Dakwah Salafiyah Istilah Yang Syar’i, Bukan Hizbi!!

Abdul Karim as Sam’ani mengatakan, “Salafi, dengan huruf sin dan lam yang difathah dan diakhiri huruf fa’. Ini merupakan penisbatan kepada kaum Salaf dan metode yang mereka tempuh.”

Imam as Safarini berkata, “Yang dimaksud dengan mazhab Salaf adalah ajaran yang diwariskan oleh para sahabat yang mulia ridhwanullahi ‘anhum dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan setia, para pengikutnya, dan juga para ulama pemimpin agama yang telah dipersaksikan keimamannya dan dikenal kedudukannya yang mulia dalam agama. Kaum muslimin dari generasi ke generasi telah menerima ucapan-ucapan mereka. Mereka bukanlah golongan yang layak dituduh menyebarkan bid’ah atau orang-orang yang dikenal dengan julukan yang tidak diridai, seperti halnya: Khawarij, Rafidhah, Qadariyah, Murji’ah, Jabariyah, Jahmiyah, Mu’tazilah, Karramiyah dan golongan lain seperti mereka.”

Syaikh Abdul ‘Aziz rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya Salaf adalah orang-orang (para sahabat) yang hidup di generasi yang diutamakan (oleh Allah). Barang siapa yang mengikuti jejak mereka dan berjalan di atas manhaj mereka maka dia adalah seorang Salafi. Dan barang siapa yang menyelisihi mereka dalam perkara itu maka dia tergolong kaum Khalaf.”

Syaikh Salim bin ‘Ied al Hilali hafizhahullah mengatakan di dalam kitabnya Limadza ikhtartu al manhaj as salafi, “Dengan demikian tampak jelas bahwa istilah Salaf ketika dilontarkan begitu saja tidaklah merujuk kepada keberdahuluan masa semata. Akan tetapi istilah itu merujuk kepada para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para pengikut setia mereka.”

Beliau juga mengatakan, “Dengan sudut pandang ini maka istilah Salaf telah menjadi sebuah ketetapan umum yang diberikan kepada siapa saja yang menjaga keselamatan akidah dan manhaj yang berpijak pada pemahaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya sebelum terjadinya perselisihan dan perpecahan.”

Beliau mengatakan, “Adapun Salafiyah adalah penyandaran diri kepada generasi Salaf. Ini merupakan penisbatan terhadap manhaj yang lurus dan sesuatu yang terpuji. Ini bukan termasuk tindakan menciptakan mazhab yang baru.”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, “Bukanlah perbuatan yang tercela apabila seseorang berterus terang menampakkan mazhab Salaf, menisbatkan diri dan merasa mulia (tidak minder) dengan hal itu. Bahkan hal itu wajib diterima dengan kesepakatan (para ulama). Karena sesungguhnya (apa yang diyakini) mazhab Salaf itulah kebenaran.”

Syaikh Shalih al Fauzan hafizhahullah mengatakan, “Kaum Salaf dan orang-orang yang mengikuti manhaj mereka senantiasa membedakan antara kelompok pengikut Sunnah dengan kelompok lainnya yaitu ahli bid’ah dan sekte-sekte sesat. Mereka menyebut kelompok orang semacam ini dengan nama Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Ucapan dan karya-karya para ulama pengikut manhaj Salaf dipenuhi dengan pernyataan-pernyataan seperti itu. Mereka berusaha membantah berbagai sekte yang menyempal dari Firqah Ahlus Sunah wal Jama’ah dan pengikut Salaf.”

Saya (Syaikh Hisyam -pent) mengatakan: Musuh-musuh dakwah Salafiyah berusaha mengesankan kepada masyarakat bahwa Salafiyah adalah dakwah yang memiliki sekat pemisah tertentu yang menyisihkan diri mereka dari kaum muslimin yang lain. Padahal sebenarnya dakwah salafiyah tidak lain adalah dakwah yang diserukan Allah ta’ala dan dakwah Nabi-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam serta dakwah para sahabat radhiyallahu ‘anhum dan dakwah para pengikut setia mereka hingga hari kiamat tiba. Dengan itu maka jelaslah bagi anda bahwa penamaan dakwah ini dengan dakwah salafiyah adalah penamaan yang syar’i bukan hizbi (yang membela kepentingan kelompok tertentu, pen), sebab dakwah ini senantiasa tegak di atas ilmu yang bermanfaat yang dipahami dengan pemahaman para Salafush Shalih.”

[Diterjemahkah dari sebuah pasal berjudul ad Da’wah as Salafiyyah Mushthalahun Syar’iyyun wa Laisa Mushthalahan Hizbiyyan yang terdapat dalam risalah Da’watuna Salafiyyatan la Hizbiyyatan, karya Syaikh Hisyam bin Fahmi al ‘Arif yang di muraja’ah oleh Syaikh Ali bin Hasan al Halabi al Atsari hafizahumallah. www.daawah.net]

***

Penulis: Syaikh Abu Abdurrahman Hisyam bin Fahmi Musa Al ‘Arif
Penerjemah: Abu Mushlih Ari Wahyudi
Artikel www.muslim.or.id

Sahabat muslim, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

Print Friendly, PDF & Email
batik travel
MPD Banner

About Author

Ari Wahyudi, Ssi.

Alumni dan pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, pengajar Ma'had Umar bin Khathab Yogyakarta, alumni S1 Biologi UGM, penulis kitab "At Tashil Fi Ma'rifati Qawa'id Lughatit Tanzil", pembina Ma'had Al Mubarok Yogyakarta

View all posts by Ari Wahyudi, Ssi. »

11 Comments

  1. Fachri Hamdan

    Semoga allah membalas usaha antum yang baik ini dengan kebaikan dan Semoga Allah menjadikan ilmu antum bermanfaat untuk kaum muslimin.
    Afwan akhi, sepertinya ada kesalahan dalam penulisan Syaikh Hisyam. Yang ditulis di web http://www.daawah.net adalah Da’wah Salafiyyah Laa Wahhaabiyyah. Ana kurang tau siapa yang keliru dalam hal ini. Tolong bantu bantu ana bila ana keliru.

    Baarakallahu fiik

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

    Fachri Hamdan

  2. Fathoni arief

    saya mohon izin, apakah boleh memuat artikel2 dalam muslim.or.id untuk disebarkan kepada saudara sesama muslim yg lain, dgn tetap menjaga amanah ilmiah dan menyebutkan sumber2nya.
    jazakallahu khair.

  3. Artikel ini diterjemahkan dari Maktabah Syaikh Hisyam dalam format exe. Bisa jadi pada naskah aslinya diberi judul yang berbeda, walahu a’lam. Ana ada filenya kok…

  4. tanya, apakah hizbut tahrir itu sesat? terima kasih..

  5. Izin Share (copy ya akh) Syukron. Jazakumulloh

  6. Assalammu’alaikum ustadz,

    tadi diatas disebut kata “Mazhab Salaf” saya mau tanya….ehmm…kalau kayak kita di Indonesia yang bilang “bermazhab Syafi’i” itu apa sama juga dengan “mazhab Salaf” atau gimana ustadz? mohon pencerahannya

    syukron

  7. ana mau tanya, gimana hukumnya ustadz bagi ustad2 yang berani berkata indah sprti ustad2 di TV pd umumnya ia brani berkata yang ana cari di hadist itu bkan hadist ( kolla Rasululloh SAW )

    dAn knapa ustadz salaf tidak mencoba untuk berkhutbah di tv2 suasta agar salaf di mengerti oleh para penegak bid”ah ? dan ana yakin akan di bukakan pintu dialog bagin mereka yang ingin tau salafiah ( insa ALLAH )

    • #Ismail Fahrudin
      Rasulullah bersabda:
      من كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار
      Orang yang berbohong atas namaku dengan sengaja, siapkanlah tempat duduknya di neraka” (HR. Muslim)

      Sepengetahuan kami, sudah ada usaha ke sana, semoga Allah memudahkan.

  8. Subhanallah…semoga Allah meninggikan derajat Syaikh Hisyam..saya bukan murid saya pecinta sholihin dan beliau adalah salah satu sholihin..

Leave a Reply