Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Serial 14 Alam Jin: Kemampuan Setan Menyusup Melalui Aliran Darah

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc. oleh Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.
22 Agustus 2013
di Akidah
wanita_haid_haji

wanita_haid_haji

Share on FacebookShare on Twitter

Di antara kemampuan jin atau setan yang lainnya adalah ia dapat menyusup melalui aliran darah.

Dalil yang menyatakan bahwa setan itu mengalir di saluran darah manusia adalah kisah Shofiyah berikut.

عَنْ صَفِيَّةَ ابْنَةِ حُيَىٍّ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – مُعْتَكِفًا ، فَأَتَيْتُهُ أَزُورُهُ لَيْلاً فَحَدَّثْتُهُ ثُمَّ قُمْتُ ، فَانْقَلَبْتُ فَقَامَ مَعِى لِيَقْلِبَنِى . وَكَانَ مَسْكَنُهَا فِى دَارِ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ ، فَمَرَّ رَجُلاَنِ مِنَ الأَنْصَارِ ، فَلَمَّا رَأَيَا النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – أَسْرَعَا ، فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « عَلَى رِسْلِكُمَا إِنَّهَا صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَىٍّ » . فَقَالاَ سُبْحَانَ اللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ . قَالَ « إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِى مِنَ الإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ ، وَإِنِّى خَشِيتُ أَنْ يَقْذِفَ فِى قُلُوبِكُمَا سُوءًا – أَوْ قَالَ – شَيْئًا »

Dari Shofiyah binti Huyay, ia berkata, “Pernah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang beri’tikaf, lalu aku mendatangi beliau. Aku mengunjunginya di malam hari. Aku pun bercakap-cakap dengannya. Kemudian aku ingin pulang dan beliau berdiri lalu mengantarku. Kala itu rumah Shofiyah di tempat Usamah bin Zaid. Tiba-tiba ada dua orang Anshar lewat. Ketika keduanya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka mempercepat langkah kakinya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan, “Pelan-pelanlah, sesungguhnya wanita itu adalah Shofiyah binti Huyay.” Keduanya berkata, “Subhanallah, wahai Rasulullah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya setan menyusup dalam diri manusia melalui aliran darah. Aku khawatir sekiranya setan itu menyusupkan kejelekan dalam hati kalian berdua.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 3281 dan Muslim no. 2175).

Al Qodhi ‘Iyadh dan ulama lainnya berkata bahwa yang dimaksud setan itu menyusup dalam tubuh manusia adalah secara zhahirnya atau tekstualnya. Allah telah memberikan pada setan kekuatan dan kemampuan sehingga bisa mengalir atau menyusup dalam tubuh manusia melalui darahnya. Lihat Syarh Shahih Muslim karya Imam Nawawi, 14: 140.

Ada beberapa pelajaran penting yang bisa diambil dari hadits di atas:

1- Lemah lembut dan kasih sayangnya Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai-sampai beliau ingin agar hati umatnya tidak disusupi oleh setan sehingga beliau mengabarkan hal tersebut. Karena jika setan sudah menjangkiti hati, tentu hati tersebut bisa binasa.

2- Berprasangka buruk pada seorang nabi adalah kufur dan ini disepakati oleh para ulama. Tidak pantas pula menuduh seorang nabi telah melakukan dosa besar.

3- Bolehnya seorang wanita menziarahi suaminya yang sedang i’tikaf. Ia boleh menziarahi atau mengunjunginya di siang atau di malam hari. Dan kunjungan seperti itu tidak mencacati i’tikafnya. Namun dimakruhkan saja terus bersenang-senang dengan istri ketika i’tikaf karena dikhawatirkan bisa merusak ibadah i’tikaf.

4- Hendaknya setiap muslim menghindari berprasangka buruk pada saudaranya, yang mesti didahulukan adalah memberikan uzur.

5- Jika seseorang melakukan sesuatu yang bisa disangka buruk oleh orang lain, maka hendaklah ia jelaskan perihal yang sebenarnya terjadi.

6- Setiap orang harus mempersiapkan dan menjaga diri dari tipu daya setan karena setan itu menyusup dalam tubuh manusia melalui aliran darahnya.

7- Boleh mengucapkan “subhanallah” ketika takjub pada sesuatu.

Semoga yang singkat ini bermanfaat. Wallahu a’lam, wallahu waliyyut taufiq was sadaad.

Referensi:

‘Alamul Jin wasy Syaithon, Syaikh Prof. Dr. ‘Umar bin Sulaiman bin ‘Abdullah Al Asyqor, terbitan Darun Nafais, cetakan kelimabelas, tahun 1423 H.

Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, Abu Zakariya Yahya bin Syarf An Nawawi, terbitan Dar Ibni Hazm, cetakan pertama, tahun 1433 H.

—
Selesai disusun di sore hari 15 Syawal 1434 H @ Pesantren Darush Sholihin, Panggang-Gunungkidul.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal​

Artikel Muslim.Or.Id

ShareTweetPin
Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

- Pengasuh Rumaysho.Com dan RemajaIslam.Com. - Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta (2003-2005). - S1 Teknik Kimia UGM (2002-2007). - S2 Chemical Engineering (Spesialis Polymer Engineering), King Saud University, Riyadh, KSA (2010-2013). - Murid Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan, Syaikh Dr. Sa’ad bin Nashir Asy Syatsriy, Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir Al Barrak, Syaikh Sholih bin 'Abdullah bin Hamad Al 'Ushoimi dan ulama lainnya. - Sekarang memiliki pesantren di desa yang membina masyarakat, Pesantren Darush Sholihin di Panggang, Gunungkidul.

Artikel Terkait

Allah Mengganti yang Hilang

oleh Fauzan Hidayat
14 Juli 2026
0

Kehilangan adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup manusia. Tidak ada yang benar-benar siap apabila diuji dengan musibah kehilangan...

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Artikel Selanjutnya
setan berubah wujud

Mati Jahiliyah Kala Tidak Taat Pemimpin

Komentar 6

  1. dwi says:
    13 tahun yang lalu

    Setan itu makhluk apa sifat tadz?

    Reply
    • Muhammad Abduh Tuasikal, ST., MSc. says:
      13 tahun yang lalu

      @ dwi

      Lihat dari awal bahasan, setan itu makhluk.lihat dari serial pertama.

      Reply
  2. husen says:
    13 tahun yang lalu

    bagus masya Alloh

    Reply
  3. agus boediono says:
    13 tahun yang lalu

    bgaimna hbngannya syaitan sma hantu….bkankh syaitan itu mnysatkn mnsia …apkah jg mnakut2i mnsia,

    Reply
  4. Aat Hidayatullah says:
    6 tahun yang lalu

    Setan menjanjikan (menakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu dengan kejahatan (kikir, dengki), sedangkan Allah menjanjikan untukmu ampunan dariNya dan karunia”.(Q.2:268).

    Reply
  5. Fadlan says:
    6 tahun yang lalu

    Di poin no 7 “Boleh mengucapkan “subhanallah” ketika takjub pada sesuatu”

    Ternyata boleh mengucapkan subhanallah ketika takjub. Tapi kalo dari sisi arti apa tetap mensucikan Allah dari sesuatu yg kurang baik kah?

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 2   +   3   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah