jika mendiktekan hadits (dari hafalannya)”. Yahya bin Hasan At Tunisi berkata: “belum pernah aku melihat orang yang lebih bagus hafalannya setelah Hasyim selain Ibnu Lahi’ah”.

Para ulama juga berselisih pendapat apakah kitab-kitab Ibnu Lahi’ah terbakar ataukah tidak, juga diperselisihkan apakah beliau ikhtilath di akhir usianya. Yang shahih, insya Allah, Ibnu Ma’in dalam Sualat Ibnu Junaid (499) berkata: “penduduk Mesir berkata kepadaku, kitab Ibnu Lahi’ah tidak ada yang terbakar satu pun”. Ibnu Sa’ad berkata: “adapun penduduk Mesir, mereka mengatakan bahwa Ibnu Lahi’ah tidak ikhtilath dan tidak hilang perkaranya dari awal sampai akhir walaupun hanya satu”.

Turunan dari khilaf ini, sebagian ulama berpendapat bahwa hadits-hadits Ibnu Lahi’ah dhaif kecuali yang diriwayatkan oleh Al Abadilah Al Arba’ah, karena mereka meriwayatkan hadits dari Ibnu Lahi’ah sebelum terbakar kitab-kitabnya. Mereka adalah : (1) Abdullah bin Yazid Al Muqri (2) Abdullah bin Wahb (3) Abdullah bin Al Mubarak (4) Abdullah bin Maslamah.  Yang berpendapat demikian diantaranya Syaikh Al Albani, beliau membuat judul dalam Ash Shahihah: “shahihnya hadits Ibnu Lahi’ah jika diriwayatkan oleh salah satu Abadilah” (Ash Shahihah, 3/32).

Namun yang rajih wallahu a’lam, adalah pendapat yang menyatakan Ibnu Lahi’ah statusnya dhaif secara mutlak sebagaimana pendapat jumhur. Dan ini dikuatkan oleh Syaikh Muqbil’ bin Hadi Al Wadi’i, beliau berkata: “yang shahih adalah mendhaifkan Ibnu Lahi’ah secara mutlak”. Terlebih dalam kasus kasus ini, hadits Ibnu Lahi’ah tidak diriwayatkan oleh salah satu Abadilah.

2. Pada perawi Darraj

Ia diperselisihkan statusnya. Sebagian ulama melemahkannya, Abu Hatim berkata: “dalam haditsnya ada kelemahan”. Imam Ahmad berkata: “hadits-haditsnya munkar”. An Nasa-i berkata: “munkarul hadits”. Sebagian ulama menyatakan shaduq, Ibnu Hajar berkata: “shaduq, namun haditsnya dari Abul Haitsam ada kelemahan”. Yahya bin Ma’in berkata: “ia tidak mengapa”. Abu Daud As Sijistani berkata: “hadits-haditsnya mustaqim kecuali yang diriwayatkan dari Abul Haitsam dari Abu Sa’id”. Sehingga Darraj dalam sanad ini statusnya lemah.

Hadits ini dikeluarkan juga oleh Al Hakim dalam Al Mustadrak (1839), Ibnu Hibban dalam Shahih-nya (817), Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman (523),

حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ ، أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ ، أَنَّ أَبَا السَّمْحِ حَدَّثَهُ ، عَنْ أَبِي الْهَيْثَمِ ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ ، أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : ” أَكْثِرُوا ذِكْرَ اللَّهِ ، حَتَّى يَقُولُوا : مَجْنُونٌ

Ibnu Wahb menuturkan kepada kami, ‘Amr bin Al Harits, bahwa Abu Samh (Darraj) menuturkan kepada kami, dari Abul Haitsam, dari Abu Sa’id Al Khudri bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “perbanyaklah dzikrullah sampai orang-orang mengatakan anda gila“.

namun dalam jalan ini pun terdapat periwayatan Darraj dari Abul Haitsam.

Maka kesimpulannya hadits ini lemah. Syaikh Al Albani setelah menjelaskan kelemahan hadits ini, beliau berkata: “dari penjelasan ini, anda bisa ketahui bahwa penetapan status hasan untuk hadits ini, seperti yang dilakukan oleh Ibnu Hajar sebagaimana dinukil Al Munawi, adalah sesuatu yang ghayru hasan (tidak baik)” (Silsilah Adh Dha’ifah, 518).

 

Referensi:

  • Silsilah Al Ahadits Adh Dha’ifah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, Asy Syamilah
  • Musnad Ahmad, Imam Ahmad bin Hambal, Asy Syamilah
  • Al Mustadrak ‘ala Shahihain, Muhammad bin Abdillah Al Hakim, Asy Syamilah
  • Shahih Ibni Hibban, Muhammad bin Hibban At Taimi, Asy Syamilah
  • Syu’abul Iman, Ahmad bin Husain Al Baihaqi, Asy Syamilah
  • Mausu’ah Al Hadits IslamWeb.Net
  • http://kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?p=304536
  • http://www.muqbel.net/files.php?file_id=4&item_index=6

—

Penulis: Yulian Purnama

Artikel Muslim.Or.Id

ShareTweetPin
Yulian Purnama, S.Kom.

Yulian Purnama, S.Kom.

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Ilmu Komputer UGM, kontributor web Muslim.or.id dan Muslimah.or.id

Artikel Terkait

Derajat Hadis Membaca Doa Melihat Kakbah

oleh Muhammad Insan Fathin
19 Maret 2026
0

Mengunjungi Baitullah al-Haram, Kakbah, merupakan impian setiap Muslim. Di antara penyempurna rukun dari agama Islam adalah ibadah haji. Sebagian ulama...

Penjelasan Hadis tentang Botak Sebagai Ciri Fisik Khawarij

oleh Muhammad Insan Fathin
6 Februari 2026
0

Pemikiran Khawarij adalah pemikiran yang sangat menyimpang dalam Islam. Bahkan, bisa dipastikan bahwa pemikiran Khawarij adalah pemikiran kelompok yang keluar...

Hadis Arbain An-Nawawiyah

Penjelasan Hadis Arba’in An-Nawawiyah (Bag. 3): Hadis 2, Iman, Islam, dan Ihsan

oleh Gazzeta Raka Putra Setyawan
17 November 2025
1

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ أَيْضًا قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُولِ اللّٰهِ -صلى الله عليه وسلم- ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ...

Artikel Selanjutnya
Hadits Tentang Niat

Penjelasan Hadits "Innamal A'malu Binniyat"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 6   +   3   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah