Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Larangan Puasa pada Hari Jum’at

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc. oleh Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.
17 Agustus 2013
di Fikih Ibadah
puasa hari jum'at
Share on FacebookShare on Twitter

Ada larangan puasa pada hari Jum’at jika hari Jum’at tersebut dikhususkan untuk berpuasa. Namun tidak ada masalah jika bertepatan dengan kebiasaan puasa seperti berpapasan dengan puasa Daud atau puasa ayyamul bidh. Juga tidak ada masalah berpuasa pada hari Jum’at jika diikuti dengan berpuasa pada hari sebelum atau sesudahnya.

Dalam hadits Abu Hurairah, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا يَصُومَنَّ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِلا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَهُ

“Janganlah salah seorang di antara kalian berpuasa pada hari Jum’at kecuali jika ia berpuasa pula pada hari sebelum atau sesudahnya.” (HR. Bukhari no. 1849 dan Muslim no. 1929).

Juga terdapat hadits dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا تَخْتَصُّوا لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ بِقِيَامٍ مِنْ بَيْنِ اللَّيَالِي وَلَا تَخُصُّوا يَوْمَ الْجُمُعَةِ بِصِيَامٍ مِنْ بَيْنِ الْأَيَّامِ إِلا أَنْ يَكُونَ فِي صَوْمٍ يَصُومُهُ أَحَدُكُمْ

“Janganlah khususkan malam Jum’at dengan shalat malam tertentu yang tidak dilakukan pada malam-malam lainnya. Janganlah pula khususkan hari Jum’at dengan puasa tertentu yang tidak dilakukan pada hari-hari lainnya kecuali jika ada puasa yang dilakukan karena sebab ketika itu.” (HR. Muslim no. 1144).

Dari Juwairiyah binti Al Harits radhiyallahu ‘anha,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَيْهَا يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَهِيَ صَائِمَةٌ فَقَالَ أَصُمْتِ أَمْسِ قَالَتْ لا قَالَ تُرِيدِينَ أَنْ تَصُومِي غَدًا قَالَتْ لا قَالَ فَأَفْطِرِي

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menemuinya pada hari Jum’at dan ia dalam keadaan berpuasa, lalu beliau bersabda, “Apakah engkau berpuasa kemarin?” “Tidak”, jawabnya. “Apakah engkau ingin berpuasa besok?”, tanya beliau lagi. “Tidak”, jawabnya lagi. “Batalkanlah puasamu”, kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Bukhari no. 1986).

Apa Maksud Larangan Puasa pada Hari Jum’at?

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa dimakruhkan berpuasa pada hari Jum’at secara bersendirian. Namun jika diikuti puasa sebelum atau sesudahnya atau bertepatan dengan kebiasaan puasa seperti berpuasa nadzar karena sembuh dari sakit dan bertepatan dengan hari Jum’at, maka tidaklah makruh.” (Al Majmu’ Syarh Al Muhaddzab, 6: 309).

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Jika seseorang berpuasa pada hari Jum’at secara bersendirian bukan maksud untuk pengkhususan karena hari tersebut adalah hari Jum’at namun karena itu adalah waktu longgarnya saat itu, maka pendapat yang tepat, itu masih dibolehkan.” (Syarhul Mumthi’, 6: 477).

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah berkata, “Larangan mengkhususkan puasa pada hari Jum’at dimaksudkan karena sebagian orang menyangka ada keutamaan disunnahkannya puasa pada hari tersebut. Dijelaskan di sini bahwa puasa pada hari Jum’at itu dilarang. Sebagaimana berpuasa pada hari ‘ied juga juga terlarang dan hari Jum’at juga adalah hari ‘ied pekanan.

Adapun perintah agar tidak puasa ketika itu adalah supaya kita kuat menjalani ibadah saat itu dan ada berbagai hikmah lainnya. Sebab larangan (‘illah) ini jadi hilang jika hari Jum’at tidak dikhususkan untuk puasa seperti dengan menambah puasa pada hari sebelum atau sesudahnya. Atau dibolehkan juga jika berpapasan dengan kebiasaan puasa seperti bagi orang yang sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa (puasa Daud) atau bertepatan dengan puasa ayamul bidh (13, 14, 15 Hijriyah) dan semacamnya.” (Syarh ‘Umdatil Ahkam, hal. 366).

Hanya Allah yang memberi taufik.

Baca Juga: Syarat dan Rukun Puasa

—

Referensi:

  • Al Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab lisy Syairozi, Abu Zakariya Yahya bin Syarf An Nawawi, tahqiq: Muhammad Najib Al Muthi’i, cetakan Dar Alamil Kutub, cetakan kedua, tahun 1427 H.
  • Syarhul Mumthi’ ‘ala Zaadil Mustaqni’, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin, terbitan Dar Ibnil Jauzi, cetakan pertama, tahun 1424 H.
  • Syarh ‘Umdatil Ahkam, Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, terbitan Darut Tauhid, cetakan pertama, tahun 1431 H.

—

Disusun @ Pesantren Darush Sholihin, Panggang-Gunungkidul, di siang hari selepas shalat Zhuhur, 10 Syawal 1434 H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal​
Artikel Muslim.or.id

ShareTweetPin
Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

- Pengasuh Rumaysho.Com dan RemajaIslam.Com. - Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta (2003-2005). - S1 Teknik Kimia UGM (2002-2007). - S2 Chemical Engineering (Spesialis Polymer Engineering), King Saud University, Riyadh, KSA (2010-2013). - Murid Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan, Syaikh Dr. Sa’ad bin Nashir Asy Syatsriy, Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir Al Barrak, Syaikh Sholih bin 'Abdullah bin Hamad Al 'Ushoimi dan ulama lainnya. - Sekarang memiliki pesantren di desa yang membina masyarakat, Pesantren Darush Sholihin di Panggang, Gunungkidul.

Artikel Terkait

Fikih Akikah (Bag. 2): Waktu, Tempat, dan Pihak yang Menanggung Akikah

oleh Luqman Hasan Nahari
29 Juni 2026
0

Waktu pelaksanaan akikah Waktu akikah disunahkan untuk dilaksanakan pada hari ketujuh setelah bayi tersebut lahir. Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, “Sunahnya...

Fikih Akikah (Bag. 1): Hukum dan Makna di Balik Akikah

oleh Luqman Hasan Nahari
28 Juni 2026
0

Pengertian akikah adalah kurban yang disembelih atas nama bayi yang baru lahir. Al-Mawardi rahimahullah berkata bahwa akikah adalah domba yang...

Beberapa Kesalahan Terkait Wukuf di Arafah

oleh Luqman Hasan Nahari
25 Mei 2026
0

Ibadah haji bagi kebanyakan kaum muslimin mungkin hanya dapat dilaksanakan sekali seumur hidup. Oleh karena itu, sudah sepatutnya setiap jemaah...

Artikel Selanjutnya

Penghalang Ittiba’ (4) : Mendahulukan Akal Di Atas Dalil Yang Shahih

Komentar 43

  1. xperiabro says:
    12 tahun yang lalu

    mau tanya. misalkan kaya besok puasa nisfu di hari jum’at gimana ya??

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      12 tahun yang lalu

      tidak ada tuntunan syariat untuk puasa nishfu sya’ban

      Reply
    • sesuaikan Dalil Sabda RasulNya dan FirmanNya says:
      1 tahun yang lalu

      kalau sebelum Jum’at misalnya Puasa Senin dan Kamis, dan Puasa Daud penjelasannya Puasa dihari antara selasa dan rabu, dan ada pula Puasa Ayyamul Bidh antara lain akan memasuki pertengahhan bulan antaranya 13, 14, dan 15 pada bulan-bulan muharram sampai jzulhijjah, menurut riwayat Kalau Puasa Jum’at hukumnya makruh ada pula tidak diperbolehkan kecuali pada bulan Ramadhan saja, pengertiannya boleh puasa jum’at dengan niat mengkhodho puasa Ramadhan sebelumnya atau berniat Puasa Nazar.

      jadi jangan salah mengambil aturan dari ketentuan kehendak Allah swt atasnya ibadah takutnya salah dari dalil sabda Rasulullah saw mana yang shahih mana yang bid’ah perbanyak lah baca Al-Qur’an dan artinya biar paham dimana atasnya perintah Wahyu Allah Swt disampaikan secara langsung kepada baginda Rasulullah Saw apa yang telah disampaikan kepada para Sahabat-Sahabat Beliau.

      Reply
  2. desy says:
    12 tahun yang lalu

    kalo puasa hari jum’at untuk membayar waktu puasa kemaren gimana?

    Reply
    • Muhammad Abduh Tuasikal says:
      12 tahun yang lalu

      Boleh berpuasa qadha di hari Jumat krn ada sebab. Jd tak masalah.

      Reply
  3. Yulian Purnama says:
    12 tahun yang lalu

    karena tidak ada dalil yang shahih yang mendasarinya

    Reply
  4. Yulian Purnama says:
    12 tahun yang lalu

    ibadah itu hukum asalnya haram, kecuali ada dalil shahih yang mendasarinya.

    jadi jika anda diberi tahu suatu ibadah, maka tidak boleh anda mengamalkannya sampai anda tahu ibadah tersebut didasari dalil yang shahih.

    Reply
    • darul says:
      12 tahun yang lalu

      Jadi setiap ibadah yang akan kita lakukan kita harus tau dalilnya dulu? Kalo tidak tau dalilnya ibadah itu jadi haram? Mohon penjelasannya

      Reply
      • Yulian Purnama says:
        12 tahun yang lalu

        Ya, benar. Harus dipastikan ada dalil shahih yang mendasarinya.

        Bukankah ibadah kita untuk Allah? Maka tentu mengikuti keinginan Allah cara pelaksanaannya. Dan itu diketahui dari dalil.

        Reply
  5. Yulian Purnama says:
    12 tahun yang lalu

    Kalau tidak tahu maka mulai sekarang semangatlah belajar. Agar ibadah kita ikhlas karena Allah dan sempurna, bukan karena ikut-ikutan atau karena “katanya begini”, “katanya begitu”

    Reply
    • Darul Arifin says:
      12 tahun yang lalu

      Ummm.. berarti orang2 yang udah melaksanakan ibadah tanpa tau dalilnya jadi ga dapet pahala dong, dan malah dapet dosa karena ‘ibadah itu hukum asalnya haram, kecuali ada dalil shahih yang mendasarinya’. Kasian ya yang udah pada ngelaksanain sholat 5 waktu tanpa tau dalilnya. :(
      Kutipan komen sebelumnya :
      “jadi jika anda diberi tahu suatu ibadah, maka tidak boleh anda mengamalkannya sampai anda tahu ibadah tersebut didasari dalil yang shahih”

      Reply
      • Yoga says:
        7 tahun yang lalu

        Ngawur anda mas :)

        Reply
  6. Muhammad Abduh Tuasikal says:
    12 tahun yang lalu

    Idul Adha ikut pemerintah hari Ahad.

    Reply
    • anwar jaelani says:
      11 tahun yang lalu

      Keutamanan puasa dibulan rajab itu apa aja

      Reply
  7. Muhammad Abduh Tuasikal says:
    12 tahun yang lalu

    Ikut ketetapan pemerintah.

    Reply
  8. NUR says:
    12 tahun yang lalu

    Insyaallah 8 Dzulhijjah 1435 Puasa Arofah jatuh pada hari Jumat, apakh di makruhkan jika kt tdk berpuasa di hari sebelum atau sesudahny? Tks atas bantuannya

    Reply
    • Muhammad Abduh Tuasikal says:
      12 tahun yang lalu

      Tdk mengapa tdk diiringi pd puasa hari sebelum dan sesudahnya.

      Reply
  9. Muhammadsholeh Ibnrosyidi says:
    12 tahun yang lalu

    Jadi Puasa sunnah arafahnya hari jumat atau sabtu?

    Reply
    • Muhammad Abduh Tuasikal says:
      12 tahun yang lalu

      Sabtu

      Reply
  10. meliza says:
    12 tahun yang lalu

    booleh tidak niat puasa daud di mulai dari hari jumat karna kebetulan baru selesai haid . di tunggu jaawaban nya . terimakasih

    Reply
    • Muhammad Abduh Tuasikal says:
      12 tahun yang lalu

      Boleh spt itu.

      Reply
    • Muhammad Abduh Tuasikal says:
      12 tahun yang lalu

      Boleh spt itu.

      Reply
  11. farhan says:
    12 tahun yang lalu

    misalnya kita puasa hari rabu. puasa daud kan 1 hari puasa 1 hari buka. katanya kalo hari jumat tuh harus ada hari sebelum dan sesudah.nah kalo misalnya rabu puasa otomatis jumat puasa . brarti kita puasa harus 5 hari berturut2 dong . rabu,kamis,jumat,sabtu,ahad. benernya gmn??
    thanks atas bantuannya

    Reply
    • Muhammad Abduh Tuasikal says:
      12 tahun yang lalu

      Puasa daud tdk mengikuti aturan puasa jumat. Tetap aturan puasa daud adalah sehari puasa, sehari tidak, mudah sekali dipahami.

      Reply
  12. rani lufita says:
    11 tahun yang lalu

    Boleh gk puasa hari jumat untuk byar nazar ?

    Reply
    • Muhammad Abduh Tuasikal says:
      11 tahun yang lalu

      Boleh kalau tujuannya spt itu.

      Reply
      • rani lufita says:
        11 tahun yang lalu

        Jd tanpa harus kita puasa sebelum atau sesudah hari jumat ya ?

        Reply
        • Muhammad Abduh Tuasikal says:
          11 tahun yang lalu

          Kalau puasa nazar, puasa wajib, maka tdk berlaku aturan larangan puasa pd hari jumat krn ada sebab.
          Barakallahu fiikum

          Reply
    • Muhammad Abduh Tuasikal says:
      11 tahun yang lalu

      Boleh kalau tujuannya spt itu.

      Reply
  13. Iin Modiesty says:
    11 tahun yang lalu

    Klo puasa nazar sma puasa byar hutang bleh di jadiin satu gak yaa??,,atau hrus sndiri2???

    Reply
    • Sa'id Abu Ukkasyah says:
      11 tahun yang lalu

      Tidak boleh dijadikan satu, harus sendiri2, karena masing2 kewajiban yng harus dilakukan secara sendiri2

      Reply
  14. Fitrie says:
    11 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum .. kalau hari ini kan puasa 10 Al-Muharram bertepatan dengan Jumu’ah.. ini harus ditambah satu hari esok.. atau bisa hari ini saja..

    Reply
  15. Cici says:
    7 tahun yang lalu

    Ka aku mau tanya,kalo hari jumat kan dilarang puasa kecuali sebelumya sudah berpuasa nihh aku mau puasa rajab tapi sebelumnya aku belum puasa terus gimana

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      7 tahun yang lalu

      Tidak ada syariat puasa Rajab

      Reply
  16. TELECOM says:
    7 tahun yang lalu

    jika puasa Tarwiyah bertepatan dengan hari Jumat boleh tidak ? sabtunya tidak ada niat untuk berpuasa.

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      7 tahun yang lalu

      Tidak ada puasa tarwiyah

      Reply
  17. Wi says:
    6 tahun yang lalu

    Jika puasa weton bertepatan d hari Jumat apa d bolehkan atau tidak

    Reply
    • Yulian Purnama, S.Kom. says:
      6 tahun yang lalu

      Dalam Islam tidak ada puasa weton

      Reply
  18. Prapto says:
    6 tahun yang lalu

    Bagaimana kalau puasa Sunnah Syawal yg 6 hari, dilakukan mulai hari Jumat, kerena baru sempat mulai hari itu.

    Reply
    • Yulian Purnama, S.Kom. says:
      6 tahun yang lalu

      Tidak mengapa jika dibarengi puasa di hari Sabtu

      Reply
      • Ummu Royyan says:
        3 tahun yang lalu

        Afwan kalau puasa di hr jum’at untuk mengqodho puasa rhomadhon dg sebab nifas apakah dibolehkan jk tdk digandeng dg hr sblum atau sesudahnya?

        Reply
  19. Anri Ridwan says:
    3 tahun yang lalu

    Kalau puasa Asyura bertepatan dengan hari Jumat, bolehkah berpuasa pada hari itu? Terima kasih

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 8   +   6   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah