Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Tiga Tips Agar Target Ibadah KIta Tercapai di Bulan Ramadan

Dany Indra Permana, S.Si., M.H. oleh Dany Indra Permana, S.Si., M.H.
9 Maret 2026
di Ramadan
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Memanfaatkan Ramadan sebagai sarana mencari bekal perjalanan
  • Tiga tips memaksimalkan Ramadan
    • Pertama, milikilah target pribadi yang terukur dan realistis
    • Kedua, pecah target tersebut ke dalam target yang lebih kecil dan miliki waktu khusus masing-masing
    • Ketiga, carilah benchmark atau saingan kita dalam kebaikan

Memanfaatkan Ramadan sebagai sarana mencari bekal perjalanan

Sahabat Muslim sekalian, bagaimana kabarnya? Semoga Allah senantiasa memberikan kebaikan dan semangat untuk beramal di bulan mulia ini.

Sabahat Muslim.or.id sekalian, sebagian manusia tidak sadar bahwa dirinya sedang berada di alam yang ketiga; karena kita telah melalui dua alam, yaitu alam ruh dan alam rahim ibu kita semua. Sejatinya, kita sekarang berada di alam yang ketiga, yaitu alam dunia.

Apakah kehidupan kita berakhir setelah kita selesai dan berpisah dari alam dunia?

Jawabannya tentu tidak, perjalanan kita masih sangat panjang menuju tempat peristirahatan abadi, dan tempat peristirahatan abadi seorang muslim adalah surga Allah Ta’ala. Di sanalah sejatinya tempat tinggal kita, tempat kakek dan nenek kita dahulu hidup, yaitu Nabi Adam dan Siti Hawa.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ  اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ

“Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga (yang) luasnya (seperti) langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Āli ‘Imrān: 133)

Perjalanan kita masih panjang, masih ada beberapa alam lagi yang harus kita lewati.

Setelah wafat, kita akan berpindah menuju alam kubur. Di sana kita akan ditanyai oleh para malaikat tentang siapa Rabbmu? Siapa Nabimu? Dan apa agamamu?

Kemudian setelah dari alam kubur, terjadilah kiamat, sangkakala ditiup sekali hingga hancurlah semua makhluk kecuali yang Allah kehendaki tetap hidup. Kemudian ditiupkan sangkakala kedua sehingga manusia bangkit dari kuburnya.

Lalu kita akan mengantre di padang mahsyar, dalam keadaan kepanasan, capek, tanpa beralas kaki, dan tanpa berpakaian. Semua orang dalam keadaan takut dan was was, jangan-jangan rapot kehidupan di dunia hasilnya jelek.

Kemudian kita akan satu persatu berhadapan dengan pengadilan Allah, tidak ada yang menemani kita kecuali catatan amal kita. Jika amal kita baik, maka kita akan segera beristirahat di surga; adapun jika jelek, namun masih memiliki iman, maka keadilannya di tangan Allah: apakah Allah langsung memaafkan ataukah harus di”cuci” dahulu beberapa waktu di neraka. Semoga Allah berikan kita keselamatan

Melihat perjalanan panjang tersebut, tentunya tidak ada orang berakal yang nekat menempuh perjalanan panjang tanpa bekal yang cukup. TIdak mungkin menempuh perjalanan 1000 Km hanya sengan seliter air. Orang berakal pasti akan membawa perbekalan yang banyak untuk pejalanan yang jauh. Dalam perjalanan panjang ini, berbekallah dengan ketakwaan kepada Allah.

وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ

“Berbekallah, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS. Al-Baqarah: 197)

Sekarang kita berada di bulan Ramadan, bulan dimana Allah memberikan berbagai diskon dan keutamaan besar agar seseorang bisa meraih sebanyak-banyaknya bekal menuju perjalanan akhirat. Amal kebaikan di bulan Ramadan Allah lipat gandakan jauh-jauh lebih banyak, mungkin 100 kali lipat, 1000 kali lipat, 1 juta kali lipat, dan seterusnya hanya Allah yang tahu. Maka, mari kita gunakan waktu ini sebagai sarana mencari bekal perjalanan sebanyak-banyaknya. Jangan kita lalaikan bulan ini.

Baca juga: Apa Amalan Terbaik di Bulan Ramadan?

Tiga tips memaksimalkan Ramadan

Oleh karena itu, kami berikan setidaknya tiga tips atau cara agar kita bisa memaksimalkan Ramadan ini.

Pertama, milikilah target pribadi yang terukur dan realistis

Setiap kita memiliki kesibukan masing-masing, memiliki pekerjaan masing-masing, memiliki waktu luang juga masing-masing. Sebagian kita ada yang bekerja, memiliki akad pekerjaan dengan kantor, maka akad ini harus dipenuhi. Kita tidak boleh menyelisihi akad yang sudah kita bangun. Sehingga waktu luang kita masing-masing berbeda.

Serta kita juga memiliki ibadah favorit masing masing, yang dengan mengerjakan ibadah tersebut, hati menjadi tenang dan khusyuk. Imam Malik rahimahullah pernah menyampaikan bahwa Allah membagi-bagi amalan kebaikan kepada para hamba seperti Allah membagi-bagikan rezeki. Rezeki hamba berbeda-beda, ada yang bertani, ada yang menjaga kos, ada yang menjadi peneliti, guru, dan semisalnya. Maka, kemudahan dan amal favorit setiap orang juga berbeda-beda. Sebagian senang sekali membaca Al-Qur’an, sebagian sangat khusyuk ketika salat, sebagian lain sangat semangat jika berkaitan dengan membantu sesama. Hendaknya amal tersebut kita buatkan target yang realistis sesuai dengan kemampuan dan keadaan kita.

Kedua, pecah target tersebut ke dalam target yang lebih kecil dan miliki waktu khusus masing-masing

Sebagaimana tadi kami sampaikan, waktu luang setiap orang berbeda-beda. Ada yang kerja dari jam 9 pagi sampai 5 sore, sehingga waktu kosongnya malam. Ada yang berdagang di malam hari, sehingga mungkin waktu kosongnya siang. Di waktu kosong ini, kita bagi-bagi target kita menuju target-target kecil yang lebih realistis.

Sebagai contoh, kita memiliki target membaca 3 juz setiap hari atau sekitar 60 halaman. Kita bisa bagi mungkin menjadi 5 kali membaca sesuai dengan waktu salat, menjadi masing-masing 12 halaman. Atau mungkin kita hanya memiliki tiga waktu salat yang kosong karena waktu zuhur dan asar harus segera kembali ke perkejaan. Karena waktu kasong hanya ada subuh, magrib, dan isya, maka 60 halaman tadi dibagi tiga dan seterusnya.

Intinya, kita bagi menjadi amal yang lebih kecil, karena itu lebih mudah konsisten, dan Allah mencintai amal yang konsisten (istikamah) meskipun mungkin sedikit. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun sedikit.” (HR. Muslim no. 783)

Ketiga, carilah benchmark atau saingan kita dalam kebaikan

Manusia secara umum sangat senang berlomba, ada kalanya lomba tersebut baik, seperti lomba memperbanyak kebaikan, lomba paling cepat merespon perintah Allah, lomba paling cepat menjauhi larangan Allah, dan semisalnya. Ada juga lomba yang mungkin kurang baik, seperti lomba memperbanyak harta yang tidak digunakan untuk kebaikan, lomba mencari pangkat tinggi namun digunakan untuk korupsi, dan semisalnya.

Manusia adalah makhluk yang senang berlomba. Oleh karena itu, Allah memotivasi agar kita berlomba dalam kebaikan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَفِيْ ذٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنٰفِسُوْنَ

“Untuk (mendapatkan) yang demikian itu (kenikmatan surga), hendaknya orang berlomba-lomba.” (QS. Al-Muṭaffifīn: 26)

Allah Ta’ala berfirman dalam surah Adz-Dzariyat,

فَفِرُّوٓاْ إِلَى ٱللَّهِۖ إِنِّي لَكُم مِّنۡهُ نَذِير مُّبِين

“Maka segeralah berlari menuju kepada (menaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.” (QS. Adz-Dzariyat: 50)

Allah Ta’ala berfirman,

وَسَارِعُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَة مِّن رَّبِّكُمۡ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu.“ (QS. Ali Imran: 133)

Oleh karena itu, carilah teman yang bisa menjadi saingan kita dalam kebaikan. Carilah teman yang setiap kita bertemu dengannya, dirinya sedang melantunkan Al-Qur’an. Cari teman yang setiap bertemu, lisannya senantiasa terjaga dari kata-kata kotor dan umpatan. Cari teman yang senantiasa berbuat baik dan bersedekah dengan orang lain. Cari mereka, lalu saingilah mereka dalam kebaikan, sehingga kita semakin semangat berbuat baik, dan bisa menjalankan target kebaikan kita di bulan Ramadan dengan baik.

Demikian tiga tips yang dapat kami berikan untuk memaksimalkan ibadah di bulan Ramadan ini, semoga Allah memberikan kemudahan.

Baca juga: Mendidik Jiwa Sosial di Bulan Ramadan

***

Penulis: Dany Indra Permana

Artikel Muslim.or.id

ShareTweetPin
Dany Indra Permana, S.Si., M.H.

Dany Indra Permana, S.Si., M.H.

- Alumni S1 Fisika UGM - Alumni S2 Hukum Islam UII - Alumni Mahad Ilmi Yogyakarta (2017-2018) - Alumni Mahad Darussalam Asy Syafii Yogyakarta - Pengajar Mahad Darussalam Asy-Syafii Yogyakarta - Dewan pengawas syariah MPD Peduli

Artikel Terkait

Wafat Sebelum Membayar Kaffarat Jimak di Bulan Ramadan

oleh Muhammad Zia Abdurrofi
2 April 2026
0

Hukum dan kaffarat orang yang berjimak di siang hari bulan Ramadan Bukan lagi menjadi hal yang tabu terkait hukum jimak (berhubungan...

Akankah Aku Akan Bermaksiat Lagi Selepas Ramadan?

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
31 Maret 2026
0

Ketahuilah, bulan Ramadan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan dan ketaatan. Di dalamnya kaum muslimin berlomba-lomba memperbanyak ibadah, berpuasa, salat...

Fatwa Ulama: Hukum Orang yang Berpindah ke Negeri dengan Pengurangan atau Penambahan Puasa

oleh Fauzan Hidayat
17 Maret 2026
0

Fatwa Syekh Muhammad Ali Farkus   Pertanyaan: Apa hukum seseorang yang berpuasa hari pertama Ramadan di negerinya, lalu ia berada...

Artikel Selanjutnya

Waktu Tidur di Bulan Ramadan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 2   +   2   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah