Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Seruan Syaikh Shalih As Suhaimi Kepada Ahlul Kinanah

Yulian Purnama, S.Kom. oleh Yulian Purnama, S.Kom.
22 Agustus 2013
di Manhaj
Share on FacebookShare on Twitter

Ketika ada seorang penanya dalam pengajian bertanya kepada Syaikh Shalih As Suhaimi hafizhahullah, “di negeri kami, wallahul musta’an, dunia politik senantiasa menimbulkan banyaknya pertikaian, pembunuhan, keributan dan prahara“. Beliau pun kontan menjawab bahwa ini semua adalah tanda-tanda datangnya hari kiamat. Apa yang sekarang terjadi di khususnya negeri-negeri kaum Muslimin dan juga di dunia internasional adalah tanda-tanda datangnya hari kiamat, yaitu banyaknya keributan (chaos) yang telah dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. Yaitu terkadang orang yang membunuh tidak tahu mengapa ia membunuh. Ia melihat orang lain melakukan sesuatu lalu ia pun ikut-ikutan menembakkan senjatanya.

Syaikh juga melontarkan sebuah pertanyaan yang perlu kita renungkan secara mendalam: “demi apa semua itu dilakukan?“. Demi sebuah revolusi? ataukah demi sepotong roti? atau demi rasa lapar? atau demi membela seseorang? padahal terkadang orang yang dibela itu adalah seorang thagut. Demi semua itu rela dan ridha terjadi banyak keributan (chaos) yang menghilangkan ribuan lebih nyawa kaum Muslimin?

Syaikh juga mengungkap sebuah fakta yang aneh, orang-orang yang terlibat dalam keributan tersebut beranggapan bahwa semua orang yang mati disana itu syahid meski ia orang Yahudi, Nasrani atau orang musyrik penyembah kubur. Mereka semua dianggap syuhada, haasyaa Lillalah! Dan ini tidak lepas dari fatwa-fatwa serampangan dari orang yang dianggap ulama atau tokoh di tengah mereka.

Lalu Syaikh As Suhaimi pun berpesan: “Berdoalah kepada Allah untuk kebaikan negeri-negeri Islam yang sedang mengalami fitnah semacam ini. Berdoalah kepada Allah agar Ia melindungi negeri-negeri kaum muslimin dari fitnah semacam ini. Yaitu ketika orang yang membunuh tidak tahu mengapa ia membunuh. Dan yang dibunuh pun tidak tahu mengapa ia dibunuh. Kelak orang yang dibunuh akan berdiri di hadapan Allah ‘Azza Wa Jalla dengan membawa kepala si pembunuh dengan kedua tangannya lalu menanyakan kepada si pembunuh “mengapa engkau membunuhku?””.

Beliau juga menjelaskan mengapa demonstrasi itu bukan jalan yang sesuai dengan prinsip Islam. Yaitu ketika Sumayyah radhiallahu’anha dibunuh dengan sadis, kaum Muslimin tidak berdemonstrasi dan tidak tumpah ke jalan serta berteriak-teriak. Ketika orang-orang Yahudi berusaha membunuh Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, kaum Muslimin juga tidak berdemontrasi. Namun yang mereka lakukan pergi berjihad di jalan Allah dan mengeluarkan orang-orang Yahudi dari Madinah atas perintah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. Di dalam proses demonstrasi juga mengandung banyak hal-hal yang melanggar aturan syari’at. Laki-laki bercampur-baur dengan wanita, lalu terjadilah perampasan dan pelanggaran kehormatan, zina, diminumnya khamar, berkurangnya rasa malu, didendangkan nyanyian. Apakah ini semua bagian dari agama Allah?? Tentu bukan. Jelas saja karena demonstrasi hakikatnya adalah ajaran orang-orang Barat yang sedemikian rupa mereka menanamkan prinsipnya itu hingga dianggap bagus oleh sebagian umat Islam.

Lalu Syaikh Shalih As Suhaimi pun kembali berpesan disambung dengan doa: “Hendaknya mereka bertaqwalah kepada Allah dan kembali ke rumah-rumah mereka. Sampaikan perkataan ini kepada mereka: bertaqwalah kalian kepada Allah di negeri Kinanah (Mesir), yang demi Allah ini negeri yang kami muliakan. Tetapi banyak penduduknya yang tidak memuliakannya. Andaikan mereka memuliakannya, tentunya mereka tidak akan melakukan perbuatan semacam ini. Aku berdoa kepada Allah agar Ia melindungi mereka dari keburukan fitnah ini. Dan semoga Allah mengembalikan mereka kepada kebenaran. Semoga Allah menjauhkan mereka dari para pengacau di antara mereka, yang selalu membuat perselisihan antara berbagai pihak yang sangat membahayakan”.

Kemudian perhatian dengan seksama seruan beliau ini, beliau berkata: “Wahai manusia, kembalilah ke rumah-rumah kalian maka akan selesai masalah ini, dan bersabarlah terhadap pemerintah kalian. Benar, kami memang mengingkari kudeta militer yang mereka lakukan sebelumnya. Perbuatan mereka ini adalah kebatilan. Akan tetapi setelah mereka berkuasa maka wajib bagi kita untuk diam dan kita menuntut agar kekuasaan dikembalikan tetapi dengan jalan yang syar’i. Bukan dengan jalan mengumpulkan massa, memerangi dan menduduki berbagai fasilitas umum”.

Beliau juga menasehati bahwa adanya kekelompokkan (hizbiyyah) merupakan hal yang batil. Segala bentuk kekelompokkan merupakan bentuk taqlid terhadap prinsip orang Yahudi dan Nasrani. Maka orang-orang yang terjerumus dalam hizbiyyah hendaknya takut kepada Allah ‘Azza Wa Jalla dan melepaskan diri dari sikap fanatisme golongan.

Solusi yang diajukan Syaikh Shalih As Suhaimi kepada penduduk Mesir, karena mereka menggunakan sistem pemilu, hendaknya mereka bersabar menunggu pemilu selanjutnya untuk melengserkan orang yang sekarang berkuasa. Namun beliau menggaris bawahi bahwa sebenarnya beliau tidak setuju dengan sistem pemilu yang merupakan sistem thaghut dan tidak bisa dipercaya. Namun dengan kondisi yang sekarang ini, langkah itu lebih menjaga darah kaum Muslimin.

Lalu Syaikh mengajak setiap rakyat Mesir untuk kembali ke jalan Allah dan mengikuti aturan syari’at-Nya serta menjauhi fitnah. Diantaranya dengan meninggalkan demonstrasi yang merupakan perbuatan yang bodoh dan tidak sesuai dengan akal sehat. Dan orang-orang yang berdemonstrasi tersebut kebanyakan tidak mengajak kepada agama Allah melainkan hanya berteriak-teriak “hidup Fulan”, “jatuhkan Fulan”. Oleh karena itu beliau juga memuji sebagian saudara-saudara kita di Mesir yang menjauhkan diri dari fitnah ini, walhamdulillah, mereka mengajak kepada agama Allah dan juga kepada sunnah. Dan sampai hari ini mereka selamat dari ketergelinciran ke dalam fitnah ini. Dan mereka juga selamat dari keterlibatan dalam membunuh kaum muslimin dalam peristiwa ini.

Lalu Syaikh menutup risalahnya dengan doa: “Aku mohon kepada Allah Al-Karim untuk menganugerahkan kebaikan kepada seluruh negeri kaum muslimin, merahmati mereka dan menyatukan kalimat mereka di atas tauhid. Kembalilah kepada Sunnah wahai penduduk Kinanah (Mesir). Kembalilah kepada tauhid. Hancurkan kuburan yang disembah selain Allah. Tinggalkan fanatisme golongan dan tinggalkan kelompok yang mengajak pada hizbiyyah. Kembalilah kepada Rabb kalian Subhanahu Wa Ta’ala. Bersatulah dalam merealisasikan kalimat “Laa ilaaha illallah dan Muhammadur Rasulullah“”.

 

Disadur dari ceramah Syaikh Shalih As Suhaimi hafizhahullah di link berikut: http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=34270

—

Penyusun: Yulian Purnama

Artikel Muslim.Or.Id

ShareTweetPin
Yulian Purnama, S.Kom.

Yulian Purnama, S.Kom.

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Ilmu Komputer UGM, kontributor web Muslim.or.id dan Muslimah.or.id

Artikel Terkait

Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 1)

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
9 Juli 2026
0

Di tengah banyaknya perpecahan, munculnya banyak kelompok yang menyimpang, dan pemikiran yang saling mengklaim berada di atas kebenaran, seorang muslim...

Benarkah Kaidah: “Semakin Banyak Ilmu, Semakin Sedikit Menyalahkan”?

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
18 Mei 2026
0

Tersebar di tengah masyarakat perkataan: “Semakin banyak ilmu, akan semakin sedikit menyalahkan.” Kaidah tersebut dalam bahasa Arab berbunyi: مَنْ كَثُرَ عِلْمُهُ...

Menjawab Syubhat: “Jika Perkataan Ulama Bukan Dalil, Perkataan Kamu Lebih Bukan Dalil”

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
17 Mei 2026
0

Terkadang ketika kita menasihati seseorang untuk tidak taklid buta kepada pendapat ulama dan kembali kepada dalil Al-Qur'an dan As-Sunah, biasanya...

Artikel Selanjutnya
wanita_haid_haji

Serial 14 Alam Jin: Kemampuan Setan Menyusup Melalui Aliran Darah

Komentar 1

  1. Eko Setiyono says:
    13 tahun yang lalu

    Sbgaimana d ktahui brsma bhwa”Perang Saudara”di Mesir msh jauh dri harapan utk bs Damai..Krn IM dan Militer+Kroni2 masing2 sling mngklaim di Pihak yg benar..Prlu mlibatkn Pihak Ketiga spt OKI atau Liga Arab utk turun tangan mmfasilitasi Perdamaian di Negeri Kinanah tsb..Bkan tdk mgkn jka konflik trs brlangsung akn mnjdi Bom Waktu bgi Negara2 Teluk/Timur Tengah mengingat pengaruh IM tlh meluas keluar Mesir..Disini prlu adany Kedewasaan msing2 pihak mlakukn Perundingn spya Korban tdk trs brtmbh..Smpai kpn Krisis Mesir trs brkecamuk??Ckup sdh Korban brjtuhan dan mulailah merajut Asa srta Doa agr Prdamaian Mesir sgra trwujud…Amin.

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 10   +   4   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah