Fatwa Ulama: Yang Penting Hatinya? – Muslim.Or.Id – Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

Fatwa Ulama: Yang Penting Hatinya?

Bagaimana jawaban terhadap orang yang jika diberi nasehat ia lalu ia menunjuk ke arah hatinya sambil berkata: "yang paling penting adalah ini (hati)" ?

4760 1

Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

Soal: 

Bagaimana jawaban terhadap orang yang jika diberi nasehat ia lalu ia menunjuk ke arah hatinya sambil berkata: “yang paling penting adalah ini (hati)” ?

Jawab:

Yang ditanyakan ini adalah tentang sikap sebagian orang yang jika dinasehati ia berkata “taqwa itu di sini (hati)“. Ini kalimat yang benar, karena Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

-التَّقوَى هَاهُنَا – وَيُشيرُ إِلَى صَدرِهِ ثَلاَثَ مَراتٍ

Taqwa itu ada di sini (beliau menunjuk pada dadanya, dan berkata demikian sebanyak 3x)” (HR. Muslim 239)

Namun orang yang bersabda “taqwa itu di sini (hati)“, beliau juga orang yang mensabdakan:

ألا إن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله، وإذا فسدت فسد الجسد كله

Ketahuilah sesungguhnya di dalam tubuh itu ada segumpal darah, jika ia baik seluruh tubuh akan baik, dan jika ia rusak seluruh tubuh akan rusak” (Muttaqun ‘alaih)

Ini menunjukkan kerusakan yang tampak secara lahiriah merupakan tanda dari rusaknya batin (hati). Sehingga orang yang mengatakan bahwa “taqwa itu di sini (hati)” (yaitu Rasulullah) beliau juga orang yang mengatakan bahwa taqwa itu ada dalam lahiriah. Karena barangsiapa yang hatinya bertaqwa maka pasti anggota tubuhnya juga bertaqwa. Karena Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إذا صلحت صلح الجسد كله، وإذا فسدت فسد الجسد كله

jika ia baik seluruh tubuh akan baik, dan jika ia rusak seluruh tubuh akan rusak” (Muttaqun ‘alaih)

Maka kami katakan, kalau memang benar hati anda itu bertaqwa, maka tentu anggota tubuh anda juga harus bertaqwa.

 

Sumber: http://ar.islamway.net/fatwa/1561

Penerjemah: Yulian Purnama
Artikel Muslim.Or.Id


Dukung pendidikan Islam yang berdasarkan Al Qur'an dan As Sunnah sesuai dengan pemahaman salafus shalih dengan mendukung pembangunan SDIT YaaBunayya Yogyakarta http://bit.ly/YaaBunayya  
Print Friendly, PDF & Email

In this article

Join the Conversation

  • Asal bukan dalam kasus tentang nasehat untuk suatu kewajiban Lahiriyah seperti menutup Aurat pada muslimah. Mungkin bisa jadi juga pertanyaan saudara kita di atas adalah tentang nasehat kewajiban seperti “Berhijab” atau semisalnya. Maka, pihak yg dinasehati mestinya tidak boleh ‘menunjuk’ pada dadanya (hati) seraya berkata: “Yang penting hatinya…”, karena nasehat seperti ini adalah wajib hukumnya terhadap lahiriyah. Jadi bukan karena tergantung hati semata… Sebab, terhadap kewajiban yg sifatnya Lahiriyah, jika hatinya bertaqwa, tidak ada alasan bagi selainnya untuk tidak mematuhinya


Shares