Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib

Abdullah Taslim, Lc., MA. oleh Abdullah Taslim, Lc., MA.
27 Oktober 2009
di Fikih
keutamaan shalat sunnah rawatib
Share on FacebookShare on Twitter

Dari Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha, Istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّى لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلاَّ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ أَوْ إِلاَّ بُنِىَ لَهُ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ. قَالَتْ أُمُّ حَبِيبَةَ فَمَا بَرِحْتُ أُصَلِّيهِنَّ بَعْدُ

“Seorang hamba yang muslim melakukan shalat sunnah yang bukan wajib, karena Allah, (sebanyak) dua belas rakaat dalam setiap hari, Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah (istana) di surga.” (Kemudian) Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha berkata, “Setelah aku mendengar hadits ini aku tidak pernah meninggalkan shalat-shalat tersebut.” [1]

Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan shalat sunnah rawatib, sehingga Imam an-Nawawi mencantumkan hadits ini sebagai hadits yang pertama dalam bab: keutamaan shalat sunnah rawatib (yang dikerjakan) bersama shalat wajib (yang lima waktu), dalam kitab beliau Riyadhus Shaalihiin. [2]

Mutiara hikmah yang dapat kita petik dari hadits ini:

  1. Shalat sunnah rawatib adalah shalat sunnah yang dikerjakan sebelum dan sesudah shalat wajib lima waktu. [3]
  2. Dalam riwayat lain hadits ini dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan dan memerinci sendiri makna “dua belas rakaat” yang disebutkan dalam hadits di atas[4], yaitu: empat rakaat sebelum shalat Zhuhur[5] dan dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah Magrib, dua rakaat sesudah Isya’ dan dua rakaat sebelum Subuh[6]. Adapun riwayat yang menyebutkan: “…Dua rakaat sebelum shalat Ashar”, maka ini adalah riwayat yang lemah[7] karena menyelisihi riwayat yang lebih kuat yang kami sebutkan sebelumnya. [8]
  3. Keutamaan yang disebutkan dalam hadits di atas adalah bagi orang yang menjaga shalat-shalat sunnah rawatib dengan melaksanakannya secara kontinyu, sebagaimana yang dipahami dan dikerjakan oleh Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha, perawi hadits di atas dan demikian yang diterangkan oleh para ulama[9].
  4. Jika seseorang tidak bisa melakukan shalat sunnah rawatib pada waktunya karena ada udzur (sempitnya waktu, sakit, lupa dan lain-lain) maka dia boleh mengqadha (menggantinya) di waktu lain[10]. Ini ditunjukkan dalam banyak hadits shahih. [11]
  5. Dalam hadits ini terdapat peringatan untuk selalu mengikhlaskan amal ibadah kepada Alah Ta’ala semata-mata.
  6. Hadits ini juga menunjukkan keutamaan amal ibadah yang dikerjakan secara kontinyu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Amal (ibadah) yang paling dicintai Allah Ta’ala adalah amal yang paling kontinyu dikerjakan meskipun sedikit.” [12]
  7. Semangat dan kesungguhan para sahabat dalam memahami dan mengamalkan petunjuk dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, inilah yang menjadikan mereka lebih utama dalam agama dibandingkan generasi yang datang setelah mereka.

Baca juga: Hukum Mengqodo Shalat Sunah Rawatib

—

Footnote:

[1] HSR Muslim (no. 728).

[2] Riyadhus Shalihin (bab no. 195, hal. 1409).

[3] Lihat keterangan Imam an-Nawawi dalam Shahih Muslim (1/502).

[4] Lihat keterangan syaikh al-‘Utsaimin dalam Syarh Riyadhish Shaalihiin (3/282).

[5] Dikerjakan dua raka’at – salam dan dua raka’at – salam (ed)

[6] HR an-Nasa-i (3/261), at-Tirmidzi (2/273) dan Ibnu Majah (1/361), dishahihkan oleh syaikh al-Albani dalam Shahih sunan Ibnu Majah (no. 935).

[7] Dinyatakan lemah oleh syaikh al-Albani dalam Dha’iful Jaami’ish Shagiir (no. 5672).

[8] Lihat kitab Bughyatul Mutathawwi’ (hal. 22).

[9] Lihat misalnya kitab Faidhul Qadiir (6/166).

[10] Demikian keterangan yang kami dengar langsung dari guru kami yang mulia, syaikh Abdul Muhsin al-‘Abbaad, semoga Allah menjaga beliau.

[11] Lihat kitab Bughyatul Mutathawwi’ (hal. 29, 33-34).

[12] HSR al-Bukhari (no. 6099) dan Muslim (no. 783).

—

Penulis: Ustadz Abdullah Taslim, M.A.
Artikel: Muslim.or.id

ShareTweetPin
Abdullah Taslim, Lc., MA.

Abdullah Taslim, Lc., MA.

Lulusan Fakultas Hadits, Universitas Islam Madinah, Arab Saudi. Beliau adalah penulis aktif di majalah Pengusaha Muslim.

Artikel Terkait

Hukum Affiliate di Marketplace dengan Komisi yang Tidak Jelas (Majhul)

oleh Junaidi, S.H., M.H.
29 Mei 2026
0

Bisnis affiliate marketing kini menjadi salah satu model penghasilan digital yang paling diminati. Cara kerjanya sederhana: seseorang mempromosikan produk melalui tautan khusus,...

Beberapa Kesalahan Terkait Wukuf di Arafah

oleh Luqman Hasan Nahari
25 Mei 2026
0

Ibadah haji bagi kebanyakan kaum muslimin mungkin hanya dapat dilaksanakan sekali seumur hidup. Oleh karena itu, sudah sepatutnya setiap jemaah...

Catatan Penting Saat Wukuf di Arafah

oleh dr. Adika Mianoki, Sp.S.
25 Mei 2026
0

Hari Arafah adalah hari yang penuh keutamaan dan merupakan hari terbaik untuk berdoa. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang...

Artikel Selanjutnya
memuliakan tamu

Adab Bertamu dan Memuliakan Tamu

Komentar 43

  1. rahman says:
    17 tahun yang lalu

    oleh karena itu marilah kita jaga sunah-sunah Rasul kita. selain medapatkan pahala kita pun dibangunkan rumah di surga. apalagi pada zaman sekarang, banyak sekali orang-orang muslim yang sudah lupa terhadap sunah-sunah rasulnya. dengan adanya artikel ini mudah-mudahan di baca oleh umat muslim yg tertidur dari kemalasanya dari mengerjakan amalan sunah. nah setela itu mereka kembali rajin melaksanakan sunah-sunah Rasulnya.amin….

    Balas
  2. hamba sahaya says:
    17 tahun yang lalu

    AsalamuAllaikum warahmatullahi wabarakatuh..ada 2 peratanyaan: 1.apakah shalat sunah rawatib boleh digabung dng sholat sunah lainya contoh tahyital masjid,sunat wudu dan sunah fajar di gabung menjadi satu dlm niatnya. dan yg ke 2. apakah shalat sunah rawatib semisal dalam sehari 10/12 rakaat boleh di bagi2 pada shalat fardu magrib,isa dan dzuhur(bebas jumlah rakaatnya dlm tiap2 shalat fardu yg penting jumlahnya 10/12 rakaat dlm sehari)

    Balas
  3. Hamdan Shiddiq says:
    17 tahun yang lalu

    Alhamdulillah bagus……

    Balas
  4. ukhti says:
    17 tahun yang lalu

    Assalamu’alaykum…

    mohon penjelasan mengenai shalat sunah rawatib boleh di qadha??
    jazaakumullahu khoir…

    Balas
  5. Abdullah Taslim says:
    17 tahun yang lalu

    Hamba sahaya
    Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh, jwbn ringkas
    jwbn pertanyaan 1: imam an-Nawawi membolehkan hal tsb, krn shalat2 tsb satu jenis dan tdk brtentangan jk digabung, meskipun kalo dikerjakan sendiri2 tentu lbh utama,kalo wktunya lapang
    ke-2: sebagian dr pr ulama ada yg mengatakan dmkn, tpi sebaik-baik yg menafsirkan hadits di atas tentu adalah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sendiri, wallahu a’lam…

    Balas
  6. Street.Walker says:
    17 tahun yang lalu

    Assalaamu’alaikum, untuk shalat Jum’at apa ada shalat rawatib qabliyahnya dab ba’diyahnya? kemudian untuk shalat sunah stlh shalat jumat itu sebaiknya dilaksanakn di masjid atau di rumah dan berapa rakaat?
    Jazzakallah khairan

    Balas
  7. Abu ubaidillah says:
    17 tahun yang lalu

    Afwn ust..arju taujih min fadhilatikum.. yudzkar fi kitab bughyatul mutathawwi’ anna shifat sholat sunh qoblyh au b’dyh dhuzhr alarba’ah kashifat sholt arba’ah al fardhyh bitasyahhudani laa bisalamaini..malbayanu dzalik?jzakallh ala husni istima’ikum

    Balas
  8. titi says:
    17 tahun yang lalu

    Alhamdulillah..tambahan ilmu lg yg bermanfaat…makasih artikelny,mdhan bs ttp istikomah mengerjakan sunah Rasul yg 1 ini..AMIN.

    Balas
  9. josuwa says:
    16 tahun yang lalu

    subahanallah…saya berterima kasih kepada muslim.or.id yg telah memberikan artikel nya “KEUTAMAAN SHALAT SUNAH RAWATIB” mudah2an bagi yg membaca nya ter gugah,kemudian melaksanakan nya.wassalam.

    Balas
  10. yusuf adhitya says:
    16 tahun yang lalu

    assalamu ‘alaikum…mohon penjelasan sholat sunnah 4 rakaat sebelum sholat zhuhur..bgmn lelakukannya apa sama dgn sholat zhuhurnya atau tanpa tahiyat awal…??? mohon penjelasannya trimakasih wasalamualaikum..

    Balas
    • Muslim.Or.Id says:
      16 tahun yang lalu

      @ Yusuf
      Cara melakukannya adalah 2 raka’at salam 2 raka’at salam.

      Balas
  11. arif rahman says:
    16 tahun yang lalu

    yg pnting…ikutin printh allah & rasulNYA,srt ulilamri

    Balas
  12. bambang says:
    16 tahun yang lalu

    tanya ustadz : ana pernah dengar bahwa khusus sholat sunat sesudah takbir ihrom yang dibaca hanya fatihah aja ga usah baca surat lainnya,mohon penjelasannya?maturnuwun-jazakumulloh khoir

    Balas
    • Abduh Tuasikal says:
      16 tahun yang lalu

      @ bambang:
      Yang benar, boleh juga membaca surat setelah al Fatihah, namun disunnahkan.

      Balas
  13. yahya says:
    16 tahun yang lalu

    ustadz, saya mau tanya, apakah sholat sunnah rawatib yang dikerjakan sebelum sjolat wajib waktuya harus antara adzan dan iqomat.
    mohon penjelasanya ustadz.

    Balas
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #yahya
      Shalat sunnah qabliyah dapat dikerjakan setelah shalat wajib jika memang belum sempat. Wallahu’alam.

      Balas
  14. dimas prasetyo says:
    16 tahun yang lalu

    Dari Ibnu ‘Umar radhiallahu’anhu , dari Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: “Semoga Allah merahmati seseorang yang shalat sebelum ‘Ashar empat raka’at”
    [HR Ahmad dalam Musnad-nya (4/203), at-Tirmidzi dalam kitab ash-Shalat, Bab: Mâ Jâ-a fil-Arba’ Qablal-‘Ashr (no. 430), Abu Dawud dalam kitab ash-Shalat, Bab ash-Shalat Qablal-‘Ashr (no. 1271), dan dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahîh Sunan Abi Dawud (1/237).]

    disini dikatakan hasan.. mana yang benar? dhoif atau hasan?

    jazaakAllaahu khoiron

    Balas
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #dimas
      Hadits dhaif yang disinggung penulis adalah tentang shalat qabliyah ashar dua rakaat. Yang anda tanyakan adalah tentang shalat sunnah empat rakaat sebelum ashar, derajatnya hasan.

      Balas
  15. sardi says:
    16 tahun yang lalu

    syukron atas ilmunya…

    Balas
  16. oppie fajria says:
    16 tahun yang lalu

    assalamu’alaykum
    shalat rawatib sebelum dhuhur 4 raka’at di kerjakan 2 salam, 2 salam. apa sesudah salam yang pertama ada dzikir/ bacaan tertentu sebelum masuk ke raka’at ke 3 atau langsung berdiri?
    syukron sebelumnya karena selama ini yg ana tahu cuma 2 raka’at sebelum dhuhur..

    Balas
    • Abduh Tuasikal says:
      16 tahun yang lalu

      @ Oppie
      Wa’alaikumus salam. Tanpa dzikir pun tdk ada masalah, krn tdk ada dzikir yg terikat ketika itu.,

      Balas
  17. abdullah taslim says:
    16 tahun yang lalu

    kesimpulan dari ketrangan bbrp ulama (syaikh al-Albani, syaikh Abdul Muhsin al-Abbad dll) yang ana pernah baca dan dengar ttg shalat sunnah 4 rakaat, ada 3 caranya:
    1. dua rakaat dua rakaat, ini yang paling utama
    2. seperti shalat zhuhur, 4 rakaat disertai tahiyyat awal dan salam pada rakaat terakhir
    3. 4 rakaat langsung tanpa tahiyat awal dan salam pd rakaat akhir
    semua boleh dilakukan dan tidk ada larangan…

    Balas
  18. Ummu Falah says:
    15 tahun yang lalu

    Jazakillah atas tambahan ilmunya

    Balas
  19. yudi says:
    15 tahun yang lalu

    kalau sholat sunat apa saja yang harus di baca? seperti setelah takbir langsung alfatihah tanpa baca iftitah,baca tahiyat cuma sampai tahiyat awal
    benar apa salah ya Ustad?

    Balas
    • Yulian Purnama says:
      15 tahun yang lalu

      #yudi
      tata cara shalat sunnah secara umum sama seperti shalat wajib

      Balas
  20. Anggi Meirika Bestari says:
    15 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum.
    maaf,kalau solat sunah sebelum solat subuh itu dimulainya sebelum iqamah,, ?atau sesudah iqamah??

    Balas
    • Yulian Purnama says:
      15 tahun yang lalu

      #Anggi Meirika Bestari
      Wa’alaikumussalam, tentu saja sebelum iqamah

      Balas
  21. Ania says:
    15 tahun yang lalu

    assalamu’alaikum….
    maaf, mau tanya..klo shlat rawatib sebelum shalat subuh apa harus dikerjakan di masjid?soalnya saya pernah melakukannya drumah,tapi malah dikomentari sama temen saya.katanya gak ada kaya gitu….

    Balas
    • Yulian Purnama says:
      14 tahun yang lalu

      #Ania
      Wa’alaikumussalam, Rasulullah sering melakukan shalat fajar di rumah. Namun jika khawatir terlambat mendapatkan rakaat pertama, bisa juga di masjid.

      Balas
  22. Artikel Islami says:
    15 tahun yang lalu

    Artikel yang bermanfaat, trim

    Balas
  23. gk pakek nama says:
    15 tahun yang lalu

    semoga kia termasuk golongan orang beriman

    Balas
  24. djarkasi says:
    14 tahun yang lalu

    Kerjakan sholat dengan ikhlas semata-mata karena Allah.

    Balas
  25. deedee says:
    14 tahun yang lalu

    terimakasih sudah berbagi ilmu shalat. insyallah ramadhan tahun ini lebih berkah. amien

    Balas
  26. liendha clalue bahagiea says:
    14 tahun yang lalu

    makasih eah udh nulis artikel ini …..
    artikelnya sangat berguna bagi saya….
    untk diterpkakn dlm sehari 2…
    dan saya dapat mengerjakan tuga saya….

    Balas
  27. eri jusnita says:
    13 tahun yang lalu

    Selama ini yang saya pelajari dan kerjakan adlh 2rakaat sebelum dan sesudah zhuhur. 2rakaat sebeakum ashar, 2rakaat sesudah magrib dan 2rakaat sesudah isya. Brarti saya keliru dunk?

    Balas
    • Muhammad Abduh Tuasikal says:
      13 tahun yang lalu

      @ Eri

      Tdk keliru. Namun yang dimaksud hadits mendapat pahala dibangunkan rumah di surga adl bila rutin mengerjakan 12 raka’at rawatib dlm sehari, sebelum zhuhur disunnahkan empat raka’at. Jadi amalan saudara tidak keliru. Lalu sebelum ashar, itu ghoiru muakkad, tidak ditekankan. Namun boleh dikerjakan.

      Wallahul muwaffiq.

      Balas
  28. Aji says:
    13 tahun yang lalu

    Apa solat 4 rokaat sebelum duhur dan 4 rokaat setelah duhur ada hadistnya?
    termasuk 4 rokaat sebelum asar apa ada hadistnya juga?

    Balas
  29. Darmawan says:
    13 tahun yang lalu

    Semoga ALLAH membalasmu dengan sesuatu yang lebih baik.

    Balas
  30. ja'far Tamam says:
    11 tahun yang lalu

    syukran walhamdulillah

    Balas
  31. Liyana ilmiyati says:
    11 tahun yang lalu

    Alhamdulillah , terimakasih penjelasannya dan izin mengutip, jazakumullah khairan

    Balas
    • Sa'id Abu Ukkasyah says:
      11 tahun yang lalu

      Silahkan

      Balas
  32. Dian says:
    6 tahun yang lalu

    Assalamualaikum ust, lebih utama mana, shalat rawatib di rumah (sesuai sunnah) tp kita dapat barisan belakang ketika di mesjid, atau shalat rawatib di mesjid tp dapat barisan pertama?

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 1   +   5   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah