Fatwa Ulama: Khitan pada Wanita

Fatwa Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah

 

Soal:

Wahai Syaikh yang mulia! Berkaitan dengan khitan bagi wanita, apakah hukumnya wajib ataukah sunnah?

Jawab:

Yang tepat dari perkataan para ulama yang ada dalam masalah ini, yaitu pendapat yang pertengahan, khitan itu wajib bagi laki-laki, namun tidak wajib bagi wanita. Perbedaannya sangat jelas sekali. Karena kulit khitan yang ada pada laki-laki jika dibiarkan, itu dapat memberikan efek bahaya ketika kencing. Efek lainnya lagi adalah kemaluannya akan lebih mudah terkontaminasi yaitu di daerah antara kulit khitan yang nanti akan dipotong dan kemaluannya. Hal ini tidak kita jumpai pada wanita. Oleh karena itu, yang benar di antara pendapat ulama yang ada tentang masalah ini, khitan itu wajib bagi laki-laki dan sunnah bagi wanita. Sebagian ulama memang mengatakan bahwa khitan wajib bagi kedua-duanya. Sebagian yang lain katakan bahwa hukum khitan itu hanyalah sunnah bagi kedua-duanya. Namun yang tepat adalah pendapat yang pertengahan yaitu hukum khitan itu wajib bagi laki-laki dan sunnah bagi wanita.

Sumber: Liqo’ Al Bab Al Maftuh, Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin, kaset no. 16.

* Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin adalah seorang fakih (pakar fikih) dan ulama besar Kerajaan Saudi Arabia di masa silam.

Riyadh-KSA, 16 Dzulhijjah 1431 H

Penerjemah: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Muslim.Or.Id

 

Print Friendly, PDF & Email
Travel Haji dan Umrah
App Muslim.or.id

About Author

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

Pengasuh Rumaysho.Com dan RemajaIslam.Com. Alumni Ma’had Al Ilmi Yogyakarta (2003-2005). S1 Teknik Kimia UGM (2002-2007). S2 Chemical Engineering (Spesialis Polymer Engineering), King Saud University, Riyadh, KSA (2010-2013). Murid Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan, Syaikh Dr. Sa’ad bin Nashir Asy Syatsriy, Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir Al Barrak, Syaikh Sholih bin ‘Abdullah bin Hamad Al ‘Ushoimi dan ulama lainnya. Sekarang memiliki pesantren di desa yang membina masyarakat, Pesantren Darush Sholihin di Panggang, Gunungkidul.

View all posts by Muhammad Abduh Tuasikal, MSc. »