Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Memajang Kaligrafi Allah dan Muhammad Sejajar

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc. oleh Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.
24 April 2014
di Akidah
kaligrafi allah muhammad
Share on FacebookShare on Twitter

Kita lihat di sebagian masjid di arah kiblat biasa dipajang kaligrafi Allah dan Muhammad secara sejajar. Padahal tidak ada kesejajaran kedudukan secara realita antara Allah dan Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun demikianlah sebagian kita tidak memahami hal ini hingga barangkali menyangka bahwa itu adalah suatu bentuk pengagungan pada Allah dan Rasul-Nya.

Keterangan yang amat baik pernah disampaikan oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah saat membahas salah satu hadits dalam kitab Bulughul Maram karya Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah. Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata sebagai berikut.

Tidak sepantasnya seseorang shalat menghadapkan pandangan pada sesuatu yang dapat melalaikannya. Karena dalam hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata pada ‘Aisyah ketika melihat hordennya yang bergambar,

أَمِيطِى عَنَّا قِرَامَكِ هَذَا

“Jauhkan dariku hordenmu itu (karena terus melalaikan dari shalatku).“[1]

Para ulama rahimahumullah melarang pula memberikan hiasan-hiasan di arah kiblat masjid karena masalahnya sama, yaitu dapat membuat tidak konsen saat shalat. Apa yang dikatakan oleh para ulama tersebut memang benar, ini tanpa kita memandang apa yang tertulis di tembok pada arah kiblat. Jika yang tertulis mengandung kemungkaran, maka lebih bertambah lagi kekeliruannya.

Contoh yang biasa dipajang di beberapa masjid adalah kaligrafi Allah dan Muhammad. Tulisan Allah berada di bagian kanan mihrab, sedangkan tulisan Muhammad berada sejajar di sebelah kirinya. Ini tanpa ragu adalah suatu kesalahan. Kekeliruannya adalah ketika tulisan tersebut dibuat setara. Sehingga dinilai bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah tandingan bagi Allah.

Coba perhatikan, ketika seseorang menyejajarkan Allah dengan Muhammad dengan berkata pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Masya Allah wa syi’ta (artinya: atas kehendak Allah dan kehendakmu), Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengoreksi ucapannya, “Apakah engkau ingin menjadikanku sebagai tandingan bagi Allah? Cukuplah engkau ucapkan, “Masya Allahu wahdah (artinya: atas kehendak Allah saja).“[2] Orang yang berkata seperti itu adalah orang yang tidak mengetahui kedudukan Allah dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kita pun jika melihat tulisan seperti itu, maka ada perasaan bahwa Allah dan Rasul-Nya berada dalam satu kedudukan. Itulah kemungkarannya.

Demikian disampaikan oleh seorang faqih, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin, semoga Allah merahmati beliau.

Moga bermanfaat bagi para pembaca Muslim.or.id sekalian. Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.

Baca Juga: Menggantungkan Ayat Kursi

 

Referensi: 

Fathu Dzil Jalali wal Ikrom bi Syarh Bulughil Maram, Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin, cetakan pertama, tahun 1426 H, 2: 501-502.

 

—

Disusun di pagi hari penuh berkah, 24 Jumadats Tsaniyyah 1435 H di Panggang, Gunungkidul

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Muslim.or.id

—

Catatan kaki:

[1] HR. Bukhari no. 374.

[2] Dalam musnad Imam Ahmad disebutkan hadits dari Ibnu ‘Abbas bahwa ada seseorang yang berkata pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “Masya Allahu wa syi’ta (artinya: atas kehendak Allah dan kehendakmu)” -di mana kata “dan” di sini berarti menyajajarkan antara Allah dan makhluk-, maka kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata padanya,

أَجَعَلْتَنِى وَاللَّهَ عَدْلاً بَلْ مَا شَاءَ اللَّهُ وَحْدَهُ

“Apakah engkau ingin menjadikanku dan Allah itu semisal (sejajar), cukuplah katakan masya Allahu wahdah (artinya: atas kehendak Allah saja).” (HR. Ahmad, 1: 214. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih lighoirihi)

ShareTweetPin
Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

- Pengasuh Rumaysho.Com dan RemajaIslam.Com. - Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta (2003-2005). - S1 Teknik Kimia UGM (2002-2007). - S2 Chemical Engineering (Spesialis Polymer Engineering), King Saud University, Riyadh, KSA (2010-2013). - Murid Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan, Syaikh Dr. Sa’ad bin Nashir Asy Syatsriy, Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir Al Barrak, Syaikh Sholih bin 'Abdullah bin Hamad Al 'Ushoimi dan ulama lainnya. - Sekarang memiliki pesantren di desa yang membina masyarakat, Pesantren Darush Sholihin di Panggang, Gunungkidul.

Artikel Terkait

Allah Mengganti yang Hilang

oleh Fauzan Hidayat
14 Juli 2026
0

Kehilangan adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup manusia. Tidak ada yang benar-benar siap apabila diuji dengan musibah kehilangan...

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Artikel Selanjutnya
alam_jin_11

Serial 21 Alam Jin: Tujuan Diciptakannya Jin

Komentar 8

  1. Dani Ramdani says:
    6 tahun yang lalu

    Permisi mau nanya, kalau pajang hadis ditembok dengan tujuan dakwah gimana hukumnya?

    Reply
    • Yulian Purnama, S.Kom. says:
      6 tahun yang lalu

      Boleh

      Reply
  2. arip says:
    6 tahun yang lalu

    Assalamualaikum
    bgmn klo pasang tulisan Allah dan Muhammad, tapi tidak sejajar?
    misal tulisan Allah di Kanan Atas, dan Muhammad di kiri Bawah ?
    apakah boleh demikian?
    syukron

    Reply
    • Mahendra says:
      3 tahun yang lalu

      Yg sekiranya gak penting tinggalkan.panjang pajang tulisan gak ada manfaatnya.

      Reply
  3. Endi says:
    5 tahun yang lalu

    Jika lafazh nya di Alloh dua-duanya, kanan dan kiri,
    Apakah dibolehkan?

    Reply
  4. Rizki Januar says:
    3 tahun yang lalu

    Saya ingin melukis kaligrafi kalimat tahlil,tasbih, potongan ayat Al-Qur’an dsb, utk pajangan dinding, apakah boleh ?
    Mengingat di Kiswah Ka’bah juga terdapat potongan ayat2 Al-Qur’an.

    Reply
  5. Abu jalal says:
    3 tahun yang lalu

    1. Afwan, (setau ana) menaruh tulisan Allah dan Muhamad sejajar itu, tidak ada niat untuk menyamakan ilah dan makhluk Nya (Nabi Muhamad). Tulisannya aja terlalu Suudzon ke sana.
    2. Maksud hadist terasa cocokologi, horden itu adanya tepat didepan orang sholat, kalau tulisan Allah atau Muhamad itu bukan ada (tepat) di depan orang sholat tapi di atas (menempel didinding), masa sih orang sholat nengok ke atas. Berarti sholatnya bermasalah. Berarti perbandingan (qiyas) yang tidak setara.
    3. Kalau sarung ada tulisan “Atlas”, bisa diqiyaskan (disejajarkan) dengan horden tersebut, karena posisinya tepat di depan orang sholat seperti horden.
    Wallahu a’lamu bishshowaab..

    Reply
  6. rahmat says:
    2 tahun yang lalu

    terima kasih sudah berbagi ilmu nya

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 6   +   7   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah