Fatwa Ulama: Apakah Shalat Sunnah Diputus Ketika Sudah Iqamat? – Muslim.Or.Id – Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah
X
“Memurnikan Aqidah, Menebarkan Sunnah”

Fatwa Ulama: Apakah Shalat Sunnah Diputus Ketika Sudah Iqamat?

Apakah shalat sunnah harus dibatalkan ketika iqamat sudah dikumandangkan? Simak fatwa dari Fatwa Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz Al Aqil berikut ini

10675 0

Cara Melakukan Solat Qobliyah Subuh Apa Boleh Setelah Iqomab Bolehkah Dhalat Qabliyah Setelah Iqamat Setelah Sholat Baca Iqomat Sholat Lagi Sholat Sunah Rawatib Boleh Dikerjakan Setelah Qomat Jika Iqamah Sudah Di

Fatwa Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz Al Aqil

Soal:

Jika seseorang memasuki masjid sebelum didirikan shalat wajib, kemudian ia bertakbir untuk shalat rawatib (shalat sunnah) kemudian dikumandangkan iqamat. Apakah ia harus memutus shalatnya dan ikut shalat berjamaah dengan imam atau ia menyempurnakan shalatnya walaupun ketinggalan sebagian shalat berjamaah, apakah sama saja ia ketinggalan satu rakaat sempurna atau kurang atau lebih? Apakah ada rinciannya? Apa makna hadits “jika telah dikumandangan iqamat maka tidak ada shalat kecuali shalat wajib” (HR. Muslim)?

Jawab:

Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah ditanya semisal pertanyaan ini, maka beliau menjawab:

Para ulama menyebutkan –yaitu hadits diatas- dipahami bahwa memulai shalat sunnah sunnah bagi yang ingin shalat berjamaah dengan imam adalah terlarang (ketika sudah iqamat). Adapun menyempurnakannya akan tetapi tidak menjadikannya bersamaan dengan shalat berjamaah hukumnya lebih ringan dari yang pertama, karena melihat juga dalil yang lain yaitu firman Allah:
Janganlah kalian membatalkan amalan kalian” (Muhammad: 33)

Ketahuilah, ada empat pendapat dalam masalah ini:

  1. Pendapat pertama: jika telah dikumandangkan iqamat sebelum ia memulai shalat sunnah nafilah maka shalat sunnahnya tidak sah.
  2. Pendapat kedua: jika iqamat sudah dikumandangkan dan tidak mungkin baginya menyempurnakan shalat hingga ia ketinggalan shalat jamaah, baik mendapati dengan salam ataupun dengan satu rakaat saja (menurut pendapat yang shahih), wajib baginya memutuskan shalat sunnahnya (tidak ada yang menyelisihi pendapat ini). Tidak ada pertentangan antara wajib dan sunnah karena keumuman dalil wajibnya shalat jamaah dan memulai shalat sunnah sunnah tidak menggugurkan shalat yang wajib.
  3. Pendapat ketigajika ia telah memulai shalat sunnah nafilah dan memungkinkan baginya salam (menyelesaikan shalat sunnah) dan mendapatkan rakaat pertama, maka yang lebih baik adalah ia menyempurnakan shalat sunnah sunnahnya. Ini adalah pendapat terpilih di kalangan ulama Hanabilah yaitu jika telah dimulai iqamat maka disempurnakan dengan shalat yang ringan (cepat tetapi tetap tuma’ninah).
  4. Pendapat keempat: jika telah dikumandangkan iqamat dan pertimbangannya tidak bisa dipastikan antara menyempurnakan dan ketinggalan rakaat pertama atau memutus shalat dan ikut rakaat pertama shalat, maka pendapat Hanabilah memilih yang pertama menyempurnakan dengan ringan walaupun ketinggalan dan ada pendapat yang lain yaitu memutus shalat ketika itu juga.

Dan yang shahih menurut saya adalah bolehnya memutus shalat sunnah nafilah karena shalat wajib mashalahatnya tidak sebanding dengan shalat nafilah. Yang sedikit dari shalat wajib bisa lebih baik dari yang banyak shalat nafilah. Jika ini hanya pada satu rakaat saja, maka bagaimana dengan yang lain?

Sumber: http://ar.islamway.net/fatwa/30861

Penerjemaah : dr. Raehanul Bahraen

Artikel muslim.or.id


Dukung pendidikan Islam yang berdasarkan Al Qur'an dan As Sunnah sesuai dengan pemahaman salafus shalih dengan mendukung pembangunan SDIT YaaBunayya Yogyakarta http://bit.ly/YaaBunayya  
Print Friendly, PDF & Email

Waktu Sholat Rawatib Sesudah Iqamat Sholat Sunnah Subuh Sesudah Iqamat Spa Sajah Yang Tidak Memoerbolehkan Sholat Sunnah Waktu Solat Sunat Kobla Setelah Iqomah Sah Apa Gk Hukum Sholat Sunnah Sementara Sudah Iqomah

In this article

Join the Conversation